Warga Cimahi Apresiasi Langkah KCIC Bangun Kolam Retensi di Lembur Sawah

Warga Cimahi Apresiasi Langkah KCIC Bangun Kolam Retensi di Lembur Sawah

CIMAHI, INDO-SATU – Langkah PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) membangun kolam retensi di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan diapresiasi warga.

Pasalnya, wilayah Kota Cimahi bagian selatan kerap menjadi daerah langganan banjir tatkala musim hujan tiba. Kehadiran kolam retensi ini diharap jadi solusi masalah tersebut.

Ketua RW 16 Kampung Lembur Sawah, Agus Baharudin mengatakan, selama ini wilayahnya kerap diterjang banjir jika musim penghujan tiba. Oleh karena itu, adanya pembangunan kolam retensi ini menjadi solusi kepada  masyarakat yang terdampak banjir.

“Atas nama pribadi dan atas nama RW 13 Kelurahan Utama, Cimahi Selatan, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas keprihatinan PT KCIC. Semoga kolah retensi dari PT KCIC bisa mengurangi atau meminimalisir banjir yang sering terjadi,” paparnya, Senin 24 Januari 2022.

Sementara itu, GM Corporate Secretary PT KCIC, Rahadian Ratry mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal memberikan yang terbaik bagi masyarakat terutama yang berada di sekitar Trase KCJB.

“Kolam retensi ini untuk membantu warga dalam menangani masalah banjir yang sering dialami warga. Semoga kontribusi kecil dari kami bisa membawa perubahan besar yang positif untuk warga dan tidak ada lagi banjir di wilayah tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan normalisasi kolam retensi di Jalur A DK117+800 yang rencananya akan dimulai pada Senin, 24 Januari 2022 mendatang. Pasalnya, upaya penanganan banjir di wilayah tersebut harus dilakukan secara komprehensif agar berdampak besar terhadap upaya penanganan banjir.

“Bagi kami, upaya ini harus dilakukan secara menyeluruh dan tuntas sehingga manfaatnya akan lebih besar,” tambahnya.

Ia menyebut, program CSR seperti yang dilakukan di Jalur A dan B DK117+800 tersebut bukanlah yang pertama yang dilakukan selama pembangunan proyek KCJB.

“Sebelumnya, dilakukan program berupa pembangunan fisik maupun non fisik. Adapun beberapa pembangunan fisik dari program CSR KCJB lainnya yang sudah dapat dirasakan warga antara lain pembangunan jalan hingga renovasi kantor desa,” paparnya

Selain itu, pembangunan non fisik yang sudah berjalan diantaranya program penyerahan bantuan masyarakat khususnya untuk masyarakat tidak mampu dan korban bencana. Selain itu, KCJB pun rutin menggelar program pengembangan diri untuk warga seperti pelatihan UMKM berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing dan perekonomian warga.

“Sejak proyek KCJB berjalan, kami berkomitmen untuk selalu hadir memberikan kontribusi bagi warga melalui program CSR. Kami memiliki beberapa program pembangunan fisik dan non fisik yang beberapa diantaranya sudah dirasakan langsung oleh warga manfaatnya. Tentu saja program ini tidak boleh berhenti sampai di DK177+800. KCJB akan terus berkontribusi untuk warga,” jelasnya.***

Kado Spesial WOM Finance untuk Anak Disabilitas Sambut Hari Raya Natal

Kado Spesial WOM Finance untuk Anak Disabilitas Sambut Hari Raya Natal

Bandung, INDO-SATU, – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance”) Kantor Regional Jawa Barat (Jabar) punya cara tersendiri untuk menyambut Natal 2021, yakni dengan berkunjung dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak penyandang disabilitas di Panti Asuhan Putera Maranatha pada Senin (20/12).

Tema Corporate Social Responlibility (CSR) Natal tahun 2021 ini adalah “Berbagi Kasih Bersama Anak Disabilitas”, dimana WOM Finance ingin tetap menjaga konsistensi dalam upaya WOM Finance mewujudkan cita-cita anak bangsa dan perbaikan kualitas taraf hidup mereka, terlebih di Hari Raya Natal.

