KMC “Galuh Taruna” Bandung Gelar Bakti Sosial Kemasyarakatan 2021

KMC “Galuh Taruna” Bandung Gelar Bakti Sosial Kemasyarakatan 2021

Acara pembukaan kegiatan Bakti Sosial Kemasyarakatan (BSK) di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis pada Jumat (6/8/2021).

 

Keluarga Mahasiswa Ciamis (KMC) “Galuh Taruna” Bandung melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Kemasyarakatan (BSK) di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang secara resmi dibuka pada hari Jumat (6/8/2021).

Ketua pelaksana BSK, Alpian Arip (20) menuturkan, kegiatan BSK ini merupakan salah satu program KMC “Galuh Taruna” Bandung yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Namun, pada tahun 2020 tidak dilaksanakan karena adanya pandemi Covid-19, kegiatan ini baru dilaksanakan lagi pada tahun 2021, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.  “Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang mahasiswa aktif asal Ciamis dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Bandung,” tutur Alpian, Jumat (6/8/2021).

Adapun kegiatan BSK kali ini mengangkat tema “Patepung Lawung Paamprok Jonghok Sauyunan Akur Ngawangun Lembur, Sapanuju Rasa Miara Desa”  Yang memiliki makna menjunjung tinggi kekeluagaan dan memiliki tujuan yang sama yaitu memelihara dan ikut andil membangun desa.

Salah satu pembina KMC “Galuh Taruna” Bandung, Misfad, menegaskan bahwa kegiatan BSK ini bukan semata-mata pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga ajang untuk belajar hidup bermasyarakat di Desa Jalatrang ini.

“Saya berharap dengan diadakannya kegiatan BSK ini, mahasiswa juga mampu belajar menghadapi realita yang terjadi di masyarakat, karena terkadang apa yang diajarkan di perguruan tinggi tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya,” tambah Misfad pada Jumat (6/8/2021) sebagaimana keterangan tertulis.

Selama 25 hari ke depan banyak kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu diantaranya service motor gratis, donor darah, mengajar Sekolah Dasar (SD) dengan teknis private dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan Madrasah Diniyah (MD), rias desa, santunan anak yatim, peringatan 17 Agustus, seminar pendidikan dan digital matketing, bank sampah, dan tabligh akbar sekaligus penutupan kegiatan BSK.

Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, menyambut dengan baik maksud dan tujuan kegiatan BSK ini dan beliau berharap kegiatan ini mampu memberikan inovasi yang mendukung program untuk kemajuan desa.

Bersamaan dengan itu, Kepala Kecamatan Cipaku, Bangbang Mohamad, mengapresiasi terkait tema yang diusung dalam kegiatan BSK ini dan diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat melalui  kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.

Terkendala Akses Informasi, Masyarakat Pedesaan Belum Paham Aplikasi Pikobar

Terkendala Akses Informasi, Masyarakat Pedesaan Belum Paham Aplikasi Pikobar

BANDUNG — Hadirnya sejumlah fitur dalam program aplikasi Pusat Koordinasi dan Informasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) yang bertujuan untuk menyajikan data, dan informasi terkait penyebaran dan pencegahan covid-19  dinilai belum sepenuhnya dapat dipahami oleh masyarakat khususnya di daerah pedesaan.

Berbeda dengan masyarakat di perkotaan, terbatasnya akses informasi dan sarana pendukung menjadi salah satu penyebab, program Pikobar tidak dapat dijangkau oleh masyarakat di pedesaan.

Oleh karena permasalahan mengenai pemerataan sosialisasi aplikasi Pikobar harus menjadi perhatian serius Pemprov Jabar.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto saat dihubungi pada Sabtu (24/7/2021).

Selain itu permasalahan mengenai akurasi data pada aplikasi tersebut harus menjadi perhatian, dari jumlah angka sebaran kasus aktif, pasien sembuh, pasien meninggal, dan data lainnya.

“Pemprov harus berpikir ulang mengenai aplikasi Pikobar, evaluasi mengenai ketepatan update penyebaran angka pasien, berapa angka sebenarnya”ucap Bambang.

