Momentum Reses Oleh Soleh Sapa Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya

Momentum Reses Oleh Soleh Sapa Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya

KABUPATEN TASIKMALAYA, INDO-SATU, — Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan XV (Kota & Kabupaten Tasikmalaya) melaksanakan Reses I masa sidang 2021 – 2022.

Pada kesempatan tersebut Oleh Soleh mendapatkan banyak aspirasi dari masyarakat baik itu di bidang infrastruktur, bidang pendidikan.

Kang Oleh (Sapaan Oleh Soleh) menjelaskan bahwa setiap aspirasi yang ditampung harus sesuai dengan sistem Infromasi Pembangunan Daerah (SIPD) agar sesuai dengan tata tertib administrasi di pemerintahan.

“Setiap Aspirasi yang kita dapatkan di tiap Dapil itu harus sesuai dengan perencanaan di SIPD agar sesuai dengan tata tertib administrasi di Pemerintahan.”ucapnya usai melaksanakan reses di Gedung PCNU Kabupaten Tasikmalaya, Kamis(02/12/2022).

Lanjutnya ia mengatakan bahwa untuk usulan perbaikan dan pemeliharaan di bidang infrastruktur bisa melalui desa.

“Semua usulan perbaikan dan pemeliharaan di bidang infrastruktur bisa melalui desa, untuk kedepannya di catat, dan dialokasian disitu.”ucapnya

Oleh mengatakan untuk perbaikan jalan, atau jembatan yang kewenanganya ada di Provinsi insyaallah akan langsung diperbaiki.

“Untuk perbaikan jalan ataupun jembatan yang kewenangananya ada di Provinsi insyaallah segera diperbaiki.”ucapnya

“Akan tetapi untuk perbaikan jalan yang kewenangannya ada di Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan ataupun Desa harus melalui proses administrasi, harus ada musrembangnya, dan juga usulan Bupati.”ucapnya.

Lebih lanjut Oleh mengatakan bahwa semua usulan aspirasi yang didapatkan pada reses kali ini bisa disampaikan pada agenda forum Rapat Paripurna.

Kemudian Oleh menyebutkan untuk urusan Tasik Selatan paling akhir di tahun 2022 sudah menjadi keputusan politik Provinsi Jawa Barat sebagai CDOB yang akan disukseskan menjadi Otonomi Daerah di Kabupaten Tasikmalaya.

“Untuk urusan Tasik Selatan, Prolegda Provinsi Jawa Barat akan membahas tentang perda Tasela di akhir tahun 2022, dan sudah menjadi keputusan politik Provinsi Jawa sebagai CDOB yang akan disukseskan menjadi Otonomi Daerah di Kabupaten Tasikmalaya.”ucapnya.***

Sari Sundari Jaring Aspirasi Masyarakat Ciwidey, Kabupten Bandung

Sari Sundari Jaring Aspirasi Masyarakat Ciwidey, Kabupten Bandung

Kabupaten Bandung, INDO-SATU, – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Sari Sundari.S.Sos Melaksanakan Reses I Tahun Sidang 2021 -2022 di Pondok Winagung Hotel Jl. Raya Ciwidey, Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (1/12/2021 ) Beberapa Aspirasi disampaikan Masyarakat Ciwidey khususnya Kelompok Tani , UMKM dan PKK kecamatan Ciwidey .

Sari Sundari mengatakan , Aspirasi dari kelompok tani diantaranya Masyarakat Tani menginginkan pemerintah bisa memberikan harga panen yang layak seperti menanam mudah, produksi tidak mahal namun hasil panen yang mahal , sedangkan aspirasi dari UMKM memginginkan bantuan dipermudahnya birokrasi perijinan sehingga mendapatkan label halal dipermudah dan diperbanyak kuotanya .

