Rektor UIN Bandung Berpesan Agar Mahasiswa Bisa Tetap Bermanfaat Meski di Tengah Pandemi

Rektor UIN Bandung, Mahmud (Foto: Dok Humas UIN Bandung)

Bandung – Rektor UIN Bandung, Mahmud, menuturkan saat ini kita dihadapkan dengan situasi yang mengkhawatirkan, disatu pihak ada pandemi Covid-19, di pihak lain kita juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Berbagai sektor kerap terdampak virus tersebut, yang grafiknya terus meningkat. Tak terkecuali sektor pendidikan tinggi misalnya. Dimana terpaksa menggelar wisuda secara virtual.

Dalam menghadapi situasi seperti ini, kata Mahmud, lulusan UIN Sunan Gunung djati harus tampil memberikan solusi dan bermanfaat di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Untuk urusan Covid-19, lanjut Mahmud tentunya harus menggunakan dua pendekatan: Pertama, secara lahir (medis) mengikuti aturan-aturan protokol Covid-19, yakni jaga jarak, bermasker, cuci tangan, di rumah aja

Kedua, pendekatan batin (agama) seperti berdoa setiap pagi dan sore, dawam wudhu dan juga jangan mendatangi tempat yang sudah terkena wabah, banyak beristighfar.

“Saya yakin, ketika saudara-saudara para lulusan bergerak tampil menyelesaikan persoalan wabah ini dengan dua pendekatan sesuai dengan kapasitas saudara, maka wabah korona dengan usaha keras kita dengan usaha cerdas kita melalui izin Allah maka wabah Corona akan hilang dari negeri yang kita cintai ini,” ujarnya, saat pidato dalam ke-78 secara virtual, memalui saluran sosial media resmi kampus pada Minggu, (09/08/2020).

“Sampai saat ini kita masih diberikan kesempatan serta kekuatan untuk bisa melaksanakan n Wisuda yang ke-78. Kendatipun secara virtual. Saya yakin perayaan Wisuda (virtual) seperti ini bukanlah harapan saudara-saudara, kami pun di lingkungan UIN Bandung tidak berharap pelaksanaan ini terjadi, namun wabah virus Corona masih belum landai, bahkan semakin meningkat,” lanjut Mahmud.

Menurutnya, atas dasar menjaga kesehatan, keselamatan dan ikhtiar untuk memutus mata rantai virus Corona, maka dengan penuh keterpaksaan kami harus memutuskan pelaksanaan wisuda secara virtual.

“Kami berharap wisuda seperti ini tidak mengurangi kehusyuan dan kemanfaatan pelaksanaan kegiatan ini, sekaligus kita sadari bahwa memang tidak selamanya harapan kita menjadi kenyataan. Betul adanya kata hikmah yang sering kita dengar yang bunyinya Ana urid, wa anta turid wallahu yaf’alu ma yurid.” Ujar Mahmud

Saya dengan teman-teman di kampus menginginkan pelaksanaan wisuda secara offline, saudara pun para wisudawan wisudawati tentu berharap kegiatan wisuda seperti itu, tapi rupanya kehendak Allah berbeda dengan harapan kita. Karenanya sekali lagi saya ngajak kepada saudara-saudara sekalian mudah-mudahan kegiatan wisuda ini dapat kita laksanakan dan berjalan secara lancar,” ungkapnya. (Tor)***

Baca Juga: Berlangsung Khidmat, UIN Bandung Gelar Wisuda ke 78 Secara Virtual

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Copyright © 2020 Indo-Satu. All rights reserved.