Duh Bandung Jadi Zona Merah Lagi, Oded Bilang Begini !

Duh Bandung Jadi Zona Merah Lagi, Oded Bilang Begini !

Foto : Dok. Humas Pemkot Bandung 

Bandung – Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu menyusul situasi terkini di Kota Bandung kembali memasuki level kewaspadaan zona merah. Wali Kota Bandung menyerukan agar masyarakat memperhatikan kondisi kekinian.

Kendati beragam upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, namun kunci utama keberhasilan penanganan virus corona tetap memerlukan partisipasi masyarakat.

“Saat ini Kota Bandung sudah memasuki zona merah. Saya mengimbau warga untuk lebih waspada. Jangan anggap sepele karena Covid-19 masih ada di tengah-tengah kita,” ucap Oded, Selasa, 1 Desember 2020, dalam keterangan tertulis Pemkot Bandung.

Oleh karenanya, Oded menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk lebih memerhatikan prioritasnya dalam beraktivitas. Warga Kota Bandung diimbau tidak keluar kota jika tidak urgent atau penting.

“Kalau tidak urgent atau tidak penting sekali lebih baik untuk menahan diri. Sehingga bisa mengurangi interaksi,” jelasnya.

\Oded juga berharap, warga dari luar kota tidak datang ke Kota Bandung jika tidak memiliki kepentingan yang mendesak. Sebaiknya bisa mempertimbangkan urgensi keperluannya untuk datang ke Kota Bandung.

“Buat yang datang dari luar Kota Bandung juga diharapkan mempertimbangkannya matang-matang. Kalau memang tidak terlalu penting, jangan memaksakan diri,” katanya. (Tor)***

Rektor Unikom Raih Penghargaan sebagai Best University Leaders dalam Obsession Awards 2020

Rektor Unikom Raih Penghargaan sebagai Best University Leaders dalam Obsession Awards 2020

Bandung – Bertempat di Grand Meeting Room Unikom, pada Rabu, 18 November 2020, Obsession Media Group (OMG) yang diwakili oleh Elly Simanjuntak selaku Managing Director beserta tim berkesempatan berkunjung ke Unikom guna penyerahan Trophy dan Piagam Penghargaan kepada Rektor Unikom dalam ajang Obsession Awards 2020.

Melalui ajang tersebut, Rektor Unikom, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., berhasil meraih penghargaan “Best University Leaders”.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Kerjasama Unikom, Assoc. Prof. Dr. Agus Riyanto, M.T., Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi dan Akreditasi Unikom, Assoc. Prof. Dr. Ir. Herman S, MBA., para dekan serta Direktur Humas dan Protokoler Unikom.

Melalui sambutannya, Elly Simanjuntak menuturkan bahwa Prof. Eddy merupakan sosok yang tepat untuk menerima penghargaan tersebut.

“Kami melihat Prof. Eddy merupakan sosok yang kompeten, inovatif, memiliki terobosan dan seorang edupreneur yang memiliki berbagai prestasi, hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Unikom dalam berbagai bidang. Kami berharap semoga ke depannya mahasiswa tetap semangat untuk studi di Unikom, karena Information Technology dan Entrepreneurship sangat dibutuhkan untuk perkembangan dunia saat ini dan saya yakin Unikom akan terus mendukung kompetensi tersebut.” ujarnya.

Mengapresiasi penghargaan tersebut, Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan rasa bangganya atas raihan award yang diperolehnya tersebut.

“Award tersebut merupakan suatu hal yang sangat luar bisa dan memiliki makna yang sangat hebat, tentu itu menjadi satu penghargaan bagi saya dan Unikom sebagai institusi perguruan tinggi. Penghargaan tersebut menjadi amanah yang harus saya dan tim pegang ke depannya, serta diimplementasikan kepada masyarakat luas khususnya perguruan tinggi di Indonesia. Amanah tersebut akan kami tunjukan melalui berbagai kinerja untuk masyarakat luas, karena penghargaan tersebut merupakan wujud dari apa yang sudah diupayakan kami melalui Unikom selama 20 tahun ini sebagai institusi perguruan tinggi nasional di Indonesia.” jelas Prof. Eddy.

Sebagai informasi, dikutip dari obsessionnews.com, Obsession Awards merupakan agenda rutin setiap tahunnya sejak tahun 2006. Penghargaan tersebut diberikan kepada para tokoh, kementerian, lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan swasta yang berprestasi dan inspiratif.

