Tampil Dengan Desain Sporty, Honda City Hatchback RS Resmi Meluncur

Tampil Dengan Desain Sporty, Honda City Hatchback RS Resmi Meluncur

INDO-SATU – PT Honda Prospect Motor memperkenalkan Honda City Hatchback RS untuk pertama kalinya di Indonesia, dalam acara peluncuran virtual yang tayang pada tanggal 3 Maret 2021, jam 19.00 WIB di channel YouTube hondaisme. Memperkuat eksistensi Honda di segmen Hatchback yang dekat dengan gaya hidup anak muda, Honda City Hatchback RS tampil dengan desain sporty, fitur-fitur terkini dan mesin bertenaga terbesar di kelasnya.

Di segmen hatchback, saat ini Honda memiliki reputasi yang kuat dengan modelmodel seperti Honda Jazz dan Honda Civic Hatchback RS. Jika digabungkan, kedua model tersebut mendominasi segmen hatchback di sepanjang tahun 2020 dengan pangsa pasar mencapai 48%, dimana Honda Jazz sendiri secara konsisten terus memimpin
segmen tersebut dari tahun ke tahun.

Lebih jauh, kesuksesan Honda di segmen hatchback tak lepas dari kontribusi varian yang memiliki karakter lebih sporty, yaitu varian RS. Pada tahun 2020, varian RS dari Honda Jazz sendiri berkontribusi lebih dari 90% dari total penjualan model ini. Pada tahun yang sama, Honda juga meluncurkan model terbaru dari Honda Civic Hatchback dengan varian tunggal RS dan menerima sambutan sangat baik dari konsumen.

Berasal dari kata “Road Sailing,” RS merupakan pengembangan khusus untuk varian Honda yang memiliki karakter lebih sporty dalam hal desain dan performa. Menurut Kevin Hartono selaku Junior Area Sales Manager Honda Bandung Center

“Honda City Hatchback versi Sport RS dikembangkan dengan tujuan menggabungkan kegunaan dan sportivitas yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari.” Selain Honda Jazz dan Civic Hatchback, varian RS juga dimiliki model-model populer lainnya seperti Honda Brio dan Honda Mobilio, Kini, Honda City Hatchback menjadi model terbaru Honda yang mengusung emblem RS.

Di dalam kabin, interior Honda City Hatchback RS dirancang untuk menambah kesan sporty dan kenyamanan yang lebih tinggi. Pada bagian depan kabin, panel instrument didesain dengan Sporty Meter Cluster with Red Accent yang juga terintegrasi dengan 8” Advanced Capacitive Touchscreen Display Audio. Smartphone juga dapat dengan mudah ditautkan pada bagian audio dengan fitur Smartphone Connection yang dapat menunjang aktivitas penggunanya.

Honda City Hatchback RS juga dilengkapi dengan 8 buah speaker yang ada pada bagian depan dan belakang kabin serta Auto A/C with Red Illumination. Fitur canggih lainnya pun telah disematkan pada mobil ini seperti fitur Multi-Angle Rear View Camera yang dapat menampilkan 3 tampilan: Normal View, Wide View, and Top View untuk membantu pengguna saat memarkir mobilnya.

Berbagai fitur kekinian yang sesuai dengan gaya hidup anak muda juga disematkan pada mobil ini, seperti One Push Ignition System, Cruise Control, Audio Steering Switch dan Hands-free Telephone (HFT) Switch dengan Voice Recognition. Semua
fitur tersebut dilengkapi dengan Leather Door Lining with Red Stiches pada pintu samping, Setir, dan Shift Knob.

Kabin yang lapang pun disertai dengan jok yang dilapisi dengan Suede-Fabric-Leather Combi Trimmed Seats yang diberikan aksen merah yang menghadirkan kenyamanan berkelas serta sensasi mobil yang lebih sporty.

Tak hanya itu, area kabin juga dirancang dengan fungsionalitas tinggi untuk memenuhi gaya hidup konsumen dan kebutuhan anak muda yang sangat dinamis. Kabin Honda City Hatchback RS menerapkan fungsi ULTRA Seat, di mana penumpang dapat mengatur 4 mode berbeda pada kursi depan dan belakang yang terdiri dari Utility Mode, Tall Mode, Refresh Mode, dan Long Mode.

