[FOTO] Layangkan Sejumlah Tuntutan, Buruh Jawa Barat Gelar Unjuk Rasa

[FOTO] Layangkan Sejumlah Tuntutan, Buruh Jawa Barat Gelar Unjuk Rasa

Sejumlah massa dari berbagai serikat buruh menggelar unjuk rasa di halaman Gedung Sate jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 2 Desember lalu. Sejak pagi, para buruh sudah menyemut dilokasi tersebut hingga dilakukan penutupan arus lalu lintas. Mereka berdatangan dari berbagai wilayah termasuk dari luar Bandung raya
Unjuk rasa digelar menyusul keluarnya surat edaran dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Nomor 561/75/YANBANGSOS tentang upah minimum kota tahun 2020. Massa menuntut agar surat itu bukan bersifat edaran namun bersifat surat keputusan. Dimana, pelaksanaannya wajib dipatuhi perusahaan.
[FOTO] Suasana Stasiun Cimekar Kota Bandung

[FOTO] Suasana Stasiun Cimekar Kota Bandung

Cocok untuk melepas penat, bagi warga Bandung Timur tentu tak akrab dengan taman dan ruang terbuka hijau sebagaimana warga di pusat kota Bandung. Namun nyatanya, hal itu bukan jadi alasan untuk bisa menikmati kesepian di tengah aktivitas kota.
Stasiun Cimekar, menjadi salah satu lokasi yang tepat untuk melepas penat. Berada dekat dengan pusat olahraga yang ramai diperbincangkan yakni stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), stasiun ini layak bagi anda yang muak dengan keramaian akhir pekan
10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap sebanyak 58 bidang fasilitas sosial (fasos) dan faslitas umum (fasum) terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung segera direlokasi. Untuk itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta dinas terkait segera mengurusnya.

“Terkait proyek Kereta Cepat ini, kalau memang ada persoalannya segera diselesaikan secepatnya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Perlu diketahui, prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang terkena proyek kereta api cepat di Kota Bandung berada di 10 perumahan. Perusahaan tersebut di antaranya Istana Mekarwangi, Singgasana Pradana, Taman Holis Indah, Sapta Taruna PU, Topindo, Pasirpogor, Bumi Asri, Kopo Mas Regency, Banyu Biru, dan Oasis.

Dari 10 perumahan tersebut ada persoalan yang berbeda-beda. Ada 2 perumahan hampir selesai progresnya, sedangkan yang lain masih dalam proses. Ada juga tiga perumahan yang pengembangnya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Sedangkan aset Pemkot Bandung selain PSU, ada kantin SMPN 48 yang sudah direlokasi, Puskesmas Pasawahan yang disewakan bangunan pengganti sebelum diganti bangunan baru, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandung Kulon diselesaikan proses relokasinya dengan bidang pengganti.

Oded meminta agar ada percepatan penyelesaian hal tersebut.

“Sekarang diperkuat oleh Wakil Wali Kota, Kang Yana untuk mengawal prosesnya. Kalau ada hal kecil yang perlu dikoordinasikan jadi bisa lebih cepat karena deadlinennya ini sangat dekat,” ucapnya

Sementara itu, Kepala BPN Kota Bandung, Andi Kadandio Aleppudin mengakui saat ini ke-58 bidang tersebut harus segera diselesaikan prosesnya, karena berkaitan dengan proyek strategis nasional.

“Intinya kita harus selesaikan fasos fasum yang terkena proyek kereta cepat ini, ada 112 bidang. Tetapi yang darurat harus segera dituntaskan 58 bidang. Karena ini pekerjaan nasional, pekerjaan semua,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), Natal Argawan Pardede berharap bisa memanfaatkan lahan fasos dan fasum yang belum tuntas validasinya. Hal itu karena kebutuhan yang mendesak.

“Walau pun belum tuntas secara resmi, tapi proses harus berjalan, kami sudah mengirim surat izin agar konstruksi bisa masuk terlebih dahulu pada 22 November 2019 lalu. Jadi sembari kontraktor berjalan, proses administrasinya juga dalam proses penyelesaian,” pintanya. (RHM)***

Wali Kota Bandung Sebut Umat Muslim Harus Menjaga Lingkungan

Wali Kota Bandung Sebut Umat Muslim Harus Menjaga Lingkungan

Bandung – Sebagai khalifah di dunia, manusia harus saling menjaga termasuk menjaga alam dengan tidak merusaknya seperti membuang sampah sembarang. Merusak lingkungan merupakan perbuatan buruk yang merugikan semua baik manusia, hewan dan alam itu sendiri.

“Kita hidup di dunia tidak bisa hidup sendiri. Sebagai khalifah yang dipercaya Allah SWT, kita harus dapat mengelola dan menjaga alam ini. Dengan tidak merusaknya, itu menujukan bahwa kita sebagai umat yang bertakwa,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat khotbah salat Jumat di Masjid Al-Aziz, Jalan Rancabolang, Kota Bandung, dalam keterangan tertuis yang ditermia Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Maka dari itu, Pemerintah Kota Bandung melalui program Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah (Kang Pisman) berupaya mengajak seluruh masyarakat supaya peduli dan peka terhadap kondisi lingkungan.

