Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Petani Milenial Lebah Madu

Gubernur Ridwan Kamil Luncurkan Petani Milenial Lebah Madu

Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan petani milenial lebah madu di Desa Lengkongjaya, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Puluhan petani milenial lebah madu merupakan kelanjutan dari program Petani Milenial Juara sebagai solusi dari Pemda Provinsi Jawa Barat agar masyarakat dapat bangkit dan keluar dari himpitan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Lebah madu masuk dalam komoditas kehutanan.

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengajak generasi muda terus menggerakkan ekonomi yang tahan dari disrupsi pandemi COVID-19 yaitu pangan berbasis digital sebagai cara baru dalam menguatkan ekonomi masa depan.

“Mudah-mudahan petani milenial ini menguatkan semangat generasi muda kembali ke desa dengan dukungan dari negara berupa penguatan konsep ekonomi, dukungan finansial dan kepastian pembelinya,” ujar Ridwan Kamil saat peluncuran secara virtual dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa (21/9/2021).

Petani milenial budidaya lebah madu difasilitasi pembiayaannya oleh bank bjb melalui skema kredit usaha rakyat (KUR). Hasil panen nya pun dipastikan dibeli _offtaker_ yang sudah menjalin kerja sama.

Kang Emil mengatakan, petani milenial adalah konsep yang harus didukung oleh semua pihak. Salah satu targetnya adalah meminimalisasi ketimpangan ekonomi wilayah.

“Kita tidak mau lagi melihat ada ketimpangan ekonomi bahwa kalau ingin rezeki yang baik harus pindah ke kota, maka kita buktikan tinggal desa bisa mendapatkan rezeki kota dan bisnis mendunia,” kata Kang Emil dalam keterangan terlusi Humas Pemprov Jabar.

Untuk tahap awal, petani milenial komoditas lebah madu dibudidaya oleh warga Desa Lengkongjaya. Sejauh ini, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam budidaya lebah madu yang perkembangannya terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Ada dua jenis madu yang sedang dikembangkan di 28 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, yaitu cerana dan trigoma. Tercatat jumlah produksinya mencapai 161,65 kilogram.

Kang Emil berharap, potensi besar ini bisa lebih dikembangkan oleh petani milenial yang jumlahnya harus terus ditambah. Ia pun akan mengevaluasi program petani milenial ini pada bulan Februari 2022 mendatang dengan harapan jumlahnya bisa mencapai lebih dari seribu orang.

“Di klaster pangan termasuk lebah madu ini tolong perbanyak jumlahnya, saya akan lakukan evaluasi pada Februari 2022 jumlah petani milenial yang sudah berhasil harus berjumlah lebih dari seribu orang,” tutup Ridwan Kamil. (Tor)***

 

Hari Kedua Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Satu Orang Hilang di Gn Guntur Masih Nihil

Hari Kedua Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Satu Orang Hilang di Gn Guntur Masih Nihil

Garut – 21 September 2021, Pencarian terhadap Muhamad Gibran Arrasyid (14) pendaki yang dilaporkan hilang di Gn Guntur memasuki hari kedua pencarian. Hingga pukul 12.00 WIB hasil pencarian oleh Tim SAR Gabungan belum membuahkan hasil, survivor belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah menyebutkan sejak Pukul 05.30 WIB Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian terhadap survivor dengan membagi tim menjadi 5 SRU. SRU 1 melakukan penyisisran dari Pos 3 Ke arah Timur sejauh 500 Meter, SRU 2 dari Pos 3 Ke arah Utara 500 Meter, SRU 3 dari Pos 3 Ke arah Selatan Sejauh 500, SRU 4 dari Pos 3 Ke arah Barat Sejauh 500 Meter dan SRU 5 Melakukan Pencarian dari Pos 1 kearah Curug Citiis Sejauh 500 Meter.

