Sudah Sesuai Prosedur, Pemkot Bandung Dukung Uji Klinis Vaksin Covid-19

Sudah Sesuai Prosedur, Pemkot Bandung Dukung Uji Klinis Vaksin Covid-19

Pemkot Bandung bertemu dengan tim peneliti vaksin yang dipimpin oleh Kusnandi Rusmil, professor dari Universitas Padjadjaran di Balai Kota Bandung. (Dok. Humas Pemkot) 

Bandung – Pemerintah Kota Bandung mendukung proses uji klinis vaksin SARS Cov-2 atau virus corona penyebab penyakit Covid-19. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyatakan dukungannya usai bertemu dengan tim peneliti vaksin yang dipimpin oleh Kusnandi Rusmil, professor dari Universitas Padjadjaran di Balai Kota Bandung, Senin (17/7/2020).

Selain karena sudah melewati prosedur penelitian yang seharusnya, uji klinis vaksin semacam ini juga bukan hal yang baru. Universitas Padjadjaran dan Biofarma, perusahaan plat merah produsen vaksin, sudah sering melakukan uji klinis vaksin yang melibatkan warga Kota Bandung.

“Karena ini merupakan program untuk memberikan manfaat untuk warga Bandung dan Indonesia tentu kami sangat mendukung program ini. Sesungguhnya, vaksin itu mayoritas dilaksanakan di Kota Bandung penelitiannya. Artinya (program) ini sudah terbiasa,” tutur Oded.

Kali ini, karena vaksin yang diujikan adalah untuk menangani pandemi global di Indonesia. Terlebih ini merupakan mandat langsung dari Presiden RI Joko Widodo, maka Oded merasa harus terjun langsung memastikan proses uji klinis ini berjalan dengan baik dan lancar.

“Sesungguhnya dari dulu juga Biofarma sudah biasa (melakukan uji klinis), tapi (laporannya) paling hanya sampai kepala dinas. Karena ini (virus) corona dan dari pak Presiden, sehingga mang Oded sebagai wali kota harus tahu,” imbuhnya dalam keterangan tertulis Pemkot Bandung.

Seperti diketahui, uji klinis ini akan dipusatkan di enam tempat, yaitu rumah sakit kedokteran Universitas Padjadjaran, Balai Kesehatan Universitas Padjadjaran, Puskesmas Garuda, Dago, Sukaparkir, dan Puskesmas Ciumbuleuit.

Menurut Prof. Kusnandi Rusmil, saat ini tim peneliti masih menunggu surat persetujuan dari Komite Etik untuk memulai pengujian. Jika surat tersebut sudah terbit, tim peneliti akan mulai membuka pendaftaran bagi relawan yang ingin mengikuti uji klinis ini. Sebanyak 1.620 relawan dibutuhkan pada uji klinis fase ketiga ini.

Para relawan yang bisa mengikuti uji klinis ini adalah mereka yang berusia antara 18-59 tahun dan memiliki kondisi fisik yang bagus.

Mereka akan diperiksa oleh dokter spesialis penyakit dalam sebelum diberi suntik vaksin. Setelah itu, tim peneliti akan memantau kondisi kesehatan relawan selama 6-8 bulan.

“Nanti ada yang datang untuk diambil darah. Ada yang melalui telepon, karena sekarang semua orang punya HP (hand phone) kan,” katanya.

Kusnandi menjelaskan, vaksin yang akan diujikan merupakan jenis virus yang dimatikan, sehingga aman untuk dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Selain itu, vaksin ini pun halal karena tidak mengandung bahan-bahan non halal dan telah tersertifikasi. “Insyaallah aman,” ucapnya. (Tor)***

 

Baca Juga : Cegah Penyebaran Virus Corona, Pasar Tumpah Bakal Ditertibkan

100 Tahun Sudah Gedung Sate Berdiri, Berikut Sejarahnya

100 Tahun Sudah Gedung Sate Berdiri, Berikut Sejarahnya

Gedung Sate. (Foto: Humas Jabar)