“Beberapa aspirasi disampikan pada reses kali ini , seperti dari kelompok tani yang menginginkan pemerintah turut andil dalam memberikan hasil panen yang layak karena para tani maunya menanam dengan mudah, produksi tidak mahal namun mendapatkan hasil panen yang mahal atau layak untuk mereka, sementara dari para pelaku UMKM minta dipermudah birokrasi untuk mendapatkan label halal dan dibanyakin kuotanya ” Ujar Sari usai jaring aspirasi reses di ciwidey , Kabupaten Bandung.

Sari juga menambahkan, nantinya aspirasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti meniadi masukan dalan rapat fraksi dan menjadi pandangan umum dari fraksi PKS dan akan disampaikan kepada mitra- mitra kerja dari komisi II.

“Nanti pastinya hasil reses kali ini akan kita bawa ke fraksi dan dijadikan pandangan umum dari fraksi PKS dan saya pribadipun akan menyampaikan aspirasi yang didapat kepada mitra-mitra kerja dari komisi II tempat saya berada” Tutup Sari Sundari.***

Prioritaskan Program Hasil Musrenbang Kota Cirebon

Prioritaskan Program Hasil Musrenbang Kota Cirebon

KOTA CIREBON, INDO-SATU, – Banyak masukan-masukan aspirasi dari masyarakat termasuk usulan-usulan dari Pemerintah Kota Cirebon dari hasil Musrenbang Kota Cirebon. Ada yang belum terakomodir dari Pemkot Cirebon diusulkan kembali ke Pemprov Jabar ditahun depan. Demikian ungkapan Eryani Sulam dalam kegiatan Reses I Tahun Sidang 2021-2022 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daerah Pemilihan XII (Kota Cirebon, Kab. Cirebon dan Kab. indramayu).

“Ada masukan juga dari wakil walikota Cirebon agar mempriroitaskan hasil musrenbang agar didorong pada tahun anggaran 2022,” ujar Eryani Sulam di Rumah Dinas Wakil Walikota Cirebon, Jalan Jend. Sudirman, no. E 2 A, Desa Kalijaga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (1/12/2021).

Terutama, tambahnya, untuk penerangan jalan dan jalan provinsi yang sekarang ini sudah mulai rusak. Lantaran hampir dua tahun terakhir untuk pemeliharaan jalan ini tidak optimal. Selain itu yang tidak kalah penting ialah soal irigasi untuk pengairan sawah. Ada dua sungai yang berbatasan dengan kabupaten untuk pengairan sawah.

“Saya juga menyampaikan kepada anggota dewan Kota Cirebon, untuk urusan irigasi dan limbah rumah tangga. Terutama soal penganggaran bisa disampaikan, lalu akan ditindaklanjuti dalam pembahasan musrenbang provinsi tahun berikutnya,” katanya.

Eryani melanjutkan, masyarakat secara awam mempertanyakan soal penerapan protokol kesehatan. Karena itu, dalam kegiatan reses yang dihadiri 175 orang tersebut menjadi sarana edukasi tentang penerapan protokol kesehatan. Masyarakat melihatnya lebih sederhana soal prokes yang hingga kini masih terbilang ketat. Sehingga, dalam reses tersebut, pihaknya juga menyampaikan bahwa dalam kondisi saat ini masih perlu untuk menerapkan prokes.

“Kita juga menyampaikan bahwa pandemi ini belum berakhir, bahkan beredar pemberitaan adanya gelombang ketiga. Sehingga masih perlu kedisiplinan penerapan prokes,” tandasnya.****

Lewat Reses I, Achmad Ru’yat Berikan Solusi untuk Masyarakat terkait Akses SIPD

Lewat Reses I, Achmad Ru’yat Berikan Solusi untuk Masyarakat terkait Akses SIPD

Kabupaten Bogor,INDO-SATU, – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan VI (Kabupaten Bogor) H. Achmad Ru’yat menggelar kegiatan Reses I Tahun Sidang 2021 -2022, yang bertempat di Aula Warso Farm, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Rabu (01/12/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Achmad Ru’yat menerima aspirasi dari masyarakat yaitu terkait sulitnya mendapatkan program bantuan sosial ruang kelas baru (RKB) dan kesulitan mengakses Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

Menanggapi hal tersebut, Achmad Ru’yat mengatakan secara kongkrit SIPD dibuat untuk terciptanya akuntabilitas, transparansi serta mengikuti perkembangan di era digital saat ini.

