PT KCIC Pastikan Insiden Bekisting Jatuh Tak Memakan Korban

PT KCIC Pastikan Insiden Bekisting Jatuh Tak Memakan Korban

BANDUNG, INDO-SATU – PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) memastikan insiden puluhan besi bekisting jatuh di kawasan komplek Lembah Teratai, RT 4 RW 12, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa 9 November 2021 lalu tidak memakan korban.

Pasalnya peristiwa itu tidak terjadi di area hunian warga, melainkan di area konstruksi yang tertutup untuk umum.

“Betul ada besi bekisting yang jatuh di Ngamprah namun besi tersebut jatuh di area konstruksi yang tertutup sehingga tidak ada warga yang terluka,” kata GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya, Senin 15 November 2021.

KCIC bakal menelusuri penyebab kejadian itu. Hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti adanya pelanggaran prosedur dalam kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian secara detail.

“Penyebabnya masih belum bisa Kami sebutkan karena saat ini kontraktor masih melakukan investigasi mendalam apakah ada pelanggaran prosedur atau tidak,” tambahnya.

Mirza menyebut, saat ini, besi bekisting tersebut sudah ditangani langsung oleh pihak kontraktor dan area sudah dibersihkan sehingga pekerjaan konstruksi bisa kembali berjalan normal.

“Sekarang besi-besi tersebut sudah dibersihkan oleh pihak kontraktor jadi pekerjaan konstruksi sudah normal kembali,” paparnya.

Mirza pun menambahkan bahwa apapun penyebab jatuhnya besi bekisting tersebut, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi di semua area agar kejadian serupa tidak terulang.

“Apapun penyebabnya, tentu ini jadi pelajaran bagi Kami dan kedepannya pengawasan terhadap pekerjaan proyek akan ditingkatkan supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mirza menekankan kalau di setiap area pembangunan proyek KCJB terdapat prosedur keselamatan dan keamanan kerja yang ketat, termasuk melarang masyarakat umum masuk ke area proyek guna menghindari kecelakaan.

“Di setiap area proyek ada aturannya. Prosedurnya ketat soal keamanan dan keselamatan kerja. Warga juga dilarang masuk demi keselamatan mereka dan menghindari kecelakaan di area proyek,” paparnya.

Laba Bersih Wom Finance Meningkat 34 Persen

Laba Bersih Wom Finance Meningkat 34 Persen

BANDUNG, INDO-SATU – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Perseroan) terus melakukan inovasi dan inisiatif dalam rangka perbaikan kinerja Perseroan di tengah pandemi Covid 19.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutanda pada kegiatan Public Expose atau Paparan Publik secara virtual pada Rabu(3/11).

Menurutnya, hingga saat ini perseroan telah merealisasikan proses digitalisasi akuisisi dan channel payment. Selain itu Perseroan juga telah berhasil menerapkan Work by Virtual dalam rapat, training, sosialisasi dan aktivitas operasional bagi karyawan.

“Perseroan juga telah menjalankan sentralisasi proses operasional dan kredit serta optimalisasi produktivitas dan efektivitas tenaga marketing dan penagihan,” katanya.

Untuk pengembangan produk, kata Djaja, pada Agustus lalu Perseroan telah meluncurkan produk baru pembiayaan logam mulia bernama MasKu.

“Keberhasilan Perseroan dalam menjalankan keseluruhan strategi ditengah masa sulit Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang positif bagi pencapaian kinerja Perusahaan.” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perseroan, Zacharia Susantadiredja mengatakan,  Perseroan mencatatkan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2021 sebesar Rp76 miliar. Laba bersih ini meningkat 34% dibandingkan pada periode September 2020 yang mencapai Rp56 miliar.

“Peningkatan Laba Bersih ini didorong atas perbaikan kualitas portofolio yang signifikan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang sehat dan konsistensi atas efisiensi biaya dana dan operasional Perseroan,”jelasnya.

