90 Paper Mahasiswa UIN Bandung Berhasil Dipresentasikan pada Konferensi Internasional

90 Paper Mahasiswa UIN Bandung Berhasil Dipresentasikan pada Konferensi Internasional

Bandung – Pemerintah sedang terus mendorong publikasi ilmiah para akademisi, baik dosen maupun mahasiswa. Bahkan, kebijakan akreditasi Nasional menetapkan poin tinggi bagi publikasi ilmiah kemitraan dosen dan mahasiswa.

Mahasiswa ditetapkan sebagai pusat pembelajaran dalam sistem akreditasi Nasional. Dosen berperan memfasilitasi pengembangan kapasitas mahasiswa dalam skill penulisan akademik.

Baru-baru ini seorang dosen berhasil membawa 90 paper mahasiswa ke kegiatan konferensi internasional dengan modal keyakinan. “Saya bermodal keyakinan menyiapkan rencana pembelajaran dengan target capaian publikasi ilmiah paper mahasiswa. Semula saya membaca harapan penilaian akreditasi berupa pencapaian mata kuliah,” tutur Wahyudin Darmalasana, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, dalam rilis resmi kampus.

Kata dia, mahasiswa mula-mula dilatih penggunaan aplikasi references. Aplikasi ini bisa dikatakan syarat mutlak artikel ilmiah untuk sasaran publikasi di jurnal ilmiah. Saya kaget juga ternyata mahasiswa sangat adaptif dalam belatih penerapan aplikasi references meskipun masih di semester pertama. Praktis, keyakinan saya untuk berhasil makin memuncak.

Lalu, saya kenalkan panduan penulisan artikel, lebih tepatnya template. Ini tujuannya agar mahasiswa mengetahui struktur penulisan artikel bermula dari pendahuluan sampai kesimpulan. Kemudian mulailah latihan menulis dengan cara setoran paragraf. Setoran paragraf ini menjadi penting untuk memastikan peningkatan kualitas tulisan.

Reviu paragraf pertama dilakukan dengan sangat ketat. Hal ini bermaksud agar mahasiswa tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama dalam teknis penulisan di paragraf kedua dan paragraf seterusnya. Ternyata kualitas tulisan terus meningkat melalui umpan balik ini.

Artikel sudah rampung padahal belum tuntas satu semester. Pada gilirannya 90 artikel berhasil lolos di sebuah konferensi internasional pada penghujung Tahun 2020. Sebanyak 70 papre dari semester satu, 15 paper dari semester tiga, dan 5 (lima) paper dari semester lima. “Memang gak percaya tetapi semuanya dilakukan dengan tahapan yang terukur,” ujarnya di Fakultas Ushuluddin, Rabu, 16 Desember 2020.

Dia berharap ada agenda Conference Series tiap tahun bagi publikasi ilmiah kemitraan dosen dan mahasiswa. “Saya berharap tiap tahun ada konferensi sehingga dosen dan mahasiswa bisa menyiapkan makalah sebagai keluaran mata kuliah. Ini besar poinya untuk penilaian akreditasi dan pemerintah terus mendorong publikasi ilmiah akademisi,” lanjut Dosen Metodologi Ilmu Hadis ini

Inspiratif, Pemuda Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Isi Tahun Baru dengan Santunan Untuk Anak Yatim

Inspiratif, Pemuda Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Isi Tahun Baru dengan Santunan Untuk Anak Yatim

Suasana Kegiatan Santunan untuk Anak Yatim

Bandung Barat – Pergantian tahun baru sepertinya tidak selalu berkaitan dengan hura-hura. Masih ada sekelompok masyarakat yang mengisi pergantian tahun dengan hal positif. Salah satunya acara yang digelar sejumlah relawan yang tergabung dalam organisasi kepemudaan  Insanul Ahsan,

Bekerja sama dengan Organisasi Insan Berbagi, Info cikalong wetan, Pemuda Peduli Masyarakat Kab.Bandung Barat, DA’I Indonesia, dan didukung oleh Dompet Kesejahteraan Umat ( DKU ) An-Naim para pemuda tersebut menggelar santunan untuk anak yatim.

“Kami  menggelar kegiatan ini di akhir tahun dengan berbagi bersama anak yatim, kami para pemuda bertujuanya untuk mengalihkan kebiasaan masyarakat khususnya pemuda yang biasanya tahun baru hura-hura, menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat kepada sesama, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” ungkap ketua pelaksana kegiatan, Moch Taufik Firmansyah saat dihubungi, Sabtu (2/1/2021).

Taufik menjelaskan, acara tersebut dilakukan secara serentak  di tiga wilayah, yaitu kecamatan Cikalongwetan, kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat dan Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut santunaan disalurkan kepada kepada 176 anak yatim, dengan rincian 76 anak yatim di daerah Cikalongwetan, 50 anak yatim di daerah Sindangkerta, dan 50 anak yatim di daerah Baleendah.