Survivor A.n Gibran (14) dilaporkan hilang pada Minggu (19/09) setelah sebelumnya melakukan pendakian ke Gn Guntur bersama 13 temannya pada Sabtu (18/09). Survivor merupakan warga Kp. Citangtu, RT 02/07 Desa Citangtu Kecamatan Pengatikan Kabupaten Garut.

Adapun Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, Sabhara Polres Garut, Koramil Tarogong, BPBD Kab.Garut, Polsek Tarogong Kaler, Forum Relawan Kab. Garut, BKSD Kab. Garut, Pecinta Alam Kab. Garut, Tagana, FKPA, KELANA, KPG, Sigap Persis, MDMC
Mata Angin, Volunteer Cikuray, Keluarga korban dan masyarakat setempat.

Hingga saat ini tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran sesuai dengan rencana operasi SAR. (Tor)***

Pangdam III/Siliwangi Launching Vaksinasi Dan Pemberian Sembako Pakai Motor Kewilayah Terisolir

Pangdam III/Siliwangi Launching Vaksinasi Dan Pemberian Sembako Pakai Motor Kewilayah Terisolir

Cilegon,- “Kita melaksanakan percepatan roda ekonomi membantu Pemerintah Daerah dan Program TMMD untuk mempercepat perekonomian yang ada di wilayah”. Hal tersebut disampaikan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., saat meninjau pelaksanaan TMMD ke 112 di Kelurahan Mekarsari Kecamatan Pulo Merak Kota Cilegon Serang, Senin ( 20/9/2021).

Usai meninjau pelaksanaan TMMD ke-12, Pangdam III/Siliwangi yang didampingi oleh Danrem 064/MY, Bupati, para Asisten Kasdam III/Slw, Danpomdam III/Slw, para Kabalakdam III/Siliwangi meninjau pelaksanaan serbuan Vaksinasi. Ditempat ini, vaksin yang diberikan 1.000 dosis vaksin dan 1.000 paket sembako.

Dilokasi pelaksanaan vaksin Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto menuturkan, selain memberikan vaksin kepada masyarakat dan kita melaksanakan TMMD ke-112 membuat jalan sejauh 2,7 Km dengan kelebaran 8 M sehingga 2 mobil bisa berpapasan. Kita juga
memberikan paket sembako kepada masyarakat yang ada di wilayah Mekarsari “.

Selanjutnya kata Pangdam, kita membangun Rutilahu, dibelakang kita ada masjid dibangun sejak 1930, kita ganti atapnya, ganti kusennya dan ada juga rumah kayu mau roboh kita bangun dari nol. Semua dana dari Pemda, ada juga dana CSR dari perusahaan yang ada di Cilegon.

” Saya lihat antusias masyarakat sangat tinggi untuk divaksin, mereka sudah mulai berkeinginan untuk divaksin karena sekarang kemana-mana harus ada peduli lindungi, harus ada sertifikasi. Kalau mau masuk mall harus pakai aplikasi jadi mau tidak mau mereka harus divaksin, ” jelas Pangdam.

Kita ini sekarang untuk herd immunity, di wilayah Jabar dan Banten itu banyak daerah yang terisolir, jadi kita harus banyak inovatif. Kalau tidak bisa menggunakan roda 4 kita pakai roda 3 ataupun kita pakai motor masuk ke wilayah door to door untuk vaksin.

Kalau wilayah bisa pakai roda 4 ya lebih mudah, tapi masalahnya kalau yang jangkauannya jauh dari Kota kita pakai motor. Kita tadi sudah lounching untuk vaksinasi dan pemberian sembako pakai motor sehingga bisa masuk ke wilayah-wilayah yang terpencil, terluar dan terisolir,” ungkap Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto. (Pendam III/Siliwangi). (Tor)***

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Sistem Kelola Keuangan Ormawa di Era Pandemi

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Sistem Kelola Keuangan Ormawa di Era Pandemi

Bandung – Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ah. Fathonih,  membuka acara Workshop Sistem Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Era Pandemi Covid-19 Bagian Kemahasiswaan dan Alumni di Shanti Hotel, Rabu (17/03/2021).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menegaskan kehadiran pandemi Covid-19 ternyata membawa berkah tersendiri bagi civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus melakukan inovasi, perubahan kearah yang lebih baik.