“Yang harus jadi solusi ialah, SIPD ini harus dijelaskan secara detil teknis pelaksanaannya kepada seluruh masyarakat agar aplikasi SIPD ini dikuasai masyarakat dan ini terpantau pengawasannya,” katanya.

Kemudian, melalui SIPD ini diyakini dapat mempermudah masyarakat dalam proses pengajuan aspirasi dari masyarakat yang bisa lebih transparan dan akuntabel.

“Ini suatu proses yang secara bertahap, mudah-mudahan seiring dengan berjalannya waktu hal ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat,” pungkas Ru’yat.

Ru’yat berharap, kedepan harus ada tim teknis yang familiar dengan dunia digital sehingga hal tersebut dapat membantu dalam proses pengajuan yang menjadi kebutuhan di tengah-tengah masyarakat sehingga terkontrol dapat terkontrol dengan baik.***

Ketua DPRD Jabar Serap Aspirasi Masyarakat Desa Cintamekar Subang

Ketua DPRD Jabar Serap Aspirasi Masyarakat Desa Cintamekar Subang

Kabupaten Subang, INDO-SATU, – Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Brigjen TNI (Purn). Taufik Hidayat serap aspirasi masyarakat Desa Cintamekar Kecamatan Serangpanjang Kabupaten Subang dalam rangka Reses I Tahun Sidang 2021-2022, Rabu (1/12/2021).

Taufik Hidayat dalam kesempatan tersebut menyebutkan, pandemi covid-19 yang masih melanda sampai saat ini mengakibatkan anggaran tersendat dan mempengaruhi pembangunan Jawa Barat.

“Saya, Pak Gubernur dan Pak Bupati sudah berkeliling Subang, tapi gara-gara Covid-19 anggarannya ‘tercekek’, insyaAllah tahun depan bantuan untuk Kab. Subang lebih optimal”, ujar Taufik.

Ia pun menghimbau masyarakat untuk terus menaati protokol kesehatan, walaupun saat ini situasi pandemi dinilai tengah landai. Namun penerapan protokol kesehatan, serta menerapkan pola hidup sehat harus tetap dilakukan agar pandemi segera berakhir dan program pembangunan bisa kembali berjalan secara optimal.

“Tidak di kampung tidak di kota semuanya pasti nuju rieut (pusing), mari taati protokol kesehatan, kita berdoa agar covid hilang, subang bahagia”, kata Taufik.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Subang, H. Ruhimat serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang, Aceng Kudus.

Dalam sambutannya, Bupati Subang H. Ruhimat menyambut positif pelaksanaan kegiatan Reses Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.

Ia berharap berbagai aspirasi dari masyarakat Kabupaten Subang dapat diserap serta diperjuangkan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Dengan adanya pelaksanaan reses di Desa Cintamekar ini memberikan optimisme karena bagaimana pun kita membutuhkan bantuan dari orang tua kita di Provinsi Jawa Barat keur ngabangun wilayah urang”, ujar Kang Jimat.

Sebagai informasi bahwa saat ini Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, tengah melaksanakan agenda Reses I Tahun Sidang 2021-2022. Berlangsung dari tanggal 1 hingga 10 Desember 2021, kegiatan reses dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat di setiap daerah meliputi 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Selanjutnya hasil reses berupa aspirasi masyarakat akan dilaporkan secara langsung di hadapan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh unsur pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai usulan program pembangunan.***

PT KCIC Pastikan Insiden Bekisting Jatuh Tak Memakan Korban

PT KCIC Pastikan Insiden Bekisting Jatuh Tak Memakan Korban

BANDUNG, INDO-SATU – PT Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC) memastikan insiden puluhan besi bekisting jatuh di kawasan komplek Lembah Teratai, RT 4 RW 12, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Selasa 9 November 2021 lalu tidak memakan korban.