Sementara itu,  total penyaluran pembiayaan mengalami peningkatan sebesar 69% yakni mencapai Rp3,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun.

“Total Ekuitas mengalami peningkatan 8% menjadi Rp 1,3 triliun, Return on Asset (ROA) 2.7% dengan Return on Equity (ROE) 8,1%, meningkat masing-masing dari1,5% dan 6,1% dibandingkan September 2020. Sedangkan Non Performing Financing/NPF – Nett 0,9%, turun 1,9% dibandingkan September 2020,” katanya.

Ia menegaskan, hingga saat ini kinerja Perseroan Secara keseluruhan berjalan terus membaik ini tidak lain adalah kerja kerasseluruh manajemen dan karyawan. Dengan keberhasilan ini,

“Kami siap melakukan ekspansi yang lebih luas untuk mencapai pertumbuhan yang lebih solid demi kepuasaan konsumen dan mitra kami,” pungkasnya.

Proyek Kereta Cepat Tularkan Teknologi Canggih di Bidang Konstruksi

Proyek Kereta Cepat Tularkan Teknologi Canggih di Bidang Konstruksi

PADALARANG, INDO-SATU – Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjadi momen sharing knowledge atau transfer teknologi bagi SDM di bidang konstruksi dalam negeri.

GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya mengatakan, sejak awal pembangunan proyek KCJB membawa banyak teknologi dan metode-metode baru di bidang konstruksi.

“Hal ini otomatis akan memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi perencana pembangunan maupun pelaksanaan untuk perancangan metode kerja di proyek di Indonesia selanjutnya,” katanya, Jumat 15 Oktober 2021.

Ia menambahkan, salah satu transfer teknologi dan pengetahuan yang terjadi dari Tiongkok ke Indonesia melalui proyek KCJB adalah penerapan metode cast in situ.

“Metode ini merupakan teknik pengecoran langsung di titik proyek secara sekaligus. Cara ini masih baru di Indonesia karena sebelumnya pekerja konstruksi di Indonesia baru menerapkan teknik pengecoran langsung secara bertahap,” katanya.

Mirza menyebut, Cast in situ adalah metode cor ditempat langsung 1 span full. Cara ini sudah pernah dilakukan di Indonesia, namun biasanya tidak langsung selesai. Biasanya dicor bertahap sedangkan saat ini cor langsung jadi full.

“Metode cast in situ memiliki kelebihan dari sisi fleksibilitas pengerjaan yang lebih baik dibanding metode precast yang sering digunakan di Indonesia. Dibanding metode precast, pekerjaan ini lebih fleksibel, tidak memerlukan alat gantry besar untuk delivery box girdernya, namun perlu jumlah shoring (perancah) dan formwork (bekisting) yang banyak jumlahnya,” katanya.

Dalam prakteknya, Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor lokal satu-satunya dalam konsorsium kontraktor KCJB menerima alih pengetahuan dari Sino di Casting Yard 1. Berbekal pengetahuan yang dimiliki, dilakukan pengembangan menjadi metode Cast In Situ. Selanjutnya, metode ini pun diterapkan di 137 titik box girder di proyek KCJB oleh SDM dari PT Wijaya Karya (WIKA).

Selain itu, transfer pengetahuan juga terjadi di area casting yard yang merupakan tempat pembuatan girder box. Meski tidak ada serah terima teknologi secara langsung, namun tenaga kerja lokal dilibatkan langsung dalam pengerjaannya.

“Metode kerja inovatif ini pun memberikan percontohan bagaimana pembangunan infrastruktur publik di jalur sibuk tetap dapat berjalan tanpa menghambat aktivitas masyarakat di sekitarnya,” katanya

Selain itu, transfer teknologi juga terjadi dalam pengerjaan slab track, yaitu bantalan rel kereta yang berbentuk pelat dan berfungsi meneruskan beban dari atas secara merata. Slab track atau bantalan rel yang digunakan dalam proyek KCJB ini berbeda dengan bantalan rel untuk kereta pada umumnya. Karena di cor betan, slab track ini tidak memberlukan bebatuan di sepanjang rel dan minim perawatan.