“Momentum era pandemi Covid-19 ini harus dijadikan waktu yang tepat untuk terus belajar. Hari ini kita ingin belajar meningkatkan tata kelola pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan di lingkungan Ormawa,” tegasnya.

Dia menyampaikan, SK Dirjen Nomer 4961 mengamanatkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra universitas diarahkan bukan pada orientasi politik praktis, tetapi diarahkan pada peningkatan kualitas akademik dan non akademik.

“Karenanya ormawa harus menjadi dinamisator, fasilitator, pengembangan minat dan bakat mahasiswa, UKM UKK harus hadir di sana dan mampu memerankan dirinya dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa,” paparnya.

Kehadiran organisasi kemahasiswaan harus memberikan manfaat bagi civitas akademika dan masyarakat.

“Setiap ormawa dituntut untuk keluar dari zona nyaman, dengan terus melakukan perubahan, perbaikan bukan hanya melakukan rapat kerja dan berakhir pada pergantian kepengurusan yang diwariskan. Dalam setiap pelantikan, rapat kerja UKM, UKK, DEMA, SEMA, saya selalu mengamanatkan kepada setiap pengurus, kehadiran Ormawa harus dirasakan oleh organisasi, lembaga, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sehingga dapat membanggakan UIN Sunan Gunung Djati,” paparnya.

Upaya meningkatkan atmosfer akademik di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ormawa diharapkan dapat menopang visi dan misi menuju kampus unggul dan kompetitif. (Tor)***

Mudah, Warga Jabar Bisa Lapor SPT Daring Lewat e-Filling

Mudah, Warga Jabar Bisa Lapor SPT Daring Lewat e-Filling

Bandung – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh warga Jabar wajib pajak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sebelum 31 Maret 2021.

Warga dapat melaporkan SPT secara daring melalui aplikasi e-filling atau datang langsung ke kantor pajak tempat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tercatat.

Demikian dikatakan Gubernur usai mengisi SPT Tahunan secara daring disaksikan Kepala Kantor Wilayah Dirjen Pajak Kantor Wilayah I Jawa Barat Erna Sulistyowati, di Gedung Pakuan Bandung, Senin (1/3/2021).

“Melaporkan SPT tahunan kan kewajiban warga negara yang di mana kita mau membangun jalan, jembatan dan rumah sakit dari mana kalau bukan dari pajak. (Pemimpin) harus jadi teladan, makanya saya sudah lapor dan tidak repot menggunakan e-filing lengkap dan lancar,” ujar Gubernur dalam rilis Pemprov Jabar.

Menurut Kang Emil —sapaan Ridwan Kamil—penerimaan pajak memiliki peran penting dalam pendapatan APBN, terutama keadaan negara terbebani akibat pandemi COVID-19. Pandapatan dari pajak yang dilaporkan warga, dapat membantu negara dalam pengadaan vaksin, dana bansos, dan program pemulihan ekonomi nasional.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan para ASN di wilayah Jabar, yang sudah memiliki NPWP untuk melaporkan SPT tahunan melalui e-filing,” katanya.

Menurut Gubernur, peran penerimaan pajak adalah sebesar Rp1.444 triliun atau 82,3 persen dari keseluruhan pendapatan negara sebesar Rp1.743 triliun.

“Dengan menjalankan kewajiban perpajakan sesuai ketentuan, berarti kita juga turut serta dalam mendukung keberlangsungan dan kemandirian negara Indonesia,” tuturnya.

Dalam melaporkan SPT tahunan, kata Gubernur, ada aturannya yakni wajib pajak harus melaporkannya tepat waktu sebelum 31 Maret 2021. Dengan melaporkan tepat waktu, berarti warja Jabar secara tidak langsung sudah membela negara.