Di sektor performa, Honda City Hatchback RS yang memiliki transmisi CVT & 6 M/T telah didukung oleh 4 silinder segaris 1.5L DOHC, 16 katup i-VTEC + DBW yang membuat performanya mencapai 121PS/6.600 rpm dan torsi maksimum 145 Nm/4.300 rpm, yang merupakan terbesar di kelasnya. Sesuai dengan kebutuhan saat ini untuk emisi yang lebih bersih dan penghematan sumber daya, gas buang pada model ini telah sesuai standar EURO 4. Selain itu, tersedia pula ECON Mode untuk pengaturan karakter berkendara yang lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Untuk menambah rasa percaya diri saat berkendara, Honda City Hatchback RS telah dilengkapi dengan fitur keselamatan berstandar tinggi yang memberikan rasa aman dan perlindungan yang optimal. Honda City Hatchback RS dirancang menggunakan rangka G-CON + ACE™ dan dilengkapi dengan 6 airbags untuk perlindungan lengkap. Fitur keselamatan lainnya pada Honda City Hatchback RS antara lain sistem pengereman ABS, EBD + BA, Brake Override System, Vehicle Stability Assist (VSA), Hill Start Assist, Parking Sensor, Seatbelt Reminder, Pretensioner with Load Limiter Seat Belt, Emergency Stop Signal hingga APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Sistem keamanan juga telah disesuaikan dengan standar keamanan Honda yang meliputi Smart Key with Keyless Entry, Immobilizer, dan Alarm System.

Ang Kok Bin, selaku President Director Honda Bandung Center mengatakan “Honda City Hatchback RS menawarkan bentuk yang menarik dengan keseimbangan yang baik antara kenyamanan dan kualitas premium yang berkelas. Selain itu Honda City Hatchback RS merupakan mobil hatchback yang ramping, sporty dan mudah digunakan dengan performa yang mengesankan dan efisiensi bahan bakar yang optimal.”

Mudah, Warga Jabar Bisa Lapor SPT Daring Lewat e-Filling

Mudah, Warga Jabar Bisa Lapor SPT Daring Lewat e-Filling

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh warga Jabar wajib pajak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebelum 31 Maret 2021.

Warga dapat melaporkan SPT secara daring melalui aplikasi e-filling atau datang langsung ke kantor pajak tempat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tercatat.

Demikian dikatakan Gubernur usai mengisi SPT Tahunan secara daring disaksikan Kepala Kantor Wilayah Dirjen Pajak Kantor Wilayah I Jawa Barat Erna Sulistyowati, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (1/3/2021).

“Melaporkan SPT tahunan kan kewajiban warga negara yang di mana kita mau membangun jalan, jembatan dan rumah sakit dari mana kalau bukan dari pajak. (Pemimpin) harus jadi teladan, makanya saya sudah lapor dan tidak repot menggunakan e-filing lengkap dan lancar,” ujar Gubernur dalam rilis Pemprov Jabar.

Menurut Kang Emil —sapaan Ridwan Kamil—penerimaan pajak memiliki peran penting dalam pendapatan APBN, terutama keadaan negara terbebani akibat pandemi COVID-19. Pandapatan dari pajak yang dilaporkan warga, dapat membantu negara dalam pengadaan vaksin, dana bansos, dan program pemulihan ekonomi nasional.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan para ASN di wilayah Jabar, yang sudah memiliki NPWP untuk melaporkan SPT tahunan melalui e-filing,” katanya.

Menurut Gubernur, peran penerimaan pajak adalah sebesar Rp1.444 triliun atau 82,3 persen dari keseluruhan pendapatan negara sebesar Rp1.743 triliun.

“Dengan menjalankan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan, berarti kita juga turut serta dalam mendukung keberlangsungan dan kemandirian negara Indonesia,” tuturnya.

Dalam melaporkan SPT tahunan, kata Gubernur, ada aturannya yakni wajib pajak harus melaporkannya tepat waktu sebelum 31 Maret 2021. Dengan melaporkan tepat waktu, berarti warja Jabar secara tidak langsung sudah membela negara.

“Mari kita melaksanakan kewajiban bela negara kita taat aturan dan melaporkan pajak tepat pada waktunya sampai tanggal 31 Maret 2021,” ucapnya.

Gubernur pun mengungkapkan dengan adanya inovasi e-filing dapat mempermudah pelaporan SPT tahunan.

“Tanpa repot dengan e-filing langsung keluar kuitansi secara mudah. Oleh karena itu mari dukung pembangunan Indonesia pemulihan ekonomi dan penurunan pandemi dengan melaporkan pajak taat waktu,” sebutnya.

Batas terakhir pelaporan SPT tahunan sendiri sampai 31 Maret 2021. Semua pemegang NPWP individu maupun lembaga/badan usaha, wajib lapor tepat waktu. Jika mengabaikan pelaporan, maka sesuai UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), akan ada sanksi mulai dari teguran tertulis sampai denda Rp100.000 untuk WP perorangan dan Rp1.000.000 untuk WP badan.