“Sama seperti pengerjaan cast in situ, pengerjaan Slab track untuk trase KCJB ini dilakukan dengan melibatkan langsung SDM Indonesia dari WIKA, setelah sebelumnya mendapat pengarahan dan training langsung dari SDM Tiongkok yang dimiliki oleh PT Sinohydro,” katanya.

Saat ini, kata Mirza, pengerjaan slab track dilakukan sepenuhnya oleh SDM dari WIKA yang prosesnya dilakukan di Slab Track Prefabrication Workshop di Dawuan, Purwakarta. WIKA Beton akan melanjutkan produksi sebanyak 13.315 uni slab track dalam periode satu tahun terhitung sejak pertengahan tahun 2021 hingga pertengahan tahun 2022.

Mirza meyakini jika adanya transfer teknologi dan pengetahuan ini selama pengerjaan proyek KCJB ini dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman SDM di Indonesia di bidang konstruksi.

“SDM lokal didampingi oleh tenaga-tenaga ahli dari Tiongkok sehingga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan pula melalui keterlibatannya di proyek kereta cepat ini. Melalui kerja sama dan pendampingan, secara tidak langsung kemampuan dan pengalaman tenaga lokal akan meningkat melalui insight yang diperoleh dari proyek ini,” pungkasnya.

Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Petani Milenial Lebah Madu

Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Petani Milenial Lebah Madu

Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan petani milenial lebah madu di Desa Lengkongjaya, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Puluhan petani milenial lebah madu merupakan kelanjutan dari program Petani Milenial Juara sebagai solusi dari Pemda Provinsi Jawa Barat agar masyarakat dapat bangkit dan keluar dari himpitan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Lebah madu masuk dalam komoditas kehutanan.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengajak generasi muda terus menggerakkan ekonomi yang tahan dari disrupsi pandemi COVID-19 yaitu pangan berbasis digital sebagai cara baru dalam menguatkan ekonomi masa depan.

“Mudah-mudahan petani milenial ini menguatkan semangat generasi muda kembali ke desa dengan dukungan dari negara berupa penguatan konsep ekonomi, dukungan finansial dan kepastian pembelinya,” ujar Ridwan Kamil saat peluncuran secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa (21/9/2021).

Petani milenial budidaya lebah madu difasilitasi pembiayaannya oleh bank bjb melalui skema kredit usaha rakyat (KUR). Hasil panen nya pun dipastikan dibeli _offtaker_ yang sudah menjalin kerja sama.

Kang Emil mengatakan, petani milenial adalah konsep yang harus didukung oleh semua pihak. Salah satu targetnya adalah meminimalisasi ketimpangan ekonomi wilayah.

“Kita tidak mau lagi melihat ada ketimpangan ekonomi bahwa kalau ingin rezeki yang baik harus pindah ke kota, maka kita buktikan tinggal desa bisa mendapatkan rezeki kota dan bisnis mendunia,” kata Kang Emil dalam keterangan terlusi Humas Pemprov Jabar.

Untuk tahap awal, petani milenial komoditas lebah madu dibudidaya oleh warga Desa Lengkongjaya. Sejauh ini, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam budidaya lebah madu yang perkembangannya terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Ada dua jenis madu yang sedang dikembangkan di 28 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu cerana dan trigoma. Tercatat jumlah produksinya mencapai 161,65 kilogram.

Kang Emil berharap, potensi besar ini bisa lebih dikembangkan oleh petani milenial yang jumlahnya harus terus ditambah. Ia pun akan mengevaluasi program petani milenial ini pada bulan Februari 2022 mendatang dengan harapan jumlahnya bisa mencapai lebih dari seribu orang.