“Harapanya, semoga masyarakat terinspirasi untuk lebih memperhatikan anak- anak yatim dilingkungan tempat masyarakat tinggal, terlebih anak yatim ini merupakan amanah dari Rasulullah S.A.W yang harus kita jaga dan kita rawat. dan semoga atas Doa anak-anak yatim ini, wabah Covid 19 di negeri kita tercinta ini dapat segera di angkat oleh Allah SWT,” tandasnya. (Tor)***

Baca Juga : Peduli Bencana, TWC dan Tim Vlog Jurnalis Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Menyongsong 2045, UIN Bandung Siap Terbitkan Mahasiswa Hebat

Menyongsong 2045, UIN Bandung Siap Terbitkan Mahasiswa Hebat

Bandung – Mahasiswa disiapkan menjadi generasi hebat untuk mengisi Indonesia emas Tahun 2045. Mahasiswa menurut kebijakan Indonesia sendiri merupakan pusat pembelajaran.

Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyatakan terkait hal itu. “Kampus memiliki tugas pengembangan SDM menurut amanat Undang-undang. Penguatan SDM mahasiswa diarahkan untuk meraih pengakuan di tingkat nasional, regional, dan internasional,” ungkap Rektor, Ahad (13/12/2020).

Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, menguatkan hal di atas. “Mahasiswa ditempa dalam tiga hal, yaitu tata nilai, pengetahuan, dan keterampilan, baik ketermpilan umum maupun keterampilan khusus,” papar Wakil Rektor III.

Rektor dan Wakil Rektor (WR) III memberikan penghargaan kepada para mahasiswa generasi hebat UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kali ini penghargaan diberikan kepada mahasiswa dengan prestasi 30 piala juara lomba pidato Bahasa Arab tingkat nasional dan internasional.

Bernama Muchammad Fariz Maulana Akbar, Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU). Mahasiswa tingkat akhir ini gigih mengikuti lomba pidato Bahasa Arab di berbagai tingkatan. Baru-baru ini ia tampil pada Arabic Speech Compettion On International Speech and Debate Competition 2020 “Youth Solidarity For Palestine” yang diselenggarakan oleh OIC Youth Indonesia, UKM Bahasa-FLAT, dan Asia Region Representative Islamic Cooperation Youth Forum (ICYF), tanggal 31 Oktober – 08 November 2020.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Rektor dan Pak WR III dengan penghargaan ini. Saya bangga menjadi mahasiswa dan mohon senantiasa bimbingannya untuk lebih baik di masa depan,” ujar Fariz.

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan FU, turut mengucapkan terimakasih. “Terimakasih kepada Pak Rektor dan Pak WR III telah memberi penghargaan untuk para mahasiswa generasi hebat. Khusus kami ucapkan terimakasih untuk Fariz serta jajaran Jurusan IAT, selamat dan sukses untuk semua,” ungkap Dekan.

“Saya berjanji untuk terus mengembangkan SDM mahasiswa. Ada banyak prestasi mahasiswa generasi hebat dengan pengakuan level nasional dan internasional di berbagai bidang,” lanjutnya didampingi Dr. Muhlas, M.Hum., Wakil Dekan III FU.

Ecep Ismail, M.Ag., Ketua Jurusan (Kajur) IAT FU berterimakasih untuk semua pihak. “Fariz mahasiswa gigih dan proaktif berlatih ke beberapa dosen. Kami siap menguatkan tata nilai, pengetahuan, dan skill di lingkungan mahasiswa,” ujar Kajur IAT didampingi Siti Khadijah, M.Ag., Sekretaris Jurusan IAT FU.

Penghargaan diberikan Rektor bersama WR III di Al-Jamiah, Gedung Rektorat, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Indonesia, Jumat, 11 Desember 2020. (Tor)***

Menuju Kampus Unggul dan Kompetitif, UIN Bandung Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Kampus Merdeka

Menuju Kampus Unggul dan Kompetitif, UIN Bandung Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Kampus Merdeka

Bandung – Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si membuka acara Workshop Kurikulum Kampus Merdeka : Merdeka Belajar menuju Kampus yang Unggul dan Kompetitif yang berlangsung di Hotel Harmoni, Cipanas Garut, Rabu (09/12/2020).

Prof. Mahmud manjelaskan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar (KMMB) dilaksanakan dengan tujuan menciptakan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi yang unggul, kompetitif dan berdaya saing.

Pada tanggal 24 Januari 2020 lalu, Kemendikbud telah meluncurkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Kebijakan ini dirancang sesuai dengan arahan presiden terkait pencapaian visi Indonesia pada tahun 2045 mendatang.

Untuk pencapaian visi ini, perguruan tinggi bertanggung jawab dalam menciptakan kualitas SDM yang berkualitas, sehingga hilirisasi industri dengan memanfaatkan sumber daya yang optimal memiliki pengaruh yang signifikan pada transformasi ekonomi.

Terdapat empat kebijakan yang diusung program kampus merdeka, yakni sistem akreditasi perguruan tinggi, hak belajar selama 3 semester di luar prodi, pembukaan prodi baru, serta kemudahan untuk menjadi PTN-BH.