“Evaluasi besar harus dilakukan seperti pada angka kematian harus dievaluasi akurasinya, pasien terpapar, dan sembuh. Beberapa waktu kebelakang, angka kematian ini naik hampir tiap hari ada yang meninggal di tiap desa”imbuhnya.

Lebih lanjut pihaknya pun menyoroti terkait, kapasitas rumah sakit dalam menampung pasien baik yang terpapar covid-19 maupun pasien non-covid. Bambang menekankan, bahwa penanganan pasien jangan hanya terfokus pada penganan pasien terpapar covid-19, pasien non covid pun harus mendapatkan penanganganan.

“Kesiapan rumah sakit dalam menampung pasien baik untuk pasien covid dan non covid, penanganan pasien non covid-19 pun  jangan dibiarkan”pungkasnya. (Tor)***

 

Antisapasi Gelombang PHK, Pemprov Harus Siapkan Skema Terukur

Antisapasi Gelombang PHK, Pemprov Harus Siapkan Skema Terukur

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto

BANDUNG — Penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa – Bali yang berlangsung 2 Juli – 20 Juli 2021, dinilai telah memicu gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Menanggapi permasalahan tersebut Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto meminta Pemdaprov Jabar, segera mempersiapkan skema terukur sebagai salah satu solusi seiring gelombang PHK yang terjadi di Jawa Barat.

“Jangan terkesan latah dalam menentukan kebijakan di tengah pandemi, jangan sporadis dan tidak terukur. Dalam hal ini Pemprov harus bertindak cepat, melakukan konsolidasi tersendiri untuk merumuskan sebuah skema seperti yang terjadi pada skema pemulihan ekonomi”ucap Bambang saat dihubungi, Jumat (23/7/2021).

Selain itu menurut Bambang, untuk mengantisipasi dampak gelombang PHK yang terjadi saat ini Pemprov Jabar selain melibatkan seluruh stakeholder juga harus melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Bambang menyebut, BUMD memiliki peranan penting untuk dapat memberikan akses bantuan permodalan bagi  para pelaku usaha dan masyarakat. Sehingga dampak dari PHK akibat PPKM Darurat dapat diminimalisir.

“Melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menyediakan akses permodalan bagi para pelaku usaha, sehingga dampak PHK dari perpanjangan PPKM Darurat ini dapat diminimalisir”tutupnya. (Tor)***

BNN Bandung Barat Ungkap 2 Kasus Narkoba Jaringan Residivis

BNN Bandung Barat Ungkap 2 Kasus Narkoba Jaringan Residivis

INDO-SATU – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bandung Barat mengungkap dua kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang Maret 2021. Satu diantaranya peredaran gelap narkoba jenis sabu yang melibatkan residivis.

Kepala BNNK Bandung Barat, M. Yulian S menjelaskan, pihaknya menangkap pelaku TS (54) di kawasan jalan tol sepulang dari Bogor usai membawa sabu seberat 39,1 gram yang hendak diedarkan di KBB.

“Pelaku kita tangkap di tol pas mau balik ke Bandung dari Cileungsi Bogor dengan menggunakan bus umum. Pelaku menyembunyikan sabu di dalam sepatu,” kata Yulian, Senin (22/3).

Ia menambahkan, pelaku yang merupakan Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat tersebut pernah mendekam dalam penjara dalam kasus peredaran gelap ganja selama tiga kali.

“TS, kini diamankan di Lembaga Pamasyarakatan (LP) Banceuy Kota Bandung. Karena BNNK Bandung Barat hingga kini belum memiliki tempat tahanan,” katanya.

Sementara itu, pelaku kedua yakni pemuda berinisial MY (23), penduduk Kampung Cikandang, Desa Cimareme, Kecamatan Padalarang. Dirinya tersangkut kasus penggunaan narkoba jenis tembakau sintetis.

“MY, ditangkap karena menggunakan tembakau sintetis gorila dengan barang bukti 7,3 gram atau 11 paket. MY menyebutkan barangnya dibeli secara online lewat medsos (media sosial),” katanya.