Penyerahan Kado Kasih Natal yang berjumlah 300 paket ini diberikan langsung oleh Andriansyah, Business Unit Head WOM Finance Regional Jawa Barat bersama dengan Erik Tanudjaja, Financial Planning and Investor Relation Division Head dan didampingi oleh beberapa karyawan WOM Finance serta diterima oleh perwakilan dari Panti Asuhan Putera Maranatha dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Andriansyah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur WOM Finance atas berbagai hal yang dilalui WOM Finance di tahun 2021. Meski tahun 2021 ini masih dilanda pandemi, tetapi WOM Finance Kantor Regional Jawa Barat masih tetap beraktifitas untuk melayani konsumen setia WOM Finance.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi semangat dan sukacita Natal kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami ingin berbagi berkat yang telah kami terima kepada masyarakat yang membutuhkan,” sambungnya.

Selain di panti tersebut, WOM Finance Regional Jawa Barat juga memberikan Kado Natal ini ke 6 (enam) panti asuhan disabilitas lainnya, yaitu Panti Asuhan Bhakti Luhur Alma, Panti Asuhan Cahaya, Panti Asuhan Dana Mulia, Panti Asuhan Kinderdof, Panti Asuhan Puteri Willian Booth dan Panti Asuhan Kurnia.

Dalam kegiatan ini, WOM Finance menyerahkan Kado Kasih Natal berupa handuk, beragam snack dan donasi dana kepada yayasan dan panti disabilitas tersebut. Pemberian Kado Kasih Natal serupa juga dilaksanakan di 10 (sepuluh) kota secara serentak, yaitu Balikpapan, Yogyakarta, Mojokerto, Gowa, Medan, Ciputat, Palembang, Palopo, Bekasi dan Medan.

“WOM Finance secara berkelanjutan ingin terus berperan aktif dalam usaha-usaha peningkatan kualitas hidup komunitas serta inisiatif-inisiatif sosial lainnya. Melalui program ini, Perusahaan berharap dapat berbagi kebahagiaan kepada masyarakat di sekitar area kerja perusahaan yang telah ikut menyokong pertumbuhan perusahaan,” pungkas Andriansyah.***

Gelar Reses Ade Ginanjar Serap Aspirasi Masyarakat Desa Haruman

Gelar Reses Ade Ginanjar Serap Aspirasi Masyarakat Desa Haruman

Kabupaten Garut, INDO-SATU, – Kegiatan Reses I Tahun Sidang 2021-2022, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan/Dapil XIV Kabupaten Garut, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Ginanjar, kegiatan reses bertempat di Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Dalam kesempatan ini Wakil Ketua DPRD Jabar, Ade Ginanjar menanggapi permasalahan di Kecamatan Leles salah satunya ialah pada saat musim hujan sering terjadi banjir khususnya di jalan Leles-Leuwigoong, Ade Ginanjar mengatakan permasalahan ini menjadi Pekerjaan Rumah untuk dirinya, hal ini dikarenakan ruas jalan tersebut merupakan aset Provinsi untuk itu pihaknya akan menindaklanjuti dan menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui stakeholder terkait.

Ade Ginanjar juga menyampaikan perihal BANKUEDES (Bantuan Keuangan Desa) dimana program ini dimaksudkan untuk percepatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Artinya bantuan yang diberikan bukan merupakan satu-satunya sumber anggaran melainkan sebagai stimulus dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui swakelola.

Ade Ginanjar juga memaparkan program-program desa yang tidak tercover dari dana desa seperti drainase, irigasi, dll itu bisa dicover oleh BANKUEDES, dengan melalui proses yang jelas dan usulan BANKUEDEZ harus dilampirkan secara rinci baik itu dalam RAB maupun faktor teknis lainnya.