Pada anugerah Obsession Awards 2020 terdiri dari 15 kategori diantaranya Lifetime Achievements, Best Ministers, Best Parliamentarians, Best Institutions, Best Regional Leaders, Best Bureaucrats, Best CEOs, Best Companies, Best CSR, Best Entrepreneurs, Best Professionals, Best University Leaders, Women’s Empowerment, The Rising Star dan Rising Star Companies.

Adapun seleksi penetapan peraih Obsession Awards 2020 untuk masing-masing kategori dilakukan OMG bekerja sama dengan Indonesia Research and Survey (IReS). Rencananya, e-awarding akan dilaksanakan secara virtual dan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin pada 3 Desember 2020 mendatang. (Tor)***

Baca Juga : Unikom Capai Posisi Pertama Permohonan Hak Cipta 2020

Lebih dari 50 Artikel Mahasiswa UIN Bandung Berhasil Registrasi Konferensi International

Lebih dari 50 Artikel Mahasiswa UIN Bandung Berhasil Registrasi Konferensi International

Bandung – Mahasiswa saatnya mengenal konferensi internasional. Sebuah temu ilmiah untuk presentasi artikel ilmiah. Pernyataan tersebut dikemukakan pegiat Kelas Menulis UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Wahyudin Darmalaksana, Kamis, (19/11/2020).

“Semula konferensi internasional lebih banyak diakses oleh Dosen. Tahun ini Mahasiswa didorong menjadi presenter artikel ilmiah di konferensi internasional,” ungkapnya.

“Mula-mula disediakan template. Mahasiswa menulis sesuai template. Latihan penggunaan aplikasi references. Dan pengiriman naskah artikel ke konferensi internasional,” lanjutnya.

Sebanyak 57 artikel Mahasiswa berhasil registrasi The 2nd Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies, CISS, on Islam and the Making of Religious Harmony: The Transformation of Contemporary Islamic Thoughts in The Era of New Media.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung tanggal 23-27 November 2020. Sebanyak 57 artikel Mahasiswa disiapkan sejak tanggal 28 September 2020.

“Artikel hasil konferensi akan dipublikasikan di jurnal ilmiah. Ini menjadi pencapaian Mahasiswa untuk kampus,” lanjut Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis di Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Indonesia. (Tor)***

Baca Juga : Bangun Pariwisata Halal, Pemkab Majalengka dan UIN Bandung Jalin Kerjasama

UIN Bandung Targetkan Penambahan 5 Guru Besar pada 2023

UIN Bandung Targetkan Penambahan 5 Guru Besar pada 2023

Rektor UIN Bandung, Mahmud foto bersama pada acara sosialisasi  kenaikan pangkat dosen. (Foto : Dok. Humas UIN Bandung) 

Bandung – Sebanyak 130 dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Sosialisasi Kebijakan Kenaikan Jabatan/Pangkat Dosen tahun 2019 bersama Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Mohammad Sofwan Effendi, di gedung Abdjan Soelaeman, Jumat (14/08/2020)

Rekto UIN Bandung, Mahmud, menjelaskan acara sosialisasi ini sebagai ikhtiar dan komitmen bersama civitas akademika untuk meningkatkan marwah kampus.

“Percepatan Guru Besar harus menjadi program strategis UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam meningkatkan mutu di perguruan tinggi. Ikhtiar ini perlu didukung secara bersama-sama dan sama-sama kerja dalam mewujudkan kampus yang unggul, kompetitif dan berakhlak karimah dengan melahirkan Guru Besar,” tegasnya dalam keterangan tertulis Humas UIN Bandung.

Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi di pendidikan tinggi. Peran dan fungsi Institusi berkewajiban mendorong percepatan Guru Besar. Pencapaian jumlah Guru Besar menujukan kualitas pendidikan tinggi.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menargetkan 5 Guru Besar bertambah pada 2019-2023.

Caranya dengan memberikan dorongan, motivasi bagi yang masih S2 didorong untuk melanjutkan S3. Sedangkan yang S3 didorong untuk naik jabatan Guru Besar dengan pemetaan skor poin kumulatif (KUM) minimal 850. (Tor).

Baca Juga : Mengenal Siti Rodiah, Lulusan UIN Bandung dengan IPK 3,71 Pernah Jadi Pencuci Piring dan Jual Gorengan, Berhasil Lulus Kuliah dalam 3,5 Tahun