5 Kebiasaan Ini akan Ngehits di Kota Bandung, Apa Aja ya ?

5 Kebiasaan Ini akan Ngehits di Kota Bandung, Apa Aja ya ?

Ilustrasi. Kota Bandung (foto: Suara.com)

Bandung – Setiap orang mengemukakan harapan dan cita-citanya di awal memasuki tahun 2020. Banyak cerita tentang hal yang ingin dicapai warga Bandung selama setahun ke depan, termasuk tren yang akan muncul mengisi tahun cantik ini.

Dikutip dari keterangan tertulis Pemkot Bandung, Berkaca pada fenomena di tahun 2019, berikut adalah tren yang diprediksi menjadi gaya hidup baru di kota kembang selama setahun ke depan. Seperti apa tren kekinian ala warga Kota Bandung? Humas Kota Bandung merangkumnya dalam ulasan berikut ini:

  1. Kang Pisman

Kampanye Kota Bandung dalam hal pengelolaan sampah sepertinya semakin digandrungi. Pada tahun 2019, Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) sampah telah diperkenalkan hingga ke tingkat internasional dalam acara Zero Waste City Conference (ZWCC) di Malaysia.

Partisipasi warga dalam Kangpisman terlihat dari pertumbuhan nasabah bank sampah dari 978 pada september 2018 menjadi 3.390 pada Juli 2019 atau sekitar 246%, serta menurunkan volume sampah rata-raa sebesar 852 ton sampah perbulan.

Di tahun 2020, Kang Pisman akan digenjot untuk mereduksi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir yang hanya akan semakin mencemari lingkungan

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus mengajak warga agar menjadi bagian dari Sobat Kangpisman. Kamu mau ikut jadi penyelamat lingkungan Kota Bandung? Yuk ikut Kang Pisman!

      2. Aneka kreasi tas belanja

Kantong plastik sepertinya sudah tidak akan terlalu digunakan di tahun 2020 di Kota Bandung, apalagi jika warga Bandung berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.

Warga kini lebih senang menggunakan tas belanja berbahan kain atau polyester sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.

Mal-mal, ritel-ritel besar, hingga factory outlet di Kota Bandung sudah mulai mengalihkan kemasan belanja dari bahan plastik ke tas belanja.

Bahkan ada juga yang sama sekali tidak menyediakan kemasan belanja sehingga kita wajib membawa sendiri tas belanja jika tidak ingin kerepotan. Apalagi, kini ada banyak motif tas belanja kekinian yang juga bisa menjadi gaya fesyen baru.

       3. Gaya Pakai Tumbler

Jangan kaget lagi kalau di Kota Bandung banyak menemukan warganya membawa gelas minuman sendiri saat membeli minuman, seperti boba, kopi kekinian, atau sekadar es teh berbagai merek. Dengan membawa tempat minum sendiri, kita bisa mengurangi kemasan plastik sekali pakai.

Ke mana-mana, warga Bandung juga sudah banyak yang menggunakan botol minuman, atau bahasa kerennya, tumbler. Berbagai desain tumbler yang keren dan unik banyak dipakai sebagai tempat minum. Selain trendy, warga tak perlu lagi membeli minuman kemasan yang hanya akan menambah jumlah sampah di Kota Bandung.

       4. Cara baru pakai sedotan

Jika kamu datang ke kafe, restoran, atau kedai kopi, jangan heran melihat orang-orang yang memakai sedotan dari bahan stainless steel atau serat jerami. Kedua bahan itu kini telah digandrungi sebagai pengganti sedotan plastik

Kamu tentu tidak akan ditawari sedotan itu di kafe-kafe tersebut karena orang-orang itu telah membawa sedotan sendiri dari rumahnya.

Bahkan, ada banyak gerai makanan dan minuman di Kota Bandung yang sudah tidak lagi menyediakan sedotan plastik sekali pakai sebagai komitmen mereka dalam menjaga lingkungan. Kamu masih pakai sedotan plastik? Mulai dikurangi, ya!

Harga sedotan stainless steel atau serat jerami yang lebih sehat dan ramah lingkungan itu juga tidak mahal

Dengan kisaran harga Rp15.000 – Rp30.000, kamu bisa mendapatkan satu set (tiga jenis) sedotan berbagai ukuran dan alat pembersih.

