Dermies Hadirkan Solusi Baru Perawatan Kulit Aman dan Terjangkau

Dermies Hadirkan Solusi Baru Perawatan Kulit Aman dan Terjangkau

Jakarta– Dermies hadir menjadi solusi baru untuk perawatan kulit yang aman dan terjangkau. Tidak hanya menyediakan skincare, Dermies juga membuka layanan treatment dengan mengoptimalkan hasil yang akan membuat konsumen tampil percaya diri dan lebih menarik lagi.

Setelah hadir di Mal Festival Citylink Bandung sejak tahun 2016, dalam waktu berdekatan Dermies membuka 2 cabang baru yaitu di Mal Ciputra Jakarta dan Pasir Kaliki Bandung untuk menjangkau lebih banyak lagi konsumen di area Jakarta dan Bandung terutama kaum muda yang menyukai pengalaman unik dan tempat yang instagramable serta kekinian.

Mengingat, perawatan kulit harus dilakukan sejak dini maka dari itu Dermies menghadirkan berbagai langkah terbaik melalui treatment dan skincare yang mampu mencegah tanda-tanda penuaan dini dan memperlambat masalah kulit. Bahkan, luar biasanya Dermies juga sangat aman digunakan oleh usia remaja yang terbilang rentan dengan permasalahan kulit seperti jerawat dan kulit kusam.

Senior Manager Brand Marketing & Public Relations,  Amriel Aditya menyebutkan bahwa kulit remaja juga cenderung sensitif sehingga di perlukan skin care dan perawatan yang aman serta sesuai untuk usia remaja namun dengan harga yang juga terjangkau.

” Maka dari itu, Dermies hadir sebagai solusi total untuk perawatan kulit  dengan rangkaian skincare dan treatment yang aman dan efektif bisa di dapatkan dengan harga yang terjangkau,”

Amriel mengatakan Dermies tidak hanya memberikan solusi komplit bagi kulit tetapi Dermies juga memiliki konsep unik dan berbeda dengan tempat perawatan kulit pada umumnya. Salah satu keunikan di Dermies adalah adanya konsep rangkaian PRP (Purify, Revitalize & Protect). Dimana pada tahap awal atau Purify, kulit wajah akan dibersihkan dari kotoran atau polusi dengan melakukan treatment di Dermies. Selanjutnya konsumen akan diberikan rangkaian produk skin care untuk menutrisi dan melindungi kulit (Revitalize & Protect).

“Jika ketiga tahapan ini dilakukan secara rutin dan teratur maka hasilnya akan lebih optimal. Selain itu yang unik dari Dermies adalah teknologinya yang kekinian seperti self-registration machine atau photobooth untuk mengambil foto kondisi kulit, memberikan pengalaman berbeda yang tidak bisa didapatkan di tempat lain,” lanjutnya.

Dermies juga turut  menyediakan layanan konsultasi dokter agar konsumen dapat mengetahui analisa kulit secara menyeluruh dan rekomendasi untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi permasalahan kulit. Adapun program perawatan yang ada di Dermies terdiri dari Clear Acne Program, Bright & Glow Program, dan Hair Removal Treatment by IPL.

Bagi konsumen yang ingin mendapatkan produk dengan cepat, Dermies juga memiliki rangkaian skin care yang dapat dibeli langsung tanpa harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

“Ada berbagai macam paket atau program dengan harga lebih hemat yang bisa di dapatkan di Dermies. Khusus bagi member baru ada promo Starter Pack dengan harga sangat hemat untuk membantu mengatasi masalah kulit jerawat/kusam. Dengan membayar hanya Rp 265.000 saja sudah bisa mendapatkan analisa kulit oleh dokter, 1x basic purifying treatment dan rangkaian skin care yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kulit,” ujar Amriel.

Lebih lanjut seperti yang dikutip dari Press Release,  kehadiran Dermies diharapkan dapat menjadi solusi bagi para Gen Z atau milenial yang ingin melakukan perawatan kulit dengan harga terjangkau namun efektif.