Selain itu, ada 8 kegiatan yang mendukung proses pelaksanaan kampus merdeka, yakni mahasiswa melakukan magang, mahasiswa membangun desa, mahasiswa mengajar, pertukaran mahasiswa, mahasiswa melakukan riset, mahasiswa berwirausaha, mahasiswa melakukan program kemanusiaan, dan mahasiswa membuat project independen.

“Workshop ini harus dimiliki sebagai salah satu ikhtiar membangun kualitas, mutu dan lulusan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), keberadaan UIN, IAIN, STAIN mesti bersinergi dalam melakukan kerjasama dan sama-sama bekerja untuk meningkatkan marwah kampus,” tegasnya.

Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) tampil menjadi narasumber yang membahas tentang kebijakan DIKTIS terkait kurikulum kampus merdeka: merdeka belajar.

Ketua Pelaksana, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag menjelaskan workshop ini merupakan ikhtiar mewujudkan kampus yang unggul dan kompetitif dengan menjadi kampus merdeka dan merdeka belajar.

Dalam rangka penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di masa pandemi covid-19 ini, perguruan tinggi harus segera menyiapkan panduan akademik, pedoman kuliah yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.

“Mudah-mudahan dengan belajar pada Grand Syekhnya kampus merdeka, pakar yang direkrut Diktis ini kampus UIN Bandung termasuk perguruan tinggi pertama di lingkungan PTKIN yang menerapkan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar,” jelasnya.

Acara workshop ini dihadiri para Wakil Rektor, Kepala Biro, Ketua SPI, Direktur Eksekutif Rumah Moderasi Beragama, Wakil Direktur I, para Wakil Dekan I, para Kepala Bagian di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Tor)***

Ini Dia, M. Yoga Firdaus Mahasiswa UIN Bandung yang Tampil Di IMUN Online Conference 2020

Ini Dia, M. Yoga Firdaus Mahasiswa UIN Bandung yang Tampil Di IMUN Online Conference 2020

Bandung – Muhamad Yoga Firdaus, mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin (FU) semester VII tampil di International Model United Nations (IMUN) Online Conference 34.0, Sabtu (05/12/2020).

Bersama pemuda dari seluruh dunia untuk belajar dan berbagi ide dari beragam pengalaman dan latar belakang dimana Dewan Eksekutif, Pers Internasional dan Delegasi Internasional berkonsolidasi untuk belajar tentang diplomasi, hubungan internasional, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Atas capaian ini, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., mengucapkan selamat dan sukses.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang luar biasa. Dengan ucapan alhamdulillah. Saya sampaikan selamat untuk para mahasiswa yang tampil dan mempresenatsikan makalahnya di konferensi internasional. Ini sebuah prestasi yang membanggakan bagi civitas akademika UIN Bandung. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain. Prinsipnya selagi kita mau usaha dan kerja keras tentu akan diperoleh hasilnya, man jaddà wa jada,” tegasnya, Ahad (06/12/2020).

Sesuai dengan semangat Perserikatan Bangsa-Bangsa, IMUN berupaya untuk mendorong forum konstruktif untuk dialog terbuka tentang masalah global yang kompleks, termasuk perdamaian dan keamanan internasional serta kemajuan ekonomi dan sosial.

IMUN menekankan pemeriksaan mendalam dan penyelesaian masalah mendesak dengan menekankan proses daripada hasil. Namun, ada batasan untuk negosiasi, terutama ketika diplomasi internasional dan kepentingan besar terlibat. Diharapkan melalui IMUN mahasiswa dapat belajar pentingnya menyeimbangkan kepentingan nasional dengan kebutuhan dunia internasional.

Mohneesh Bhardwaj, Executive Chairman, India, pada laman IMUN 2020 menuliskan “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua delegasi karena telah menjadi bagian dari IMUN dan menjadi agen perubahan. Bersama-sama mari terus menjadi bagian dari perjalanan dalam pembentukan para pemimpin,” tuturnya.

Kepala Kelas Menulis, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., yang akrab dipanggil Yudi menyatakan, “Ini panggung pembelajaran Kampus Merdeka. Let’s go outside the classroom for swimming in the open ocean! Pasti segera kami lapor perkembangan yang membahagiakan ini ke Pak Rektor,” ungkap Kepala Kelas Menulis yang sekaligus Dekan FU melalui pesan selular.

Yoga di sela-sela konferensi online menuturkan “Alhamdulillah paper saya diterima dan terpilih, hingga berkesempatan menjadi presenter di International IMUN 34.0 2020, meskipun berlangsung secara daring. Kesempatan emas ini menjadi ajang belajar yang mampu melahirkan ide-ide konstruktif-solutif bagi permasalahan terkini. Saya bangga menjadi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati yang bisa mewakili Indonesia untuk tampil di agenda internasional ini,” ujarnya.