Pasalnya peristiwa itu tidak terjadi di area hunian warga, melainkan di area konstruksi yang tertutup untuk umum.

“Betul ada besi bekisting yang jatuh di Ngamprah namun besi tersebut jatuh di area konstruksi yang tertutup sehingga tidak ada warga yang terluka,” kata GM Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya, Senin 15 November 2021.

KCIC bakal menelusuri penyebab kejadian itu. Hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti adanya pelanggaran prosedur dalam kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian secara detail.

“Penyebabnya masih belum bisa Kami sebutkan karena saat ini kontraktor masih melakukan investigasi mendalam apakah ada pelanggaran prosedur atau tidak,” tambahnya.

Mirza menyebut, saat ini, besi bekisting tersebut sudah ditangani langsung oleh pihak kontraktor dan area sudah dibersihkan sehingga pekerjaan konstruksi bisa kembali berjalan normal.

“Sekarang besi-besi tersebut sudah dibersihkan oleh pihak kontraktor jadi pekerjaan konstruksi sudah normal kembali,” paparnya.

Mirza pun menambahkan bahwa apapun penyebab jatuhnya besi bekisting tersebut, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap proses pengerjaan konstruksi di semua area agar kejadian serupa tidak terulang.

“Apapun penyebabnya, tentu ini jadi pelajaran bagi Kami dan kedepannya pengawasan terhadap pekerjaan proyek akan ditingkatkan supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mirza menekankan kalau di setiap area pembangunan proyek KCJB terdapat prosedur keselamatan dan keamanan kerja yang ketat, termasuk melarang masyarakat umum masuk ke area proyek guna menghindari kecelakaan.

“Di setiap area proyek ada aturannya. Prosedurnya ketat soal keamanan dan keselamatan kerja. Warga juga dilarang masuk demi keselamatan mereka dan menghindari kecelakaan di area proyek,” paparnya.

Laba Bersih Wom Finance Meningkat 34 Persen

Laba Bersih Wom Finance Meningkat 34 Persen

BANDUNG, INDO-SATU – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Perseroan) terus melakukan inovasi dan inisiatif dalam rangka perbaikan kinerja Perseroan di tengah pandemi Covid 19.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutanda pada kegiatan Public Expose atau Paparan Publik secara virtual pada Rabu(3/11).

Menurutnya, hingga saat ini perseroan telah merealisasikan proses digitalisasi akuisisi dan channel payment. Selain itu Perseroan juga telah berhasil menerapkan Work by Virtual dalam rapat, training, sosialisasi dan aktivitas operasional bagi karyawan.

“Perseroan juga telah menjalankan sentralisasi proses operasional dan kredit serta optimalisasi produktivitas dan efektivitas tenaga marketing dan penagihan,” katanya.

Untuk pengembangan produk, kata Djaja, pada Agustus lalu Perseroan telah meluncurkan produk baru pembiayaan logam mulia bernama MasKu.

“Keberhasilan Perseroan dalam menjalankan keseluruhan strategi ditengah masa sulit Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang positif bagi pencapaian kinerja Perusahaan.” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Perseroan, Zacharia Susantadiredja mengatakan,  Perseroan mencatatkan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2021 sebesar Rp76 miliar. Laba bersih ini meningkat 34% dibandingkan pada periode September 2020 yang mencapai Rp56 miliar.

“Peningkatan Laba Bersih ini didorong atas perbaikan kualitas portofolio yang signifikan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang sehat dan konsistensi atas efisiensi biaya dana dan operasional Perseroan,”jelasnya.

Sementara itu,  total penyaluran pembiayaan mengalami peningkatan sebesar 69% yakni mencapai Rp3,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun.