“Di klaster pangan termasuk lebah madu ini tolong perbanyak jumlahnya, saya akan lakukan evaluasi pada Februari 2022 jumlah petani milenial yang sudah berhasil harus berjumlah lebih dari seribu orang,” tutup Ridwan Kamil. (Tor)***

 

Hari Kedua Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Satu Orang Hilang di Gn Guntur Masih Nihil

Hari Kedua Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Satu Orang Hilang di Gn Guntur Masih Nihil

Garut – 21 September 2021, Pencarian terhadap Muhamad Gibran Arrasyid (14) pendaki yang dilaporkan hilang di Gn Guntur memasuki hari kedua pencarian. Hingga pukul 12.00 WIB hasil pencarian oleh Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil, survivor belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah menyebutkan sejak Pukul 05.30 WIB Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian terhadap survivor dengan membagi tim menjadi 5 SRU. SRU 1 melakukan penyisisran dari Pos 3 Ke arah Timur sejauh 500 Meter, SRU 2 dari Pos 3 Ke arah Utara 500 Meter, SRU 3 dari Pos 3 Ke arah Selatan Sejauh 500, SRU 4 dari Pos 3 Ke arah Barat Sejauh 500 Meter dan SRU 5 Melakukan Pencarian dari Pos 1 kearah Curug Citiis Sejauh 500 Meter.

Survivor A.n Gibran (14) dilaporkan hilang pada Minggu (19/09) setelah sebelumnya melakukan pendakian ke Gn Guntur bersama 13 temannya pada Sabtu (18/09). Survivor merupakan warga Kp. Citangtu, RT 02/07 Desa Citangtu Kecamatan Pengatikan Kabupaten Garut.

Adapun Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, Sabhara Polres Garut, Koramil Tarogong, BPBD Kab.Garut, Polsek Tarogong Kaler, Forum Relawan Kab. Garut, BKSD Kab. Garut, Pecinta Alam Kab. Garut, Tagana, FKPA, KELANA, KPG, Sigap Persis, MDMC
Mata Angin, Volunteer Cikuray, Keluarga korban dan masyarakat setempat.

Hingga saat ini tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran sesuai dengan rencana operasi SAR. (Tor)***

Pangdam III/Siliwangi Launching Vaksinasi Dan Pemberian Sembako Pakai Motor Kewilayah Terisolir

Pangdam III/Siliwangi Launching Vaksinasi Dan Pemberian Sembako Pakai Motor Kewilayah Terisolir

Cilegon,- “Kita melaksanakan percepatan roda ekonomi membantu Pemerintah Daerah dan Program TMMD untuk mempercepat perekonomian yang ada di wilayah”. Hal tersebut disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., saat meninjau pelaksanaan TMMD ke 112 di Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulo Merak Kota Cilegon Serang, Senin ( 20/9/2021).

Usai meninjau pelaksanaan TMMD ke-12, Pangdam III/Siliwangi yang didampingi oleh Danrem 064/MY, Bupati, para Asisten Kasdam III/Slw, Danpomdam III/Slw, para Kabalakdam III/Siliwangi meninjau pelaksanaan serbuan Vaksinasi. Ditempat ini, vaksin yang diberikan 1.000 dosis vaksin dan 1.000 paket sembako.

Dilokasi pelaksanaan vaksin Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto menuturkan, selain memberikan vaksin kepada masyarakat dan kita melaksanakan TMMD ke-112 membuat jalan sejauh 2,7 Km dengan kelebaran 8 M sehingga 2 mobil bisa berpapasan. Kita juga
memberikan paket sembako kepada masyarakat yang ada di wilayah Mekarsari “.

Selanjutnya kata Pangdam, kita membangun Rutilahu, dibelakang kita ada masjid dibangun sejak 1930, kita ganti atapnya, ganti kusennya dan ada juga rumah kayu mau roboh kita bangun dari nol. Semua dana dari Pemda, ada juga dana CSR dari perusahaan yang ada di Cilegon.

