Tim Pelatih Fokuskan Pembenahan Fisik Selama Jeda Kompetisi

Tim Pelatih Fokuskan Pembenahan Fisik Selama Jeda Kompetisi

Sleman – Dua hasil laga yang dilakoni Super Elja di bulan November jauh dari kata memuaskan. Dari satu laga tandang menghadapi PSIS Semarang dan satu kandang menjamu Bali United, Bagus Nirwanto dan rekan-rekan hanya mampu meraih satu poin.

Dikutip dari laman resmi klub, setelah menjalani liburan selama empat hari, Senin (11/11) sore lalu para pemain kembali melakukan aktivitas latihan reguler.

Jeda kompetisi selama satu pekan dimanfaatkan coach Seto dan tim pelatih untuk fokus pada pembenahan fisik pemain agar mampu menjaga dan meningkatkan ketahanan fisik pemain hingga akhir kompetisi bulan Desember 2019.

“Kita fokuskan pada ketahanan dan peningkatan fisik pemain, apalagi mereka baru saja menjalani liburan dan jadwal pertandingan home menjamu Borneo FC waktunya masih seminggu.

Program latihan fisik secara umum saja, yakni kelincahan dan kecepatan dapat terjaga,” urainya, Selasa (12/11) siang.

Terkait dengan laga berikutnya kala menjamu Borneo FC, Kamis (20/11) pekan mendatang, Seto menjelaskan, bahwa kemenangan atas tim asal Samarinda tersebut sangat penting guna menjaga tim dalam menjaga persaingan di tabel klasemen. (RHM)***

Tinggalkan Borneo FC, Rumor Gomez Merapat Ke Arema Mencuat

Tinggalkan Borneo FC, Rumor Gomez Merapat Ke Arema Mencuat

Borneo – Roberto Carlos Mario Gomez belakangan kian kencang dilaporkan bakal cabut dari Borneo FC. Dia santer disebut bakal segera menjadi arsitek baru Arema FC.

Seperti diketahui, Singo Edan dipastikan bakal dilatih oleh arsitek anyar musim depan. Hal itu setelah manajemen dengan tegas tak akan memperpanjang kontrak dari Milomir Seslija.

Dikutip dari laman football5star ada kabar belakangan Mario Gomez kian dekat ke Arema FC. Apalagi, kontraknya sudah habis bersama Borneo FC pada Desember 2019 ini. Dia disebut bakal segera diperkenalkan oleh Arema pada awal 2020.

General Manager Arema, Ruddy Widodo, jua mengisyaratkan kalau pelatih barunya menangani salah satu klub Liga 1 2019. Mereka belum mau memperkenalkan sosok si pelatih karena menghormati kontrak si pelatih di klub lamanya.

“Saya tidak tahu kontrak di klub lamanya sampai kapan. Kalau versi si pelatih, kontraknya habis usai laga terakhir Liga 1 2019 kemarin, tapi biasa juga sampai akhir Desember ini. Makanya akan saya perkenalkan Januari nanti,” ungkap Ruddy Widodo, dikutip dari Wearemania.

Sementara Presiden Borneo FC, Nabil Husein, bakal berjuang mempertahankan MArio Gomez untuk musim depan. Apalagi, bersama pelatih asal Argentina itu Borneo FC skses melejit.

“Coach Mario Gomez telah berkontribusi besar musim ini. Saya pasti akan berusaha mempertahankannyam” ungkap Presiden Borneo FC, Nabil Husein. (RHM)***

Asli Putra Bali, Andhika Wijaya Bangga Antarkan Timnya Sabet Juara

Asli Putra Bali, Andhika Wijaya Bangga Antarkan Timnya Sabet Juara

Bali – Keberhasilan Bali United menjuarai kompetisi Shopee Liga 1 2019 tahun ini pastinya memberikan kebanggaan untuk seluruh masyarakat Bali, tidak terkecuali seorang I Made Andhika Wijaya yang menjadi satu diantara beberapa nama lokal Bali dalam skuad Serdadu Tridatu musim ini.