Setelah terbit UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, sedang disusun aturan yang kebih teknis mengenai sanksi bagi yang lalai melaporkan SPT. (Tor)***

Bagini Metoda Disperkim Jabar Olah Sampah Jadi Berkah dengan Gerakan ‘Nyeupah’

Bagini Metoda Disperkim Jabar Olah Sampah Jadi Berkah dengan Gerakan ‘Nyeupah’

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar Memaparkan Gerakan Nyeupah (Nyetor Sampah Pasti Barokah) Jum’at (26/02/21). (Foto : Disperkim)

Bandung – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menginisiasi program yang mengubah sampah jadi berkah. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng mitra pengangkutan sampah yaitu Aplikasi Greeny dan Bank Sampah Bersinar dalam Gerakan Nyeupah (Nyetor Sampah Pasti Barokah).

Nyeupah merupakan gerakan memilah dan mengumpulkan sampah rumah tangga nonorganik yang kemudian disetorkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Saat ini gerakan Nyeupah sudah diinisiasi oleh Disperkim Jabar dengan mengajak masyarakat khususnya di tingkat RT, RW, kelurahan dan Kantor Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Kawasan Kawaluyaan Kota Bandung untuk melakukan gerakan Nyeupah dengan menyetor sampah ke TPS3R Disperkim atau pengelola lingkungan untuk dilakukan pengumpulan, pencatatan dan penjualan sampah kepada mitra pengangkutan sampah.

Kepala Disperkim Jabar Boy Iman Nugraha dalam acara Soft Launching Nyeupah (26/02/21) di Kantor Disperkim Jabar berharap gerakan Nyeupah ini dapat mengurangi residu yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga bisa memperpanjang usia TPA.

Boy Iman Nugraha memaparkan, “(Melalui) Nyeupah ini kita hanya ingin memulai gerakan penuntasan sampah di kawasan (Dinas) Permukiman secara mandiri. Kami ingin turut serta mencoba mengurangi sampah dari hulu untuk mengurangi residu yang harus dibuang sampai ke TPA.”

Dalam acara Soft Launching Nyeupah, dilakukan sesi simulasi pengangkutan sampah oleh mitra pengangkutan. Greeny dan Bank Sampah Bersinar akan mengangkut sampah yang sudah dipilah dalam tiga jenis yaitu, kertas, plastik dan besi dikumpulkan di TPS3R Disperkim Jabar.

Kemudian, pihak Disperkim dan mitra pengangkutan akan menentukan titik penjemputan berbasis aplikasi, menimbang sampah yang dijual, nilai rupiah dari sampah akan terunggah ke aplikasi Greeny dan Bank Sampah Bersinar dan hasil penjualan sampah dapat ditarik melalui aplikasi Doku.

Penggagas aplikasi Greeny yaitu Boy Tjakra menjelaskan ,“Harga 2500 per kilogram untuk semua jenis plastik, untuk logam Rp2.500 per kilogram.”

Selain pembayaran sampah melalui aplikasi Greeny, Disperkim juga bekerja sama dengan Alfamart dan Bank Sampah Bersinar melalui acara “Gebyar Bayar Sembako Pakai Sampah” di Alfamart empat apartemen transit yang berlokasi di Rancaekek, Solokan Jeruk, Ujung Berung dan Batu Jajar.

Kerja sama antara Disperkim Jabar dan mitra pengangkutan sampah dalam Nyeupah ini merupakan manifestasi dari gerakan peduli lingkungan, peduli sosial dan peduli ekonomi.

Kedepannya, Gerakan Nyeupah yang diinisiasi oleh Disperkim Jabar diharapkan dapat dilakukan serentak oleh seluruh masyarakat di Jawa Barat. (Tor)***

Baca Juga : Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan supaya Vaksinasi COVID-19 Berjalan Efektif dan Efisien

Rektor UIN Bandung Berikan Beasiswa Pendidikan kepada Hafidz Quran 30 Juz dan Wisudawan ‘Tak Bertoga’

Rektor UIN Bandung Berikan Beasiswa Pendidikan kepada Hafidz Quran 30 Juz dan Wisudawan ‘Tak Bertoga’

Bandung – Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. melantik 1.000 lulusan dan memberikan penghargaan kepada Muchammad Fariz Maulana Akbar, S.Ag. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin (FU) yang Hafidz Quran 30 Juz dengan IPK 3,89.

Wisudawan tak bertoga, Dina Farida, S.H. Jurusan Hukum Keluarga, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) yang meninggal karena sakit setelah Sidang Skripsi pada Wisuda ke-81 secara virtual melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan langsung pada kanal youtube UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (27/02/2021).