Mengenai materi yang disampaikan pada presentasi IMUN, “Saya dari indonesia mempresentasikan ide tentang masalah Economic Growth in Child Labour secara khusus yang ada di Negara Estonia. Lalu saya memberikan ide-ide saya tersebut dalam bentuk solusi dan resolusi konstruktif yang dapat ditendensikan dengan afiliasi organisasi dunia seperti ILO hingga UNICEF,” tegasnya.

Estonia dikenal sebagai negara dengan nilai ekonomi tinggi. Dominasi perdagangan barang dan jasa menjadi keunggulan tersendiri. Negara Estonia memiliki nilai pasar yang tinggi dan diakui dunia hingga kini. Berbicara tentang alokasi tenaga kerja anak, negara Estonia diperkirakan memiliki kapasitas yang minim, bahkan tenaga kerja anak hampir tidak tersebar secara masif. Negara ini dikenal sebagai negara yang aspek ekonominya stabil, khususnya di masa pandemi bisa dikatakan dalam performa semakin optimal dalam menarik perhatian konsumen global.

“Ide solutif ini sebagai refleksi memanusiakan manusia. Memberikan perhatian besar terhadap perkembangan setiap anak kecil dimana pun ia berada dan dalam masa apapun, bahkan di masa pandemi seperti ini. Sehingga ia mampu menjadi agen perubahan kelak yang senantiasa mengibarkan ide kolaboratif elite dan kapabilitas konstruktif-solutif lewat afiliasi domestik hingga internasional,” pungkasnya. (Tor)***

Ini Dia Dakwah Memberdayakan di Era Pandemi Covid-19

Ini Dia Dakwah Memberdayakan di Era Pandemi Covid-19

Bandung–Jurusan Pengembangan Mahasiswa (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) mengadakan webinar nasional bertema “Dakwah yang Memberdayakan di Masa Pandemi Covid-19” pada Selasa, 01 Desember 2020.

Webinar nasional dilakukan secara virtual melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung melalui akun youtube prodi PMI. Webinar ini diikuti 412 peserta dari seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai profesi. Bukan hanya mahasiswa, dan akademisi, tetapi juga para praktisi dakwah dan fasilitator masyarakat.

Dalam opening speech-nya, Ketua prodi PMI UIN Bandung, Dr. Asep Shodiqin, M.Ag, menegaskan bahwa dakwah pada intinya adalah menekankan tercapainya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat yang salah satunya menjadi pokok utama kajian jurusan PMI di UIN Bandung.

Dakwah pemberdayaan, kata Asep menjadi penting dilakukan dalam kerangka membantu masyarakat untuk dapat hidup berbahagia di dunia disertai menyiapkan bekal di akhirat.

Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., MT. yang menjadi keynote speech sekaligus membuka webinar scr resmi dalam webinar ini memberikan semangat bagi para pendakwah.

Menurutnya, sekalipun dalam kondisi pandemic covid-19, dakwah Islam tidak boleh berhenti demi membangun peradaban yang lebih maju.

Aspek yang harus menjadi fokus dalam proses dakwah masa kini, yaitu konten dan media dakwah.

Konten yang menyediakan ruang kemanusiaan yang penuh dengan nuansa keagamaan, dan dakwah dengan menitikberatkan pada hal-hal yang baik.

Hal itu penting mendapat tekanan, karena menurutnya, tidak mungkin sebuah kebaikan akan menjadi kebaikan, jika tidak disampaikan dengan cara-cara yang baik. Aspek-apek kesahatan di era pandemi covid-19 juga layak mendapat perhatian, ini sesuai dengan maqashid syariah.

Ali Ramdhani juga menekankan bahwa dakwah dengan penggunaan teknologi dianggap sebagai solusi bagi masyarakat semua. Mengapa? Karena dengan media teknologi, kita bisa tetap produktif menjalankan dakwah tanpa harus bertatap muka secara langsung.

“Hal ini menjadi sesuatu yang paling impresif dengan memberikan jalur-jalur menebar kebaikan dengan media teknologi,” tegasnya.

Ada Tiga Poin Besar
Narasumber webinar nasional, Direktur PD. Pontren Kemenag RI Bapak Dr. Waluyo Abdul Ghofur mengangkat topik ”Islam Rahmah: Menguatkan dan Menyenangkan.”

Menurutnya, ada 3 poin besar dalam melaksanakan ajaran Islam Rahman dalam berdakwah.

Pertama, Dakwah Islam sebagai layanan sosial bagi penyelesaian hidup. Kedua, terlibat aktif dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Ketiga, sebagai pemecah masalah, bukan malah membuat masalah.

Narasumber kedua, Ketua P2MI Rosita Tandos, M.Ag., MA., M.ComDev., Ph.D. mengkat topik terkai Profesi PMI dan Perannya dalam Menangani Covid-19.

“PMI bukan hanya lahir dan merumuskan teori pemberdayaan masyarakat, tetapi juga disertai dengan action yang disertai dengan sinergitas semua pihak dalam menyelesaikan problem masyarakat dengan beberapa model seperti awareness, capacity to fulfil daily needs, collective responsibility and success, dan sustainability.