Andhika Wijaya yang baru saja melepas masa lajangnya pun menyampaikan rasa bahagianya setelah berhasil membawa Bali United menjadi yang terbaik musim ini. Ia mengaku pencapaian Bali United tahun ini bagaimana mimpi yang menjadi kenyataan untuk dirinya secara pribadi.

“Setelah dua tahun lalu kami hampir juara, akhirnya tahun ini kami benar-benar bisa jadi juara Liga 1. Sekarang mimpi saya sejak dulu bisa menjadi kenyataan,” ujar suami dari Linanda Aninditha ini.

Lebih lanjut, Andhika mengaku sangat bangga bisa menjadi bagian dari tim Serdadu Tridatu, terlebih dirinya memang merupakan putra asli Pulau Dewata. Ia juga menyebut dukungan luar biasa dari para fans tahun ini juga punya andil terhadap pencapaian Bali United.

“Bangga rasanya bisa menjadi bagian dari tim yang sangat luar biasa ini. Bangga juga bisa membawa nama Bali yang sangat saya banggakan ini. Terima kasih Hyang Widhi, selalu bersyukur dengan apa yang sudah saya dan tim raih hingga saat ini,” kata Andhika.

“Terima kasih untuk keluarga, seluruh anggota tim Bali United dan juga para supporter setia Bali United. Pencapaian yang sangat luar biasa di tahun 2019. Astungkara Bali united selalu Jaya di tahun-tahun selanjutnya,” tutup Andhika. (RHM)***

Ditutup Main Cantik Dan Hasil Apik

Ditutup Main Cantik Dan Hasil Apik

MADURA – Madura United FC menutup Kompetisi Shopee Liga 1 2019 dengan raihan tiga poin. Kemenangan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu, diraih di malam pesta juara Bali United di Stadion Kapten l Wayan Dipta Gianyar, Bali, Minggu (22/12/2019) malam.

Dua gol Madura United, diciptakan dua Strikernya, Aleksandar Rakic di menit 34 dan Alberto Goncalves di menit ke-38. Gol pertama dicetak Rakic setelah menerima umpan terobosan dari Diago Assis. Gol kedua, ganti Rakic yang memberikan umpan lop manja, lalu dikonversi menjadi gol oleh Alberto Goncalves.

Kalah sebagai juara saat mengakhiri kompetisi, tidak hanya dialami Bali United. Pada musim kompetisi 2017 Ialu, Bhayangkara FC yang sudah bertitel juara sebelum berakhirnya kompetisi, harus takluk atas Persija Jakarta 2-1 di laga terakhirnya.

Dengan raihan itu, Pelatih Madura United Rasiman bersyukur. Terlebih, kemenangan tersebut didapatkan lewat permainan yang cantik.

“Pertama syukur Alhamdulillah, Madura (United) bisa menutup kompetisi ini dengan tiga poin. Permainan dan semangat anak-anak tadi di lapangan mencerminkan pejuang, mereka memberikan tontonan yang bagus lewat permainannya yang cantiki Ini patut disyukuri dan membuat liburan dengan tenang,” ujar Rasiman kepada laman resmi klub.

Kemenangan tersebut, juga begitu berkesan bagi kiper Madura United M. Ridho Djazulie. Sebab, dia dapat mencatatkan clean sheet melawan sang juara Liga 1 2019 di depan publiknya.

Palang pintu terakhir bernomor punggung 20 itu sudah lama tidak merasakan clean sheet. Terakhir, saat Madura United menang atas Tira Persikabo di pekan 25.

Namun Ridho enggan jumawa. Yang paling penting baginya adalah berkontribusi membawa Madura United bisa menutup kompetisi dengan kemenangan.