Bandung – Gedung Sate genap berusia 100 tahun pada Senin (27/7/20). Meski sudah seabad berdiri, kemegahan dan kekokohan Gedung Sate terekam jelas pada setiap sudut arsitektur. Nilai historisnya pun terabadikan, dan tak akan tergerus oleh zaman

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menilai Gedung Sate memiliki nilai arsitektur yang tinggi. Tak ada gedung pemerintahan yang bisa mengalahkan arsitektur maupun estetika Gedung Sate. Selain itu, Gedung Sate merupakan salah satu simbol perjuangan

Di balik kemegahan, Gedung Sate menyimpan sebuah kisah perjuangan Angkatan Moeda Pekerdjaan Oemoem, yang mempertahankan Gedung Sate dan Kemerdekaan Indonesia dari serangan tentara Gurkha dan NICA.

Histori tersebut akan terus hidup di tengah masyarakat. “Ingat Jabar. Ingat Gedung Sate. Ingat Bandung, ikonnya pasti Gedung Sate. Tak ada yang bisa mengalahkan,” kata Ridwan Kamil.

Pembangunan Gedung Sate diawali peletakan batu pertama pada 27 Juli 1920 oleh putri Wali Kota Bandung saat itu, Johana Catherina Coops, dan perwakilan Gubernur Hindia-Belanda di Batavia, Petronella Roelofsen.

Penggalian tanah pun dilakukan untuk menanam konstruksi beton bertulang sebagai fondasi bangunan dan pembangunan ruang bawah tanah, dilanjutkan dengan pembangunan lantai pertama hingga ketiga.

Setelah pengerjaan ruang tanah selesai, pembangunan dilanjutkan dengan pengerjaan konstruksi lengkung untuk pintu dan jendela gedung, serta kolom pojok gedung bagian dalam dan luar.

Pada 1922, pembangunan menara gedung beserta penyelesaian dinding luar, perataan lahan sekitar, dan pengerjaan atap dilakukan.

Tahun berikutnya, penyelesaian bagian dalam aula lantai satu serta penyelesaian ornamen kolom di aula gedung.  Pembangunan Gedung Sate melibatkan 2.000 pekerja dan menghabiskan dana sebesar 6 juta gulden.

”Kenapa sate karena dulu ada 6 juta gulden biaya pembangunannya. Satu juta disimbolkan dengan satu sate,” kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Tak ada acara khusus untuk memperingati 100 Tahun Gedung Sate karena sedang dalam pandemi COVID-19. Sejumlah rencana yang telah disusun dibatalkan.

Kendati begitu, Kang Emil menyatakan, peringatan 100 Tahun Gedung Sate tetap terlaksana dengan merawat dan menjaganya. Perbaikan fasilitas Gedung Sate di berbagai sudut menjadi bukti.  Salah satunya pemasangan pilar-pilar yang menggambarkan bahwa Gedung Sate milik warga Jabar. (Tor)***

 

Baca Juga : Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pasar Tumpah Bakal Ditertibkan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pasar Tumpah Bakal Ditertibkan

Ilustrasi : pasar tumpah. (unsplash)

Bandung – Pemerintah Kota Bandung segera menata dan menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) pasar tumpah dan pasar kaget. Pasalnya, PKL pasar tumpah dan kaget berpotensi menyebarkan virus corona.

“Sebetulnya tidak boleh (adanya pasar tumpah). Beri kami waktu untuk menertibkan dan menatanya,” tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai meresmikan masjid Al Aman di Bandung City View 2, Kecamatan Mandalajati, Minggu (26/7/2020).

“Memang kami khawatir, di situ banyak yang tidak menggunakan masker. Physical distancing juga relatif tidak ada. Jadi jujur kami khawatir takut jadi kluster baru. Mudah – mudahan jangan,” tambahnya dalam keterangan tertulis Pemkot Bandung.

