Pemprov Jabar Jawab Tudingan : Denda Bagi Masyarakat Tak Bermasker Lewat Aplikasi

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/7/20). (Foto: Rizal/Humas Jabar)

Bandung – Rencana penerapan denda berupa uang bagi masyarakat yang tidak menggunkan masker menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satu yang cukup nyaring terdengar adalah apakah pembayaran denda tersebut bisa transaparan.

Menjawab pertanyaan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyebut, teknis pembayaran denda akan dilakukan melalui aplikasi khusus tujuannya untuk meminimlaisir penyelewengan.

Sebagai bentuk transparansi, proses pembayaran denda dilakukan melalui aplikasi supaya masyarakat dapat melihat jumlah pelanggar dan denda. Data tersebut akan diperbarui setiap hari.

“Kami mendendanya juga menggunakan aplikasi, sehingga siapa yang kena itu datanya langsung masuk dan kuitansinya langsung dikirim ke HP (handphone) masing-masing. Jadi, setiap hari kita tahu berapa masyarakat yang didenda, sistemnya seperti itu,” Kata Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis Pemrov Jabar.

Ridwan Kamil juga mengatakan, sanksi diterapkan secara bertahap, yakni sanksi ringan, sedang, dan berat. Sanksi terberat berupa denda.

“Di dalam denda itu ada diskresi hukuman sosial. Jadi, saya minta aparat lihat kalau dia lupa (memakai masker) karena betul-betul lupa oleh tanya jawabnya terlihat jujur, mungkin diskresinya hukuman sosial.

Tapi kalau orangnya memang terlihat malas, tidak disiplin, maka denda itu sebagai shock therapy saja,” katanya. (Tor)***

 

Baca Juga : Gowes Bareng Gubernur, Jabar Bergerak Sosialisasi 3M dan Bagikan Masker

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Copyright © 2020 Indo-Satu. All rights reserved.