Libur panjang, Basarnas Bandung Lakukan Siaga Khusus Keagamaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah

Libur panjang, Basarnas Bandung Lakukan Siaga Khusus Keagamaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah

Pelaksanaan apel siaga SAR Khusus keagamaan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1442 Hijriah. (Foto: Dok. Basarnas Kantor Bandung)
Bandung, – Basarnas Bandung gelar apel siaga SAR Khusus keagamaan Tahun Baru Islam, 1 Muharam 1442 Hijriah Apel digelar di kantor SAR Bandung, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah.
Siaga SAR Khusus keagamaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 H ini akan dilaksanakan dari Kamis, 20 Agustus 2020 hingga Minggu, 23 Agustus 2020. Pelaksanaan siaga SAR Khusus tentunya dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.
Dalam amanatnya kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah mengingatkan untuk tim yang melaksanakan siaga SAR Khusus agar tetap mengutamakan protokol kesehatan dan keselamatan tim. Beliau juga berharap semoga pelaksanaan siaga SAR Khusus ini berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi masarakat.
Pelaksanaan Siaga SAR Khusus ini akan melibatkan empat tim, dua tim dari posko utama Kantor SAR Bandung, 1 tim dari Pos SAR Cirebon dan 1 Tim dari Pos SAR Tasikmalaya.
Personil fokus siaga di beberapa tol di Jawa Barat untuk mengantisipasi penanganan kecelakaan khusus juga  kawasan wisata air untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung yang datang di libur panjang .
“Dua tim dari kantor SAR Bandung akan melaksankan siaga dengan melakukan patroli di tol cipularang, Cileunyi hingga simpang 3 Nagreg, dengan membawa perlengkapan alat ekstrikasi untuk antisipasi penanganan kecelakaan khusus. Selain itu tim juga akan melaksanakan patroli ke tempat wisata perairan di wilayah Jawa Barat khususnya di Pangandaran” Ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono dalam keterngan tertulis Basarnas Kantor Bandung.
Adapun satu tim lainnya dari Pos SAR Cirebon akan melaksanakan siaga dengan melaksanakan patroli di tol Cipali, Cikopo, Bandara Kertajati serta tempat wisata perairan di Waduk Darma, Kuningan. Sedangkan satu Tim dari Pos SAR Tasikmalaya akan melaksanakan patroli di kawasan wisata perairan khususnya di Santolo dan Cipatujah.
Tim dibekali dengan rescue car, peralatan ekstrikasi, peralatan SAR air, peralatan medis dan APD Personil.
Dengan pelaksanaan siaga SAR Khusus ini diharapkan bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan respon time di tengah libur yang cukup panjang ini.
“Semoga dengan pelaksanaan siaga SAR Khusus ini bisa memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat yang melaksanakan perayaan  muharam dan libur panjang ini” lanjut Supriono.
Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang menggunakan libur panjang ini dengan bepergian, diharapkan untuk selalu mengutamakan keselamatan baik di jalan dan di tempat wisata, dan tetap mengutamakan protokol kesehatan.
Pesan beliau untuk seluruh personil yang melaksanakan siaga SAR Khusus agar tetap menjaga kesehatan di tengah masa adaptasi kebiasaan baru utamakan keselamatan tim, utamakan pengguna jalan, berikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. (Tor)
UIN Bandung Targetkan Penambahan 5 Guru Besar pada 2023

UIN Bandung Targetkan Penambahan 5 Guru Besar pada 2023

Rektor UIN Bandung, Mahmud foto bersama pada acara sosialisasi  kenaikan pangkat dosen. (Foto : Dok. Humas UIN Bandung) 

Bandung – Sebanyak 130 dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Sosialisasi Kebijakan Kenaikan Jabatan/Pangkat Dosen tahun 2019 bersama Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Mohammad Sofwan Effendi, di gedung Abdjan Soelaeman, Jumat (14/08/2020)

Rekto UIN Bandung, Mahmud, menjelaskan acara sosialisasi ini sebagai ikhtiar dan komitmen bersama civitas akademika untuk meningkatkan marwah kampus.

“Percepatan Guru Besar harus menjadi program strategis UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam meningkatkan mutu di perguruan tinggi. Ikhtiar ini perlu didukung secara bersama-sama dan sama-sama kerja dalam mewujudkan kampus yang unggul, kompetitif dan berakhlak karimah dengan melahirkan Guru Besar,” tegasnya dalam keterangan tertulis Humas UIN Bandung.

Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi di pendidikan tinggi. Peran dan fungsi Institusi berkewajiban mendorong percepatan Guru Besar. Pencapaian jumlah Guru Besar menujukan kualitas pendidikan tinggi.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menargetkan 5 Guru Besar bertambah pada 2019-2023.

Caranya dengan memberikan dorongan, motivasi bagi yang masih S2 didorong untuk melanjutkan S3. Sedangkan yang S3 didorong untuk naik jabatan Guru Besar dengan pemetaan skor poin kumulatif (KUM) minimal 850. (Tor).

Baca Juga : Mengenal Siti Rodiah, Lulusan UIN Bandung dengan IPK 3,71 Pernah Jadi Pencuci Piring dan Jual Gorengan, Berhasil Lulus Kuliah dalam 3,5 Tahun

Berupaya Pulihkan Ekonomi, Pemprov Jabar Gelar Rapat Pleno

Berupaya Pulihkan Ekonomi, Pemprov Jabar Gelar Rapat Pleno

Bandung–Pemulihan ekonomi Jawa Barat (Jabar) harus dilakukan secara komprehensif, terukur, inovatif, dan kolaboratif. Sebab, pandemi COVID-19 menghentikan supply dan demand sekaligus. Perekonomian Jabar pun terpukul telak. Hal itu tampak dari kontraksi ekonomi Jabar yang mencapai minus 5,98 persen pada triwulan II 2020.

Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi Jabar intens mengakomodasi aspirasi pelaku pembangunan agar perekonomian Jabar kembali bergairah. Aspirasi tersebut nantinya akan disinkronkan dengan kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Setiawan Wangsaatmaja, dalam rapat pleno Sinkronisasi Program Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar mengatakan bahwa aspirasi pelaku pembangunan perlu ditelaah dengan tajam supaya roadmap penyelamatan, pemulihan, dan penormalan ekonomi Jabar, tersusun secara komprehensif.

“Kepala Dinas yang tergabung dalam Satgas untuk menelaah betul hasil kompilasi aspirasi para pelaku pembangunan. Menelaah dan melengkapi kebijakan dan program pusat dan provinsi,” kata Setiawan.

“Lalu, fokus pada penyelamatan (ekonomi). Kemudian, komunikasi dengan pemerintah pusat soal program Pemulihan Eknonomi Nasional (PEN) 2020. Persiapkan program yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat. Dokumen Pemulihan Ekonomi Daerah (PED) akan disampaikan kepada Gubernur Jabar akhir Agustus,” imbuhnya.

Terdapat 11 Kelompok Kerja (Pokja) dalam Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar, yakni Pokja Bidang Manufaktur, Pokja Penerbitan dan Ekonomi Kreatif, Pokja Hubungan Luar Negeri dan Tenaga Kerja, Pokja UKM, Pokja Ketahanan Pangan, Pokja Properti, Pokja Telekomunikasi, Media, dan Informatika, Pokja Kajian Ekonomi dan Jasa Keuangan, Pokja Pariwisata, serta Pokja Transportasi dan Logistik.

Sekretaris Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar Ipong Witono mengatakan, setiap Pokja terdiri dari unsur pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. Dengan melibatkan ketiga unsur tersebut, aspirasi dari Pokja diharapkan komprehensif, yakni menggambarkan permasalahan sektor-sektor ekonomi secara utuh sekaligus menawarkan solusinya.

“Tahap sinkronisasi ini mengonfirmasi aspirasi dengan kebijakan-kebijakan yang sudah ada. Jadi setelah aspirasi masuk, di-matriks mana yang masuk ke pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota. Masing-masing dicarikan payung hukumnya, dicari kebijakan. Aspirasi tersebut diklasifikasi dalam kategori program penyelamatan, pemulihan dan penormalan diajukan sebagai rekomendasi program pemulihan ekonomi Jabar”, ucap Ipong.

Ipong mencontohkan aspirasi Pokja Ketahanan Pangan. Ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas pemulihan ekonomi karena pertanian mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19. Saat semua sektor terpukul pandemi, pertanian justru mengalami peningkatan sebesar 7,64 persen secara year on year. Secara quarter to quarter, pertanian meningkat lebih besar, yakni 45,86 persen.

Meski pertanian mengalami peningkatan saat pandemi, tetapi daya serap pasar menurun. Maka itu, pemberian kredit murah, akses pemasaran, dan bantuan program usaha akan dilakukan. Salah satunya ekstensifikasi dan urban farming.

“Di Pokja Ketahanan Pangan ada banyak lintas dinas. Ada unsur dinas terlibat. Jadi, kami berkolaborasi mencari solusi bagaimana Ketahanan Pangan ini bisa menggerakkan kembali ekonomi Jabar,” katanya.