“Alhamdulillah, kami bisa menang, kami bisa happy ending. Ini yang ditekankan oleh Pak AQ (Presiden Madura United Achsanul Qosasi). Kami mempersembahkan ini untuk beliau. Soal clean sheet itu bonus saja,” pungkasnya. (RHM)***

Sebut Persija Tim Besar, Toncip : Harus Juara

Sebut Persija Tim Besar, Toncip : Harus Juara

Jakarta-Palang pintu Persija Jakarta, Tony Sucipto memiliki tekad besar di musim depan. Tony ingin memperbaiki pencapaian di Liga 1 musim 2020. Bahkan dirinya ingin membawa Persija meraih gelar juara.

Tapi untuk mencapai target tersebut, pemain berusia 33 tahun itu mengatakan timnya butuh proses. Apalagi ia sadar bahwa jalan yang bakal dilalui tidaklah mudah di musim depan.

Dikutip dari laman resmi klub, Persija harus fokus meraih hasil positif dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Artinya, Persija tidak langsung memikirkan semua pertandingan atau lawan yang akan dihadapi.

“Pasti banyak hal, juara membutuhkan proses, di tahun kemarin banyak perubahan di tim dan sampai akhir musim kita berjuang dari papan bawah. Persija tim besar dan harus berada di setiap musim di jalur juara. Yang terpenting fokus ke satu tujuan,” ujar pemain yang menggunakan nomor 16 musim ini.

Tony sendiri juga sangat senang kembali mendapatkan kepercayaan di Persija pada musim depan. Hal ini yang menjadi dasar dirinya ingin membawa Macan Kemayoran berprestasi di musim depan.

“Ya saya senang bisa bertahan di Persija. Harapannya pastinya lebih baik dari musim kemarin, seperti pribadi dan lain-lain,” tutupnya.

Tony Sucipto di awal kedatangannya pada musim ini banyak yang meragukannya, namun Toncip membuktikannya dengan menjadi pemain yang paling yang sering bermain dengan 33 penampilan bersama Persija di Shopee Liga1 2019.

Bahkan perannya sangat sentral lantaran bisa bermain di beberapa posisi. Toncip pada musim ini ditempatkan di berbagai posisi dari bek tengah, bek kiri, bek kanan hingga gelandang bertahan. (RHM)***

Pulihkan Cedera, Deden Natshir Tetap Latihan Selama Masa Libur

Pulihkan Cedera, Deden Natshir Tetap Latihan Selama Masa Libur

Bandung – Muhammad Natshir tidak mau melewatkan pertandingan PERSIB lebih banyak lagi. Oleh karena itu, dia menyiapkan diri sebaik mungkin agar pulih sebelum musim 2020 dimulai.

Kiper PERSIB ini sudah melewatkan lima bulan lebih sejak cedera patah tulang kaki ketika laga melawan Persija Jakarta. Sejak saat itu, Deden — sapaan karibnya — berjuang untuk memulihkan cederanya.

Dikutip dari laman resmi klub, hingga saat ini, pemain asal Soreang itu masih menjalani pemulihan. Dia pun rela mengorbankan jatah liburan akhir musim demi mempercepat pemulihan.

“Sekarang lagi fokus untuk pemulihan. Mudah-mudahan berjalan lancar sampai saya bisa main bola lagi. Mungkin untuk mengembalikan kondisi fisik bisa sampai tiga sampai empat bulan. Awal musimlah ya,” kata Deden

Meskipun begitu, Deden tak mau terlalu memaksakan. Dia tak mau juga terlalu memaksakan berpacu dengan waktu dan malah berakibat tidak baik buat kondisi cederannya. Dia saat ini masih melatih kekuatan kakinya.

“Buat kembali lagi ke lapang, kalau misalnya sudah oke, pasti akan dilatih dulu. Karena enggak mungkin langsung jogging. Perlu adaptasi. Pastinya semangat pemulihan walau libur kompetisi,” ucapnya. (RHM)***