     5. Gaul Bersepeda 

Katanya Kota Bandung jadi kota termacet? Mungkin karena masih ada orang menggunakan kendaraan bermotor hanya untuk menempuh jarak pendek. Tapi sejak Pemerintah Kota Bandung menyediakan Boseh (Bike on Street Everybody Happy) di berbagai titik, warga Bandung mulai beralih menggunakan sepeda untuk mobilisasi.

Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi juga semakin marak, terutama oleh anak sekolah. Banyak juga komunitas sepeda tumbuh untuk mewadahi minat warga Bandung untuk berolahraga dengan bersepeda. Di tahun 2020, dipastikan bersepeda akan menjadi gaya baru warga Bandung dalam bertransportasi jarak dekat dan sedang. (Roy)***

Ratusan Relawan Mitra dan Karyawan Gojek Salurkan Lebih dari 4.000 Paket Bantuan kepada Korban Banjir Jakarta

Ratusan Relawan Mitra dan Karyawan Gojek Salurkan Lebih dari 4.000 Paket Bantuan kepada Korban Banjir Jakarta

Dok Gojek Indonesia

JAKARTA – Gojek menurunkan sekitar 300 orang tim relawan yang terdiri dari mitra dan karyawan untuk bahu-membahu menyalurkan langsung paket bantuan logistik berupa makanan kering, pakaian layak pakai, perlengkapan sanitasi, dan obat-obatan kepada para korban bencana banjir. Bantuan tersebut disalurkan ke 5 wilayah terdampak yaitu: di Villa Nusa Indah, Bekasi; Kademangan dan Ciledug Indah Tangerang; Teluk Gong, Jakarta Utara; Cengkareng dan Rawa Buaya, Jakarta Barat; serta Ciracas, Jatinegara dan Rusunawa Pengadegan, Jakarta Timur. Sejak hari pertama, tim relawan telah mengevakuasi ratusan korban banjir serta menyalurkan lebih dari 4.000 paket bantuan ke 50 lokasi yang terdampak.

CEO GoPay Aldi Haryopratomo yang mewakili manajemen Gojek Group ikut bergabung dengan tim relawan hari ini, menyampaikan rasa prihatinnya, “Kami akan terus bantu baik melalui penggalangan dana, bantuan logistik, maupun bantuan tenaga seperti yang tim relawan kami lakukan selama lima hari ini. Semoga keadaan segera membaik.” ungkapnya dalam keterangan tertulis

Aldi juga mengapresiasi komitmen mitra dan karyawan Gojek yang bersatu dalam tim relawan sejak hari pertama bencana banjir Jabodetabek. “Saya sangat tersentuh menyaksikan sendiri semangat para mitra dan karyawan kami yang tergerak untuk turun langsung membantu sesama. Ini adalah yang sebenar-benarnya perwujudan semangat Gojek berbakti untuk Indonesia.”

Aksi yang melibatkan seluruh ekosistem Gojek ini menyusul inisiatif lainnya yaitu program penggalangan donasi bantuan yang mengalir ke rekening penampungan. Pengadaan dan penyaluran bantuan ini merupakan inisiatif Gojek selain membuka program pengumpulan dana bantuan bagi korban banjir di Jakarta dan sekitarnya dalam kerja sama dengan Kitabisa dan Baznas.

Per hari Minggu 5 Januari 2020, jumlah dana yang terkumpul dari konsumen Gojek melalui galangan dana Gojek-Kitabisa-Baznas telah mencapai lebih dari 263 juta. Angka ini terus meningkat dari hari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp 150 juta pada Sabtu siang lalu (4/1). “Hal ini menunjukkan empati yang luar biasa dari para pengguna aplikasi Gojek dan kami sangat berterima kasih atas antusiasme yang sangat tinggi dalam membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir,” imbuh Aldi. (RHM)

Tak Hanya Api, Ini Kisah Diskar PB Kota Bandung Tangani Hewan Hingga Cincin

Tak Hanya Api, Ini Kisah Diskar PB Kota Bandung Tangani Hewan Hingga Cincin

ilustrasi : CNN Indonesia

BANDUNG – Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) tidak hanya terjun saat terjadi insiden kebakaran saja. Di Kota Bandung, petugas Diskar PB juga manangani masalah hewan hingga cincin yang sulit dilepas.