Ia menegaskan, MY merupakan berstatus sebagai pemakai barang haram tersebut. Oleh karena itu, tersangka saat ini menjalani rehabilitasi dan dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Pelaku dikembalikan pada orang tuanya dan Setiap Kamis wajib lapor ke Kantor BNNK Bandung Barat. Kita suruh dia ikut kegiatan pengajian di sini (Kantor BNNK), bareng sama kita-kita,” katanya.***

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Sistem Kelola Keuangan Ormawa di Era Pandemi

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Sistem Kelola Keuangan Ormawa di Era Pandemi

Bandung – Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ah. Fathonih,  membuka acara Workshop Sistem Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Era Pandemi Covid-19 Bagian Kemahasiswaan dan Alumni di Shanti Hotel, Rabu (17/03/2021).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menegaskan kehadiran pandemi Covid-19 ternyata membawa berkah tersendiri bagi civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus melakukan inovasi, perubahan kearah yang lebih baik.

“Momentum era pandemi Covid-19 ini harus dijadikan waktu yang tepat untuk terus belajar. Hari ini kita ingin belajar meningkatkan tata kelola pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan di lingkungan Ormawa,” tegasnya.

Dia menyampaikan, SK Dirjen Nomer 4961 mengamanatkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra universitas diarahkan bukan pada orientasi politik praktis, tetapi diarahkan pada peningkatan kualitas akademik dan non akademik.

“Karenanya ormawa harus menjadi dinamisator, fasilitator, pengembangan minat dan bakat mahasiswa, UKM UKK harus hadir di sana dan mampu memerankan dirinya dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa,” paparnya.

Kehadiran organisasi kemahasiswaan harus memberikan manfaat bagi civitas akademika dan masyarakat.

“Setiap ormawa dituntut untuk keluar dari zona nyaman, dengan terus melakukan perubahan, perbaikan bukan hanya melakukan rapat kerja dan berakhir pada pergantian kepengurusan yang diwariskan. Dalam setiap pelantikan, rapat kerja UKM, UKK, DEMA, SEMA, saya selalu mengamanatkan kepada setiap pengurus, kehadiran Ormawa harus dirasakan oleh organisasi, lembaga, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sehingga dapat membanggakan UIN Sunan Gunung Djati,” paparnya.

Upaya meningkatkan atmosfer akademik di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ormawa diharapkan dapat menopang visi dan misi menuju kampus unggul dan kompetitif. (Tor)***

Bersumber Dari Kemendikbud, STISIP Tasikmalaya Salurkan Bantuan UKT untuk Puluhan Mahasiswa

Bersumber Dari Kemendikbud, STISIP Tasikmalaya Salurkan Bantuan UKT untuk Puluhan Mahasiswa

Tasikmalaya – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Tasikmalaya salurkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bersumber dari Kemendikbud bagi mahasiswa-mahasiswi program S1 yang terdampak pandemi Covid-19. Pemberian bantuan UKT bersumber dari Kemendikbud tersebut digelar di Kampus STISIP Tasikmalaya, Selasa (16/4/2021).

Menurutnya, besaran UKT yang bersumber dari Kemendikbud itu diberikan ke 50 mahasiswa-mahasiswi yang memang betul-betul terdampak Covid-19,” ujar Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STISIP Tasikmalaya, H. Damay Rusli, S.Sos,. M.Pd.

Adapun, bantuan UKT di semester genap tersebut sebesar 2.4 Jt. Sebelumnya, di semester ganjil juga STISIP Tasikmalaya telah menyalurkan bantuan UKT bersumber dari Kemendikbud bagi 50 mahasiswa-mahasiswi dengan jumlah besaran yang sama.

H. Damay memandang bahwa untuk mahasiswa di daerah seperti di STISIP Tasikmalaya, bantuan UKT tersebut sangat membantu sekali bagi mahasiswa yang terdampak pandemi. Oleh sebab itu mudah-mudahan dengan adanya bantuan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa, sehingga dapat termotivasi dalam proses perkuliahannya.