“Total Ekuitas mengalami peningkatan 8% menjadi Rp 1,3 triliun, Return on Asset (ROA) 2.7% dengan Return on Equity (ROE) 8,1%, meningkat masing-masing dari1,5% dan 6,1% dibandingkan September 2020. Sedangkan Non Performing Financing/NPF – Nett 0,9%, turun 1,9% dibandingkan September 2020,” katanya.

Ia menegaskan, hingga saat ini kinerja Perseroan Secara keseluruhan berjalan terus membaik ini tidak lain adalah kerja kerasseluruh manajemen dan karyawan. Dengan keberhasilan ini,

“Kami siap melakukan ekspansi yang lebih luas untuk mencapai pertumbuhan yang lebih solid demi kepuasaan konsumen dan mitra kami,” pungkasnya.

Ada Peluang Efisiensi, Dana Pilgub Jabar 2024 Dikaji Kembali

Ada Peluang Efisiensi, Dana Pilgub Jabar 2024 Dikaji Kembali

Kota Semarang, INDO-SATU, – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BP Perda) DPRD Provinsi Jawa Barat meminta Dana yang diusulkan untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada Tahun 2024 sebesar 2,4 Trilyun untuk ditinjau kembali.

Ketua BP Perda DPRD Jabar Achdar Sudrajat mengatakan, BP Perda melihat ada peluang efisiensi anggaran sehingga perlu dikaji ulang. “Dana yang diusulkan 2,4 Trilyun itu, kita dewan dalam hal ini BP Perda melihat ini bisa dikaji ulang”, ujar Achdar disela rapat kerja BP Perda DPRD Jabar beserta Perangkat Daerah Provinsi Jawa Barat terkait Dana Cadangan Daerah Pemilihan Gubernur Jawa Barat Tahun 2024, di Kota Semarang, Rabu, (3/11/2021).

Achdar menambahkan, adanya Pandemi Covid-19 telah menyebabkan pendapatan daerah berkurang sehingga dengan efisiensi, anggaran bisa dialihkan untuk program pembangunan.

“2,4 Trilyun itu untuk apa kepentingannya, kebutuhan dan sebagainya? Kita ingin penjelasan secara konkret karena kita melihat ada peluang efisiensi,” jelas Achdar.

Achdar menekankan, anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada Tahun 2024 yang sangat besar sehingga tidak cukup dalam sekali penganggaran. Oleh karena itu diperlukan payung hukum sebagai panduan yang akan dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Dana Cadangan Daerah (DCD) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2024.

“DCD ini sangat penting dan sudah mendesak sehingga BP Perda sepakat Ranperda DCD untuk dibahas secara cepat dan tuntas,” tegas Achdar.

Ia pun akan segera melaporkan hasil kerja pihaknya kepada Pimpinan DPRD Jawa Barat untuk segera dilakukan pembahasan selanjutnya.***

Komisi IV Evaluasi program Kerja kantor cabang ESDM Wilayah IV Bandung

Komisi IV Evaluasi program Kerja kantor cabang ESDM Wilayah IV Bandung

Kota Cimahi, INDO-SATU,– Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Kunjungi Kantor Cabang Dinas ESDM Wilayah IV Bandung terkait dengan Monitoring Kegiatan Tahun Anggaran 2022 dan Evaluasi Kegiatan Tahun Anggaran 2021.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Tetep Abdul Latip mengatakan, Komisi IV berkumjung ke kantor cabang dinas ESDM Wilayah IV yang membawahi beberapa kabupaten kota dan menemukan bahwa dengan beban kerja yang luar biasa dan SDMnya banyak namun keberpihakan anggran dari pemerintah provinsi hanya 2 milliar untuk tahun 2022 yang sangat tidak adil.