” Pemkot Bandung terus mengingatkan (pentingnya menjaga lingkungan) kepada masyarakat. Melalui Program Kang Pisman, upaya menjaga lingkungan terus digaungkan. Saat ini, lingkungan dan alam perlu perhatian lebih dari kita,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Oded mengajak kepada masyarakat untuk selalu mencintai Alquran. Salah satu bentuknya, dengan rajin membaca Alquran dan mengamalkan isi kandungannya dalam berkehidupan sehari-hari.

“Banyak cara kita untuk mendapatkan rida Allah, salah satunya dengan mencintai Alquran. Dengan sering membacanya dan mengamalkannya,” kata Oded.

Mang Oded sapaan akrab Oded M. Danial mempunya mimpi besar. Mimpi itu adalah sebanyak 4000 masjid di Kota Bandung harus memiliki iman yang hafiz Quran. Sehingga ke depannya, SDM Kota Bandung semakin unggul.

“Terutama para penerus bangsa. Anak muda harus mempunyai kemampuan menghafal Alquran. Sehingga masjid di Kota Bandung tidak hanya bangunannya saja yang bagus. Namun, imamnya hafiz Quran dan jemaahnya rajin membaca Alquran,” imbuhnya.

Pesan lainnya, Oded menyampaikan, membangun Kota Bandung tidak hanya membutuhkan teknologi. Namun, memerlukan SDM yang ungul dari segala bidang. Dengan itu, ia berharap dapat membangun Kota Bandung dengan konsep Allah SWT. Seperti yang disampaikan dalam Alquran surat Alfatir ayat 29.

“Ada tips dalam membangun Kota Bandung, yaitu menggunakan konsep Allah SWT. Dijamin sukses dunia dan akhirat. Dijelaskan dalam surat 35 ayat 29. Yaitu pertama selalu mencintai Alquran dengan rajin membacanya dan mengamalkan, kedua menjalankan shalat dan yang terkahir sisihkan rezeki yang Allah berikan untuk berinfak,” katanya. (RHM)***

Korban Kebakaran Kelurahan Nyengseret Kota Bandung Harapakan Bantuan

Korban Kebakaran Kelurahan Nyengseret Kota Bandung Harapakan Bantuan

Bandung – Wali Kota Bandung Oded M. Danial memastikan akan memberikan bantuan secara maksimal kepada korban kebakaran di RW 03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar. Mulai dari logistik makanan, kesehatan, hingga sisi ekonomi.

“Alhamdulilah dengan cepat tanggap dari teman-teman dan dinas terkait, kewilayahan, dan masyarakat bisa menyelesaikannya dengan baik. Sekarang pascakebakaran kita mempersiapkan kebutuhan sementara mereka,” ucap Oded di lokasi kebakaraan Kelurahan Nyengserat, Kecamatan Astanaanyar, dalam keterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Seperti diketahui, sebanyak 18 bangunan tempat tinggal di RT 05 dan RT 06 RW 03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar terbakar. Akibatnya 34 Kepala Keluarga (KK) atau 115 jiwa ikut terdampak.

Selain meninjau lokasi dan kondisi warga yang terdampak kebakaran, kedatangan Oded sekaligus untuk menyalurkan bantuan logistik. Ia juga memeriksa kondisi dapur umum dan berdialog dengan warga.

Dari hasil perbincangnnya bersama warga, Oded menyatakan Pemkot Bandung akan berupaya memberikan bantuan untuk tempat tinggal. Termasuk mencari solusi untuk menyokong bantuan kewirausahaan.

“Dari sisi logistik aman, tapi mereka meminta kontrakan atau sewaan. Ada yang mesin jahitnya hangus terbakar karena mereka membuat dan menjual sendiri. Mereka juga meminta modal. Insyaallah kita usahakan untuk mereka,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Nyengseret, Suparno menyatakan, pihaknya menyiapkan dapur umum untuk satu pekan ke depan. Namun, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengevaluasi keberadaan dapur umum tersebut.

“Dapur umum ini kita sediakan makanan setiap hari membuat dua kali itu siang dan malam. Kita produksi 118 bungkus setiap hari. Sampai hari ini bantuan yang mengalir di posko di kelurahan Nyengseret banyak sekali. Saat ini ada beberapa yang sudah disampaikan ke korban,” ungkap Suparno.

Suparno mengungkapkan, para korban yang terdampak kebakaran merupakan warga asli Kelurahan Nyengseret. Untuk itu, pihaknya mengupayakan memberikan bantuan untuk keperluan administrasi mengingat banyaknya surat-surat penting yang ikut dilalap api.