Ke-1.000 wisudawan itu berasal dari Fakultas Ushuluddin 148 orang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 202 orang; Fakultas Syariah dan Hukum 89 orang; Fakultas Dakwah dan Komunikasi 99 orang.

Fakultas Adab dan Humaniora 87 orang; Fakultas Psikologi 29 orang; Fakultas Sains dan Teknologi 111 orang; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 81 orang; Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 67 orang; S2 73 orang dan S3 14 orang.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan menggunakan handsanitizer Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-81 lulusan Program Sarjan, Magister, dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS.

Prof. Nanat berpesan setelah lulus dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung,

“Tugas saudara berikutnya adalah mengabdi kepada Masyarakat, untuk mendapatkan Ridha Allah swt., mengamalkan ilmu yang saudara dapatkan dari bangku kuliah, dan kini saudara sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan muslim yang Ulul Albab, memadukan antara dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem yang dihadapi masyarakat,” Ujarnya. (Tor)***

Baca Juga : Gelar Raker, FTK UIN Bandung Angkat Pembahasan Tentang Meneguhkan Kembali Semangat Mendidik dengan Ilmu dan Hati

Gelar Raker, FTK UIN Bandung Angkat Pembahasan Tentang Meneguhkan Kembali Semangat Mendidik dengan Ilmu dan Hati

Gelar Raker, FTK UIN Bandung Angkat Pembahasan Tentang Meneguhkan Kembali Semangat Mendidik dengan Ilmu dan Hati

Bandung-Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) bertajuk “Bersama Mewujudkan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang Unggul, Professional, dan Berintegritas” yang berlangsung di Shakti Hotel Jl. Soekarno Hatta Gede Bage Bandung, Rabu (24/02/2021).

Raker yang dibuka oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si ini diikuti dosen, tenaga kependidikan dan diisi dengan Orasi Ilmiah Virtual bersama Tatang Muttaqin, Ph.D., Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bapenas Republik Indonesia yang membahas tentang “Mengelola Harapan untuk Pendidikan Lebih Baik.”

Dalam sambutannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika agar terus bekerja sungguh-sungguh sesuai kapasitas dan potensi masing-masing. Bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi juga mencari tiket ke surga.

“Karena sebagian besar waktu kita dihabiskan di kantor, mari kita jadikan bekerja ini sebagai tiket masuk surga dengan melakukan kerja sama dan sama-sama bekerja untuk meningkatkan marwah kampus,” tegasnya.

Rektor menegaskan salah satu cara mewujudkan kampus yang unggul, maju, kompetitif, dan berakhlakul karimah dapat dilakukan saat bekerja dengan membudaya salam, senyuman, sapa.

Ikhtiar untuk membesarkan kampus Islam terbesar di Jawa Barat ini harus diawali dengan terus belajar dari filosofi Prabu Siliwangi. “Mari kita berjuang bersama. Banyak jalan menuju Roma, tidak ada yang tidak mungkin. Filosofi Siliwangi mulai dari silih asah, silih asih, silih asuh sampai pada silih wawangi adalah kerangka nilai hidup kita dalam proses membesarkan lembaga ini. Pimpinan mewangikan bawahan, maka secara tidak langsung pimpinan pun akan wangi dan besar”, tandasnya.

Dalam pemaparan program kerjan Dekan FTK Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed., menyampaikan tentang pentingnya para dosen di lingkungan FTK untuk bisa meneguhkan kembali semangat mendidik dengan ilmu dan hati dalam mengajar kepada para mahasiswa.

Mengingat penguatan pendidikan karakter di dalam pembelajaran menjadi pondasi dan kunci penting untuk membangun peradaban bangsa. Karakter yang harus diperkuat dalam penerapan pendidikan di Indonesia yakni nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas.

Dalam suasana pandemi Covid-19 ini, mendidik dengan hati dan sesuai dengan ilmu sangat dibutuhkan. Artinya proses pembelajaran tidak hanya sebatas transfer ilmu, tapi attitude, etika, moral yang bersumber dari kelembutan hati harus dilakukan dalam rangka memberikan keteladanan bagi anak didik,” tegasnya.

Untuk program strategis satu tahun ke depan (2021) tentang peningkatan mutu dosen dan mahasiswa, serta peningkatan pelayanan tridharma perguruan tinggi, disampaikan oleh Wakil Dekan I, Dr. H. Dindin Jamaluddin, M.Ag. Wakil Dekan II Dr. Hariman Surya Siregar, M.Ag dan Wakil Dekan III Drs. H. Mumu Abdurrahman, M.Pd.