“Dermies siap untuk membantu para kaum muda semakin percaya diri dengan kulit yang sehat baik dengan menggunakan skin care atau melakukan perawatan di klinik,” tutupnya. (Tor)***

Info lebih lanjut tentang Dermies: Dermies  dan @dermies

Buah Kreativitas dan Inisiatif Warga, Kampung Wisata Baros Panjalu Diresmikan, Ada Apa Saja Disana ?

Buah Kreativitas dan Inisiatif Warga, Kampung Wisata Baros Panjalu Diresmikan, Ada Apa Saja Disana ?

Warga beraktifitas di Kampung Berwarna, Dusun Baros. (Foto : Puy/Indo-satu.com)

Ciamis – Setelah berlangsung sekitar 2 bulan lamanya warga di Dusun Baros Desa Ciomas Kecamatan Panjalu berhasil membuat kawasan wisata baru di Kabupaten Ciamis.

Demikian disampaikan kepala desa Ciomas Yoyo Wahyono saat peresmian kawasan tersebut, Rabu (11/11/2020).

Dalam sambutannya, Yoyo menjelaskan di Dusun Baros terdapat tiga buah kreativitas inisiatif warga yakni Kampung Berwarna , Galeri kerajinan dari barang bekas, Rumah Runtah, serta objek wisata alam Bukit Baros Indah.

“Allhamdulillah setelah sekitar dua bulan warga disini bergotong-royong, akhirnya bisa diresmikan dan tempat ini terdapat tiga unsur kreatif, yakni  Kampung Berwarna, galeri pemanfaatan limbah Rumah Runtah, serta objek wisata Bukit Baros ini merupakan semangat positif dari warga Baros semoga bisa terus menginspirasi,” kata Yoyo.

Bukit Baros Indah (Foto : Puy/Indo-satu.com)

Dengan hadirnya kawasan ini di Kecamatan Panjalu, objek wisata semakin lengkap. Selain wisata alam Situ Lengkong, Bukit Baros juga menambah kawasan wisata di Kecamatan Panjalu terutama bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana asri dan alami.

“Potensi ini perlu didukung berbagai pihak hadirnya Kampung Berwarna kemudian juga Rumah Runtah itu mengubah sebuah barang yang tadinya sudah kehilangan fungsi bisa bernilai jual tinggi ini perlu didukung dengan pemasaran yang baik sehingga bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Yoyo.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya (ke empat kiri) serta jajaran foto bersama pengelola Rumah Runtah (Foto : Humas Kabupaten Ciamis)

Dalam peresmian tersebut dihadiri pula oleh Bupati, Wakil Bupati Kepala Dinas Pariwisata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis serta unsur lainnya. (Tor)***

Baca Juga : Untuk Pertama Kalinya di Kabupaten Ciamis, Menikmati Indahnya Situ Lengkong Sambil Naik Perahu Kayak 

Tingkatkan Penetrasi Perbankan Syariah di Dunia Pendidikan,PermataBank Syariah Gandeng YPI Al-Azhar Indonesia

Tingkatkan Penetrasi Perbankan Syariah di Dunia Pendidikan,PermataBank Syariah Gandeng YPI Al-Azhar Indonesia

Jakarta – PemataBank Syariah jalin kerja sama dengan Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar Indonesia (YPI Al-Azhar Indonesia) untuk memperluas berbagai layanan perbankan Syariah di Indonesia. Tak hanya itu, hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan penetrasi perbankan Syariah di dunia pendidikan.

Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) yang digelar, Selasa  (13/10/20) ini menjadi upaya untuk mewujudkan  dan terus melakukan inovasi demi menghadirkan pelayanan perbankan Syariah yang lebih relevan, terjangkau dan mempermudah masyarakat Indonesia dalam bertransaksi perbankan.

“Maka dari itu kami mengandeng YPI Al-Azhar Indonesia sebagai salah satu institusi pendidikan muslim terbesar dan terbaik di Indonesia dengan komunitas dan ekosistemnya yang sangat luas, ”  ujar Herwin Bustaman, Direktur PermataBank Syariah.