Yana berharap, unsur kewilayahan mampu membantu menyosialisasikan serta membantu menata dan menertibkan para PKL agar tidak terjadi penyebaran.

“Kami harap teman-teman kewilayahan ikut membantu penataan dan penertiban,” katanya.

Yana mencontohkan, di kawasan Gasibu padat oleh pedangan. Hal itu tidak boleh dan perlu penindakan.

Ia mengaku akan berkordinasi dengan Pemerintah provinsi Jawa Barat.

“Itu tidak boleh, ada penindakan harusnya. Kita kordinasi dengan provinsi. Saya dengar juga, pak gubernur itu akan merevitalisasi kawasan monumen perjuangan,” tutur Yana. (Tor)***

 

Baca Juga : PSBM Cidadap : 635 Warga Telah Jalani Rapid Test

Gowes Bareng Gubernur, Jabar Bergerak Sosialisasi 3M dan Bagikan Masker

Gowes Bareng Gubernur, Jabar Bergerak Sosialisasi 3M dan Bagikan Masker

Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya memakaikan masker kepada warga sekitar saat gowes bersama pengurus Jabar Bergerak tingkat provinsi di Kota Bandung. (Foto: Rizal/Humas Jabar)

Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti kegiatan bersepeda alias gowes bersama Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya Ridwan Kamil dan pengurus Jabar Bergerak tingkat provinsi di Kota Bandung, Minggu (26/7/20) pagi WIB

Rute yang dilewati rombongan mulai dari Sekretariat Harian Jabar Bergerak di Hotel Grand Preanger, menyusuri Jalan Tamblong kemudian berbelok ke Jalan Lengkong Kecil, lalu Jalan Sunda, Jalan Bangka, Jalan Lombok, Jalan Bawean, Jalan Banda, Gedung Sate (Jalan Diponegoro), Gedung Dekranasda Jabar (Jalan Ir. H. Juanda/Dago), Simpang Dago, Jalan Siliwangi, Jalan Tamansari, Jalan Wastukencana, hingga Gedung Pakuan.

Di Gedung Dekranasda Jabar, rombongan melakukan sosialisasi protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta membagikan masker kepada pesepeda dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Kang Emil pun mengatakan, agenda gowes ini menjadi salah satu caranya untuk menjaga kebugaran di sela aktivitasnya sebagai pejabat publik, terutama untuk meningkatkan imunitas di tengah pandemi COVID-19.

“Sambil berolahraga untuk menjaga kesehatan dan imunitas, kami memanfaatkan waktu untuk keliling kota Bandung sambil bersosialisasi 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Adapun menurut Atalia, berolahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski begitu, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan selama berolahraga di masa pandemi COVID-19.

“Saya keliling Kota Bandung dengan teman-teman bersepeda karena penting sekali untuk kita menjaga kondisi tubuh, daya tahan tubuh, di masa pandemi seperti sekarang,” tutur Atalia.
(Tor)***

 

Baca Juga : Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Sukabumi – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jabar membagikan paket sembako kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/20). Pembagian paket sembako tersebut dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60.

“Ini temanya sosial. Oleh karena itu, kami membawa bantuan kepada masyarakat Sukabumi, bantuan ini di luar bantuan sosial (bansos) provinsi,” kata Ridwan Kamil.

Kegiatan diawali dengan pembagian paket sembako di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Paket sembako diterima warga sekitar yang membutuhkan. Kemudian, paket sembako disalurkan kepada warga Kecamatan Warudoyong. Setelah itu, paket sembako disalurkan kepada warga Desa Cikidang dan Citepus, Kabupaten Sukabumi.

“Ada empat titik nanti kita berinteraksi dengan kepala daerah, kepala desa sambil memberikan bakti sosial,” ucapnya. “Ini ketiga kalinya kami melakukan baksos dalam rangka memonitor kondusivitas teritorial di seluruh Jabar. Berikutnya nanti ke wilayah di pantai utara,” imbuhnya dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Ridwan Kamil mengatakan, pembukaan kegiatan ekonomi pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan. Tujuannya supaya pemulihan ekonomi berjalan beriringan dengan penanganan COVID-19.