Upaya membangun harapan di tengah pandemi Covid-19, Tatang Muttaqin, Ph.D., mengurai bagaimana pandemi ini memberi hikmah maju bersama dengan menekan kesenjangan pendidikan dengan pemanfaatan TIK. Kebijakan
afirmatif dan perkuatan sekolah swasta menjadi penting untuk meningkatkan perwujudan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sekilas potret pendidikan ikhtiar belajar praktik baik membangun sistem pendidikan bermutu. Pembelajaran juga diarahkan pada peningkatan kompetensi, tak semata mengejar gelar, Quo vadis gelar akademis. Strategi meningkatkan
kebekerjaan lulusan PT juga sangat penting.

Sebagai contoh para santri melakukan inovasi mengulas kontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk: Tawaran Islam berkemajuan Muhammadiyah; Pendidikan Islam Nusantara NU; dan Pendidikan Persis. Perbaikan pengelolaan Pendanaan Penelitian agar berkontribusi signifikan untuk pendidikan dan pembangunan.

Menurutnya, cara merawat harapan itu harus bersinergi dengan pola sikap dan perilaku warga bangsa yang lebih modern dan kosmopolit ditandai pesona sikap ramah untuk menunjukkan identitas bangsa berperadaban tinggi dan bersahabat. “Peradaban yang tinggi merupakan osmosis atau perpaduan yang menyaratkan keterbukaan untuk melakukan interaksi dengan beragam suku, agama dan budaya,” paparnya.

Pentingnya silaturahmi untuk menjembatani realitas kebhinekaan menjadi berkah. Kecintaan
terhadap bangsa dengan bersyukur untuk kedamaian; keinsyafan bertoleransi; menghindari disonansi kognitif; menyadari pentingnya saling mengenal karena tak kenal maka tak sayang.

“Rasa hormat pada yang lebih tua dan kasih sayang terhadap yang muda diurai dalam memuliakan lanjut usia,” pungkasnya. (Tor)***

Antisipasi Banjir! KCIC Optimalkan Fungsi Drainase di Sepanjang Proyek Kereta Cepat

Antisipasi Banjir! KCIC Optimalkan Fungsi Drainase di Sepanjang Proyek Kereta Cepat

INDO SATU – Untuk menghindari bencana banjir di tengah cuaca hujan ektrem, Proyek Kerata Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) secara komprehensif telah melakukan berbagai langkah antisipasi di sekitar lingkungan proyek sejak awal tahun.

Hal itu dilakukan agar bencana tidak berimbas kepada pengerjaan Proyek KCJB.

“Berbekal pengalaman bencana banjir di awal tahun 2020 lalu yang melanda hampirseluruh wilayah Jawa khususnya Jakarta, tim Poyek KCJB bergerak cepat mengambil sejumlah langkah pencegahan banjir dan longsor di sekitar lingkungan proyek,” kata Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra, Sabtu (20/2).

Menurutnya, sejak awal tahun, seluruh jajaran kontraktor proyek KCJB (WIKA, Sinohydro, CREC) bergerak cepat melakukan penanggulangan bencana dengan membangun infrastruktur tambahan dan meningkatkan kualitas saluran drainase di sepanjang proyek untuk menampung debit air yang lebih tinggi.

Disisi lain, kontraktor proyek KCJB, secara berkala sejak tahun 2020 telah membantu membersihkan daerah aliran sungai di sekitar proyek dan Sistem Drainase Jalan Tol dari timbunan sampah dan lumpur yang berpotensi menyumbat aliran air.

Memasuki musim hujan, proyek KCJB telah meningkatkan kewaspadaan di area proyek dengan mensiagakan sejumlah personil patroli dan alat pompa untuk memitigasi potensi banjir di sekitar lingkungan proyek, terutama di sepanjang Jalur Tol Cikampek dan Purbaleunyi.

“Berbagai tindakan pencegahan tersebut merupakan fokus kami saat ini untuk menjaga lingkungan di area proyek dan sekitarnya. Kami memastikan agar semua dapat dikendalikan dengan baik, termasuk dapat menangani secara komprehensif untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem,” kata Chandra

Sebelumnya, Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Khusus Pengendalian Perizinan dan Pengawasan Kegiatan Terhadap Pemanfaatan Bagian Bagian Jalan Tol, Hadrianus Bambang Nurhadi menghimbau seluruh stakeholder untuk bersama-sama memperhatikan lingkungan guna mencegah banjir.

“Banjir saat ini terjadi karena kondisi cuaca ekstrem akibat climate change, perlu penanganan komprehensif yang melibatkan semua stakeholder terkait dengan masalah sumber daya air.

Perubahan dari tata guna lahan yang mengarah ke pemukiman dan area bisnis sangat berkembang dengan pesat sehingga pembangunan infrastruktur khususnya untuk drainase lingkungan perlu mendapat perhatian, seperti pada seperti Kali Jambe, Kali Cakung dll,” ujar Hadrianus.