Herwin melanjutkan, mengingat Pertumbuhan kebutuhan perbankan Syariah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, dibuktikan dengan rata-rata pertumbuhan aset Syariah sejak tahun 2017 hingga 2019 sebanyak 14%, angka ini jauh lebih besar dibanding pertumbuhan perbankan konvensional sebesar 8%.  Hingga di masa pandemi Covid-19 pun masih jauh lebih baik 10% per Juli 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sedangkan perbankan konvensional tumbuh hanya 5.7%.

“Melalui kerja sama inilah  semakin banyak lagi nasabah perbankan Syariah yang bisa mendapatkan kemudahan dan keamanan bertransaksi melalui inovasi yang kami miliki, dimulai dengan anggota komunitas & ekosistem YPI Al-Ahzar Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum YPI Al-Azhar, Sobirin menyambut baik dan optimis kerja sama ini. Bahkan, ia mengakui  bahwa kepercayaan yang diberikan PermataBank Syariah tentunya akan memberi dampak positif terhadap komunitas YPI Al-Azhar serta masyarakat sekitar. “Sinergi ini membuat kami merasa dibantu dan dimudahkan dalam transaksi perbankan, terutama bagi komunitas dan peserta didik kami,” tuturnya. (Tor)***

Baca juga: 18 Tahun PemataBank Konsisten Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

18 Tahun PemataBank Konsisten Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

18 Tahun PemataBank Konsisten Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jakarta – PermataBank  memasuki usia 18 tahun menjadi bagian perjalanan perekonomian Indonesia. Selama belasan tahun tersebutlah, PermataBank tetap berkiprah mengembangkan diri dan bertransformasi ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui literasi dan inklusi keuangan yang diterapkan pemerintah. Termasuk dalam menghadapi ekonomi  yang cukup signifikan pada masa pandemi global sekarang ini.

Direktur Utama PermataBank, Ridha D.M. Wirakusumah mengatakan bahwa sudah menjadi komitmen dari PermataBank untuk memberikan pelayanan perbankan yang terbaik bagi para nasabahnya. “Menandai perjalanan PermataBank selama 18 tahun, Kami tetap konsisten dalam memberikan inovasi dan dimaknai dengan terus memberikan rangkaian produk dan layanan yang bisa menjawab segala tantangan yang ada di setiap masanya,” katanya, (27/09/2020).

Terutama,menguatkan  ekosistem digital untuk bisa memberikan akses tanpa batas bagi masyarakat Indonesia melalui pemanfaatan teknologi dengan mitigasi risiko yang ketat sehingga membuat layanan perbankan digital PermataBank aman.

Salah satu bentuk inovasi PermataBank untuk menjawab tantangan dalam percepatan transformasi digital ini adalah pengembangan sebuah Super App, PermataMobile X.  Sebagai Super App, PermataMobile X menghadirkan solusi perbankan dalam satu genggaman sehingga  nasabah bisa membuka rekening, mendapatkan pinjaman, kartu kredit, pembayaran dengan QR pay, berinvestasi di reksadana dan obligasi secara mudah dan cepat.

Tak hanya itu, lanjut Ridha untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun PermataBank yang ke-18 ini  program-program dari rangkaian produk banking PermataBank ini diharapkan dapat membangun semangat positif terhadap masyarakat untuk lebih pintar dalam berbelanja serta memiliki gaya hidup frugal agar secara finansial bisa melewati tantangan hidup saat ini.

Sementara itu,  Direktur Retail Banking PermataBank Djumariah Tenteram mengatakan selama 18 tahun ini, PemataBank ingin mewujudkan dan memfasilitasi nasabah dalam bertransaksi dengan aman dan nyaman melalui inovasi produk dan layanan.

“Melalui program yang dihadirkan selama satu bulan penuh, diharapkan dapat menjadi jawaban untuk nasabah dan calon nasabah yang ingin melakukan aktivitas perbankan dengan manfaat lebih di tengah kondisi adaptasi kebiasaan baru.” tutupnya. (Tor)***

Baca juga: Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan, PermataMobile X Layani Transaksi Perbankan melalui Digital Token + Mobile Pin

Wali Kota Bandung Peringatkan Potensi Penularan Covid-19 Terjadi di Lingkungan Keluarga

Wali Kota Bandung Peringatkan Potensi Penularan Covid-19 Terjadi di Lingkungan Keluarga

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial (Dok. Humas Pemkot)
Bandung – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada.