Pun demikian pembelajaran tatap muka di wilayah berzona hijau harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebab, kata Kang Emil, penerapan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan, sangat efektif mencegah penularan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

“Dengan kami menjalankan AKB, ekonomi dibuka. Dan kabar laporan terakhir pertumbuhan ekonomi kita tidak minus, tapi mulai merangkak positif tinggal kita patuhi protokol kesehatan menjaga jarak, cuci tangan dan pakai masker,” katanya. (Tor)***

PSBM CIDADAP: 635 WARGA TELAH JALANI RAPID TEST

PSBM CIDADAP: 635 WARGA TELAH JALANI RAPID TEST

Bandung – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung telah melakukan rapid test kepada 635 warga Kecamatan Cidadap.

Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Oded M. Danial, dari hasil test tersebut tercatat 8 orang reaktif dan sudah ditindaklanjuti dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Hasilnya 7 orang negatif dan 1 orang masih dalam konfirmasi karena spesimennya tidak terbaca. Sedang dites ulang dan kami sedang menunggu hasilnya,” tutur Oded saat menggelar rapat terbatas di Balai Kota Bandung, Jumat (24/7/2020).

Oded mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 akan tetap menerapkan Pembatasan Sosial berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap.

“Kita harus tetap sigap dan siaga karena masih sebagian yang diisolasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis Pemkot Bandung

Agar warga tetap waspada, Pemkot Bandung akan memberikan sanksi administratif dan sosial bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Selebihnya Oded mengungkapkan bahwa tren perkembangan pandemi Covid-19 di Kota Bandung menunjukkan hasil yang baik.

Di luar kondisi klaster di Secapa Bandung, jumlah positif aktif ada di angka 32 orang, dengan angka kesembuhan 84,11persen, sedangkan angka kematian 9,11 persen.

“Hal ini membuktikan bahwa Pemkot Bandung masih serius dalam menangani pencegahan Covid-19,” kata Oded. (Tor)***

5 Kebiasaan Ini akan Ngehits di Kota Bandung, Apa Aja ya ?

5 Kebiasaan Ini akan Ngehits di Kota Bandung, Apa Aja ya ?

Ilustrasi. Kota Bandung (foto: Suara.com)

Bandung – Setiap orang mengemukakan harapan dan cita-citanya di awal memasuki tahun 2020. Banyak cerita tentang hal yang ingin dicapai warga Bandung selama setahun ke depan, termasuk tren yang akan muncul mengisi tahun cantik ini.

Dikutip dari keterangan tertulis Pemkot Bandung, Berkaca pada fenomena di tahun 2019, berikut adalah tren yang diprediksi menjadi gaya hidup baru di kota kembang selama setahun ke depan. Seperti apa tren kekinian ala warga Kota Bandung? Humas Kota Bandung merangkumnya dalam ulasan berikut ini:

  1. Kang Pisman

Kampanye Kota Bandung dalam hal pengelolaan sampah sepertinya semakin digandrungi. Pada tahun 2019, Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) sampah telah diperkenalkan hingga ke tingkat internasional dalam acara Zero Waste City Conference (ZWCC) di Malaysia.

Partisipasi warga dalam Kangpisman terlihat dari pertumbuhan nasabah bank sampah dari 978 pada september 2018 menjadi 3.390 pada Juli 2019 atau sekitar 246%, serta menurunkan volume sampah rata-raa sebesar 852 ton sampah perbulan.

Di tahun 2020, Kang Pisman akan digenjot untuk mereduksi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir yang hanya akan semakin mencemari lingkungan

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus mengajak warga agar menjadi bagian dari Sobat Kangpisman. Kamu mau ikut jadi penyelamat lingkungan Kota Bandung? Yuk ikut Kang Pisman!