Dr. Abdul Syukur, M.Ag, Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden Intam Lampung yang menjadi narasumber ketiga mengarahkan dan menjelaskan mengenai ontologisasi, epistimologisasi, dan aksiologisasi dakwah PMI.

Adapun Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Pd menegaskan inti pemaparannya pada aktivitas dakwah sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan daya atau kekuatan yang ada pada masyarakat.

Caranya, kata Sarbini, dengan memeberikan dorongan peluang dan kesembapatan bagi masyarakat untuk mengembangakan potensi yang dimilikinya, sehingga kekuaan dan kemampuannya meningkat secara optimal.

Hal tersebut, tambahnya, juga harus diiringi dengan kualitas etik moral dan spiritual, sehingga kemajuan yang dicapai masyarakat disertai dengan akidah yang kuat dan akhlak yang mulia.

Dalam clossing statement-nya, Dekan FDK ini memberikan apresiasi yang sebesar-besar kepada para narasumber, peserta dan Jurusan PMI sebagai pemrakarsa webinar.
Dekan FDK UIN Bandung ini berpesan pada para mahasiwa untuk tidak berkurang dalam melakukan proses pemberdayaan, dengan tetap memperhatikan protokol kesahatan.

“Dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri serta melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Kita juga sama-sama berdoa agar covid ini segera diangkat Allah SWT dari permukaan bumi sehingga kita bisa beraktivitas seperti sediakala dan mampu mengembangkan potensi diri secara maksial dalam mengembangkan dakwan pemberdayaan masyarakat Islam,” pungkasnya. (Tor)***

Inovasi, Mahasiswa Jurusan Studi Studi Agama UIN Bandung Tulis Artikel Ilmiah

Inovasi, Mahasiswa Jurusan Studi Studi Agama UIN Bandung Tulis Artikel Ilmiah

Bandung – Organisasi mahasiswa membuat terobosan menulis artikel ilmiah. Terobosan ini diawali dengan agenda “Latihan Praktis Menulis Artikel.”

Latihan ini dipandu Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Acara ini berlangsung Pukul 15.40-17.40 WIB. di Villa Maranti, Cilengkrang, Bandung, Jum’at, 04 Desember 2020.

Mengapa menulis artikel? Menulis adalah indikator maju. Jadi meskipun tidak suka menulis, akademisi semuanya harus menulis. Menulis artikel suka dibilang horror. Sejenis mahluk yang menakutkan. Mitos itu mesti ditepis. Caranya semua harus berlatih. Demikian diungkapkan Wahyudin.

Ungkap dia, mahasiswa harus terbiasa mengakses himpunan data di repositori. Ambil data tersebut dengan menggunakan aplikasi references. Aplikasi ini merupakan standar internasional penulisan ilmiah.

Gunakan template penulisan. Tiap jurnal pasti menyediakan template. Susun formula penelitian, yaitu rumusan masalah, pertanyaan penelitian, dan tujuan penelitian. Lakukan tinjauan pustaka. Ini berperan untuk melihat apa yang telah diteliti dan apa yang belum diteliti orang lain. Demikian ungkap Yudi sapaan akrab Wahyudin.

Kata Yudi, baru buat kerangka berpikir yaitu alur logis berjalannya keseluruhan penelitian. Tinjauan pustaka akan menyumbangkan teori-teori dan konsep-konsep untuk menyusun kerangka berpikir ini. Selanjutnya tentukan jenis penelitian, metode, analisis, dan pendekatan.

Sampai di situ, tiba gilirannya menulis bagian pembahasan, yakni jawaban atas pertanyaan penelitian. Jawaban ini dialogkan dengan pertanyaan, teori dari kerangka berpikir, dan analisis serta pendekatan.

Terakhir menulis simpulan yakni hasil akhir dari pembahasan. Di hasil akhir ini pastikan apakah penelitian telah sampai tiba pada tujuan penelitian. Sebutkan pula kegunaan penelitian bagi penerima manfaat hasil penelitian. Juga sebutkan keterbatasan penelitian serta rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut.

Sekarang tersisa menulis bagian abstrak meliputi tujuan penelitian, metode penelitian, pembahasan penelitian, kesimpulan, dan rekomendasi. Tulis bagian judul paling terakhir. Judul itu mengandung problem, metode, dan hasil.

Nah sekarang sudah terbentuk naskah artikel. Selanjutnya, cek plagiasi dan lakukan paraphrase untuk meminimalisir similarity. Lalu lakukan editing pastikan tidak ada typo. Karena itu minta dua orang sejawat untuk proofreading. Artikel ilmiah hasilnya harus rapih.

Tahap berikutnya lakukan translate. Saat ini sudah banyak mesin translate. Jika Bahasa Indonesia sudah benar, maka hasil translate juga tidak rusak. Grammar juga dipastikan akurat. Paling akhir adalah pengiriman naskah ke jurnal. Lakukan login dan pengiriman naskah. Pastikan naskah submitted.