“Mari kita melaksanakan kewajiban bela negara kita taat aturan dan melaporkan pajak tepat pada waktunya sampai tanggal 31 Maret 2021,” ucapnya.

Gubernur pun mengungkapkan dengan adanya inovasi e-filing dapat mempermudah pelaporan SPT tahunan.

“Tanpa repot dengan e-filing langsung keluar kuitansi secara mudah. Oleh karena itu mari dukung pembangunan Indonesia pemulihan ekonomi dan penurunan pandemi dengan melaporkan pajak taat waktu,” sebutnya.

Batas terakhir pelaporan SPT tahunan sendiri sampai 31 Maret 2021. Semua pemegang NPWP individu maupun lembaga/badan usaha, wajib lapor tepat waktu. Jika mengabaikan pelaporan, maka sesuai UU 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), akan ada sanksi mulai dari teguran tertulis sampai denda Rp100.000 untuk WP perorangan dan Rp1.000.000 untuk WP badan.

Setelah terbit UU 11/2020 tentang Cipta Kerja, sedang disusun aturan yang kebih teknis mengenai sanksi bagi yang lalai melaporkan SPT. (Tor)***

Bagini Metoda Disperkim Jabar Olah Sampah Jadi Berkah dengan Gerakan ‘Nyeupah’

Bagini Metoda Disperkim Jabar Olah Sampah Jadi Berkah dengan Gerakan ‘Nyeupah’

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar Memaparkan Gerakan Nyeupah (Nyetor Sampah Pasti Barokah) Jum’at (26/02/21). (Foto : Disperkim)

Bandung – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menginisiasi program yang mengubah sampah jadi berkah. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng mitra pengangkutan sampah yaitu Aplikasi Greeny dan Bank Sampah Bersinar dalam Gerakan Nyeupah (Nyetor Sampah Pasti Barokah).

Nyeupah merupakan gerakan memilah dan mengumpulkan sampah rumah tangga nonorganik yang kemudian disetorkan ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Saat ini gerakan Nyeupah sudah diinisiasi oleh Disperkim Jabar dengan mengajak masyarakat khususnya di tingkat RT, RW, kelurahan dan Kantor Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di Kawasan Kawaluyaan Kota Bandung untuk melakukan gerakan Nyeupah dengan menyetor sampah ke TPS3R Disperkim atau pengelola lingkungan untuk dilakukan pengumpulan, pencatatan dan penjualan sampah kepada mitra pengangkutan sampah.

Kepala Disperkim Jabar Boy Iman Nugraha dalam acara Soft Launching Nyeupah (26/02/21) di Kantor Disperkim Jabar berharap gerakan Nyeupah ini dapat mengurangi residu yang harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga bisa memperpanjang usia TPA.

Boy Iman Nugraha memaparkan, “(Melalui) Nyeupah ini kita hanya ingin memulai gerakan penuntasan sampah di kawasan (Dinas) Permukiman secara mandiri. Kami ingin turut serta mencoba mengurangi sampah dari hulu untuk mengurangi residu yang harus dibuang sampai ke TPA.”

Dalam acara Soft Launching Nyeupah, dilakukan sesi simulasi pengangkutan sampah oleh mitra pengangkutan. Greeny dan Bank Sampah Bersinar akan mengangkut sampah yang sudah dipilah dalam tiga jenis yaitu, kertas, plastik dan besi dikumpulkan di TPS3R Disperkim Jabar.

Kemudian, pihak Disperkim dan mitra pengangkutan akan menentukan titik penjemputan berbasis aplikasi, menimbang sampah yang dijual, nilai rupiah dari sampah akan terunggah ke aplikasi Greeny dan Bank Sampah Bersinar dan hasil penjualan sampah dapat ditarik melalui aplikasi Doku.

Penggagas aplikasi Greeny yaitu Boy Tjakra menjelaskan ,“Harga 2500 per kilogram untuk semua jenis plastik, untuk logam Rp2.500 per kilogram.”