      2. Aneka kreasi tas belanja

Kantong plastik sepertinya sudah tidak akan terlalu digunakan di tahun 2020 di Kota Bandung, apalagi jika warga Bandung berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan.

Warga kini lebih senang menggunakan tas belanja berbahan kain atau polyester sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.

Mal-mal, ritel-ritel besar, hingga factory outlet di Kota Bandung sudah mulai mengalihkan kemasan belanja dari bahan plastik ke tas belanja.

Bahkan ada juga yang sama sekali tidak menyediakan kemasan belanja sehingga kita wajib membawa sendiri tas belanja jika tidak ingin kerepotan. Apalagi, kini ada banyak motif tas belanja kekinian yang juga bisa menjadi gaya fesyen baru.

       3. Gaya Pakai Tumbler

Jangan kaget lagi kalau di Kota Bandung banyak menemukan warganya membawa gelas minuman sendiri saat membeli minuman, seperti boba, kopi kekinian, atau sekadar es teh berbagai merek. Dengan membawa tempat minum sendiri, kita bisa mengurangi kemasan plastik sekali pakai.

Ke mana-mana, warga Bandung juga sudah banyak yang menggunakan botol minuman, atau bahasa kerennya, tumbler. Berbagai desain tumbler yang keren dan unik banyak dipakai sebagai tempat minum. Selain trendy, warga tak perlu lagi membeli minuman kemasan yang hanya akan menambah jumlah sampah di Kota Bandung.

       4. Cara baru pakai sedotan

Jika kamu datang ke kafe, restoran, atau kedai kopi, jangan heran melihat orang-orang yang memakai sedotan dari bahan stainless steel atau serat jerami. Kedua bahan itu kini telah digandrungi sebagai pengganti sedotan plastik

Kamu tentu tidak akan ditawari sedotan itu di kafe-kafe tersebut karena orang-orang itu telah membawa sedotan sendiri dari rumahnya.

Bahkan, ada banyak gerai makanan dan minuman di Kota Bandung yang sudah tidak lagi menyediakan sedotan plastik sekali pakai sebagai komitmen mereka dalam menjaga lingkungan. Kamu masih pakai sedotan plastik? Mulai dikurangi, ya!

Harga sedotan stainless steel atau serat jerami yang lebih sehat dan ramah lingkungan itu juga tidak mahal

Dengan kisaran harga Rp15.000 – Rp30.000, kamu bisa mendapatkan satu set (tiga jenis) sedotan berbagai ukuran dan alat pembersih.

     5. Gaul Bersepeda 

Katanya Kota Bandung jadi kota termacet? Mungkin karena masih ada orang menggunakan kendaraan bermotor hanya untuk menempuh jarak pendek. Tapi sejak Pemerintah Kota Bandung menyediakan Boseh (Bike on Street Everybody Happy) di berbagai titik, warga Bandung mulai beralih menggunakan sepeda untuk mobilisasi.

Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi juga semakin marak, terutama oleh anak sekolah. Banyak juga komunitas sepeda tumbuh untuk mewadahi minat warga Bandung untuk berolahraga dengan bersepeda. Di tahun 2020, dipastikan bersepeda akan menjadi gaya baru warga Bandung dalam bertransportasi jarak dekat dan sedang. (Roy)***

10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap sebanyak 58 bidang fasilitas sosial (fasos) dan faslitas umum (fasum) terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung segera direlokasi. Untuk itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta dinas terkait segera mengurusnya.

“Terkait proyek Kereta Cepat ini, kalau memang ada persoalannya segera diselesaikan secepatnya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Perlu diketahui, prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang terkena proyek kereta api cepat di Kota Bandung berada di 10 perumahan. Perusahaan tersebut di antaranya Istana Mekarwangi, Singgasana Pradana, Taman Holis Indah, Sapta Taruna PU, Topindo, Pasirpogor, Bumi Asri, Kopo Mas Regency, Banyu Biru, dan Oasis.