Polri Beri Penyuluhan Warga Sentra Senapan Angin di Cipacing Sumedang

Polri Beri Penyuluhan Warga Sentra Senapan Angin di Cipacing Sumedang

Sumedang – Senapan angin dari Cipacing dipakai bukan saja oleh masyarakat Indonesia, tapi juga telah dipakaai oleh warga dunia dan diakui kualitasnya secara internasional.

Di tengah Pandemi Covid 19, industri senapan angi di desa ini ikut terdampak. Pembelian senapan angin ikut menurun dibanding hari-hari biasa.

Meski bisnis tersebut lesu, Polisi mengingatkan masyarakat Cipacing tetap bertahan membuat senapan angin dan tak tergoda merakit senjata api.

Pasalnya, tindakan tersebut melanggar hukum dan akan merugikan diri sendiri.

“Saya dan tim menghimbau kepada rekan-rekan pengrajin senapan angin semua untuk taat hukum. Jangan sekali-kali melanggar aturan seperti mencoba membuat senjata api rakitan, karena hal tersebut sangat berbahaya baik diri kita sendiri, keluarga maupun orang lain,” kata Unit Pengawasan Senjata Api (Senpi) Polri Kompol Marjuki, Sabtu 20 Februari 2021.

Lebih jauh, Marjuki mengapresiasi para perajin senapan angin yang mau disiplin menerapan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid 19.

“Dalam kesempatan ini saya dan tim dari Mabes Polri bersama kepolisian setempat dan instansi terkait mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengrajin senapan angin yang selama ini mau peduli terkait pandemi Covid 19 yaitu disiplin prokes (memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan),” ucapnya.

Selain memberikan meninjau pembuatan senapan angin, Polri juga memberi penyuluhan terkait bahaya merakit senjata api, disiplin menerapkan prokes, dan memberi bantuan 3 ekor kambing untuk koperasi warga.

“Saya berpesan mari kita jaga daerah ini yang sudah sejak dari dulu sudah terkenal dengan sentra kerajinan senapan anginnya, mari kita jaga dan kelola warisan leluhur tersebut. dan bila perlu mari kita tingkatkan kualitas dan mutunya,” pungkasnya.

Salah satu perajin, Cucu mengucapkan terimakasih kepada aparat polisi karena telah melakukan pembinaan dan penyuluhan hukum pada para pengrajin senapan angin.

“Kita jadi tahu dan mengerti tentang aturan hukum yang telah menjadi domain tentang pembuatan senapan angin, demikian juga berkat adanya pembinaan dan penyuluhan sudah ada beberapa koperasi yang memiliki surat keterangan produksi dari Mabes Polri,” pungkasnya. (Res)***

Monumen Perjuangan Batalyon Siluman Merah Resmi Berdiri di Ranca Upas, Ini Kata Putra Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah.

Monumen Perjuangan Batalyon Siluman Merah Resmi Berdiri di Ranca Upas, Ini Kata Putra Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah.

Bandung – Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Marsekal TNI (Purn) Kisenda Wiranatakusumah bersama Bupati Bandung Dadang M Naser, Danlanud Kolonel Pnb Mohammad Nurdin, Dandim 0624/Kab Bandung Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri meresmikan Monumen Perjuangan Batalyon Siluman Merah yang terletak di Kawasan Wanawisata Kampung Cai Ranca Upas Kabupaten Bandung, Senin (15/02).

Monumen Perjuangan yang dibangun untuk mengenang para “Kusumah Bangsa” yang terkumpul dalam Batalyon Siluman Merah Pimpinan Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah ini merupakan salah satu upaya mengenalkan pendidikan sejarah bagi generasi bangsa.

Dalam sambutannya, Kisenda mengatakan, monumen tersebut merupakan simbol, kegigihan, rasa cinta dan rasa memiliki yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pembangunan Monumen Perjuangan Rakyat dan Batalyon Siluman Merah adalah bukti bahwa masyarakat Kabupaten Bandung mampu dan mau memperkuat, mengupayakan, memperjuangkan kemajuan tanah kelahirannya,” katanya.

Sebagai putra dari Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusuma, Kisenda merasa bangga, pasalnya sejak peletakan batu pertama simbol perjuangan dalam proses pembangunan Monumen Perjuangan Rakyat dan Batalyon Siluman Merah sudah terlihat.

Terbukti, berbagai elemen hadir dan memberikan kontribusinya terhadap pembangunan Monumen tersebut.