Selain pembayaran sampah melalui aplikasi Greeny, Disperkim juga bekerja sama dengan Alfamart dan Bank Sampah Bersinar melalui acara “Gebyar Bayar Sembako Pakai Sampah” di Alfamart empat apartemen transit yang berlokasi di Rancaekek, Solokan Jeruk, Ujung Berung dan Batu Jajar.

Kerja sama antara Disperkim Jabar dan mitra pengangkutan sampah dalam Nyeupah ini merupakan manifestasi dari gerakan peduli lingkungan, peduli sosial dan peduli ekonomi.

Kedepannya, Gerakan Nyeupah yang diinisiasi oleh Disperkim Jabar diharapkan dapat dilakukan serentak oleh seluruh masyarakat di Jawa Barat. (Tor)***

Baca Juga : Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan supaya Vaksinasi COVID-19 Berjalan Efektif dan Efisien

Rektor UIN Bandung Berikan Beasiswa Pendidikan kepada Hafidz Quran 30 Juz dan Wisudawan ‘Tak Bertoga’

Rektor UIN Bandung Berikan Beasiswa Pendidikan kepada Hafidz Quran 30 Juz dan Wisudawan ‘Tak Bertoga’

Bandung – Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. melantik 1.000 lulusan dan memberikan penghargaan kepada Muchammad Fariz Maulana Akbar, S.Ag. Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin (FU) yang Hafidz Quran 30 Juz dengan IPK 3,89.

Wisudawan tak bertoga, Dina Farida, S.H. Jurusan Hukum Keluarga, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) yang meninggal karena sakit setelah Sidang Skripsi pada Wisuda ke-81 secara virtual melalui telekonferensi aplikasi zoom dan disiarkan langsung pada kanal youtube UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (27/02/2021).

Ke-1.000 wisudawan itu berasal dari Fakultas Ushuluddin 148 orang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 202 orang; Fakultas Syariah dan Hukum 89 orang; Fakultas Dakwah dan Komunikasi 99 orang.

Fakultas Adab dan Humaniora 87 orang; Fakultas Psikologi 29 orang; Fakultas Sains dan Teknologi 111 orang; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 81 orang; Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 67 orang; S2 73 orang dan S3 14 orang.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan menggunakan handsanitizer Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-81 lulusan Program Sarjan, Magister, dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, MS.

Prof. Nanat berpesan setelah lulus dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung,

“Tugas saudara berikutnya adalah mengabdi kepada Masyarakat, untuk mendapatkan Ridha Allah swt., mengamalkan ilmu yang saudara dapatkan dari bangku kuliah, dan kini saudara sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan muslim yang Ulul Albab, memadukan antara dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem yang dihadapi masyarakat,” Ujarnya. (Tor)***

Baca Juga : Gelar Raker, FTK UIN Bandung Angkat Pembahasan Tentang Meneguhkan Kembali Semangat Mendidik dengan Ilmu dan Hati

Polri Beri Penyuluhan Warga Sentra Senapan Angin di Cipacing Sumedang

Polri Beri Penyuluhan Warga Sentra Senapan Angin di Cipacing Sumedang

Sumedang – Senapan angin dari Cipacing dipakai bukan saja oleh masyarakat Indonesia, tapi juga telah dipakaai oleh warga dunia dan diakui kualitasnya secara internasional.

Di tengah Pandemi Covid 19, industri senapan angi di desa ini ikut terdampak. Pembelian senapan angin ikut menurun dibanding hari-hari biasa.

Meski bisnis tersebut lesu, Polisi mengingatkan masyarakat Cipacing tetap bertahan membuat senapan angin dan tak tergoda merakit senjata api.

Pasalnya, tindakan tersebut melanggar hukum dan akan merugikan diri sendiri.

“Saya dan tim menghimbau kepada rekan-rekan pengrajin senapan angin semua untuk taat hukum. Jangan sekali-kali melanggar aturan seperti mencoba membuat senjata api rakitan, karena hal tersebut sangat berbahaya baik diri kita sendiri, keluarga maupun orang lain,” kata Unit Pengawasan Senjata Api (Senpi) Polri Kompol Marjuki, Sabtu 20 Februari 2021.