Ipong menegaskan, Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar mesti menghadirkan terobosan. Pemulihan ekonomi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan normatif dan birokratis karena pandemi COVID-19 menghentikan supply dan demand sekaligus.

Selain itu, Jabar adalah kata kunci pengungkit pemulihan ekonomi nasional. Jika perekonomian Jabar berangsur pulih, hal itu akan berdampak strategis bagi pemulihan perekonomian nasional. Salah satunya karena Jabar menyumbang 28,5 persen terhadap sektor industri manufaktur nasional. Kemudian, 16,26 persen ekspor Indonesia berada di Jabar.

“Kami harus menyusun serangkaian rekomendasi untuk diajukan kepada Gubernur Jabar agar tata kelola perekonomian Jabar semakin baik. Rekomendasi ini harus bersifat prioritas, implementatif, realistis, marketable, dan quick win,” ucap Ipong.

Ipong optimistis, pemulihan ekonomi Jabar dapat berjalan optimal. Kata kuncinya, kata ia, adalah bagaimana hikmah pandemi saat ini bisa membangun kohesi sosial semua elemen masyarakat di Jabar.

“Sehingga di situasi yang sulit ini, kita tidak hanya memimpikan pemulihan ekonomi berjalan, tetapi juga menggerakan masyarakat untuk sama-sama memulihkan ekonomi di tengah ketidakpastian karena COVID-19,” katanya.

Hadir juga dalam rapat bersama Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar antara lain, Tim Pemulihan Ekonomi ITB, INJABAR UNPAD, dan Jabar Kreasi. (Tor)***

Baca Juga : Ridwan Kamil Serahkan Bantuan kepada LVRI Jabar

 

Ridwan Kamil Serahkan Bantuan kepada LVRI Jabar

Ridwan Kamil Serahkan Bantuan kepada LVRI Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (18/8/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar)

Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (18/8/20).

Pemberian bantuan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) ini merupakan bentuk bela negara untuk menghormati para legiun veteran –sosok pejuang yang telah menghadiahkan Kemerdekaan Republik Indonesia bagi bangsa.

“Bapak/Ibu semua telah memperjuangkan Republik Indonesia, kini gantian giliran saya yang memperjuangkan keadilan hidup bapak/ibu semua,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil.

“Intinya, saya sudah perintahkan bahwa LVRI itu harus diperjuangkan, tidak ada tawar menawar,” tambah gubernur yang juga anggota kehormatan LVRI Jabar itu.

Adapun Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jabar memberikan bantuan sosial (bansos) kepada LVRI Jabar berupa 1.500 sembako, bedah 10 rumah veteran, 10 kursi roda, dan dana hibah kurang lebih Rp850 juta.

“Setiap tahun pasti ada kebutuhan tambahan, nanti akan kita siapkan dan layani sesuai dengan rasa terima kasih kita terhadap veteran,” kata Kang Emil.

Di tengah penanggulangan COVID-19, Kang Emil juga mengatakan, bentuk bela negara dirinya sebagai seorang pemimpin adalah ikut berjuang bersama rakyat dalam memutus rantai penyebaran COVID-19, termasuk dengan menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 yang tengah dilakukan oleh BUMN Bio Farma bekerja sama dengan FK Unpad.

“Saya, bersama Pangdam (III/Siliwangi) dan Kapolda (Jabar) menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19. Jika berhasil, saya akan (berikan) testimoni dengan buktinya ada di tubuh saya,” ucap Kang Emil dalam rilis Pemprov Jabar.

“Itulah yang dinamakan sebagai bentuk bela negara sebagai seorang pemimpin, ikut berjuang bersama rakyatnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD LVRI Jabar Mayjen TNI (Purn) Tayo Tarmadi menyatakan terima kasih kepada Gubernur Jabar atas kepemimpinannya dalam menghadapi pandemi global tersebut.

“Begitu keras perjuangan Bapak (Gubernur Jabar Ridwan Kamil) untuk menyelamatkan masyarakat Jawa Barat,” tutur Tayo.

Dirinya pun berujar, berjuang di masa pandemi COVID-19 ini merupakan perjuangan melawan musuh tak kasat mata atau yang tidak nampak.

Pun menurut Tayo, perjuangan melawan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 sudah menjadi tanggung jawab bersama.

(Tor)

Baca Juga : Ridwan Kamil Usung Pangandaran Jadi Destinasi Unggulan Jabar Pascapandemi