UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Sistem Kelola Keuangan Ormawa di Era Pandemi

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop Sistem Kelola Keuangan Ormawa di Era Pandemi

Bandung – Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ah. Fathonih,  membuka acara Workshop Sistem Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Era Pandemi Covid-19 Bagian Kemahasiswaan dan Alumni di Shanti Hotel, Rabu (17/03/2021).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III menegaskan kehadiran pandemi Covid-19 ternyata membawa berkah tersendiri bagi civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk terus melakukan inovasi, perubahan kearah yang lebih baik.

“Momentum era pandemi Covid-19 ini harus dijadikan waktu yang tepat untuk terus belajar. Hari ini kita ingin belajar meningkatkan tata kelola pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan di lingkungan Ormawa,” tegasnya.

Dia menyampaikan, SK Dirjen Nomer 4961 mengamanatkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra universitas diarahkan bukan pada orientasi politik praktis, tetapi diarahkan pada peningkatan kualitas akademik dan non akademik.

“Karenanya ormawa harus menjadi dinamisator, fasilitator, pengembangan minat dan bakat mahasiswa, UKM UKK harus hadir di sana dan mampu memerankan dirinya dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa,” paparnya.

Kehadiran organisasi kemahasiswaan harus memberikan manfaat bagi civitas akademika dan masyarakat.

“Setiap ormawa dituntut untuk keluar dari zona nyaman, dengan terus melakukan perubahan, perbaikan bukan hanya melakukan rapat kerja dan berakhir pada pergantian kepengurusan yang diwariskan. Dalam setiap pelantikan, rapat kerja UKM, UKK, DEMA, SEMA, saya selalu mengamanatkan kepada setiap pengurus, kehadiran Ormawa harus dirasakan oleh organisasi, lembaga, memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sehingga dapat membanggakan UIN Sunan Gunung Djati,” paparnya.

Upaya meningkatkan atmosfer akademik di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ormawa diharapkan dapat menopang visi dan misi menuju kampus unggul dan kompetitif. (Tor)***

Cerita Elis Siti Sondari dan Wida Ramdania Bisa Menjadi Lulusan Terbaik UIN Bandung pada Wisuda Ke 80

Cerita Elis Siti Sondari dan Wida Ramdania Bisa Menjadi Lulusan Terbaik UIN Bandung pada Wisuda Ke 80

Bandung – Rektor UIN Bandung, Mahmud, menetapkan wisudawan peraih pujian kelulusan dengan IPK tertinggi sebanyak 40 lulusan. Dua lulusan tertinggi, Elis Siti Sondari, S.Pd, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan IPK 3,95; Wida Ramdania, S.Pd., ME, Program Studi S2 Ekonomi Syariah (Eksy) dengan IPK 3,95.

Bersama orangtuanya, Elis dan Wida dipanggil kedepan panggung untuk mendapatkan penghargaan dari Rektor, Prof. DR. H. Mamud, M.Si sebagai mahasiswa insiratif yang berkah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi, tetapi perempuan ini tidak menurunkan semangat untuk meraih prestasi. Bagi Rektor segala prestasi dan keberhasilan yang diraih Elis dan Wida, tidak bisa dilepaskan dari kesederhanaan, kecerdasan intelektual, spiritual, kesabaran, ikhtiar, usaha, doa orang tua dan tawakal kepada Allah SWT.

Rektor berpesan “Melalui kesempatan ini saya meminta kepada Warek III dan Wadek III kedepan untuk mencoba menelusuri kondisi mahasiswa-mahasiswi kita, kalau ada kondisi ekonomi seperti yang kita saksikan tadi. Nampaknya Warek III, Wadek III patut menyampaikan kepada Rektor untuk kita pertimbangkan terkait dengan biaya SPPnya. Saya melihat orang tuanya penghasilannya seperti demikian, dikumpulkan untuk membayar SPP. Padahal kita punya kebijakan UKT yang disesuaikan dengan keadaan ekonomi keluarganya. Karenanya saya titip kepada Warek III dan Wadek III untuk menelisik, menelusuri kondisi mahasiswa-mahasiswi kita agar jangan sampai yang ekonominya lemah terbebani biaya akibat ketidaktahuan kita,” ujar Rektor.