Lebih jauh, Marjuki mengapresiasi para perajin senapan angin yang mau disiplin menerapan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid 19.

“Dalam kesempatan ini saya dan tim dari Mabes Polri bersama kepolisian setempat dan instansi terkait mengucapkan banyak terima kasih kepada para pengrajin senapan angin yang selama ini mau peduli terkait pandemi Covid 19 yaitu disiplin prokes (memakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan),” ucapnya.

Selain memberikan meninjau pembuatan senapan angin, Polri juga memberi penyuluhan terkait bahaya merakit senjata api, disiplin menerapkan prokes, dan memberi bantuan 3 ekor kambing untuk koperasi warga.

“Saya berpesan mari kita jaga daerah ini yang sudah sejak dari dulu sudah terkenal dengan sentra kerajinan senapan anginnya, mari kita jaga dan kelola warisan leluhur tersebut. dan bila perlu mari kita tingkatkan kualitas dan mutunya,” pungkasnya.

Salah satu perajin, Cucu mengucapkan terimakasih kepada aparat polisi karena telah melakukan pembinaan dan penyuluhan hukum pada para pengrajin senapan angin.

“Kita jadi tahu dan mengerti tentang aturan hukum yang telah menjadi domain tentang pembuatan senapan angin, demikian juga berkat adanya pembinaan dan penyuluhan sudah ada beberapa koperasi yang memiliki surat keterangan produksi dari Mabes Polri,” pungkasnya. (Res)***

Ridwan Kamil Hadiri Penandatanganan Kontrak 984 Paket Tender Kementerian PUPR

Ridwan Kamil Hadiri Penandatanganan Kontrak 984 Paket Tender Kementerian PUPR

Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghadiri penandatanganan kontrak tender/seleksi dini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (15/1/2021).

Penandatanganan dilakukan serentak oleh pejabat pembuat komitmen dan penyedia jasa konstruksi di 34 provinsi. Adapun Presiden RI Joko Widodo turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden RI mengatakan bahwa Kementerian PUPR mendapatkan porsi anggaran terbesar dengan nilai Rp149,8 triliun dalam APBN 2021.

Presiden RI berharap Kementerian PUPR dengan anggaran tersebut mampu membuat sektor konstruksi bergeliat.

“Saya ingin mengingatkan seluruh jajaran di Kementerian PUPR agar anggaran yang besar ini harus memiliki dampak yang signifikan bagi perekonomian,” kata Presiden RI.

Menurut Presiden RI, kebangkitan sektor konstruksi tak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga juga menggerakkan industri konstruksi.

“Misalnya menggerakkan industri baja, semen, alat berat dan sektor informal seperti pedagang makanan, penginapan dan lainnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI pun mengapresiasi Kementerian PUPR yang sejak bulan Oktober 2020 telah melakukan percepatan dalam proses tender/seleksi dini.

“Saya menerima laporan bahwa sampai tanggal 15 Januari 2021 ada 209 paket senilai Rp2,1 triliun telah selesai tendernya,” ujarnya.

“Saya minta Menteri PUPR melakukan percepatan sehingga di kuartal pertama 2021 paket sudah bisa ditenderkan dan ditandatangani, ini penting dalam rangka menggerakkan ekonomi nasional kita,” imbuhnya.

Menindaklanjuti arahan Presiden RI terkait percepatan pemulihan ekonomi dari sektor konstruksi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sejak Oktober 2020, pihaknya telah melaksanakan tender/seleksi dini untuk 3.175 paket senilai total Rp38,6 triliun.

“Kami laporkan sejak Oktober 2020 Kementerian PUPR telah melaksanakan tender seleksi dini untuk 3.175 paket dengan nilai total Rp38,6 triliun,” kata Basuki.