Sebab, dari hasil pelacakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menemukan penyebaran di lingkungan keluarga.

Oded menyebutkan, hingga saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah melakukan 43.019 rapid test atau 1,73 persen dari jumlah penduuduk.

Kemudian 26.839 tes usap atau swab test yang setara dengan 1,08 jumlah penduduk.

“Dinas Kesehatan sudah mendeteksi dari 109 kepala keluarga ada 299 kepala keluarga yang dites terkonfirmasi positif Covid-19, atau sekitar 25,9 persen,” ungkap Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (24/9/2020).

Oleh karenanya, Oded menginstruksikan aparat kewilayahan untuk lebih memperketat pengawasan dan pengendalian. Yakni tidak hanya memantau sejumlah ruang publik saja, namun juga menyasar ke kawasan permukiman.

Sehingga, sambung Oded, pemetaan untuk penanganan Covid-19 di Kota Bandung tetap terkendali dengan baik. Setidaknya, level kewaspadaan di zona oranye bisa tetap dipertahankan dengan terus menambah angka kesembuhan.

“Sekarang ada empat kecamatan tanpa kasus Covid-19, yaitu Kecamatan Cinambo, Kecamatan Panyileukan, Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Bojongloa Kidul. Lalu ada 51 kelurahan tanpa kasus positif,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

Hal yang lain, Oded mengungkapkan, Pemkot Bandung telah melakukan pelacakan terhadap pegawainya sebanyak 3.237 orang. Mereka berasal dari Organiasi Perangkat Daerah (OPD) maupun aparat kewilayahan.

Dari jumlah tersebut, 326 orang positif Covid-19, yakni 229 orang domisili Kota Bandung dan 97 orang domisili luar Kota Bandung.

Per tanggal 23 September 2020 tersisa 15 orang atau 4,6 persen yang masih dalam pemantauan. Sedangkan 95,4 persen lainnya sudah dinyatakan sembuh.

“Sebanyak 15 orang yang masih dalam pemantauan. Mereka terdiri dari 9 warga Kota Bandung dan 6 lainnya warga luar Kota Bandung. Semuanya kini tengah mengisolasi mandiri,” kata Oded.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita mengungkapkan, saat ini orang yang terpantau positif dari lingkungan keluarga ini tengah melaksanakan isolasi mandiri. Semuanya diketahui dalam kondisi sehat karena ketika terpapar statusnya sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Awalnya hasil tracing. Ada yang periksa sendiri lalu, dilacak ke keluarga. Ternyata di keluarga banyak sekali yang positifnya. Rata-rata (dalam satu keluarga) ada 2-3 anggota keluarganya,” ungkap Rita.

Rita menuturkan, pelacakan bisa dilakukan dengan cepat dimulai dengan komunikasi lewat sambungan telepon. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan pengetesan di puskesmas terdekat.

Menurut Rita, dari satu kepala keluarga itu sedikitnya dilakukan pelacakan terhadap 20-30 orang.

Sebab, mengingat perhitungan kasarnya satu orang bisa berinteraksi dengan sekitar 50 orang mulai dari lingkungan rumah, tempat bekerja ataupun lingkungan lainnya yang biasa dikunjungi.

Sebagai langkah antisipasinya, Rita pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan secara disiplin.

Sekalipun sedang berada di rumah, dia menyerukan agar masyarakat jangan terlena.

“Memang kami melihat dulu kegiatannya orang yang positif. Misalkan dari satu keluarga ada berapa orang, lalu kegiatannya ke mana saja selain bekerja atau ada ada kegiatan lainnya,” jelasnya. (Tor)***

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan, PermataMobile X Layani Transaksi Perbankan melalui Digital Token + Mobile Pin

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan, PermataMobile X Layani Transaksi Perbankan melalui Digital Token + Mobile Pin

Jakarta-PermataBank melalui aplikasi PermataMobile X telah banyak mengembangkan inovasi digital guna menawarkan rangkaian lengkap produk perbankan dan layanan yang seluruhnya mudah diakses dari perangkat seluler.