Untuk kedepannya, peraih IPK tertinggi, tahfidz Al-Quran 30 juz diharapkan dapat melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 dengan mendapatkan beasiswa. “Kita akan membiasakan setiap ada mahasiswa yang tertinggi IPK-nya baik S1 maupun S2 di setiap wisuda, maka kita akan berikan bebas SPP, kalau melanjutkan studi ke Program S2 maupun ke S3, tutur Rektor.

Selain itu, calon mahasiswa yang berasal dari keluarga yatim piatu untuk tahun 2021 bisa kuliah di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mendapatkan beasiswa. “Saya sudah memimpin pertemuan dengan teman-teman, termasuk rapat, ingin berkomitmen mulai tahun ajaran yang akan datang mahasiswa-mahasiswi kita yang masuk ke kampus dalam kondisi yatim piatu, maka UIN Sunan Gunung Djati Bandung harus membebaskan UKT-nya. Ini saya mohon betul-betul dicatat, kita ingin anak-anak yatim piatu memiliki peluang studi di kampus yang kita cintai ini. Karena kita berharap mutiara-mutiara terpendam yang ada di sekitar kita harus muncul untuk menjadi pionir-pionir negeri yang kita cintai ini,” papar Prof Mahmud.

Rektor menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan marwah kampus. “Bukan cuma yatim piatu yang kita beri beasiswa, penghafal Al-Quran 30 juz yang selesai S1 lanjut untuk S2, maka kita pun beri beasiswa untuk studi lanjutan di S2 atau S3. Ini komitmen-komitmen kita yang harus kita jaga,” tandasnya.

Saat ditanya perasaan ketika mendapatkan penghargaan dari Rektor, Elis mengungkapkan
“Alhamdulillah atas izin Allah, segala yang diberikan merupakan rizki dari Allah secara hakikat, syariatnya melewati Bapak Rektor Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si dengan segenap civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Alhamdulillah terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan Insyaallah apa yang telah dijadikan kesempatan pada kali ini tidak akan dibuang sia-sia. Insya Allah akan senantiasa dipersiapkan memberikan yang terbaik, dengan proses yang sungguh-sungguh serius, fokus untuk senantiasa memberikan perencanaan yang luar biasa untuk menjalani proses dari penghargaan beasiswa kuliah S2,” ujar perempuan asal Solokan Jeruk ini.

Atas capaian ini, Elis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pastinya kepada Allah SWT, kepada orang tua yang senantiasa mendoakan, kepada saudara yang senantiasa men-support, sahabat, kawan, kerabat. “Alhamdulillah semua ini terjadi atas doa-doa orang yang sholeh, sholehah. Dengan harapan Insya Allah akan senantiasa diikhtiarkan, tidak hanya doa, karena segala hal harus diiringi dengan doa dan usaha. Doa bagaikan senjata, maka dari itu saya begitu bangga, bersyukur Alhamdulillah atas apa yang telah diberikan oleh civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada kesempatan ini. Masya Allah luar biasa, sangat senang. Alhamdulillah, Insya Allah akan dibuktikan rasa syukur ini dengan proses yang serius terhadap apa yang telah diberikan,” pungkasnya. (Tor)***

Baca Juga : Wisuda ke-80 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Digelar Virtual

Susun Modul Moderasi Beragama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop

Susun Modul Moderasi Beragama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung Gelar Workshop

Bandung – Upaya mencetak lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang unggul dan kompetitif dengan memiliki sikap moderasi beragama, wawasan kebangsaan, Wahyu memandu ilmu, maka digelar Workshop Penyusunan Modul Moderasi Beragama di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor Sumedang dari tanggal 16-18 Desember 2020.

Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A tampil menjadi narasumber acara workshop yang diselenggarakan oleh pengelola Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dibuka langsung oleh Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof Mahmud sangat menyambut gembira dan mengapresiasi kegiatan workshop penyusunan modul RMB ini.