” Saya lihat antusias masyarakat sangat tinggi untuk divaksin, mereka sudah mulai berkeinginan untuk divaksin karena sekarang kemana-mana harus ada peduli lindungi, harus ada sertifikasi. Kalau mau masuk mall harus pakai aplikasi jadi mau tidak mau mereka harus divaksin, ” jelas Pangdam.

Kita ini sekarang untuk herd immunity, di wilayah Jabar dan Banten itu banyak daerah yang terisolir, jadi kita harus banyak inovatif. Kalau tidak bisa menggunakan roda 4 kita pakai roda 3 ataupun kita pakai motor masuk ke wilayah door to door untuk vaksin.

Kalau wilayah bisa pakai roda 4 ya lebih mudah, tapi masalahnya kalau yang jangkauannya jauh dari Kota kita pakai motor. Kita tadi sudah lounching untuk vaksinasi dan pemberian sembako pakai motor sehingga bisa masuk ke wilayah-wilayah yang terpencil, terluar dan terisolir,” ungkap Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto. (Pendam III/Siliwangi). (Tor)***

Saksi Kasus Bansos KBB Sebut Fee 6 Persen Untuk Aa Umbara Hanya Akal Bulus Totoh

Saksi Kasus Bansos KBB Sebut Fee 6 Persen Untuk Aa Umbara Hanya Akal Bulus Totoh

BANDUNG, INDO-SATU – – Sidang lanjutan kasus pengadaan bantuan sosial (Bansos) yang menyeret Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna kembali digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (15/9/2021).

Dalam lanjutan sidang tersebut, Jaksa KPK menghadirkan lima orang saksi dari pihak swasta yakni Asep Cahyadinata, Yusuf Sumarna, Hardi, Deni Indra Mulyawan, dan Donih Adhy.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Nugraha mencecar saksi Yusuf Sumarna terkait adanya permintaan fee oleh Aa Umbara Sutisna. Bahkan, rekaman percakapan saksi dengan Totoh M Gunawan diputar di ruangan sidang.

Dalam rekaman tersebut, M Totoh Gunawan meminta saksi Yusuf untuk menyiapkan data pengiriman barang pengadaan bansos. Disampaikan oleh Totoh M Gunawan bahwa ada fee sebesar 6 persen untuk Aa Umbara.

Menanggapi rekaman tersebut, Yusuf mengatakan dirinya faham terkait dengan permintaan rincian data yang diminta oleh Totoh M Gunawan. Sedangkan untuk permintaan yang kedua, ia  mengaku bahwa fee sebesar 6 persen yang ditujukan untuk  Aa Umbara hanya akal bulus Totoh M Gunawan.

“Saya beranggapan mungkin pak bupati (Aa Umbara) minta fee 6 persen. Walaupun saya juga tahu bahwa itu akal-akalan pak Totoh saja ke saya,” katanya saat ditanyai JPU KPK, Rabu (15/9/2021).

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna telah mengatur tender pengadaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19.

Selain itu, Aa Umbara juga didakwa meminta fee sebanyak 6 persen dari keuntungan dari tender pengadaan tersebut. untuk memuluskan rencana ini Aa Umbara bekerja sama dengan M Totoh Gunawan seorang pengusaha dan juga anaknya Andri Wibawa. Kasus ini bermula pada refocusing anggaran tahun 2020.

Tak Mau Kompromi, DPC PDIP KBB Ambil Langkah Hukum Atas Tindakan Hersubeno Arief

Tak Mau Kompromi, DPC PDIP KBB Ambil Langkah Hukum Atas Tindakan Hersubeno Arief

KBB, INDO-SATU — Jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendatangi Polres Cimahi untuk melaporkan Hersubeno Arief.