Ade Ginanjar menambahkan ada beberapa kendala dalam pengimputan SIPD yaitu masih tersapat desa di garut yang tidak memahami mengenai proses penggunaaan SIPD karena di provinsi penggunaan sipd ini baru diberlakukan tahun ini untuk itu Pemerintah Provinsi harus gencar melakukan sosialisasi SIPD ini.****

Komisi I: Wisata Tebing 125 Harus Ditunjang Infrastruktur Memadai

Komisi I: Wisata Tebing 125 Harus Ditunjang Infrastruktur Memadai

KAB. BANDUNG BARAT, INDO-SATU,– Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat meminta agar pemerintah kabupaten memperhatikan potensi wisata yang ada di Geotheatre Hawu Pabeasan, Citatah, Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Terlebih, desa wisata yang berkonsep minat wisata khusus tersebut perlu dukungan dari bernagai aspek.

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat menyebutkan, perlu aspek pendukung agar wisata geotheatre ini menjadi desa wisata seutuhnya. Misalnya, kata dia, terdapat spot foto yang betul-betul bernilai jual, baik itu pemandangannya maupun olah raga panjat tebingnya.

“Kalau saja ada spot yang sangat menarik untuk di media sosial, pasti minta pengunjung akan tinggi,” kata Sadar di Tebing 125, Citatah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (17/12/2021).

Selain itu, tambah dia, wisata kuliner yang memiliki ciri khas tersendiri perlu digali lagi agar menjadi pusat perhatian para pengunjung. Konsepnya, ada kuliner yang bisa makan ditempat, maupun bisa di bawa pulang sebagai souvenir kunjungan wiasata.

“Bila perlu, di Tebing 125 inilah yang menjadi titik persinggahan pengendara, meski hanya untuk menikmati kulinernya saja, atau sekedar dijadikab rest area,” ucap dia.

Pengelola wisata minat khusus Tebing 125, Abdul Gani mengatakan, kawasan tersebut sudah dijadikan sarana olah raga panjat tebing sejak lama. Bahkan dijadikan latihan khusus panjat bagi kalangan militer. Karena itu, untuk menggaungkan minat masyarakat terhadap olah raga panjat tebing. Pihaknya mengharapkan ada dorongan dari dinas terkait agar dapat menyelenggarakan kegiatan serupa.

“Misalnya, kalau ada peluang untuk memperkenalkan panjat tebing, kita bisa bekerja sama dengan sekolah-sekolah dasar untuk mengadakan pelatihan dasar panjat tebing. Tentunya dengan mekanisme dan regulasi yang tepat,” ujar Abdul Gani yang juga akrab disapa Gagan.

Dia melanjutkan, selain olah raga panjat tebing juga dapat mengedukasi masyarakat dengan pengetahuan tentang bebatuan yang ada dikawasan geotheatre tersebut. Sebab, kawasan Tebing 125 merupakan bagian dari bentangan batuan alam yang dikenal karst Citatah.

“Apalagi, masyarakat yang berkunjung juga dapat menikmati keindahan alam sekaligus mendapat wawasan tentang batuan alamnya,” tutupnya.***

Pajak Air Permukaan Masih Jadi Polemik

Pajak Air Permukaan Masih Jadi Polemik

Kab. Purwakarta, INDO-SATU, — Masalah pajak air permukaan yang masih menjadi pertanyaan di Badan Anggaran menjadi dasar kunjungan Pimpinan dan Anggota komisi IV DPRD Jabar kunjungi Perum.Jasa Tirta II yang mengelola Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta .

Daddy Rohanady Anggota Komisi IV DPRD Jabar Mengatakan, ada potensi pendapatan pajak dari pajak air permukaan yang mempunyai pajak terutang sekitar 16 Milliar dari Perum Jasa Tirta II namun konfirmasi dari Sektetaris Perum. Jasa Tirta II sudah mengajukan “Pemutihan” dari satu tahun yang lalu.

“Inilah perlunya kita untuk duduk bersama untuk menjernihkan persoalan,” ujar Daddy Rohanady usai pertemuan dengan Perum. Jasa Tirta II di Kabupaten Purwakarta, Jumat (17/12/2021).

Daddy menambahkan, bila ada pemutihan maka seharusnya jangan dicantumkan dalam bagian potensi APBD Jabar yang sangat turun sangat jauh.