Sepanjang tahun 2019 hingga Desember ini, Diskar PB berhasil menangani 13 kejadian orang yang masuk ke sumur. Lalu 4 kali melakukan upaya pencarian orang tenggelam. Kemudian 16 kali menangani cincin yang sulit terlepas dari jari.

“Ada sekali menangani kaki anak terjepit, 1 kasus tangan anak nancap di pagar besi. Kita juga sekali menangani orang tersengat listrik, lalu ada yang terjebak di bangunan ambruk dan juga sekali mengurus anak yang terkunci di ruangan,” ucap Dadang Iriana, Kepala Diskar PB Kota Bandung, Kamis (26/12/2019).

Dadang mengungkapkan, Diskar PB juga bukan hanya menangani masalah manusia saja. Justru dalam setahun ini 296 kali kasus yang ditangani petugas yakni mengurusi masalah hewan.

Laporan paling banyak yakni penanganan sarang tawon hingga 189 kali. Kemudian mengatasi masalah kucing sebanyak 50 kali, kasus ular berkeliaran di tengah masyarakat sebanyak 42 kasus.

“Ada laporan penanganan biyawak dua kali, sekali mengatasi masalah burung. Lalu ada juga penanganan bunglon dan kukang,” ujarnya dalam keterangan tertulis

Dadang menambahkan, petugas Diskar PB juga menerima lima laporan untuk menangani masalah musang. Jumlah yang sama juga dilakukan penananganan kera di tengah permukiman warga.

Kasus lainnya, Diskar PB juga ikut terlibat menangani 9 kali kecelakaan lalu intas, lalu 11 laporan pohon tumbang. Sebanyak 4 kali longsor juga turut di tangani petugas dan terjun di sekali banjir besar.

“Petugas kita juga menangani kabel melintang, canopy roboh, gerbang terkunci sampai penanganan drone,” ungkapnya.

Dengan banyaknya laporan masalah warga Kota Bandung yang semakin beragam ini, pada 2020 nanti Dadang akan semakin fokus meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) para petugas.

“Hal yang paling mendasar ini SDM. Kalau sarana dan prasarana bisa diakali, tapi kalau SDM ini kemampuannya yang harus kita tingkatkan. Kalau SDM sudah semakin profesional itu kita semakin mampu,” jelasnya.

Masih menurut Dadang, peningkatan kemampuan para petugas Diskar PB Kota Bandung ini bukan hanya untuk menangani laporan warga saja. Namun, guna memaksimalkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Penyuluhan kemudian simulasi. Karena kami tidak hanya pemadaman, ada juga penyelamatan. Ini kan macem-macem,” katanya.(RHM)

Komunitas GBLA Lovers Dorong Pemkot Bandung Aktifkan Kembali GBLA

Dok. Humas Permkot Bandung

BANDUNG – Masyarakat Kota Bandung amat mencintai Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Berbagai komunitas mengaku siap mendukung Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengaktifkan kembali stadion tersebut untuk pertandingan olahraga, khususnya sepak bola. Salah satu komunitas yang siap mendukung yaitu GBLA Lovers.

Aristomuhaji (Aris), Penasehat GBLA Lover menyatakan, komunitasnya mendukung semua pihak agar bisa menyetujui penggunaan stadion kebanggaan Kota Bandung itu. Pasalnya, kondisi bangunan dianggap memiliki kelaikan guna.

“Bagi mereka yang menyatakan bahwa GBLA itu tidak aman mungkin harus dipertanyakan,” tuturnya usai menemui Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Jumat (10/1/2020).

Aris telah mendengar langsung penjelasan dari wakil wali kota soal berbagai langkah Pemkot Bandung dalam mengupayakan aktivasi dan pemanfaatan GBLA. Ia pun sepakat dengan Pemkot Bandung, persoalan GBLA harus segera dituntaskan.

Pemkot Bandung telah mengantongi berbagai hasil kajian dari para ahli tentang kelaikan GBLA, termasuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang menyatakan bahwa GBLA aman untuk digunakan.

Ada pun penurunan tanah yang selama ini dikhawatirkan oleh pihak-pihak tertentu, Aris mengungkapkan, hal itu memang kondisi yang sudah diantisipasi. Itu tidak akan mengganggu struktur utama bangunan.

