Di Kota Bandung, 121 Bangunan Terbakar Sepanjang 2019

Di Kota Bandung, 121 Bangunan Terbakar Sepanjang 2019

Bandung – Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menangani sebanyak 199 kasus kebakaran hingga 23 Desember lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 121 kasus kebakaran bangunan, 69 kebakaran semak atau alang-alang dan sisanya penanganan kebakaran di luar Kota Bandung. Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan mengakbatkan keugian senilai Rp. 44.363.700.000.

Namun dengan pemadaman yang dilaksanakan petugas, Diskar PB berhasil menyelamatkan material senilai Rp. 810.790.534.400.

“Oleh karenanya, Diskar PB mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan lebih teliti dalam membuat instalasi listrik dan memerhatikan keamanan kompor,” imbau Kepala Diskar PB) Kota Bandung, Dadang Iriana, dalam siaran yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Dadang mengungkapkan, penyebab dominan yang jelas berkat kelalaian manusia, mulai dari kompor, kemudian listrik. Menurutnya, pemahaman masyarakat dalam melakukan tindakan pertama penanganan kebakaran juga masih sangat kurang. Sehingga, alih-alih menghentikan ‘si jago merah’ namun tak jarang malah membuat api semakin besar.

BACA JUGA : AWAL TAHUN 2020, PKL CIKAPUNDUNG BARAT BERWAJAH BARU

Di samping itu, sambung Dadang, kecepatan masyarakat dalam melaporkan insiden kebakaran juga turut berpengaruh. Waktu pembuatan laporan ini sangat berharga bagi petugas Diskar PB. Petugas berharap bisa mendapatkan informasi secepat mungkin sebelum api menjalar lebih besar.

Salah satu peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Bandung pada 2019 (Dok. Humas Pemkot Bandung)

Menurutnya, situasi dan kondisi di lokasi terjadinya insiden kebakaran kerap menghambat proses pemadaman. Di antaranya, situasi lalulintas Kota Bandung yang semakin ramai ataupun titik kebakaraan berada di tengah pemukiman padat sehingga aksesnya sulit dijangkau.

Lebih lanjut Dadang juga tidak memungkiri, sejumlah peralatan para petugas Diskar PB ini perlu diperbaharui. Diskar PB juga harus terus mengasah dan mematangkan kemampuan petugas dalam penanganan api. Termasuk penambahan jumlah personel.

“Kendala paling besar juga paling faktor di lapangan karena Bandung ini sangat padat lalullintasnya. Kemudian juga sarana dan prasarana masih terbatas, kemudian faktor SDM (Sumber Daya Manusia),” jelasnya.

Oleh karenanya, di tahun 2020 nanti Dadang berharap Diskar PB bisa terus menggenjot peningkatan SDM petugas. Baik secara kuantitas menambah personel, ataupun dari sisi kualitas untuk membuat petugas semakin mahir menjinakan ‘si jago merah’.

“Tahun depan kita akan tinkatkan kualitas, kaya pemadaman, pelatihan dan segala macam,” katanya. (RHM)***