Tunggu jawaban editor jurnal di email. Biasanya nanti ada kabar apakah artikel diterima atau ditolak untuk terbit. Jika diterima biasanya ada perintah revisi. Lakukan revisi dan kemudian kirim ulang naskah hasil revisi melalui login.

Jika naskah ditolak pasti editor jurnal memberi tahu alasan mengapa ditolak. Biasanya naskah gak rapih, similarity terlampau besar, dan konten tidak sesuai dengan scope jurnal. Jika naskah diterima dan kemudian terbit, maka sisitulah selebrasi.

Demikian paparan Wahyudin pada acara yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Studi Agama-Agama (SAA) FU ini. Acara ini digelar bersamaan dengan Upgrading dan Pelantikan Pengurus HMJ SAA Periode 2020-2021.

Hadir pada kegiatan ini Dr. Muhlas M.Hum., Wakil Dekan III, Dr. Dadang Darmawan, M.Ag., Ketua Jurusan SAA, Dr. Ilim Abdul Halim, M.Ag., Sekretaris Jurusan SAA, dan Bambang Wijanarko, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin.

Hadir pula Shihabudin Syafiq, Ketua Demisioner dengan Sekretaris Irham Yuflih. Pada acara ini Asep Suryana dilantik menjadi Ketua dan Jelly Durahman sebagai Sekretaris HMJ SAA Periode 2020-2021,

“Terobosan latihan menulis ini bertujuan untuk penguatan literasi di lingkungan mahasiswa. Sasarannya adalah publikasi artikel di jurnal ilmiah,” ujar Galbani Fadhillah, Ketua Panitia Pelaksana, didampingi Inas Syafira Shafillah, Sekretaris.

55 pengurus HMJ SAA antusias mengikuti agenda latihan dengan mengajukan sejumlah pertanyaan. Pengurus berkomitmen melanjutkan latihan melalui agenda kursus di HMJ SAA.


 

Provinsi Jabar Jalin Kerja Sama dengan Chungcheongnam-do Korea Selatan

Provinsi Jabar Jalin Kerja Sama dengan Chungcheongnam-do Korea Selatan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menandatangani Letter of Intent (LoI) Jabar dan Chungcheongnam-do Korea Selatan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020). (Foto: Yogi P/Humas Jabar)

Bandung – Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan  Chungcheongnam-do (Provinsi Chungcheong Selatan) Korea Selatan membentuk kerja sama Provinsi Bersaudara atau Sister Province di tiga area.

Yakni: (1) Economic and Tourism Development (Pengembangan Ekonomi & Pariwisata); (2) Eco-friendly Environment Development (Pengembangan lingkungan hidup yang ramah lingkungan); dan (3) Human Resources Development (Pengembangan Sumber Daya Manusia).

Penandatanganan Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent (LoI) dilakukan oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Chungcheongnam-do Yang Seung Jo dari tempat masing-masing pada Kamis (3/12/2020).

Dalam sambutannya, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menjelaskan bahwa Jabar dengan penduduk kurang lebih 50 juta jiwa –hampir sama seperti populasi Korea Selatan– memiliki tiga kekuatan ekonomi, yakni manufaktur, pertanian, dan pariwisata lokal.

Selain itu, Kang Emil berujar, Jabar  menjadi primadona investasi di Indonesia. Hingga triwulan III-2020 atau September 2020, realisasi investasi di Jabar mencapai Rp86,3 triliun –nomor satu berdasarkan lokasi.

Hal itu, lanjutnya, dicapai karena Jabar memiliki keunggulan soal infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Pertama, infrastruktur kami lebih baik dibandingkan provinsi lain. Kedua, SDM di Jabar tergolong paling produktif di Indonesia karena kami punya lebih dari 500 universitas dan institusi yang melahirkan orang-orang berkualitas yang tinggal dan bekerja di Jabar,” ujar Kang Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung. Dalam keterangan tertulis Humas Jabar.

Saat ini, Jabar juga tengah mengembangkan kawasan industri baru bernama Rebana Metropolitan yang melingkupi tujuh daerah dan diproyeksi menjadi masa depan ekonomi Jabar.

Kehadiran Pelabuhan Patimban dan Bandarudara Internasional Kertajati serta pembangunan tol dan kereta cepat juga dinilai mampu mendorong Jabar menjadi provinsi terbaik.

“Jadi, Jabar sedang berupaya memastikan selalu nomor satu dalam menyambut ekonomi baru dan infrastruktur berkualitas,” kata Kang Emil.

Dalam agenda tersebut, Kang Emil turut memaparkan tujuh potensi ekonomi baru pasca-COVID-19 di Jabar, yakni: (1) meraup peluang investasi perusahaan yang pindah dari Tiongkok; (2) swasembada pangan; (3) swasembada teknologi; (4) mendorong peluang bisnis di sektor kesehatan; (5) digital ekonomi; (6) penerapan ekonomi berkelanjutan; dan (7) pariwisata lokal.

“Semoga ketujuh potensi ekonomi baru ini juga menjadi peluang kerja sama baru bersama Chungcheongnam-do, Korea Selatan,” ucap Kang Emil.