“Dengan adanya lima modul Pedagogik, Integritas Diri, WMI, Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan sebagai produk dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bermanfaat baik untuk kepentingan internal maupun eksternal. Untuk tim penyusun modul RMB agar benar-benar dapat menuntaskan modul ini dengan baik, sehingga bisa digunakan sebagai rujukan dalam rangka mewujudkan kehidupan berbangsa, bernegara yang damai, toleran, rukun, toleran dan adil,” tegasnya, Rabu (16/12/2020)

Rektor menjelaskan dalam enam bulan terakhir ini banyak PTKIN yang memintanya untuk menyampaikan materi Best Practice Pengelolaan RMB UIN SGD Bandung. “Permintaan ini sangat beralasan, karena UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan PTKIN yang pertama kali memiliki Rumah Moderasi Beragama yang diresmikan oleh Menteri Agama RI pada tanggal 26 November 2019,” jelasnya.

Dalam konteks kurikulum, Rektor melalui Wakil Rektor I untuk segera dipikirkan apakah moderasi beragama menjadi satu mata kuliah mandiri yang disajikan kepada seluruh mahasiswa baru (MKDU). “Juga dalam bentuk insersi method yang menyisipkan muatan moderasi beragama pada beberapa mata kuliah baik di jenjang S1, S2 maupun S3,” paparnya.

Dengan adanya lima modul ini, ke depan, RMB UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat merealisasikan berbagai program kerjasama dengan pihak eksternal mulai dari Kementerian Agama Kanwil Jawa Barat, Dinas Pendidikan Jawa Barat sampai Pemerintah Daerah Kabupaten, Kota.

“Oleh karenanya, keberadaan rumah moderasi beragama ini dapat menjadi tempat candradimuka para mubalig, penyuluh dan guru-guru yang moderat, toleran dalam mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin,” tegasnya.

Direktur Rumah Moderasi Beragama (RMB), Prof. Dr. H. Uus Ruswandi, M.Pd menyampaikan tujuan digelar workshop ini adalah tersusunya modul Pedagogik, Integritas Diri, Wahyu Memandu Ilmu, Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan.

“Modul ini diharapkan dapat memberikan penguatan pada aspek kependidikan, kepribadian diri, integrasi ilmu, moderasi beragama serta wawasan kebangsaan dosen, memberikan penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan bagi pimpinan fakultas, prodi dan lembaga-lembaga kemahasiswaan, memberikan penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan bagi lembaga-lembaga ekternal,” tandasnya, Kamis (17/12/2020).

Tim penyusun modul RMB berjumlah 20 orang yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Ushuluddin, Ilmu Sosial Politik, Syariah, serta Unit Konsorsium Keilmuan UIN SGD Bandung.

Kegiatan workshop Penyusunan Modul Moderasi Beragama ini dihadiri Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Drs. H. Akhmad Lutfi, MM, Kepala Bagian Keuangan, Dr. H. Aep Syaefudin Firdaus, M.Pd, Sekretaris Pengelola RMB, Dr. H. Wawan Hernawan, M.Ag, serta tim penyusun modul RMB. (Tor)***

Baca Juga : Menyongsong 2045, UIN Bandung Siap Terbitkan Mahasiswa Hebat

UIN Bandung Launching Unit Pelayanan Psikologi Berbasis Islam dan Kearifan Lokal

UIN Bandung Launching Unit Pelayanan Psikologi Berbasis Islam dan Kearifan Lokal

Bandung– Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Launching Unit Layanan Psikologi (ULP) dan Pojok Kependudukan Fakultas Psikologi, yang berlangsung di gedung Unit Layanan Psikologi (ULP), Kampus II, Jalan Cimencrang-Panyileukan Gedebage, Kamis (26/11/2020).  ULP ini nantinya akan menjadi pusat psikologi berbasis Islam dan kearifan lokal.

Launching yang dibuka Wakil Rektor II Tedi Priatna,Dalam sambutannya mengatakan pihak rektorat sangat mengapresiasi atas dibentuknya Unit Layanan Psikologi (ULP) oleh Fakultas Psikologi yang didasarkan pada nilai-nilai Islam dan kearifan lokal sebagai distingsi layanan psikologi.

Tedi menegaskan kehadiran Unit Layanan Psikologi (ULP) ini diharapkan dapat memberikan layanan prima terhadap mahasiswa, dosen, civitas akademika mengenai adaptasi kebiasaan baru  secara psikologis berbeda dan dapat dirasakan manfaatnya di tengah kehidupan masyarakat.