Menurut keterangan tertulis Permata Bank, Langkah ini akan terus dilakukan seiring dengan pemahaman PermataBank akan kebutuhan nasabah di era digital ini, dimana terdapat peningkatan yang drastis untuk jumlah transaksi melalui berbagai aplikasi online oleh nasabah. Hal ini terbukti dari 98% pengguna internet saat ini mengakses mengakses melalui perangkat selular mereka.

Aktivitas perbankan digital melalui mobile banking yang semakin masif ini membuat PermataBank melihat perlunya sebuah solusi yang menjawab kebutuhan nasabah dari 2 sisi yaitu: risiko dan benefit.

Dengan fokus kepada nasabah, layanan, dan konektivitas, maka prioritas dari solusi harus melibatkan pengalaman yang user-friendly, ringkas, nyaman, dan aman. Inilah yang ingin dijawab oleh PermataMobile X melalui fitur Digital Token + Mobile Pin.

Abdy Salimin, Direktur Teknologi dan Operasional PermataBank memaparkan bahwa keamanan beraktivitas melalui teknologi digital dan mobile banking adalah kebutuhan hakiki nasabah saat ini.

“Nasabah harusnya tidak direpotkan lagi dengan begitu banyak PIN, membawa token fisik kemana-mana, serta berkali-kali menerima SMS OTP atau proses otentikasi yang berulang-ulang. Digital Token + Mobile Pin ini memberikan sebuah pengalaman perbankan yang aman, nyaman dan cepat hanya dalam satu genggaman melalui PermataMobile X,” Ujar Abdy.

Nasabah PermataBank yang telah mengunduh aplikasi PermataMobile X di smartphone dengan nomor telepon yang telah diregistrasi, dapat mengaktifkan Digital Token + Mobile Pin langsung dari aplikasi PermataMobile X. Dengan demikian setiap transaksi perbankan seperti pembayaran dengan QR Pay, transfer, isi ulang, bayar tagihan, pembelian produk keuangan dan investasi, serta transaksi lainnya dapat dilakukan dengan lebih cepat dan nyaman tanpa perlu pindah aplikasi atau menunggu SMS OTP dan lebih aman.

Aplikasi PermataMobile X juga telah menghadirkan ratusan fitur hanya dalam satu genggaman yang akan memudahkan nasabah untuk memantau segala transaksi yang dilakukan. Pengalaman perbankan akan menjadi simple, fast dan reliable saat menggunakan fitur-fitur canggih dari PermataMobile X seperti fitur membuka rekening, memantau investasi, hingga melihat limit kartu kredit.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PermataMobile X, silahkan mengunjungi www.permatabank.com, Instagram @PermataBank. (Tor)***

Baca juga Gubernur Jabar Ridwan Kamil Resmikan Smart Digital Village Pesantren di Suryalaya

Gowes Bareng Gubernur, Jabar Bergerak Sosialisasi 3M dan Bagikan Masker

Gowes Bareng Gubernur, Jabar Bergerak Sosialisasi 3M dan Bagikan Masker

Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya memakaikan masker kepada warga sekitar saat gowes bersama pengurus Jabar Bergerak tingkat provinsi di Kota Bandung. (Foto: Rizal/Humas Jabar)

Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti kegiatan bersepeda alias gowes bersama Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya Ridwan Kamil dan pengurus Jabar Bergerak tingkat provinsi di Kota Bandung, Minggu (26/7/20) pagi WIB

Rute yang dilewati rombongan mulai dari Sekretariat Harian Jabar Bergerak di Hotel Grand Preanger, menyusuri Jalan Tamblong kemudian berbelok ke Jalan Lengkong Kecil, lalu Jalan Sunda, Jalan Bangka, Jalan Lombok, Jalan Bawean, Jalan Banda, Gedung Sate (Jalan Diponegoro), Gedung Dekranasda Jabar (Jalan Ir. H. Juanda/Dago), Simpang Dago, Jalan Siliwangi, Jalan Tamansari, Jalan Wastukencana, hingga Gedung Pakuan.