Terakhir, Kang Emil juga berterima kasih atas dukungan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta termasuk juga Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi di Seoul.

“Kami (Pemda Provinsi Jabar) juga senang atas dukungan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Seoul dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Busan,” kata Kang Emil.

“Kita tahu, hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan terbangun dengan sangat spesial. Kami berharap hubungan kerja sama di level nasional juga bisa semakin produktif menjadi level regional antarprovinsi,” tutupnya.

Gubernur Chungcheongnam-do, Yang Seung Jo, mengaku senang bisa bekerja sama dengan Provinsi Jabar.
Melalui kerja sama ini, kedua provinsi diharapkan bisa meningkatkan ekonomi dan memperkuat hubungan persahabatan.

“Saya tidak sabar menantikan potensi kerja sama yang akan kita rasakan dampaknya di masa depan untuk hasil yang lebih baik,” ucap Seung Jo melalui konferensi video.

Ia pun menuturkan bahwa sektor industri di Chungcheongnam-do juga tergolong kuat, mulai dari pertanian, otomotif, hingga produk elektronik (layar).

“Semoga kerja sama ini bisa memperkuat hubungan persahabatan dan juga dari segi peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, mengatakan bahwa Provinsi Jabar dan Provinsi Chungcheong Selatan memiliki banyak kesamaan, salah satunya bisa membuat warganya bahagia.

“Jadi saya yakin kerja sama ini akan membuat warganya lebih bahagia lagi,” tutur Umar Hadi.

Penandatanganan LoI ini, lanjutnya, menjadi langkah awal untuk tahap berikutnya yaitu Memorandum of Understanding (MoU) yang paling lambat diteken satu tahun sejak LoI. Umar Had pun mengaku senang terkait tiga bidang yang akan dikerjasamakan.

“Salah satunya Human Resources Development. Saya juga melihat pentingnya kerja sama kedua provinsi di bidang teknologi digital karena di 5-10 tahun ke depan, kita berhadapan dengan dunia yang lebih digital, termasuk pandemi COVID-19 yang mengakselerasi penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Umar. (Tor)***

Pemda Provinsi Jabar Dukung Swab Test di Kawasan Industri MM2100

Pemda Provinsi Jabar Dukung Swab Test di Kawasan Industri MM2100

Swab test masif di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/12/2020). (Foto: Humas Jabar)

Bekasi – Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Divisi Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bekasi dan Forum Komunikasi Koordinasi Sumber Daya Manusia (FKKSM) MM2100 menggelar swab test di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Kamis (3/12/2020).

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, swab test di kawasan industri merupakan kolaborasi sejumlah pihak. BNPB menyediakan perlengkapan swab test. Sedangkan, tenaga medis berasal dari Satgas Penanganan COVID-19 Jabar dan Kabupaten Bekasi.

“Ini logistiknya, alat tesnya kita dapat dari BNPB melalui pengadaan 12.000 alat tes. Tenaga kesehatannya ini dari Satgas Kabupaten bekerja sama dengan Satgas Provinsi,” kata Daud, dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Menurut Daud, TNI/Polri pun turut terlibat dalam pengetesan tersebut. Mereka bertugas mengamankan jalannya pengetesan.

Selain untuk memutus mata rantai penularan dan mencegah munculnya klaster industri, pengetesan bertujuan memastikan pekerja dalam keadaan sehat. Setelah Kawasan Industri MM2100, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar akan menggelar tes di kawasan industri lainnya.

“Di sini pihak TNI dan Polri bersama-sama ikut mengamankan ini dan kedepannya kita akan terus berkolaborasi untuk bisa melakukan testing-testing yang lebih banyak lagi,” ucapnya.

“Nanti kita akan ke kawasan industri di Subang, minggu depan ada di Jababeka, mungkin kita ke kawasan-kawasan lain. Sementara ini kita (fokus) di industri, nanti juga akan ke segmen yang lain,” imbuhnya.

Wakil Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Letkol Asep Sugiharto mengatakan, swab test kali ini digelar untuk menindaklanjuti adanya beberapa kerumunan yang melibatkan karyawan pabrik.

“Kegiatan tes swab di kawasan industri yang saat ini dilakukan sebenarnya langkah dari pemerintah setelah adanya kerumunan masa beberapa waktu yang lalu. Seperti demonstrasi dan kerumunan lainnya,” kata Asep.

Adapun sasaran swab test kali ini adalah karyawan yang ikut dalam demonstrasi dan karyawan yang keluarganya positif COVID-19. Dengan begitu, swab test akan tepat sasaran dan berdasarkan data yang valid.

Selain itu, kata Asep, pihaknya akan fokus melakukan pengetesan dan pelacakan kontak di klaster pondok pesantren, klaster rumah tangga, dan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

“Jadi ini ada enam klaster prioritas, salah satunya adalah karyawan di klaster industri. Kemudian kedepan juga Pilkada sedang kita rapid test, kemudian ada pondok-pondok pesantren, klaster rumah tangga, dan klaster lainnya,” katanya.