Hersubeno Arief diduga telah melakukan tindak pidana berita bohong (hoaks) usai mengabarkan bahwa Megawati Soekarnoputri sakit dengan kondisi koma di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.

Laporan tersebut dilakukan oleh sejumlah kader DPC PDIP KBB ke Polres Cimahi, pada Senin 13 September 2021.

“Informasinya begitu liar, negatif dan merugikan baik secara pribadi, keluarga maupun secara kelembagaan Partai. Pasalnya, informasinya mengabarkan bahwa Ibu Megawati Soekarno Putri dikabarkan telah sakit dengan kondisi koma di RSPP,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan DPC PDIP KBB, Jelly Carlisya Supriyadi saat dihubungi.

Menurut Jelly, informasi tersebut menjadi meluas dan tersebar massif setelah disampaikan oleh Hersubeno Arief dan kemudian dijadikan referensi oleh semua media. Hal itu membuat heboh masyarakat Indonesia.

“Padahal informasi atau kabar yang telah disampaikan oleh Hersubeno Arief, merupakan informasi tidak benar dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya kepada publik karena pada faktanya Ibu Megawati dalam keadaan baik dan sehat wal’afit tanpa kurang apapun,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan Hersubeno Arief sudah masuk dalam kategori perbuatan tindak pidana sebagaimana yang diatur Pasal 55 ayat (1) angka ke – 1 KUHP dan dapat dipidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Dalam hal ini, lanjut Jelly, Hersubeno Arief sangat patut diduga telah melakukan tindak pidana.  Perbuatan Hersubeno Arief juga masuk kategori unsur – unsur yang terdapat dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP jo. Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Hersubeno Arief yang sampai saat ini tidak dapat membuktikan sumber kebenaran informasi atau  kabar tersebut berasal dari siapa yang telah disebarluaskan kepada publik. Sudah sepantasnya patut diduga keras Hersubeno Arief telah mempunyai niat yang tidak baik, tidak benar, hoak, dan menyesatkan,” pungkasnya.***

Alat Bor Canggih Milik KCIC Percepat Bobol Terowongan

Alat Bor Canggih Milik KCIC Percepat Bobol Terowongan

CIKALONGWETAN, INDO-SATU – – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diprediksi mulai beroperasi pada akhir 2022. Hingga saat ini, progress pembangunan tersebut telah mencapai 77,92 persen pada pertengahan Agustus 2021 lalu.

Menurut GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Mirza Soraya, salah satu teknologi yang digunakan untuk membangun fasilitas KCJB adalah peluncur gelagar (ginder launcher) berjenis Through-Tunnel Box Girder Erecting Machine yang bisa digunakan di dalam terowongan.

“Dalam proyek KCJB, peluncur gelagar berjenis Through-Tunnel Box Girder Erecting Machine memungkinkan operator mesin untuk menekuk sayap peluncur gelagar, sehingga mesin mudah dilepas-pasang, dan menjadikan peluncur gelagar lebih fleksibel.” katanya, Senin 13 September 2021

Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat membuat pengerjaan proyek KCJB yang memiliki 13 tunnel menjadi lebih efisien. Dengan begitu, progress pembangunan proyek KCJB ini berjalan cepat.

“Peluncur gelagar jenis ini, membuat pemasangan girder box di dalam terowongan pada trase KCJB lebih cepat dan efisien ketimbang, cara lama dengan memasang penyangga di bawahnya, yang umum dilakukan dalam pembangunan jembatan tol. Terlebih, proyek KCJB memiliki 13 terowongan,” katanya.

Mirza menyebut, jika teknologi dengan fitur yang fleksibel ini memiliki dimensi yang kompatibel dan mampu menyesuaikan dengan ukuran terowongan. Hal ini membuat pengerjaan konstruksi khususnya pemasangan box gelagar menjadi lebih efektif dan efisien.