“Komisi IV berkunjung ke kantor cabang dinas ESDM wilayah IV yang membawahi beberapa kabupaten kota, kita menemukan memang dengan beban kerja yang luar biasa, SDM cukup banyak tetapi keberpihakan anggaran dari pemerintah provinsi hanya 2 Milliar saja untuk tahun 2022 sangat tidak adil, padahal ada program-program tertentu di provinsi jabar seperti alun-alun yang menghabiskan puluhan milliar,” ujar Tetep Abdul Latip di Kota Cimahi, Rabu (3/11/2021)

Tetep juga menambahkan, dengan kondisi ini, akan menjadi catatan khusus untuk komisi IV agar bisa mendorong agar setiap cabang dinas bisa mendapatkan tambahan anggaran untuk tahun 2022 karena dana tersebut lebih dibutuhkan untuk menjalankan program – program cabang dinas dibandingkan dengan anggaran – anggaran pencitraan.

“Ini memang menjadi catatan khusus dan juga membutuhkan keberanian dari komisi IV untuk memperjuangkan penambahan anggaran untuk beberapa cabang dinas menjalankan program – program yang sudah direncanakan atau yang tertunda karena pandemi sebenarnya angka tersebut kecillah dibandingkan dengan anggaran – anggaran mercusuar yang hanya untuk pencitraan saja,” Tutup Tetep Abdul Latip.***

KPID Harus Mampu Menjawab Tantangan Penyiaran Di Jawa Barat Menjelang ASO

KPID Harus Mampu Menjawab Tantangan Penyiaran Di Jawa Barat Menjelang ASO

Kab. Bandung, INDO-SATU, – Jelang Analog Switch Off (ASO) pada 2022 memdatang, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengapresiasi persiapan tahapan-tahapan yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Prov. Jabar, Bedi Budiman pada perhelatan Malam Anugerag Penyiaran KPID JABAR KE-14 Tahun 2021 di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (2/11/2021).

Menurutnya, Kementerian Komunikasi Dan Informasi (Kemenkominfo) sebagai induk penyiaran di Indonesia sudah cukup baik dalam mensosialisasikan ASO yang dilakukan secara masif. Namun demikian, tetap ini harus dibantu oleh banyak pihak, terutama, untuk masuk ke wilayah-wilayah pedesaaan dan terpencil. Sebab, topografi karena Jawa Barat ini terdiri dari pegunungan. Artinya medannya menjadi tantangan bagi KPID dengan wilayah pegunungan Jawa Barat.

“Oleh karena itu, kami minta agar program ini diperhitungkan matang di Jawa Barat. Termasuk bagaimana nanti agar jangan sampai penduduk yang banyak di Jawa Barat ini nanti tidak merata, justru yang membutuhkan yang tidak kebagian lantaran topografinya yang sulit,” ujar Bedi.

Selain itu, katanya, soal kualitasnya juga harus diperhatikan serius dan jangan sampai ketika peralihan televisi analog ke digital sudah diberlakukan dan dinikmati oleh warga, hanya dalam waktu beberapa bulan sudah ada gangguan

“Jangan sampai itu menjadi tragedi nasional, saya titip betul menjaga kualitasnya. Jadi, kalau itu untuk dibagikan ke rakyat walaupun untuk dibagikan itu kualitasnya harus bagus. Misalnya, baru tiga bulan kemudian rusak akhirnya rakyat tidak bisa menikmati siaran televisi,” katanya.

Di singgung soal ujicoba siaran televisi digital, Bedi menilai sudah sangat bagus dengan hasil gambar yang jernih. Karena itu, pihaknya juga mengajak masyarakat Jawa Barat untuk ikut berpartisipasi dan mensukseskan program pemerintah dalam peralihan televisi analog ke televisi digital.

“Kemarin saya sudah lihat, sudah uji coba ya waktu sepak bola begitu pas mantap,bagus jernih begitu. Jadi sip! begitu ya. Saya juga meminta pada masyarakt Jawa Barat untuk bersama-sama mensukseskan program ASO ini. Dan meyakini bahwa ini adalah kebijakan yang terbaik untuk kemajuan Jawa Barat,” pungkasnya.***