“Sekarang sudah jelas surat dari Kementerian PUPR yang menyatakan bahwa stadion itu layak digunakan. Makanya yang jadi masalah itu memang ada penurunan selama 15 tahun, pasti akan terjadi penurunan tanah di luar struktur utama,” jelasnya.

“Saya kira GBLA bisa digunakan. Tinggal keberanian saja untuk menggunakan itu. Karena itu sudah dilakukan uji ilmiah,” imbuhnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung pun mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh GBLA Lovers. Ia memastikan, langkahnya sejalan dengan komunitas yang terus mengawal aktivitas GBLA itu.

“Kami sudah siap dengan segala prosesnya. Bahkan untuk kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga sudah akan kami fasilitasi. Namun kami tidak ingin ada cacat aturan dalam prosesnya. Saat ini, bolanya bukan di kami. Tetap prosedur administratif harus ditempuh,” beber Yana.

Saat ini Pemkot Bandung tengah menunggu langkah dari PT. Adhi Karya dan kepolisian untuk mengeluarkan dokumen yang bisa digunakan Pemkot untuk mengaktivasi GBLA. “Kita semua menunggu,” ucap Yana yang juga Ketua Askot PSSI Bandung itu. (RHM)

Puluhan Klub Moge Siap Dukung Program Kota Bandung

Foto Dok. Humas Pemkot Bandung

BANDUNGH – Puluhan klub motor gede (moge) siap bersinergi untuk mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Komitmen tersebut dikukuhkan dalam acara Bikers Bandung Bersatu yang digagas oleh Harley Club Bandoeng (HCB) di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika, Jumat (17/1/2020) malam.

Ketua Panitia Pelaksana Bikers Bandung Bersatu, Marwan M. Ali Rahman mengatakan lebih dari 500 bikers datang sebagai perwakilan se-Bandung Raya. Selain itu, turut hadir juga para pehobi moge dari sejumlah daerah di Jawa Barat.

“Acara ini semata-mata mengajak seluruh pecinta motor besar khususnya di Kota Bandung untuk bersatu mendukung program Wali Kota Bandung, Kang Oded. Kita undang 32 klub motor besar dan beberapa klub motor kecil lainnya. Sengaja kami undang tidak dibeda-bedakan,” ucap Marwan.

Lebih lanjut Marwan menuturkan, acara Bikers Bandung Bersatu tak lantas mendefinisikan klub motor di Kota Bandung tercerai berai. Justru kegiatan ini menjadi penguat bagi para pehobi kendaraan roda dua ini semakin solid.

Dengan kekompakan inilah, Marwan mengajak kepada para biker untuk bahu-membahu ikut mendorong program Pemkot Bandung. Sebagai contohnya, membuat Kota Bandung sebagai kota wisata yang semakin menyedot perhatian banyak wisatawan.

“Selama ini kesannya bukan berarti terpecah belah tapi masing-masing mungkin punya program kerja. Kami mengajak mudah-mudahan penggemar motor besar mendukung program se Bandung Raya khususnya Kota Bandung untuk mengedepankan kebersihan, kenyamanan dan tanggung jawab sebagai kota wisata,” terangnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial bangga ternyata HBC klub moge tertua ini memiliki banyak program berbasis kemasyarakatan. Menurutnya hal itu sejalan dengan program Pemkot Bandung yang dia usung bersama Yana Mulyana.

“Saya sangat mensuport acara ini karena ternyata HCB bukan hanya sekadar komunitas hobi moge, tapi banyak program sosial dan budaya. Programnya sangat luar biasa baik dan bisa bersinergis dengan program pemerintah Kota Bandung,” kata Oded.

Dalam sambutannya, Oded pun mengulas sejumlah program unggulan Pemkot Bandung. Di antaranya, program pengelolaan sampah melalui gerakan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) Program ini dapat mengatasi ancaman sampah yang menjadi problematika besar di wilayah perkotaan.

“HCB ini harus menjadi trigger agar Bandung semakin juara. Mudah-mudahan HCB bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Bandung,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut juga sekaligus penobatan Oded sebagai anggota kehormatan HCB. Dia ikut serta menjadi pembina di klub moge yang berdiri sejak 13 Mei 1960 ini.