“H. Damay menjelaskan bahwa walaupun dilanda pandemi, jumlah mahasiswa-mahasiswi di STISIP Tasikmalaya terbilang cukup stabil, ada peningkatan penambahan mahasiswa baru di tahun akademik 2020-2021. Mudah-mudahan di tahun akademik 2021-2022 juga bisa dapat lebih bertambah, dan itupun tidak terlepas dari bantuan pemerintah dengan diberikannya KIP Kuliah,” pungkasnya. (Tor)***

Atasi Persoalan Keluarga, Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Bandung Jalin MoA dengan Fakuktas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati

Atasi Persoalan Keluarga, Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Bandung Jalin MoA dengan Fakuktas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati

Bandung – Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Senin (15/03/2021).

Bersama tiga perguruan tinggi lain, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Padjajaran (Unpad).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan Bandung Unggul.

Ketua Puspaga Kota Bandung, Siti Muntamah Oded mengatakan, dalam membangun Bandung Unggul maka harus dimulai dengan membentuk keluarga harmonis, dan mampu menghadirkan fungsi keluarga agar melahirkan sumber daya yang berkualitas.

“Puspaga yang kecil ini terus membantu dalam urusan keluarga dan anak, terutama pola asuh anak yang hari ini tantangannya sangat luar biasa,” tuturnya.

Tak bisa dipungkiri, menurut Siti, pihaknya kerap kali menemukan permasalahan-permasalahan di lingkup keluarga yang tak bisa diselesaikan sendiri. Sehingga membutuhkan peran serta dari para akademisi.

“Melalui MoA antara Puspaga dan akademisi diharapkan dapat membantu dalam penanganan permasalahan keluarga, termasuk di dalamnya mengenai anak dan perempuan,” terangnya.

“MoA ini menjadi sebuah kebahagiaan dan menjadi sebuah titik sejarah awal perubahan yang masif. MoA ini akan mengurai permasalahan-permasalahan yang dihadapi,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, dalam mewujudkan visi misi Kota Bandung maka diperlukan tiga pilar, yaitu desentralisasi, inovasi, dan kolaborasi.

“Ini yang dijadikan pegangan untuk menghadirkan perbaikan di Kota Bandung,” tuturnya.

Dekan Fakultas Psikologi,  Dr. Agus Abdul Rahman, M.Psi., Psikolog menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah Kota Bandung yang sudah melibatkan UIN Sunan Gunung Djati dalam rangka mewujudkan Bandung Unggul. “Ini menjadi salah satu ikhtiar bersama empat kampus dalam melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga upaya mewujudkan Bandung Unggul dapat dimulai dari ketahanan keluarga karena madrasah pertama berada pada Ibu dan di rumah,” tegasnya.

Mudah-mudahan dengan adanya MoA pihak kampus dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat, khususnya Kota Bandung. (Tor)***

 

Tampil Dengan Desain Sporty, Honda City Hatchback RS Resmi Meluncur

Tampil Dengan Desain Sporty, Honda City Hatchback RS Resmi Meluncur

INDO-SATU – PT Honda Prospect Motor memperkenalkan Honda City Hatchback RS untuk pertama kalinya di Indonesia, dalam acara peluncuran virtual yang tayang pada tanggal 3 Maret 2021, jam 19.00 WIB di channel YouTube hondaisme. Memperkuat eksistensi Honda di segmen Hatchback yang dekat dengan gaya hidup anak muda, Honda City Hatchback RS tampil dengan desain sporty, fitur-fitur terkini dan mesin bertenaga terbesar di kelasnya.

Di segmen hatchback, saat ini Honda memiliki reputasi yang kuat dengan modelmodel seperti Honda Jazz dan Honda Civic Hatchback RS. Jika digabungkan, kedua model tersebut mendominasi segmen hatchback di sepanjang tahun 2020 dengan pangsa pasar mencapai 48%, dimana Honda Jazz sendiri secara konsisten terus memimpin
segmen tersebut dari tahun ke tahun.