Hingga 15 Januari 2021 telah selesai proses tender sebanyak 1.991 paket senilai Rp14,6 triliun. Dengan rincian, 209 paket senilai Rp2,1 triliun telah selesai tender dan kontraknya pada Desember 2020. Lalu, 982 paket senilai Rp12,5 triliun telah ditandatangani kontraknya secara serentak pada hari ini.

Sedangkan pada akhir Februari 2021 sebanyak 1.984 paket senilai Rp24 triliun akan ditandatangani kontraknya. Pada Maret 2021, kata Basuki, akan diselesaikan 1.553 paket senilai Rp40 triliun.

“Sisanya akan kami upayakan segera diselesaikan paling lambat akhir Maret 2021,” ujar Basuki. (Tor)***

Agun Gunajar Meminta Masyarakat Indonesia Untuk Pentingnya Menjaga Sikap Toleransi

Agun Gunajar Meminta Masyarakat Indonesia Untuk Pentingnya Menjaga Sikap Toleransi

Ciamis – Anggota Komisi XI DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa meminta semua warga masyarakat di Indonesia harus tetap menjaga sikap toleransi, dan harus mampu memberikan ruang serta saling menghargai dan menghormati terhadap Komunitas kecil sekalipun.

Toleransi itu kan satu bentuk interaksi, kalau dalam Agama Islam itu Muamallah, bentuk interaksi sosial, jadi dalam proses interaksi itu harus bisa mengendalikan diri serta harus mampu memberikan ruang, dan tiadanya ancaman untuk keyakinan dan hak-haknya golongan tertentu,” kata, Anggota Komisi XI DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa, saat menghadiri Forum Diskusi Publik di Hotel Priangan, Kamis (14/1/2021).

“Karena bagaimana pun semua harus dilindungi, melindungi segenap bangsa, seluruh tumpah darah, enggak boleh ada yang tertinggal,” ujarnya.

Menurut Agun, negara Indonesia merupakan negara yang paling potensial, jadi kalau tidak mampu mengelola keberagaman yang berbeda agama, suku, agama dan istiadat. Ini akan terjadi sitregasi.

Agun menuturkan bahwa pentingnya kolaborasi dalam kehidupan sehari-hari, artinya dapat memposisikan setiap manusia adalah sama, tidak ada yang berbeda. Semua harus berkolaborasi.

Sementara, ketua Umum FKB (Forum Ketahanan Bangsa) Kabupaten Ciamis, Mohammad Izudin menyebut bahwa ruang kebebasan publik berfikir dan berbicara adalah suatu kebutuhan pokok dalam membangun dan menjaga integritas demokrasi, Kaidah demokrasi ini berlandaskan nilai-nilai luhur setiap sila dalam Pancasila.

“Persatuan dalam perbedaan merupakan pundamen etik demokrasi Pancasila, Perbedaan dan keberagaman yang lebar dan tajam merupakan anugrah terbesar dari Alloh,” ujarnya.

Izudin menuturkan bahwa selain untuk Menjalin silaturahim antar seluruh komponen masyarakat yang tergabung dalam berbagai organisasi, Tokoh Agama, Cendikiawan, bersama unsur Musyawarah Pimpinan Daerah Kabupaten Ciamis.

Kegiatan Forum ini bertujuan untuk menyatukan persepsi untuk satu tekad satu tujuan DEMI BANGSA dengan memberikan semua pihak untuk berbicara dalam menghadapi fenomena kebangsaan yang berkembang saat ini.

Disamping itu, kegiatan ini untuk menjalin rasa persaudaraan dan kekeluargaan dalam rangka menjaga keutuhan bangsa dan negara untuk Membangun optimisme masa depan bagi generasi muda dalam menatap masa depan,” ungkap Izudin.

Forum Ketahanan Bangsa akan berupaya memberikan sumbangsih pemikiran yang konstruktif bagi pembangunan masyafakat bangsa dan negara terutama bagi masyarakat Ciamis,” pungkasnya. (Ton)***