“Kalau toh misalnya ada pemutihan maka seharusnya tidak dicantumkan kedalam bagian potensi dari APBD Jabar yang seperti kita tau sekarang turun agak jauh,” tambah Daddy.

Daddy juga menyatakan, Komisi IV nantinya akan memberikan nota komisi kepada Dinas Sumber Daya Air, Bappeda dan Bapenda supaya diharapkan tidak ada kesalahpahaman .

“Komisi saya kira bisa memberikan nota komisi kepada kawan-kawan Dinas Sumber Daya Air dan miskipun bukan mitra komisi tapi bisa juga ke Bappeda dan Bapenda supaya tidak ada missed jadi jangan sampai asumsi -asumsi yang kita gunakan dalam APBD salah,” tutup Daddy Rohanady.***

Ridwan Solichin: Bangkitkan Geliat Ekonomi dengan Menumbuhkan Wirausahawan

Ridwan Solichin: Bangkitkan Geliat Ekonomi dengan Menumbuhkan Wirausahawan

Kab. Sumedang, INDO-SATU,  — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar XI, H. Ridwan Solichin, sosialisasikan Peraturan Daerah No. 6 Tahun 2019 Tentang Kewirausahaan Daerah di Kec. Wado Kab. Sumedang, Rabu (15/12/21).

Ridwan mengatakan disusunnya Perda No. 6 Tahun 2019 ini untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan yang kreatif, inovatif dan berwawasan lingkungan. Selain itu untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang efisien sehingga terjadi peningkatan kapasitan pelaku wirausaha.

“Perda ini sangat penting karena untuk bisa menjadikan Kabupaten Sumedang bergeliat secara ekonomi, kita harus bisa memberikan peningkatan kewirausahaan yang ada di Kabupaten Sumedang,” ujar Ridwan.

Ridwan menekankan dengan adanya Perda No. 6 Tahun 2019 bisa diharapkan dapat menumbuhkan wirausahawan-wirausahan muda, yang mendapatkan fasilitasi dan perhatian khusus dari pemerintah agar geliat ekonomi ditengah Pandemi Covid-19 ini bisa semakin tumbuh dan berkembang.

“Pembangunan sumber daya wirausaha harus mendapat fasilitasi dari pemerintah serta mendapatkan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan,” tambah Ridwan.

Ridwan pun berharap pembudayaan dan penumbuhan wirausaha baru harus masuk ke dunia pendidikan agar bermunculan para pengusaha untuk tercapainya kemakmuran khususnya di Kab. Sumedang.

“Kami sangat mengharapkan semangat Kewirausahaan ini harus masuk kedalam materi materi kuliah bahkan materi kurikulum yang ada di sekolah sejak SD, SMP, SMA bahkan hingga perguruan tinggi, harus diberikan mindset terkait kewirausahaan,” pungkas Ridwan.***

Anugerah IJTI Jabar Sebagai Motivasi Ineu Bekerja Dalam Pandemi

Anugerah IJTI Jabar Sebagai Motivasi Ineu Bekerja Dalam Pandemi

Kota Bandung, INDO-SATU, – Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Jawa Barat dalam acara “Malam Anugerah IJTI Jawa Barat 2021 memberikan penghargaan kepada Wakil Ketua DPRD Jabar Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M., sebagai Tokoh Perempuan Inovatif di Era Pandemi Covid-19.

Ineu mengapresiasi IJTI Jabar atas anugerah yang telah diberikan kepadanya. Menurutnya, ini merupakan kejutan yang luar biasa yang diberikan kepada dirinya.

“Terimakasih kepada rekan-rekan IJTI yang sebelumnya telah mengundang saya, dan ternyata malam ini saya mendapat kejutan luar biasa dan tidak diduga ternyata hasil kerja rekan-rekan di DPRD Jabar diapresiasi IJTI Jabar dengan memperoleh anugerah sebagai Tokoh Perempuan Inovatif di Era Pandemi Covid-19,” kata Ineu, dalam sambutannya di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, (13/12/2021).