Dari 10 perumahan tersebut ada persoalan yang berbeda-beda. Ada 2 perumahan hampir selesai progresnya, sedangkan yang lain masih dalam proses. Ada juga tiga perumahan yang pengembangnya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Sedangkan aset Pemkot Bandung selain PSU, ada kantin SMPN 48 yang sudah direlokasi, Puskesmas Pasawahan yang disewakan bangunan pengganti sebelum diganti bangunan baru, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandung Kulon diselesaikan proses relokasinya dengan bidang pengganti.

Oded meminta agar ada percepatan penyelesaian hal tersebut.

“Sekarang diperkuat oleh Wakil Wali Kota, Kang Yana untuk mengawal prosesnya. Kalau ada hal kecil yang perlu dikoordinasikan jadi bisa lebih cepat karena deadlinennya ini sangat dekat,” ucapnya

Sementara itu, Kepala BPN Kota Bandung, Andi Kadandio Aleppudin mengakui saat ini ke-58 bidang tersebut harus segera diselesaikan prosesnya, karena berkaitan dengan proyek strategis nasional.

“Intinya kita harus selesaikan fasos fasum yang terkena proyek kereta cepat ini, ada 112 bidang. Tetapi yang darurat harus segera dituntaskan 58 bidang. Karena ini pekerjaan nasional, pekerjaan semua,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), Natal Argawan Pardede berharap bisa memanfaatkan lahan fasos dan fasum yang belum tuntas validasinya. Hal itu karena kebutuhan yang mendesak.

“Walau pun belum tuntas secara resmi, tapi proses harus berjalan, kami sudah mengirim surat izin agar konstruksi bisa masuk terlebih dahulu pada 22 November 2019 lalu. Jadi sembari kontraktor berjalan, proses administrasinya juga dalam proses penyelesaian,” pintanya. (RHM)***

Wali Kota Bandung Sebut Umat Muslim Harus Menjaga Lingkungan

Wali Kota Bandung Sebut Umat Muslim Harus Menjaga Lingkungan

Bandung – Sebagai khalifah di dunia, manusia harus saling menjaga termasuk menjaga alam dengan tidak merusaknya seperti membuang sampah sembarang. Merusak lingkungan merupakan perbuatan buruk yang merugikan semua baik manusia, hewan dan alam itu sendiri.

“Kita hidup di dunia tidak bisa hidup sendiri. Sebagai khalifah yang dipercaya Allah SWT, kita harus dapat mengelola dan menjaga alam ini. Dengan tidak merusaknya, itu menujukan bahwa kita sebagai umat yang bertakwa,” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat khotbah salat Jumat di Masjid Al-Aziz, Jalan Rancabolang, Kota Bandung, dalam keterangan tertuis yang ditermia Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Maka dari itu, Pemerintah Kota Bandung melalui program Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah (Kang Pisman) berupaya mengajak seluruh masyarakat supaya peduli dan peka terhadap kondisi lingkungan.

” Pemkot Bandung terus mengingatkan (pentingnya menjaga lingkungan) kepada masyarakat. Melalui Program Kang Pisman, upaya menjaga lingkungan terus digaungkan. Saat ini, lingkungan dan alam perlu perhatian lebih dari kita,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Oded mengajak kepada masyarakat untuk selalu mencintai Alquran. Salah satu bentuknya, dengan rajin membaca Alquran dan mengamalkan isi kandungannya dalam berkehidupan sehari-hari.

“Banyak cara kita untuk mendapatkan rida Allah, salah satunya dengan mencintai Alquran. Dengan sering membacanya dan mengamalkannya,” kata Oded.

Mang Oded sapaan akrab Oded M. Danial mempunya mimpi besar. Mimpi itu adalah sebanyak 4000 masjid di Kota Bandung harus memiliki iman yang hafiz Quran. Sehingga ke depannya, SDM Kota Bandung semakin unggul.