“Sangat bagus sekali lewat program Bijers Bandung Bersatu ini, saya berharap dengan gagasan HCB ini semua komunitas motor di Bandung bisa bersatu. ‘Ayeuna mah geus teu usum ugal-ugalan’ (sekarang sudah tidak musim ugal-ugalan),” katanya. (RHM)

Kota Bandung Bakal Miliki Pusat Kebudayaan Tionghoa

Foto Dok. Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesa akan hadir di Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengawalinya dengan prosesi groundbreaking gedung di Jalan Suryani Dalam No. 99 Bandung, Minggu (19/1/20).

Pembangunan gedung ini merupakan inisiasi Yayasan Dana Sosial Priangan (YSDP).

Di sela sela acara, Oded mengatakan, Gedung Kebudayaan Tionghoa tersebut bisa menampung segala aktivitas budaya Tionghoa baik dalam konteks pelestarian dan pengembangan budaya. Tak hanya itu, Oded juga berharap gedung ini dapat menjadi pendorong industri pariwisata Kota Bandung.

“Pembangunan gedung ini kita harapkan menjadi salah satu upaya semangat mengukuhkan kembali nilai-nilai budaya di Kota Bandung. Sekaligus simbol membangun kota dengan karakter masyarakat yang beragam,” tutur Mang Oded dalam keterangan tertulis.

Tak hanya itu, Oded juga berharap, Gedung Kebudayaan Tionghoa juga dapat mengembangkan dan melestarikan kebudayaan multidimensi yang bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya dalam memantapkan visi Kota Bandung yang unggul, sejahtera dan agamis.

“Saya juga mengajak masyarakat yang hadir di sini untuk bersama-sama menciptakan kerja sama yang baik antara seniman dan budayawan, pengusaha, pemerintah dan semua instrumen lainnya. Kita bersama sama menjaga nilai toleransi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan (YSDP), Herman Widjaja menjelaskan, Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa akan mempunyai fasilitas yang menunjang terhadap minat dan pengembangan budaya.

“Nanti gedung ini mempunyai fasilitas seperti perpustakaan, pelatihan kaligrafi, xiang ci, taichi, dan lainnya. Kami ingin banyak menghasikan beragam kegiatan positif,” tutur herman.

Herman menuturkan kebudayaan yang dipelihara dapat menghasilkan prestasi yang baik pula.

“Pelajar yang intensif berlatih xiangie dan wushu, kemampuan intelektualnya berkembang baik. Bahkan beberapa anak dan santri yang diikutsertakan dan kompetisi nasional berhasil meraih prestasi, ” tuturnya.

Dalam acara tersebut turut hadir sejumlah tokoh Jawa Barat. Di antaranya, Popong Djundjunan, perwakilan tokoh nasional Tionghoa, Ted Siong, Kaporlestabes Bandung, Kombes Pol. Irman Sugema, Dandim 0618/BS, Kol. Herry Subagyo dan sejumlah tokoh lainnya. (RHM)

Enam Langkah yang Harus di Lakukan Saat Terjadi Banjir

Foto : Unsplash

BANDUNG – Musim hujan mulai mendekati puncaknya. Puncak musim hujan tahun ini diprediksi terjadi Februari hingga Maret mendatang.

Saat puncaknya, intensitas hujan semakin tinggi. Tak hanya antisipasi mencegah hujan, warga juga harus sigap jika terjadi banjir.

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung memberikan sejumlah tip agar warga terhindari dari bahaya banjir.

  1. Mencari informasi tentang cuaca atau perkembangan banjir. Usahakan memperoleh informasi dari saluran resmi untuk menghindari hoaks.
  2. Segera melaporkan kepada petugas tentang situasi di sekitar anda apabila dalam keadaan darurat.
  3. Jangan melintasi genangan banjir. Usahakan untuk menghindarinya.
  4. Pindahkan barang-barang penting dan berharga ke tempat yang lebih tinggi.
  5. Matikan listrik di saat air semakin meninggi.
  6. Dahulukan tindakan penyelamatan terhadap anak dan orang tua.