“Hari ini lebih banyak lagi, semua elemen mulai dari, masyarakat, Pemda, TNI semua berkumpul. Semoga masyarakat Indonesia, khusunya masyarakat Bandung, bisa melihat pembangunan monument ini sebagai sifat jiwa juang dalam memperjuangkan setiap titik daerah Indonesia, khususnya Bandung,” katanya.

Kisenda juga mengatakan, peresmian Monumen Perjuangan Rakyat dan Batalyon Siluman Merah merupakan perwujudan nyata bahwa TNI dan Rakyat merupakan bagian terpenting dalam gerak bangsa untuk mencapai cita-citanya ke depan.

“Pembangunan monumen ini akan menjadi simbol perjuangan rakyat semesta yang perlu terus di jaga, di pertahankan dan dikembangkan, untuk menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks,” jelasnya.

Sementara, Wakadivre Perhutani Jabar Banten Amas Wijaya, berharap, peresmian Monumen Perjuangan Rakyat dan Batalyon Siluman Merah bisa meningkatkan daya tarik wisatawan lokal maupun asing.

“Ini adalah bukti bahwa simbiosis mutualisme antar lembaga itu penting, hadirnya monumen Siluman Merah bisa meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Ranca Upas, mudah-mudahan kedepan akan ditambah atau dilengkapi dengan perpustakaan”, jelasnya. (Res)***

Baca Juga : Ridwan Kamil Hadiri Penandatanganan Kontrak 984 Paket Tender Kementerian PUPR 

Bebras Biro UIN Bandung Gelar Seminar Computational Thinking untuk Madrasah Hebat Bermartabat

Bebras Biro UIN Bandung Gelar Seminar Computational Thinking untuk Madrasah Hebat Bermartabat

Bandung – Perdana, Bebras Biro UIN Bandung mengadakan seminar bertajuk “Madrasah Hebat Bermartabat melalui Computational Thinking” yang dilaksanakan via aplikasi Zoom dan live Youtube, Sabtu (13/02/2021).

Kegiatan seminar ini diinisiasi dan kolaborasi antara dosen-dosen relawan CT dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini merupakan langkah awal memperkenalkan pentingnya Computational Thinking (CT) di dunia pendidikan era Industri 4.0 dan Society 5.0, khususnya untuk guru-guru Madrasah dan Pondok Pesantren (Pontren) di wilayah Jawa 1

Turut hadir menyapa, Dr. Ir. Inggriani Ketua (NBO) Bebras Indonesia yang mengapresiasi kegiatan tersebut. Hadir pula memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si meyakini program CT yang dicanangkan menyempurnakan prestasi Madrasah yang saat ini bukan lembaga yang biasa tetapi sebuah lembaga pendidikan yang luar biasa yang bisa mengimplementasikan pesan-pesan dari Undang-Undang, yang dengan tetap mengutamakan iman dan taqwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., MT turut hadir memberikan arahan dalam kegiatan ini. “Madrasah memiliki kemampuan dan potensi yang mempuni, ketika diasah bukan hanya ruang lokal, tetapi pada ruang global juga menjadi orang-orang hebat. Misi besar kita salah satunya mengarahkan anak bangsa untuk memiliki kemampuan computational thinking yang sangat baik.” tuturnya.

Seminar yang dihadiri lebih dari 160 peserta yang merupakan Guru-guru Madrasah dan Pontren, khususnya di wilayah Jawa 1 ini menghadirkan 4 narasumber, antara lain Prof. Dr. Chaerul Roochman, M.Pd yang menyampaikan materi “Program Computational Thinking untuk Madrasah dan Pontren”, Dindin Nasrudin, M.Pd yang menyampaikan “Pendidikan di Era Industry 4.0 dan Society 5.0”, Dr. Yana Aditia Gerhana, S.T., M.Kom yang memaparkan “Pengenalan Computational Thinking dan Informatika”, serta Nur Lukman ST., M.Kom yang memperkenalkan “Bebras, Bebras Challange, dan Gerakan PANDAI”.

Isu strategis pentingnya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di era transformasi digital menjadi salah satu dasar pentingnya CT untuk peserta didik. “CT sebagai pola berfikir sistematis dalam problem solving menjadi akselerasi berfikir untuk menguasai masa depan, karena itulah perlu segera bergerak men-CT-kan Madrasah dan Pontren, khususnya di Jawa Barat, yang memiliki potensi luar biasa.” papar Prof. Chaerul, Guru Besar pada Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Begitupun respon dunia pendidikan di era Industri 4.0 dan Society 5.0 tidak hanya 4 C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication), tetapi sekarang bertambah 1 C yaitu Computational Thinking dan 1 C lagi adalah Character. Begitu penyampaian materi yang disampaikan Dindin Nasrudin, Dosen Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada sesi materi kedua.

