Meski Pandemi, UIN Bandung Terus Tingkatkan Kualitas Kampus

Bandung – Pada kegiatan Sosialisasi e-Knows untuk tingkatkan proses pembelajaran daring, Rektor UIN Bandung, Mahmud memaparkan langakah-langkah dalam  perbaikan fasilitas kampus meskipun di masa pandemi seperti ini.

“Pembicaraan tentang pembentukan tim adhoc dalam rangka pembukaan Fakultas Kedokteran, wacana membuka wahana rekreasi pelajar yang edukatif, solutif serta agamis, pembuatan pusat research sejarah Rasulullah dan lain-lain menjadi pengembangan dan program kampus,” ujar Mahmud Selasa (15/09/2020)..

Sealian itu, percepatan guru besar dan masalah akreditasi prodi juga tak luput dari sorotan. “Untuk prodi yang masih terakreditasi B, tidak saya izinkan untuk mengajukan akreditasi ulang sebelum dilakukan secara internal dulu. Dan untuk prodi yang sudah A diharapkan bisa meningkat lagi untuk akreditasi internasional,” jelasnya.

Upaya membangun UIN Bandung yang lebih baik lagi. “Dengan kerjasama dan sama-sama bekerja untuk membangun lembaga dimana kita berada. Mudah-mudahan kita bisa berlari lebih cepat lagi. Dan semoga. selain memberi manfaat untuk lembaga, apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah juga,” paparnya.

Sementara itu, dekan Fakultas Adan dan Humaniora, Setia Gumilar, berharap dengan adanya workshop e-Knows dapat meningkatkan pelayanan kepada para mahasiswa, khususnya dalam proses belajar mengajar.

“Biasanya tidak ada pembicaraan tentang kebijakan perkuliahan. Namun karena semester yang akan datang wajib menggunakan e-Knows, maka FAH berinisiatif mengundang Pak Rektor agar memberikan arahan dan masukan tentang latar penggunaan penggunaan e-Knows ini,” ujarnya.

“Kami di Fakultas Adab sudah menyelenggarakan E-learning ini sejak Maret, dengan berbagai media daring yang ada. Dalam catatan evaluasi Kami, mayoritas dosen mengunakan WA, karena dirasa sudah terbiasa dengan aplikasi yang satu ini. Selain itu ada juga yang menggunakan Google Classroom. Selain itu yang secara efektif menggunakan E-knows baru 20 persen,” ujar Setia.

Untuk itu, lanjutnyam, pihaknya meminta masukan dan motivasi dari Rektor agar para dosen semakin terbiasa menggunakan aplikasi E-Knows ini karena selain berbagai kelebihannya seperti fleksibilitas waktu, bisa dilakukan dari HP dan dari rumah. Meski ada kendala lainnya yang menjadi bahan evaluasi, seperti kendala sinyal, kuota dan kendala-kendala lainnya.

“Tahun ini kita mendapat beberapa prestasi seperti menjadi peringkat pertama Webometrics di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan urutan ke 36 dari seluruh perguruan tinggi secara nasional.” kata Setia

“UIN Bandung juga meraih rekor Muri atas penerimaan UM-PTKIN daring terbanyak. Selain itu, setahun ini yang mendapat SK guru besar di UIN Bandung sebanyak 12 Orang. serta ada dosen kita yang diangkat menjadi Dirjen Pendis Kementerian Agama. Mudah-mudahan berbagai capaian ini mampu meningkatkan semangat dan kinerja para dosen serta tendik juga untuk selalu dalam menjaga nama baik lembaga,” tuturnya.

Para dosen juga tampak antusias mengikuti pelatihan ini, H. Cecep Nurul Alam, ST, MT. dan Mohamad Irfan, ST, MKom. memberikan penjelasan yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi, sehingga berbagai kendala yang mungkin terjadi saat proses perkuliahan mendatang bisa diminimalisir.

“Aplikasi E-Knows sendiri bisa diakses oleh mahasiswa dan dosen melalui tautan https://lms.uinsgd.ac.id. Semuanya berharap pembelajaran daring melalui aplikasi e-Knows ini bisa memberi kemudahan bagi dosen dan mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Meskipun terpisah oleh jarak, semangat belajar mengajar tidak boleh menurun dan harus terus berjalan sebagaimana sebelum adanya pandemic,” pungkasnya. (Tor)***

Baca Juga: UIN Bandung Mengabdi melalui KTIA di Ajang MTQ

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Copyright © 2020 Indo-Satu. All rights reserved.