Kepala Bidang Kebencanaan Diskar PB Kota Bandung, Sihar Pandapotan Sitinjak mengatakan bagi warga yang kebingungan melaporkan saat terjadi banjir bisa menghubungi Diskar PB melalui sambungan telepon 022 (kode Kota Bandung) diiikuti nomor 113. Nantinya, Diskar PB yang akan berkoordinasi baik dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial ataupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

“Ya karena memang kalau bencana ada di kita, jadi lebih mudah hubungi ke 022-113. Biar kita yang mengontak mengkoordinasikannya ke pihak terkait. Apalagi nomor itu mudah diingat,” ucap Sihar, Rabu (1/1/2019).

Sihar tidak memungkiri sejumlah titik terpantau berpotensi terjadi banjir mengingat curah hujan yang melanda saat ini cukup tinggi. Sehingga, pihaknya mewaspadai beberapa lokasi yang dekat dengan aliran sungai terhadap luapan air.

Untuk itu, Diskar PB juga meminta masyarakat juga turut waspada mengawasi pergerakan air.

“Kalau kita kan dari apa yang sudah terjadi dan melihat potensi sampai saat ini tidak bertambah, masih di sekitaran Pasteur, Pagarsih, Gedebage, Cikadut dan kita antisipasi turunnannya sampai ke Antapani dan Arcamanik,” ungkapnya dalam keterangan tertulis. (RHM)

Atasi Sampah dengan Maggot dan Biopori Vertikal

Foto : Unsplashj

BANDUNG – Setelah mengaji berbagai macam metode pengolahan sampah organik, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memutuskan untuk memprioritaskan penggunaan maggot dan teknik biopori vertikal. Keduanya dinilai paling memberikan banyak manfaat dan relatif mudah diimplementasikan.

Hal itu juga merupakan bagian dari program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman).

“Dua ini akan kita dorong kepada masyarakat karena lebih mudah,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (6/1/2020).

Maggot adalah larva lalat tentara hitam atau yang lebih populer disebut Black Soldier Fly (BSF). Sebanyak 10.000 maggot dapat menghabiskan 1 kg sampah organik dalam waktu 24 jam.

Selain itu, maggot mengandung protein tinggi dan kandungan gizi yang baik untuk pakan ikan dan unggas. Oded melihat sisi ekonomis lain dari penggunaan maggot untuk mereduksi sampah organik.

“Maggot ini bisa untuk pakan ikan dan ayam. Apalagi kalau nanti diolah, masyarakat didorong untuk memproduksi industri pakan sendiri dengan campuran bekatul. Sehingga optimal, sampahnya selesai, nilai ekonominya juga maksimal,” jelasnya melalui keterangan tertulis.

Lain halnya dengan biopori vertikal yang lebih banyak menggunakan perangkat meskipun sederhana. Metode ini menggunakan pipa untuk menampung sampah organik.

Tak seperti biopori pada umumnya, biopori vertikal dibuat dengan cara menancapkan pipa sepanjang dua meter ke tanah sedalam 0,5 meter. Pipa ini lalu diisi dengan sampah dan dibiarkan membusuk hingga terurai.

“Ini sudah dilakukan. Waktu saya ke Penang, Malaysia waktu itu. Ini yang paling efektif di India. Mudah-mudahan di Kota Bandung setelah ada beberapa contoh. Lebih simpel,” katanya.

Oded pun akan meminta jajarannya menyosialisasikannya kepada masyarakat tentang kedua metode ini. Meskipun begitu, ia tak menghalangi warganya jika ingin mengolah sampahnya dengan metode lain, misalnya peuyeumisasi atau takakura.

“Kalau mau cara lain tidak masalah, mereka bebas memilih. Asal, sampahnya diolah,” ujarnya. (RHM )

Menilik Loseda, Cara Warga Bandung Atasi Sampah

Wali Kota Bandung, Oded M danial meninjau lokasi penanganan sampah dengan sistem Loseda.(Dok Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi sampah di Kota Bandung. Salah satunya yang cukup unik dilakukan oleh RW 05 Jalan Malabar Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong dengan Laseda.

Loseda adalah singkatan dari “Lodong Sesa Dapur” atau pipa sisa dapur. Pipa menjadi wadah menampung sampah organik yang berada di setiap rumah. Nantinya, sampah tersebut diolah menjadi menjadi pupuk dan sebagainya.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan warga tersebut. Hal itu menunjukan warga terus berinovasi untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.

