Proyek Kereta Api Cepat Terus Dikebut, Jokowi Yakin Bisa Tumbuhkan Titik Ekonomi Baru

BANDUNG, INDO-SATU, – Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) makin siap menatap gelaran G20 pada November 2022. Saat ini percepatan pembangunan dilakukan di berbagai lini sebagai bentuk persiapan G20 dan juga jelang operasional di tahun 2023.

Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) meninjau progres KCJB dengan melakukan kunjungan kerja di Stasiun Tegalluar, Kamis (13/10/2022).

“Kita harapkan dengan kereta api cepat Jakarta Bandung ini mobilitas orang dan barang menjadi meningkat dan daya saing kita menjadi kuat dan ada titik-titik pertubuhan ekonomi baru di Jakarta, Bandung dan Kabupaten Bandung,” ujar Presiden RI, Jokowi.

Presiden Direktur PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi menyebutkan menjelang G20 pemasangan rel dan peralatan perkeretaapian untuk perkeretaapian terus dilakukan. Untuk pemasangan rel, sepanjang 17 km untuk kebutuhan G20 sudah berhasil terpasang. Saat ini tinggal memasuki tahap adjustment.

“Untuk rangkaian kereta api cepat, saat ini sebanyak satu rangkaian kereta penumpang dan satu rangkaian kereta inspeksi sudah berada di area Tegalluar. Satu rangkaian lainnya akan lengkap malam ini,” ujarnya.

Dalam acara G20 Meeting, direncanana Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan melakukan kunjungan kerja ke Depo Tegalluar pada pertengahan November 2022 untuk melihat kecanggihan kereta inspeksi. Pada kesempatan itu juga, Presiden Jokowi dan Xi Jinping akan melihat langsung proses uji dinamis sepanjang 15 km dengan kecepatan terbatas.

“Mohon doanya agar semua persiapan yang dilakukan baik itu persiapan G20 ataupun operasional bisa berjalan dengan baik,” ujar Dwiyana.

Untuk diketahui KCJB akan memiliki empat stasiun yakni Stasiun Halim di Jakarta, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang sebagai stasiun Hub dan Stasiun Tegalluar di Kabupaten Bandung sebagai stasiun akhir. Hingga saat ini pembangunan di keempat stasiun itu terus berproses jelang menyambut masa operasional di tahun 2023.

Stasiun di area KCJB ini didesain dengan fasilitas yang ramah terhadap semua kalangan dan usia. Termasuk kalangan penyandang disabilitas. Selain itu, area stasiun juga akan mengakomodir keberadaan UMKM sebagai bentuk pengembangan ekonomi masyarakat. Selama ini proyek KCJB juga melakukan pembinaan pada sejumlah UMKM sekitar.

Di area stasiun akan terjadi integrasi moda transportasi. Seperti di Stasiun Halim, nantinya akan terintegrasi dengan LRT dan juga Trans Jakarta. Untuk stasiun Padalarang, ada kereta api feeder yang akan membantu penumpang untuk menuju stasiun Kota Bandung dan Cimahi.

KCJB merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah Indonesia sesuai dengan Perpres No 3 Tahun 2016. KCJB bukan sekadar moda transportasi tetapi juga sarana pengembangan ekonomi kawasan di sepanjang trase.***

Facebook
Twitter
WhatsApp

Copyright © 2020 Indo-Satu. All rights reserved.