“Computational Thinking tidak hanya dimiliki Informatika”, ujar Dr. Yana, Dosen Teknik Informatika, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, “CT adalah landasan berfikir dari pilar-pilar teknologi, bukan hanya sekedar menggunakan tools atau aplikasi, melainkan bagaimana menawarkan solusi dari sebuah masalah yang sistematis, efektif, dan efisien”.

Materi terakhir disampaikan Nur Lukman, Dosen Teknik Informatika yang memperkenalkan Bebras yang merupakan komunitas internasional yang konsen pada memperkenalkan CT dan melatih Guru dan Siswa untuk terbiasa dengan CT baik di kegiatan belajar mengajar maupun kehidupan sehari-hari. “Bebras Indonesia adalah bagian dari Bebras Internasional, yang memilki Biro-Biro dari Perguruan Tinggi sebagai mentor untuk Pelatihan CT Guru. Setiap tahun di minggu ke-2 bulan November selalu diadakan kompetisi Tantangan Bebras secara serempak seluruh dunia,” ungkap Nur Lukman.

Didukung oleh Gerakan PANDAI, Bebras Biro UIN Bandung siap mengabdi dan mendampingi Guru-guru Madrasah dan Pontren di wilayah Jawa 1 untuk sama-sama bergerak dan menanamkan CT bagi peserta didik di Madrasah dan Pontren. (Tor)***

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Pembinaan dan Penyerahan SK CPNS Formasi 2019

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Pembinaan dan Penyerahan SK CPNS Formasi 2019

Bandung – Sebanyak 50 peserta mengikuti Pembinaan dan Penyerahan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berlangsung di Aula Anwar Musaddad dengan penerapan standar Protokol Kesehatan, Jumat (05/02/2021).

Dalam arahannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., mengajak seluruh peserta agar terus bekerja sungguh-sungguh sesuai kapasitas dan potensi masing-masing. Karena bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi harus menjadi tiket kesuksesan meraih kehidupan dunia dan akhirat.

“Menjadi ASN itu pilihan. Untuk itu jadikanlah kesuksesaan dunia akhirat melalui ASN di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung karena ASN sejati itu sebagai abdi negara. Segala aturan ASN harus ditaati, tidak ada komentar untuk setuju atau tidak berkenaan dengan peraturan, asas negara,” tegasnya.

Cara mengabdikan diri dengan bekerja sungguh-sungguh dan lakukan aktivitas terbaik untuk kampus yang sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki masing-masing.

“Tuhan tidak akan keliru, kalau kita bagus pasti bagus. Insya Allah akan kelihatan hasilnya. Mari kita pertontonkan segala kebaikan, dengan terus berkarya, bekerja untuk kampus tercinta.

Rektor mengingtakan kepada seluruh civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk tidak terlibat dalam organisasi terlarang, “Saya berharap dosen, karyawan jadi pelopor kebaikan di tengah-tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, bukan menjadi sumber masalah, kejahatan, atau kebencian. Ini harus betul-betul dijaga, bukan hanya menuntut hak, tapi kewajiban harus dilaksanakan, kode etik perlu dijunjung tinggi sebagai komitmen bersama untuk mempertontonkan kebaikan,” jelasnya.

Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag meyampaikan jumlah formasi CPNS UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebanyak 55 formasi. Peserta yang dinyatakan lolos SKB, pemberkasan sampai turun SK CPNS sebanyak 50 orang terdiri dari tenaga kependidikan pada Biro AUPK 2 orang, Dosen pada Fakultas UShuluddin 4 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 7 orang, Fakultas Syariah dan Hukum 5 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 3 orang, Fakultas Adab dan Humanuiora 5 orang, Fakultas Psikologi 1 orang, Fakultas Sains dan Teknologi 12 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 11 orang.

“Ini kali pertama jadi bagian resmi dari UIN Sunan Gunung Djati, tidak ada cerita lagi dari mana, bendera mana, semuanya sudah jadi keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati. Mari kita sama-sama bekerja untuk kebaikan kampus,” tuturnya.

Secara simbolis pemberian SK CPNS Formasi 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung diberikan oleh Rektor Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., didampingi Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag, kepada Muhammad Deden Firdaus ST., M.Kom Asisten Ahli Dosen Aplikasi Komputer dan Nabiela Rizki Alipa, S.K. Pm, MM, Dosen Perilaku Organisasi FISIP Prodi Manajemen.

Acara Pembinaan dan Penyerahan SK CPNS Formasi 2019 UIN Sunan Gunung Djati Bandung dihadiri para Wakil Rektor, Kepala Biro dan Kepala Satuan Pengawas Internal. (Tor)***