“Ini bagus. Dari tabung yang isinya sampah organik. Nantinya sampah itu tereduksi menjadi pupuk dan bermanfaat untuk tumbuhan maupun sayur-sayuran agar lebih subur,” kata Oded saat mengunjungi RW 05 Jalan Malabar Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Selasa (21/1/2020).

“Intinya apapun metode melakukan pemanfataan sampah. Terpenting belajar untuk mandiri mengelola sampah mulai dari sumbernya,” imbuhnya dalam keterangan tertulis.

RW 05 Malabar telah memproklamirkan diri sebagai kampung Kang Pisman (Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan). Pasalnya, warga telah mengolah sampahnya dari rumah masing-masing. Baik sampah organik mapupun anorganik.

“Setiap satu minggu, saya kunjungi dua titik yang bergerak dalam memasifkan Kang Pisman. Saya akan dorong terus wilayah untuk mengetahui berbagai metode dalam mengelola sampah,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Agus Suherman mengatakan, Loseda sudah ditempatkan di 1 titik. Dengan penempatan itu, masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik, sehingga sampah bisa selesai dari sumbernya.

“Ini inovasi baru. Kita baru menempatkan di 15 titik. Rencananya satu rumah satu Loseda. Ke depannya kita ingin warga bisa menaruh di setiap rumah punya satu sampah basah yang bisa teratasi,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani mengungkapkan, Loseda tersebut merupakan bentuk pemberdayaan berbasis masyarakat.

“Ini programnya kawasan bebas sampah. Warga berinisiatif menyelesaikan masalahnya sendiri. Salah satunya dengan fokus mengenai sampah dan penataan lingkungan,” katanya. (RHM)

Terus Merebak, Ini yang Bisa Dilakukan untuk Hindari Virus Corona

foto : Unsplash

BANDUNG – Dunia tengah digegerkan dengan keberadaan virus baru yang disebut dengan corona virus. Berdasarkan penuturan resmi dari Pemerintah Cina, virus tersebut pertama kali muncul dari wilayah Wuhan dan telah menyebar cepat.

Di Indonesia, keberadaan virus tersebut juga diantisipasi oleh pemerintah dengan memasang detektor suhu panas di pintu-pintu masuk ke Indonesia.

Dinas Kesehatan Kota Bandung pun mengimbau masyarakat untuk turut berjaga-jaga dan mewaspadai virus tersebut. Namun, warga diminta untuk tidak panik dan cemas berlebihan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Rosye Arisdiani Apip mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan warga Kota Bandung.

“Jika ada yang baru bepergian ke daerah endemis yaitu Kota Wuhan di Cina, tidak perlu panik, tetapi harus waspada,” tutur Rosye kepada Humas Kota Bandung, Jumat (24/1/2020).

Warga yang baru pulang dari Wuhan, Cina, dan mengalami demam dalam kurun waktu 14 hari, agar segera memeriksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun rumah sakit. Ia harus menceritakan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.

“Terapkan etika batuk, yaitu dengan menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk dengan menggunakan sapu tangan atau tissue. Gunakan masker kalau menderita sakit dengan gejala infeksi saluran napas, dan cuci tangan setelah batuh atau bersin,” imbuhnya.

Rosye juga meminta warga agar hidup lebih bersih dan sehat. Cara termudah adalah dengan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun. Setelah itu, bilas kurang lebih 20 detik. Jika tidak tersedia air, dapat pula menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70-80%.

“Kita juga harus menjaga lingkungan agar bebas dari sampah, menggunakan sumber air bersih untuk kebutuhan aktivitas keseharian,” katanya.

Selain itu, Rosye juga menyatakan, pendeteksian dini terhadap penyebaran virus corona di Kota Bandung sudah dilakukan, salah satunya dengan pemasangan pendeteksi suhu tubuh di Bandara Husein Sastranegara sebagai pintu masuk ke Kota Bandung dari penerbangan internasional.

“Di Bandara Husein Sastranegara sudah ada thermal sensor untuk mendeteksi peningkatan suhu pada penumpang internasional yang masuk ke Kota Bandung,” tutur Rosye. (RHM)