Cegah Penyebaran Virus Corona, Pasar Tumpah Bakal Ditertibkan

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pasar Tumpah Bakal Ditertibkan

Ilustrasi : pasar tumpah. (unsplash)

Bandung – Pemerintah Kota Bandung segera menata dan menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) pasar tumpah dan pasar kaget. Pasalnya, PKL pasar tumpah dan kaget berpotensi menyebarkan virus corona.

“Sebetulnya tidak boleh (adanya pasar tumpah). Beri kami waktu untuk menertibkan dan menatanya,” tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai meresmikan masjid Al Aman di Bandung City View 2, Kecamatan Mandalajati, Minggu (26/7/2020).

“Memang kami khawatir, di situ banyak yang tidak menggunakan masker. Physical distancing juga relatif tidak ada. Jadi jujur kami khawatir takut jadi kluster baru. Mudah – mudahan jangan,” tambahnya dalam keterangan tertulis Pemkot Bandung.

Yana berharap, unsur kewilayahan mampu membantu menyosialisasikan serta membantu menata dan menertibkan para PKL agar tidak terjadi penyebaran.

“Kami harap teman-teman kewilayahan ikut membantu penataan dan penertiban,” katanya.

Yana mencontohkan, di kawasan Gasibu padat oleh pedangan. Hal itu tidak boleh dan perlu penindakan.

Ia mengaku akan berkordinasi dengan Pemerintah provinsi Jawa Barat.

“Itu tidak boleh, ada penindakan harusnya. Kita kordinasi dengan provinsi. Saya dengar juga, pak gubernur itu akan merevitalisasi kawasan monumen perjuangan,” tutur Yana. (Tor)***

 

Baca Juga : PSBM Cidadap : 635 Warga Telah Jalani Rapid Test

Gowes Bareng Gubernur, Jabar Bergerak Sosialisasi 3M dan Bagikan Masker

Gowes Bareng Gubernur, Jabar Bergerak Sosialisasi 3M dan Bagikan Masker

Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya memakaikan masker kepada warga sekitar saat gowes bersama pengurus Jabar Bergerak tingkat provinsi di Kota Bandung. (Foto: Rizal/Humas Jabar)

Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti kegiatan bersepeda alias gowes bersama Pendiri Jabar Bergerak Atalia Praratya Ridwan Kamil dan pengurus Jabar Bergerak tingkat provinsi di Kota Bandung, Minggu (26/7/20) pagi WIB

Rute yang dilewati rombongan mulai dari Sekretariat Harian Jabar Bergerak di Hotel Grand Preanger, menyusuri Jalan Tamblong kemudian berbelok ke Jalan Lengkong Kecil, lalu Jalan Sunda, Jalan Bangka, Jalan Lombok, Jalan Bawean, Jalan Banda, Gedung Sate (Jalan Diponegoro), Gedung Dekranasda Jabar (Jalan Ir. H. Juanda/Dago), Simpang Dago, Jalan Siliwangi, Jalan Tamansari, Jalan Wastukencana, hingga Gedung Pakuan.

Di Gedung Dekranasda Jabar, rombongan melakukan sosialisasi protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta membagikan masker kepada pesepeda dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Kang Emil pun mengatakan, agenda gowes ini menjadi salah satu caranya untuk menjaga kebugaran di sela aktivitasnya sebagai pejabat publik, terutama untuk meningkatkan imunitas di tengah pandemi COVID-19.

“Sambil berolahraga untuk menjaga kesehatan dan imunitas, kami memanfaatkan waktu untuk keliling kota Bandung sambil bersosialisasi 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Adapun menurut Atalia, berolahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Meski begitu, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan selama berolahraga di masa pandemi COVID-19.

“Saya keliling Kota Bandung dengan teman-teman bersepeda karena penting sekali untuk kita menjaga kondisi tubuh, daya tahan tubuh, di masa pandemi seperti sekarang,” tutur Atalia.
(Tor)***

 

Baca Juga : Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60 , Pemprov Jabar Distribusikan Paket Sembako di Sukabumi

Sukabumi – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jabar membagikan paket sembako kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/20). Pembagian paket sembako tersebut dalam rangka Hari Bhakti Adhyaksa Ke-60.

“Ini temanya sosial. Oleh karena itu, kami membawa bantuan kepada masyarakat Sukabumi, bantuan ini di luar bantuan sosial (bansos) provinsi,” kata Ridwan Kamil.

Kegiatan diawali dengan pembagian paket sembako di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi. Paket sembako diterima warga sekitar yang membutuhkan. Kemudian, paket sembako disalurkan kepada warga Kecamatan Warudoyong. Setelah itu, paket sembako disalurkan kepada warga Desa Cikidang dan Citepus, Kabupaten Sukabumi.

“Ada empat titik nanti kita berinteraksi dengan kepala daerah, kepala desa sambil memberikan bakti sosial,” ucapnya. “Ini ketiga kalinya kami melakukan baksos dalam rangka memonitor kondusivitas teritorial di seluruh Jabar. Berikutnya nanti ke wilayah di pantai utara,” imbuhnya dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Ridwan Kamil mengatakan, pembukaan kegiatan ekonomi pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan. Tujuannya supaya pemulihan ekonomi berjalan beriringan dengan penanganan COVID-19.

Pun demikian pembelajaran tatap muka di wilayah berzona hijau harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebab, kata Kang Emil, penerapan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak, dan sering cuci tangan, sangat efektif mencegah penularan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19.

“Dengan kami menjalankan AKB, ekonomi dibuka. Dan kabar laporan terakhir pertumbuhan ekonomi kita tidak minus, tapi mulai merangkak positif tinggal kita patuhi protokol kesehatan menjaga jarak, cuci tangan dan pakai masker,” katanya. (Tor)***

PSBM CIDADAP: 635 WARGA TELAH JALANI RAPID TEST

PSBM CIDADAP: 635 WARGA TELAH JALANI RAPID TEST

Bandung – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung telah melakukan rapid test kepada 635 warga Kecamatan Cidadap.

Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Oded M. Danial, dari hasil test tersebut tercatat 8 orang reaktif dan sudah ditindaklanjuti dengan Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Hasilnya 7 orang negatif dan 1 orang masih dalam konfirmasi karena spesimennya tidak terbaca. Sedang dites ulang dan kami sedang menunggu hasilnya,” tutur Oded saat menggelar rapat terbatas di Balai Kota Bandung, Jumat (24/7/2020).

Oded mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 akan tetap menerapkan Pembatasan Sosial berskala Mikro (PSBM) di Kecamatan Cidadap.

“Kita harus tetap sigap dan siaga karena masih sebagian yang diisolasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis Pemkot Bandung

Agar warga tetap waspada, Pemkot Bandung akan memberikan sanksi administratif dan sosial bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Selebihnya Oded mengungkapkan bahwa tren perkembangan pandemi Covid-19 di Kota Bandung menunjukkan hasil yang baik.

Di luar kondisi klaster di Secapa Bandung, jumlah positif aktif ada di angka 32 orang, dengan angka kesembuhan 84,11persen, sedangkan angka kematian 9,11 persen.

“Hal ini membuktikan bahwa Pemkot Bandung masih serius dalam menangani pencegahan Covid-19,” kata Oded. (Tor)***