“Biasanya girder dibawa melalui jalan raya kemudian dinaikkan untuk dipasang. Namun dengan teknologi yang dimiliki peluncur gelagar ini, girder bisa langsung dinaikkan untuk kemudian dipasang. Sehingga proses pemasangan tidak begitu mengganggu arus lalu lintas.” jelasnya.

Disamping itu, Mirza menekankan teknologi-teknologi baru dan canggih yang digunakan dalam proyek KCJB, bisa menjadi kesempatan baik bagi tenaga kerja Indonesia untuk mempelajari hal-hal baru di bidang konstruksi untuk kemajuan dunia kontruksi di Indonesia.

“Pada pembangunan proyek KCJB, kami juga melakukan transfer pengetahuan dari tenaga ahli Tiongkok kepada tenaga lokal Indonesia. Mengingat ada banyak teknologi

baru yang diterapkan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini,” jelasnya.

Hingga pertengahan Agustus, kata dia, progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 77,92 persen. Pada awal Agustus, lanjut dia, terowongan 8 dan 10 yang berada di Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus.

Pencapaian ini merupakan suatu hal yang luar biasa karena pembangunan kedua terowongan tersebut memiliki tekstur geografis yang cukup tinggi. Selain itu, dengan tembusnya terowongan 8 dan 10, artinya tinggal tiga lagi terowongan yang saat ini masih dalam proses penyelesaian untuk bisa tembus.

“Terowongan 10 memiliki panjang 1.230 meter dan berlokasi di Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Tunnel ini berhasil ditembus pada 6 Agustus 2021.

Sementara terowongan 8 memiliki panjang 2190 meter dan berlokasi di Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tunnel ini telah tembus pada 8 Agustus 2021,” pungkasnya.

Hari Pelanggan Nasional, BPJAMSOSTEK Cimahi Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja

Hari Pelanggan Nasional, BPJAMSOSTEK Cimahi Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja

CIMAHI, INDO-SATU — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Cimahi menyerahkan santunan kecelakaan kerja dalam rangka peringatan Hari Pelanggan Nasional (HARPELNAS) Tahun 2021, Senin 6 September 2021.

Penyerahan santunan itu langsung diberikan oleh Plt. Walikota Cimahi, Ngatiyana kepada Maya Siti Rosmaya selaku ahli waris dari Alm. Deni Apriyanto dari PT. Sokolancar dan Siti Rosita selaku ahli waris dari Jajang Juanda dari Linmas Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan.

Maya Siti Rosmaya mendapat santunan sebesar Rp. 278.139.002. Sedangkan Siti Rosita mendapat sebesar Rp. 42.000.000 untuk biaya pemakaman, santunan berkala dan santunan kematian.

Ngatiyana mengatakan akan terus berkomitmen dalam memastikan semua masyarakat pekerja dan Non-ASN Kota Cimahi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Semoga santunan ini dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan saya berharap agar semua masyarakat pekerja khususnya yang ada di Kota Cimahi dapat tenang dan nyaman dalam bekerja dengan terlindungi dan menjadi peserta BPJAMSOSTEK,” kata Ngatiyana saat ditemui.

Dalam kesempatan itu, BPJAMSOSTEK Cimahi juga menyediakan sarapan pagi dan pemberian souvenir serta hampers new normal starter kit kepada peserta yang berisi Vitamin, masker, dan handsanitizer.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Cimahi, Agus Suprihadi mengajak peserta untuk tertib menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan berkomitmen akan terus berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan yang optimal sepenuh hati pada seluruh peserta.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada peserta yang dengan tertib mengikuti protokol kesehatan COVID-19, peserta yang datang dilakukan pengecekan suhu tubuh dan kami juga menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer bagi peserta sebelum melakukan proses klaim, dengan bersama-sama menjaga protokol kesehatan semoga kita bisa dikuatkan dan bisa melalui masa sulit ini dengan hati yang lebih ringan,” tutup Agus.