Lebih jauh, kesuksesan Honda di segmen hatchback tak lepas dari kontribusi varian yang memiliki karakter lebih sporty, yaitu varian RS. Pada tahun 2020, varian RS dari Honda Jazz sendiri berkontribusi lebih dari 90% dari total penjualan model ini. Pada tahun yang sama, Honda juga meluncurkan model terbaru dari Honda Civic Hatchback dengan varian tunggal RS dan menerima sambutan sangat baik dari konsumen.

Berasal dari kata “Road Sailing,” RS merupakan pengembangan khusus untuk varian Honda yang memiliki karakter lebih sporty dalam hal desain dan performa. Menurut Kevin Hartono selaku Junior Area Sales Manager Honda Bandung Center

“Honda City Hatchback versi Sport RS dikembangkan dengan tujuan menggabungkan kegunaan dan sportivitas yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari – hari.” Selain Honda Jazz dan Civic Hatchback, varian RS juga dimiliki model-model populer lainnya seperti Honda Brio dan Honda Mobilio, Kini, Honda City Hatchback menjadi model terbaru Honda yang mengusung emblem RS.

Di dalam kabin, interior Honda City Hatchback RS dirancang untuk menambah kesan sporty dan kenyamanan yang lebih tinggi. Pada bagian depan kabin, panel instrument didesain dengan Sporty Meter Cluster with Red Accent yang juga terintegrasi dengan 8” Advanced Capacitive Touchscreen Display Audio. Smartphone juga dapat dengan mudah ditautkan pada bagian audio dengan fitur Smartphone Connection yang dapat menunjang aktivitas penggunanya.

Honda City Hatchback RS juga dilengkapi dengan 8 buah speaker yang ada pada bagian depan dan belakang kabin serta Auto A/C with Red Illumination. Fitur canggih lainnya pun telah disematkan pada mobil ini seperti fitur Multi-Angle Rear View Camera yang dapat menampilkan 3 tampilan: Normal View, Wide View, and Top View untuk membantu pengguna saat memarkir mobilnya.

Berbagai fitur kekinian yang sesuai dengan gaya hidup anak muda juga disematkan pada mobil ini, seperti One Push Ignition System, Cruise Control, Audio Steering Switch dan Hands-free Telephone (HFT) Switch dengan Voice Recognition. Semua
fitur tersebut dilengkapi dengan Leather Door Lining with Red Stiches pada pintu samping, Setir, dan Shift Knob.

Kabin yang lapang pun disertai dengan jok yang dilapisi dengan Suede-Fabric-Leather Combi Trimmed Seats yang diberikan aksen merah yang menghadirkan kenyamanan berkelas serta sensasi mobil yang lebih sporty.

Tak hanya itu, area kabin juga dirancang dengan fungsionalitas tinggi untuk memenuhi gaya hidup konsumen dan kebutuhan anak muda yang sangat dinamis. Kabin Honda City Hatchback RS menerapkan fungsi ULTRA Seat, di mana penumpang dapat mengatur 4 mode berbeda pada kursi depan dan belakang yang terdiri dari Utility Mode, Tall Mode, Refresh Mode, dan Long Mode.

Di sektor performa, Honda City Hatchback RS yang memiliki transmisi CVT & 6 M/T telah didukung oleh 4 silinder segaris 1.5L DOHC, 16 katup i-VTEC + DBW yang membuat performanya mencapai 121PS/6.600 rpm dan torsi maksimum 145 Nm/4.300 rpm, yang merupakan terbesar di kelasnya. Sesuai dengan kebutuhan saat ini untuk emisi yang lebih bersih dan penghematan sumber daya, gas buang pada model ini telah sesuai standar EURO 4. Selain itu, tersedia pula ECON Mode untuk pengaturan karakter berkendara yang lebih hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Untuk menambah rasa percaya diri saat berkendara, Honda City Hatchback RS telah dilengkapi dengan fitur keselamatan berstandar tinggi yang memberikan rasa aman dan perlindungan yang optimal. Honda City Hatchback RS dirancang menggunakan rangka G-CON + ACE™ dan dilengkapi dengan 6 airbags untuk perlindungan lengkap. Fitur keselamatan lainnya pada Honda City Hatchback RS antara lain sistem pengereman ABS, EBD + BA, Brake Override System, Vehicle Stability Assist (VSA), Hill Start Assist, Parking Sensor, Seatbelt Reminder, Pretensioner with Load Limiter Seat Belt, Emergency Stop Signal hingga APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Sistem keamanan juga telah disesuaikan dengan standar keamanan Honda yang meliputi Smart Key with Keyless Entry, Immobilizer, dan Alarm System.