“Terutama para penerus bangsa. Anak muda harus mempunyai kemampuan menghafal Alquran. Sehingga masjid di Kota Bandung tidak hanya bangunannya saja yang bagus. Namun, imamnya hafiz Quran dan jemaahnya rajin membaca Alquran,” imbuhnya.

Pesan lainnya, Oded menyampaikan, membangun Kota Bandung tidak hanya membutuhkan teknologi. Namun, memerlukan SDM yang ungul dari segala bidang. Dengan itu, ia berharap dapat membangun Kota Bandung dengan konsep Allah SWT. Seperti yang disampaikan dalam Alquran surat Alfatir ayat 29.

“Ada tips dalam membangun Kota Bandung, yaitu menggunakan konsep Allah SWT. Dijamin sukses dunia dan akhirat. Dijelaskan dalam surat 35 ayat 29. Yaitu pertama selalu mencintai Alquran dengan rajin membacanya dan mengamalkan, kedua menjalankan shalat dan yang terkahir sisihkan rezeki yang Allah berikan untuk berinfak,” katanya. (RHM)***

Korban Kebakaran Kelurahan Nyengseret Kota Bandung Harapakan Bantuan

Korban Kebakaran Kelurahan Nyengseret Kota Bandung Harapakan Bantuan

Bandung – Wali Kota Bandung Oded M. Danial memastikan akan memberikan bantuan secara maksimal kepada korban kebakaran di RW 03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar. Mulai dari logistik makanan, kesehatan, hingga sisi ekonomi.

“Alhamdulilah dengan cepat tanggap dari teman-teman dan dinas terkait, kewilayahan, dan masyarakat bisa menyelesaikannya dengan baik. Sekarang pascakebakaran kita mempersiapkan kebutuhan sementara mereka,” ucap Oded di lokasi kebakaraan Kelurahan Nyengserat, Kecamatan Astanaanyar, dalam keterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Seperti diketahui, sebanyak 18 bangunan tempat tinggal di RT 05 dan RT 06 RW 03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar terbakar. Akibatnya 34 Kepala Keluarga (KK) atau 115 jiwa ikut terdampak.

Selain meninjau lokasi dan kondisi warga yang terdampak kebakaran, kedatangan Oded sekaligus untuk menyalurkan bantuan logistik. Ia juga memeriksa kondisi dapur umum dan berdialog dengan warga.

Dari hasil perbincangnnya bersama warga, Oded menyatakan Pemkot Bandung akan berupaya memberikan bantuan untuk tempat tinggal. Termasuk mencari solusi untuk menyokong bantuan kewirausahaan.

“Dari sisi logistik aman, tapi mereka meminta kontrakan atau sewaan. Ada yang mesin jahitnya hangus terbakar karena mereka membuat dan menjual sendiri. Mereka juga meminta modal. Insyaallah kita usahakan untuk mereka,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Nyengseret, Suparno menyatakan, pihaknya menyiapkan dapur umum untuk satu pekan ke depan. Namun, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengevaluasi keberadaan dapur umum tersebut.

“Dapur umum ini kita sediakan makanan setiap hari membuat dua kali itu siang dan malam. Kita produksi 118 bungkus setiap hari. Sampai hari ini bantuan yang mengalir di posko di kelurahan Nyengseret banyak sekali. Saat ini ada beberapa yang sudah disampaikan ke korban,” ungkap Suparno.

Suparno mengungkapkan, para korban yang terdampak kebakaran merupakan warga asli Kelurahan Nyengseret. Untuk itu, pihaknya mengupayakan memberikan bantuan untuk keperluan administrasi mengingat banyaknya surat-surat penting yang ikut dilalap api.

“Kemarin kita konsultasi dengan kepolisian berkaitan dokumen dengan kepemilikan yang bersangkutan. Sudah koordinasi meminta surat kebakaran, terutama warga masyarakat penduduk miskin, PKH (Program Keluarga Harapan), BSP (Bantuan Sosial Pangan). Kita usahakan mendapatkan kembali surat keterangan,” katanya. (RHM)***