Ineu menyebut, penghargaan ini merupakan hasil dari rekan-rekan di DPRD Provinsi Jawa Barat yang terus bekerja meskipun saat ini kondisinya masih dalam pandemi Covid-19.

“Anugerah ini adalah hasil atas capaian dan kinerja dari rekan-rekan di DPRD Jabar untuk masyarakat Jawa Barat bagaimana menghadapi pandemi Covid-19 hingga saat ini,” ucapnya.

Ineu berharap IJTI Jabar dapat terus berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat dalam bekerja, meskipun saat ini kondisinya masih pandemi Covid-19.

“Terimakasih kita harus tetap semangat dalam kebersamaan menghadapi pandemi ini dan rekan-rekan IJTI yang selalu mendampingi dan mensupport kami untuk terus bekerja ditengah masyarakat,” pesannya.

Diketahui, turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jabar Ridean Kamil, H. Umuh Muhtar, Direktur BANK Indonesia, BUMD, serta sejumlah Kepala Daerah (Bupati dan Walikota) yang turut serta memperoleh penghargaan Malam Anugerah IJTI Jawa Barat 2021.***

Kota Bandung Berduka, Yana Minta Pelayanan Publik Tetap Optimal

Kota Bandung Berduka, Yana Minta Pelayanan Publik Tetap Optimal

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) tengah berduka atas wafatnya Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada Jumat 10 Desember 2021 lalu. Namun Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemkot Bandung tetap berjalan seperti sedia kala.

“Hingga saat ini saya masih sangat berduka. Saya sangat kehilangan Mang Oded (sapaan akrab Oded M. Danial). Pemkot Bandung juga berduka. Tetapi saya ingin pastikan, pelayanan publik tetap berjalan dengan normal,” kata Yana, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/12/2021).

Perlu diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mengeluarkan surat bernomor 39/HM.07/Pem.Otda tertanggal 10 Desember 2021.

Dalam surat tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memerintahkan Wakil Wali Kota Bandung untuk melaksanakan tugas dan wewenang Wali Kota Bandung hingga terdapat ketentuan dan kebijakan lebih lanjut. Tujuannya, untuk menjamin keberlangsungan Pemkot Bandung.

Dalam surat tersebut dijelaskan, hal itu diambil berdasarkan Pasal 78 ayat 2 huruf U Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. yang menyebutkan kepala daerah berhenti karena meninggal dunia.

Pertimbangan lainnya yaitu Pasal pasal 66 ayat 1 huruf C Undang-undang No 9 Tahun 2015 tentang tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pada pasal tersebut disebutkan, wakil kepala daerah mempunyai tugas melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah menjalani masa hukuman atau berhalangan sementara.

Dalam surat tersebut Gubernur Jawa Barat atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Jabar turut berbelasungkawa atas wafatnya Wali Kota Bandung.

Terkait hal tersebut, Yana meminta seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung tetap melaksanakan tugas dan wewenangnya seperti biasa.

Bahkan untuk mewujudkan pemerintahan akuntabel seperti yang dicita-cita almarhum Oded M. Danial, Yana meminta seluruh ASN bekerja lebih profesional lagi.

“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Ingat pesan-pesan yang sempat disampaikan Mang Oded. Laksanakan tugas sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, maka kita semua akan memperoleh ganjaran dari Allah SWT,” tutur Yana. (Res)***

Momentum Reses Oleh Soleh Sapa Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya

Momentum Reses Oleh Soleh Sapa Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya

KABUPATEN TASIKMALAYA, INDO-SATU, — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan XV (Kota & Kabupaten Tasikmalaya) melaksanakan Reses I masa sidang 2021 – 2022.

Pada kesempatan tersebut Oleh Soleh mendapatkan banyak aspirasi dari masyarakat baik itu di bidang infrastruktur, bidang pendidikan.

Kang Oleh (Sapaan Oleh Soleh) menjelaskan bahwa setiap aspirasi yang ditampung harus sesuai dengan sistem Infromasi Pembangunan Daerah (SIPD) agar sesuai dengan tata tertib administrasi di pemerintahan.