Ang Kok Bin, selaku President Director Honda Bandung Center mengatakan “Honda City Hatchback RS menawarkan bentuk yang menarik dengan keseimbangan yang baik antara kenyamanan dan kualitas premium yang berkelas. Selain itu Honda City Hatchback RS merupakan mobil hatchback yang ramping, sporty dan mudah digunakan dengan performa yang mengesankan dan efisiensi bahan bakar yang optimal.”

Mudah, Warga Jabar Bisa Lapor SPT Daring Lewat e-Filling

Mudah, Warga Jabar Bisa Lapor SPT Daring Lewat e-Filling

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh warga Jabar wajib pajak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebelum 31 Maret 2021.

Warga dapat melaporkan SPT secara daring melalui aplikasi e-filling atau datang langsung ke kantor pajak tempat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tercatat.

Demikian dikatakan Gubernur usai mengisi SPT Tahunan secara daring disaksikan Kepala Kantor Wilayah Dirjen Pajak Kantor Wilayah I Jawa Barat Erna Sulistyowati, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (1/3/2021).

“Melaporkan SPT tahunan kan kewajiban warga negara yang di mana kita mau membangun jalan, jembatan dan rumah sakit dari mana kalau bukan dari pajak. (Pemimpin) harus jadi teladan, makanya saya sudah lapor dan tidak repot menggunakan e-filing lengkap dan lancar,” ujar Gubernur dalam rilis Pemprov Jabar.

Menurut Kang Emil —sapaan Ridwan Kamil—penerimaan pajak memiliki peran penting dalam pendapatan APBN, terutama keadaan negara terbebani akibat pandemi COVID-19. Pandapatan dari pajak yang dilaporkan warga, dapat membantu negara dalam pengadaan vaksin, dana bansos, dan program pemulihan ekonomi nasional.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan para ASN di wilayah Jabar, yang sudah memiliki NPWP untuk melaporkan SPT tahunan melalui e-filing,” katanya.

Menurut Gubernur, peran penerimaan pajak adalah sebesar Rp1.444 triliun atau 82,3 persen dari keseluruhan pendapatan negara sebesar Rp1.743 triliun.

“Dengan menjalankan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan, berarti kita juga turut serta dalam mendukung keberlangsungan dan kemandirian negara Indonesia,” tuturnya.

Dalam melaporkan SPT tahunan, kata Gubernur, ada aturannya yakni wajib pajak harus melaporkannya tepat waktu sebelum 31 Maret 2021. Dengan melaporkan tepat waktu, berarti warja Jabar secara tidak langsung sudah membela negara.

“Mari kita melaksanakan kewajiban bela negara kita taat aturan dan melaporkan pajak tepat pada waktunya sampai tanggal 31 Maret 2021,” ucapnya.

Gubernur pun mengungkapkan dengan adanya inovasi e-filing dapat mempermudah pelaporan SPT tahunan.

“Tanpa repot dengan e-filing langsung keluar kuitansi secara mudah. Oleh karena itu mari dukung pembangunan Indonesia pemulihan ekonomi dan penurunan pandemi dengan melaporkan pajak taat waktu,” sebutnya.