Di Gedung Dekranasda Jabar, rombongan melakukan sosialisasi protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta membagikan masker kepada pesepeda dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Kang Emil pun mengatakan, agenda gowes ini menjadi salah satu caranya untuk menjaga kebugaran di sela aktivitasnya sebagai pejabat publik, terutama untuk meningkatkan imunitas di tengah pandemi COVID-19.

“Sambil berolahraga untuk menjaga kesehatan dan imunitas, kami memanfaatkan waktu untuk keliling kota Bandung sambil bersosialisasi 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Adapun menurut Atalia, berolahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski begitu, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan selama berolahraga di masa pandemi COVID-19.

“Saya keliling Kota Bandung dengan teman-teman bersepeda karena penting sekali untuk kita menjaga kondisi tubuh, daya tahan tubuh, di masa pandemi seperti sekarang,” tutur Atalia.
(Tor)***

 

Baca Juga : Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Enam Langkah yang Harus di Lakukan Saat Terjadi Banjir

Foto : Unsplash

BANDUNG – Musim hujan mulai mendekati puncaknya. Puncak musim hujan tahun ini diprediksi terjadi Februari hingga Maret mendatang.

Saat puncaknya, intensitas hujan semakin tinggi. Tak hanya antisipasi mencegah hujan, warga juga harus sigap jika terjadi banjir.

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung memberikan sejumlah tip agar warga terhindari dari bahaya banjir.

  1. Mencari informasi tentang cuaca atau perkembangan banjir. Usahakan memperoleh informasi dari saluran resmi untuk menghindari hoaks.
  2. Segera melaporkan kepada petugas tentang situasi di sekitar anda apabila dalam keadaan darurat.
  3. Jangan melintasi genangan banjir. Usahakan untuk menghindarinya.
  4. Pindahkan barang-barang penting dan berharga ke tempat yang lebih tinggi.
  5. Matikan listrik di saat air semakin meninggi.
  6. Dahulukan tindakan penyelamatan terhadap anak dan orang tua.

Kepala Bidang Kebencanaan Diskar PB Kota Bandung, Sihar Pandapotan Sitinjak mengatakan bagi warga yang kebingungan melaporkan saat terjadi banjir bisa menghubungi Diskar PB melalui sambungan telepon 022 (kode Kota Bandung) diiikuti nomor 113. Nantinya, Diskar PB yang akan berkoordinasi baik dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial ataupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

“Ya karena memang kalau bencana ada di kita, jadi lebih mudah hubungi ke 022-113. Biar kita yang mengontak mengkoordinasikannya ke pihak terkait. Apalagi nomor itu mudah diingat,” ucap Sihar, Rabu (1/1/2019).

Sihar tidak memungkiri sejumlah titik terpantau berpotensi terjadi banjir mengingat curah hujan yang melanda saat ini cukup tinggi. Sehingga, pihaknya mewaspadai beberapa lokasi yang dekat dengan aliran sungai terhadap luapan air.

Untuk itu, Diskar PB juga meminta masyarakat juga turut waspada mengawasi pergerakan air.

“Kalau kita kan dari apa yang sudah terjadi dan melihat potensi sampai saat ini tidak bertambah, masih di sekitaran Pasteur, Pagarsih, Gedebage, Cikadut dan kita antisipasi turunnannya sampai ke Antapani dan Arcamanik,” ungkapnya dalam keterangan tertulis. (RHM)

Atasi Sampah dengan Maggot dan Biopori Vertikal

Foto : Unsplashj

BANDUNG – Setelah mengaji berbagai macam metode pengolahan sampah organik, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memutuskan untuk memprioritaskan penggunaan maggot dan teknik biopori vertikal. Keduanya dinilai paling memberikan banyak manfaat dan relatif mudah diimplementasikan.

Hal itu juga merupakan bagian dari program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan sampah (Kang Pisman).

“Dua ini akan kita dorong kepada masyarakat karena lebih mudah,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Senin (6/1/2020).

Maggot adalah larva lalat tentara hitam atau yang lebih populer disebut Black Soldier Fly (BSF). Sebanyak 10.000 maggot dapat menghabiskan 1 kg sampah organik dalam waktu 24 jam.