“Setiap Aspirasi yang kita dapatkan di tiap Dapil itu harus sesuai dengan perencanaan di SIPD agar sesuai dengan tata tertib administrasi di Pemerintahan.”ucapnya usai melaksanakan reses di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Kamis(02/12/2022).

Lanjutnya ia mengatakan bahwa untuk usulan perbaikan dan pemeliharaan di bidang infrastruktur bisa melalui desa.

“Semua usulan perbaikan dan pemeliharaan di bidang infrastruktur bisa melalui desa, untuk kedepannya di catat, dan dialokasian disitu.”ucapnya

Oleh mengatakan untuk perbaikan jalan, atau jembatan yang kewenanganya ada di Provinsi insyaallah akan langsung diperbaiki.

“Untuk perbaikan jalan ataupun jembatan yang kewenangananya ada di Provinsi insyaallah segera diperbaiki.”ucapnya

“Akan tetapi untuk perbaikan jalan yang kewenangannya ada di Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan ataupun Desa harus melalui proses administrasi, harus ada musrembangnya, dan juga usulan Bupati.”ucapnya.

Lebih lanjut Oleh mengatakan bahwa semua usulan aspirasi yang didapatkan pada reses kali ini bisa disampaikan pada agenda forum Rapat Paripurna.

Kemudian Oleh menyebutkan untuk urusan Tasik Selatan paling akhir di tahun 2022 sudah menjadi keputusan politik Provinsi Jawa Barat sebagai CDOB yang akan disukseskan menjadi Otonomi Daerah di Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk urusan Tasik Selatan, Prolegda Provinsi Jawa Barat akan membahas tentang perda Tasela di akhir tahun 2022, dan sudah menjadi keputusan politik Provinsi Jawa sebagai CDOB yang akan disukseskan menjadi Otonomi Daerah di Kabupaten Tasikmalaya.”ucapnya.***

Sari Sundari Jaring Aspirasi Masyarakat Ciwidey, Kabupten Bandung

Sari Sundari Jaring Aspirasi Masyarakat Ciwidey, Kabupten Bandung

Kabupaten Bandung, INDO-SATU, – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Sari Sundari.S.Sos Melaksanakan Reses I Tahun Sidang 2021 -2022 di Pondok Winagung Hotel Jl. Raya Ciwidey, Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (1/12/2021 ) Beberapa Aspirasi disampaikan Masyarakat Ciwidey khususnya Kelompok Tani , UMKM dan PKK kecamatan Ciwidey .

Sari Sundari mengatakan , Aspirasi dari kelompok tani diantaranya Masyarakat Tani menginginkan pemerintah bisa memberikan harga panen yang layak seperti menanam mudah, produksi tidak mahal namun hasil panen yang mahal , sedangkan aspirasi dari UMKM memginginkan bantuan dipermudahnya birokrasi perijinan sehingga mendapatkan label halal dipermudah dan diperbanyak kuotanya .

“Beberapa aspirasi disampikan pada reses kali ini , seperti dari kelompok tani yang menginginkan pemerintah turut andil dalam memberikan hasil panen yang layak karena para tani maunya menanam dengan mudah, produksi tidak mahal namun mendapatkan hasil panen yang mahal atau layak untuk mereka, sementara dari para pelaku UMKM minta dipermudah birokrasi untuk mendapatkan label halal dan dibanyakin kuotanya ” Ujar Sari usai jaring aspirasi reses di ciwidey , Kabupaten Bandung.

Sari juga menambahkan, nantinya aspirasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti meniadi masukan dalan rapat fraksi dan menjadi pandangan umum dari fraksi PKS dan akan disampaikan kepada mitra- mitra kerja dari komisi II.

“Nanti pastinya hasil reses kali ini akan kita bawa ke fraksi dan dijadikan pandangan umum dari fraksi PKS dan saya pribadipun akan menyampaikan aspirasi yang didapat kepada mitra-mitra kerja dari komisi II tempat saya berada” Tutup Sari Sundari.***