“Sasaran (tes swab masal) terpilih. Siapa saja yang prioritas kemarin ikut demo atau pada saat dia di rumah ada yang terpapar positif, jangan sampai dari rumah terbawa ke pabrik mengontaminasi seluruh pabrik. Jadi semuanya based on data,” imbuhnya.

Ketua Forum Komunikasi Koordinasi Sumber Daya Manusia (FKKSM) Kawasan Industri MM2100 yang juga ketua penyelenggara swab test, Vidi Christianto, melaporkan bahwa swab test kali ini melibatkan 72 perushaan dan 13.000 karyawan.

Rencananya, kata Vidi, swab test masif ini akan digelar selama satu pekan, sehingga dalam sehari pihaknya akan mengetes sekitar 2.200 karyawan.

“Kegiatan ini awalnya diikuti oleh 72 perusahaan, dan totalnya ada sekitar 13.000 (peserta). Namun untuk awal kick off ini kita melibatkan kurang lebih sekitar 28 perusahaan, dengan total peserta sekitar 2.200, dan harapannya dari sini kita bisa tracing untuk klaster industri,” kata Vidi.

Vidi mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Satgas Penanganan COVID-19 dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi dalam melakukan pelacakan kontak erat manakala ada karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Kita bekerja sama juga dengan Satgas Kabupaten Bekasi, kita juga sudah data berdasarkan perusahaan, tempat tinggal, kelurahan. Di situ, kita akan tracing nanti. Jadi dari data ini, Dinkes akan follow up ke rumah-rumahnya. Kalau kita dari perusahaan akan tracing di internal perusahaan masing-masing,” jelasnya. (Tor)***

Enam Zona Merah Jawa Barat : Kabupaten Indramayu, Purwakarta, Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Banjar.

Enam Zona Merah Jawa Barat : Kabupaten Indramayu, Purwakarta, Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Banjar.

Depok – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau masyarakat untuk tidak berpergian jauh dan tidak berwisata ke daerah yang berstatus Zona Merah atau risiko tinggi.

Data periode 23 November 2020 hingga 29 November 2020, enam daerah di Jabar berstatus Zona Merah, yakni Kabupaten Indramayu, Purwakarta, Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Banjar.

Kemudian, 19 daerah di Jabar berstatus Zona Oranye. Hanya Kabupaten Cianjur dan Pangandaran yang berstatus Zona Kuning.

“Sudah saya umumkan kemarin, pertama kalinya Kota Bandung jadi Zona Merah sehingga saya mengimbau minggu ini para wisatawan menahan diri dulu untuk tidak ke Bandung Raya karena zonanya lagi merah, sedang proses pengendalian lebih baik lagi,” kata Kang Emil di Kota Depok, Rabu (2/12/2020).

Kang Emil mengatakan, usai libur panjang pada akhir Oktober 2020, terjadi peningkatan kasus COVID-19. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat Jabar untuk menahan diri dan menghindari kerumunan.

“Cerita dari libur panjang itu menunjukkan ada peningkatan (kasus COVID-19). Oleh karena itu, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, saya kira kita menahan diri dulu, tidak berpergian terlalu jauh, kemudian tidak berkerumun,” ucapnya dalam keeranan tertulis Humas Jabar.

Kang Emil pun melaporkan, tingkat keterisian ruang isolasi rumah sakit rujukan di kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, dan Sumedang) sudah lebih dari ambang batas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60 persen.

“Keterisian di Depok ada rata-rata di 80 persen. Ini juga mewakili rata-rata se-Jawa Barat khususnya yang Bodebek dan Bandung Raya. Tapi, kalau di luar itu (Bodebek dan Bandung Raya) relatif masih di bawah 60 persen. Di Bodebek dan Bandung Raya sudah terjadi peningkatan,” katanya.

Selain itu, menurut Kang Emil, tidak ada daerah di kawasan Bodebek yang berstatus Zona Merah untuk kali pertama.

“Bodebek minggu ini pertama kalinya semuanya tidak ada Zona Merah. Biasanya bergantian, Depok enggak (Zona Merah), tapi Bekasi, sekarang semuanya tidak,” ucapnya.

Kang Emil juga melaporkan, berdasarkan data per 29 November 2020, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jabar mencapai 85,65 persen. Angka tersebut melebihi rata-rata tingkat kesembuhan nasional, yakni 83,40 persen. Kemudian, tingkat kematian pasien COVID-19 pun terus menurun.

“Tingkat kesembuhan juga Jawa Barat di atas nasional, yakni 85 persen. Itu salah satu yang tertinggi. Kemudian tingkat kematian kita konsisten paling rendah, provinsi lain ribuan, tapi kita hanya 900 dari 51 ribu total kasus, atau sekitar 1,7 persen,” katanya. (Tor)***

Baca Juga : Akhir 2021, Gerakan Tanam dan Pelihara 50 Juta Pohon di Jawa Barat Terealisasi