“Kemarin kita konsultasi dengan kepolisian berkaitan dokumen dengan kepemilikan yang bersangkutan. Sudah koordinasi meminta surat kebakaran, terutama warga masyarakat penduduk miskin, PKH (Program Keluarga Harapan), BSP (Bantuan Sosial Pangan). Kita usahakan mendapatkan kembali surat keterangan,” katanya. (RHM)***

Di Kota Bandung, 121 Bangunan Terbakar Sepanjang 2019

Di Kota Bandung, 121 Bangunan Terbakar Sepanjang 2019

Bandung – Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menangani sebanyak 199 kasus kebakaran hingga 23 Desember lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 121 kasus kebakaran bangunan, 69 kebakaran semak atau alang-alang dan sisanya penanganan kebakaran di luar Kota Bandung. Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan mengakbatkan keugian senilai Rp. 44.363.700.000.

Namun dengan pemadaman yang dilaksanakan petugas, Diskar PB berhasil menyelamatkan material senilai Rp. 810.790.534.400.

“Oleh karenanya, Diskar PB mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan lebih teliti dalam membuat instalasi listrik dan memerhatikan keamanan kompor,” imbau Kepala Diskar PB) Kota Bandung, Dadang Iriana, dalam siaran yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Dadang mengungkapkan, penyebab dominan yang jelas berkat kelalaian manusia, mulai dari kompor, kemudian listrik. Menurutnya, pemahaman masyarakat dalam melakukan tindakan pertama penanganan kebakaran juga masih sangat kurang. Sehingga, alih-alih menghentikan ‘si jago merah’ namun tak jarang malah membuat api semakin besar.

BACA JUGA : AWAL TAHUN 2020, PKL CIKAPUNDUNG BARAT BERWAJAH BARU

Di samping itu, sambung Dadang, kecepatan masyarakat dalam melaporkan insiden kebakaran juga turut berpengaruh. Waktu pembuatan laporan ini sangat berharga bagi petugas Diskar PB. Petugas berharap bisa mendapatkan informasi secepat mungkin sebelum api menjalar lebih besar.

Salah satu peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Bandung pada 2019 (Dok. Humas Pemkot Bandung)

Menurutnya, situasi dan kondisi di lokasi terjadinya insiden kebakaran kerap menghambat proses pemadaman. Di antaranya, situasi lalulintas Kota Bandung yang semakin ramai ataupun titik kebakaraan berada di tengah pemukiman padat sehingga aksesnya sulit dijangkau.

Lebih lanjut Dadang juga tidak memungkiri, sejumlah peralatan para petugas Diskar PB ini perlu diperbaharui. Diskar PB juga harus terus mengasah dan mematangkan kemampuan petugas dalam penanganan api. Termasuk penambahan jumlah personel.

“Kendala paling besar juga paling faktor di lapangan karena Bandung ini sangat padat lalullintasnya. Kemudian juga sarana dan prasarana masih terbatas, kemudian faktor SDM (Sumber Daya Manusia),” jelasnya.

Oleh karenanya, di tahun 2020 nanti Dadang berharap Diskar PB bisa terus menggenjot peningkatan SDM petugas. Baik secara kuantitas menambah personel, ataupun dari sisi kualitas untuk membuat petugas semakin mahir menjinakan ‘si jago merah’.

“Tahun depan kita akan tinkatkan kualitas, kaya pemadaman, pelatihan dan segala macam,” katanya. (RHM)***

Awal Tahun 2020, PKL Cikapundung Barat Berwajah Baru

Awal Tahun 2020, PKL Cikapundung Barat Berwajah Baru

Bandung – Awal tahun 2020 mendatang, Pemerintah Kota Bandung akan memulai penataan kawasan Pedagang Kaki Lima (PKL) Cikapundung Barat. Pemkot Bandung akan melengkapi sejumlah fasilitas agar kawasan tersebut semakin nyaman.

Seperti halnya di kawasan Cicadas, penataan kawasan PKL Cikapundung Barat juga akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Rencananya penataan tersebut melibatkan sekitar 170 PKL lewat berkolaborasi dengan produsen makanan dan minuman, Danone.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana bahkan mengaku telah bertemu dengan para pedagang.

”Insyaallah kita minta waktu tahun baru pada tanggal 1-5 Januari 2020 agar mereka libur. Kita pasang lapak,” ujar Yana dalam kerterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

“Mulai dari kuliner, stempel dan buku ya sekitar 170 PKL yang ditata. Untuk CSR nya itu dari Danone makannya konsep itu warnanya biru,” imbuhnya.

Menurut Yana, seperti di Cicadas, tenda-tenda di kawasan Cikapundung Barat juga akan diseragamkan. Tak hanya soal bentuk dan warga, soal luas lapak di kawasan Cikapundung Barat juga akan diseragamkan.

“Tendanya kita seragamkan. Intinya kita minta data PKL agar bisa dikunci dan tidak bertambah,” tegas Yana.

“Ukuranya itu semua sama rata, karena kita harus seragam. Terpenting kita siapkan termasuk juga regulasinya. Kalau nyaman ya ‘hayuk’ tata bareng,” ujarnya.