Batas terakhir pelaporan SPT tahunan sendiri sampai 31 Maret 2021. Semua pemegang NPWP individu maupun lembaga/badan usaha, wajib lapor tepat waktu. Jika mengabaikan pelaporan, maka sesuai UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), akan ada sanksi mulai dari teguran tertulis sampai denda Rp100.000 untuk WP perorangan dan Rp1.000.000 untuk WP badan.

Setelah terbit UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, sedang disusun aturan yang kebih teknis mengenai sanksi bagi yang lalai melaporkan SPT. (Tor)***

Bagini Metoda Disperkim Jabar Olah Sampah Jadi Berkah dengan Gerakan ‘Nyeupah’

Bagini Metoda Disperkim Jabar Olah Sampah Jadi Berkah dengan Gerakan ‘Nyeupah’

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar Memaparkan Gerakan Nyeupah (Nyetor Sampah Pasti Barokah) Jum’at (26/02/21). (Foto : Disperkim)

Bandung – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menginisiasi program yang mengubah sampah jadi berkah. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng mitra pengangkutan sampah yaitu Aplikasi Greeny dan Bank Sampah Bersinar dalam Gerakan Nyeupah (Nyetor Sampah Pasti Barokah).

Nyeupah merupakan gerakan memilah dan mengumpulkan sampah rumah tangga nonorganik yang kemudian disetorkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Saat ini gerakan Nyeupah sudah diinisiasi oleh Disperkim Jabar dengan mengajak masyarakat khususnya di tingkat RT, RW, kelurahan dan Kantor Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Kawasan Kawaluyaan Kota Bandung untuk melakukan gerakan Nyeupah dengan menyetor sampah ke TPS3R Disperkim atau pengelola lingkungan untuk dilakukan pengumpulan, pencatatan dan penjualan sampah kepada mitra pengangkutan sampah.

Kepala Disperkim Jabar Boy Iman Nugraha dalam acara Soft Launching Nyeupah (26/02/21) di Kantor Disperkim Jabar berharap gerakan Nyeupah ini dapat mengurangi residu yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga bisa memperpanjang usia TPA.

Boy Iman Nugraha memaparkan, “(Melalui) Nyeupah ini kita hanya ingin memulai gerakan penuntasan sampah di kawasan (Dinas) Permukiman secara mandiri. Kami ingin turut serta mencoba mengurangi sampah dari hulu untuk mengurangi residu yang harus dibuang sampai ke TPA.”

Dalam acara Soft Launching Nyeupah, dilakukan sesi simulasi pengangkutan sampah oleh mitra pengangkutan. Greeny dan Bank Sampah Bersinar akan mengangkut sampah yang sudah dipilah dalam tiga jenis yaitu, kertas, plastik dan besi dikumpulkan di TPS3R Disperkim Jabar.

Kemudian, pihak Disperkim dan mitra pengangkutan akan menentukan titik penjemputan berbasis aplikasi, menimbang sampah yang dijual, nilai rupiah dari sampah akan terunggah ke aplikasi Greeny dan Bank Sampah Bersinar dan hasil penjualan sampah dapat ditarik melalui aplikasi Doku.

Penggagas aplikasi Greeny yaitu Boy Tjakra menjelaskan ,“Harga 2500 per kilogram untuk semua jenis plastik, untuk logam Rp2.500 per kilogram.”

Selain pembayaran sampah melalui aplikasi Greeny, Disperkim juga bekerja sama dengan Alfamart dan Bank Sampah Bersinar melalui acara “Gebyar Bayar Sembako Pakai Sampah” di Alfamart empat apartemen transit yang berlokasi di Rancaekek, Solokan Jeruk, Ujung Berung dan Batu Jajar.

Kerja sama antara Disperkim Jabar dan mitra pengangkutan sampah dalam Nyeupah ini merupakan manifestasi dari gerakan peduli lingkungan, peduli sosial dan peduli ekonomi.

Kedepannya, Gerakan Nyeupah yang diinisiasi oleh Disperkim Jabar diharapkan dapat dilakukan serentak oleh seluruh masyarakat di Jawa Barat. (Tor)***

Baca Juga : Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan supaya Vaksinasi COVID-19 Berjalan Efektif dan Efisien