Selain itu, maggot mengandung protein tinggi dan kandungan gizi yang baik untuk pakan ikan dan unggas. Oded melihat sisi ekonomis lain dari penggunaan maggot untuk mereduksi sampah organik.

“Maggot ini bisa untuk pakan ikan dan ayam. Apalagi kalau nanti diolah, masyarakat didorong untuk memproduksi industri pakan sendiri dengan campuran bekatul. Sehingga optimal, sampahnya selesai, nilai ekonominya juga maksimal,” jelasnya melalui keterangan tertulis.

Lain halnya dengan biopori vertikal yang lebih banyak menggunakan perangkat meskipun sederhana. Metode ini menggunakan pipa untuk menampung sampah organik.

Tak seperti biopori pada umumnya, biopori vertikal dibuat dengan cara menancapkan pipa sepanjang dua meter ke tanah sedalam 0,5 meter. Pipa ini lalu diisi dengan sampah dan dibiarkan membusuk hingga terurai.

“Ini sudah dilakukan. Waktu saya ke Penang, Malaysia waktu itu. Ini yang paling efektif di India. Mudah-mudahan di Kota Bandung setelah ada beberapa contoh. Lebih simpel,” katanya.

Oded pun akan meminta jajarannya menyosialisasikannya kepada masyarakat tentang kedua metode ini. Meskipun begitu, ia tak menghalangi warganya jika ingin mengolah sampahnya dengan metode lain, misalnya peuyeumisasi atau takakura.

“Kalau mau cara lain tidak masalah, mereka bebas memilih. Asal, sampahnya diolah,” ujarnya. (RHM )

Menilik Loseda, Cara Warga Bandung Atasi Sampah

Wali Kota Bandung, Oded M danial meninjau lokasi penanganan sampah dengan sistem Loseda.(Dok Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG – Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi sampah di Kota Bandung. Salah satunya yang cukup unik dilakukan oleh RW 05 Jalan Malabar Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong dengan Laseda.

Loseda adalah singkatan dari “Lodong Sesa Dapur” atau pipa sisa dapur. Pipa menjadi wadah menampung sampah organik yang berada di setiap rumah. Nantinya, sampah tersebut diolah menjadi menjadi pupuk dan sebagainya.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan warga tersebut. Hal itu menunjukan warga terus berinovasi untuk mengatasi masalah sampah di Kota Bandung.

“Ini bagus. Dari tabung yang isinya sampah organik. Nantinya sampah itu tereduksi menjadi pupuk dan bermanfaat untuk tumbuhan maupun sayur-sayuran agar lebih subur,” kata Oded saat mengunjungi RW 05 Jalan Malabar Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Selasa (21/1/2020).

“Intinya apapun metode melakukan pemanfataan sampah. Terpenting belajar untuk mandiri mengelola sampah mulai dari sumbernya,” imbuhnya dalam keterangan tertulis.

RW 05 Malabar telah memproklamirkan diri sebagai kampung Kang Pisman (Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan). Pasalnya, warga telah mengolah sampahnya dari rumah masing-masing. Baik sampah organik mapupun anorganik.

“Setiap satu minggu, saya kunjungi dua titik yang bergerak dalam memasifkan Kang Pisman. Saya akan dorong terus wilayah untuk mengetahui berbagai metode dalam mengelola sampah,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Malabar Kecamatan Lengkong, Agus Suherman mengatakan, Loseda sudah ditempatkan di 1 titik. Dengan penempatan itu, masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik, sehingga sampah bisa selesai dari sumbernya.

“Ini inovasi baru. Kita baru menempatkan di 15 titik. Rencananya satu rumah satu Loseda. Ke depannya kita ingin warga bisa menaruh di setiap rumah punya satu sampah basah yang bisa teratasi,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani mengungkapkan, Loseda tersebut merupakan bentuk pemberdayaan berbasis masyarakat.

“Ini programnya kawasan bebas sampah. Warga berinisiatif menyelesaikan masalahnya sendiri. Salah satunya dengan fokus mengenai sampah dan penataan lingkungan,” katanya. (RHM)