“Bisa jadi kita berubah dengan adanya kebiasaan baru. Adanya teknologi yang menuntut kita untuk berubah pada proses belajar mengajar. Meskipun secara psikologis belum menerima kebiasaan baru tersebut. Semoga kehadiran ULP ini menjadi bagi dari ikhtiar kita dalam memberikan layanan prima terhadap masyarakat yang terus berubah serta dinamis,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi (FPsi) Agus Abdul Rahman,  menjelaskan Unit Layanan Psikologi (ULP) merupakan sebuah unit di bawah Fakultas Psikologi yang bergerak dalam penyediaan jasa layanan psikologi. ULP menjadi program prioritas Fakultas karena sejatinya Fakultas Psikologi harus ikut berkontribusi pada kesehatan mental tidak hanya pada mahasiswa tapi juga civitas akademika dan masyarakat.

“Mahasiswa kerap mengalami hambatan psikologis yang berdampak pada IPK dikarenakan persoalan pribadi, keluarga dan masalah psikologis lainnya. Oleh karenanya, tanggung jawab itu kita ambil sejak tahun 2016 yang berangkat dari ruang layanan psikologi di Fakultas Psikologi dengan dibantu oleh SDM berprofesi sebagai Psikolog dan Konselor yang juga dosen,” tambahnya.

Agus melanjutkan, setiap tahunnya kebutuhan mahasiswa untuk mendapatkan layanan psikologi yaitu konseling semakin tinggi. Oleh karena itu, Fakultas Psikologi membutuhkan sarana tempat yang lebih memadai dan menunjang pelayanan psikologi pada mahasiswa dan sejumlah layanan psikologi lainnya.

“ULP memiliki visi menjadi pusat layanan psikologi yang berorientasi pada pengembangan dan penerapan psikologi yang didasarkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal,”

Untuk misinya, menyelenggarakan layanan psikologi yang menjunjung tinggi kesejahteraan psikologis, etika profesi, nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal; Membantu individu dan organisasi untuk mengenali dan mengembangkan potensi dan kompetensi; Membangun citra positif sebagai mitra terpercaya di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan masyarakat umum.

Dengan dukungan para konselor dan praktisi yang andal di bidangnya, ULP melayani dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan psikologis baik secara personal, keluarga maupun komunitas-organisasi. “Denga segala potensi SDM, 19 Psikologi yang tersertifikat, 13 Konselor dan Asosiate Konselor. Ini menjadi peluang, tantangan dan kepercayaan dari Rektor yang harus dijaga untuk memanfaatkan gedung ULP demi meningkatkan mutu kampus dengan melakukan kontribusi nyata terhadap masyarakat,” jelasnya.

Unit Layanan Psikologi ini memiliki dua jenis layanan; pertama, layanan klinik yaitu deteksi dini tumbuh kembang anak, melakukan konseling untuk masalah pribadi, keluarga, mendeteksi, observasi anak berkebutuhan khusus (ABK), terapi dan menggelar workshop; kedua, layanan non-klinik pada bidang pendidikan mulai dari tes kecerdasan, tes kematangan (kesiapan sekolah), deteksi kesulitan belajar, tes penelusuran minat-bakat untuk penjurusan di SMP, SMA, menyelenggarakan bimbingan karir dan workshop.

Sedangkan untuk layanan non-klinik bidang industri meliputi tes seleksi, rekrutmen, penempatan, analisis jabatan, training (pelatihan), assessment center dan Tempat Uji Kompetensi (TUK). “Alhamdulillah untuk TUK di Jawa Barat hanya TUK UIN SGD Bandung yang sudah mendapatkan SK dari TUK LSP Psikologi Indonesia sehingga kami sebenarnya sudah dapat menyelenggarakannya sambil menyiapkan sarana dan prasarananya,”tutupnya. (Tor)***

Baca juga: Kukuhkan Guru Besar Terbanyak di Perguruan Tinggi Keagamaan, UIN Bandung Raih Rekor MURI

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sukses Raih Pengakuan Internasional  SCImago Institutions Rankings

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sukses Raih Pengakuan Internasional SCImago Institutions Rankings

Bandung– Tahun ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung sukses memperoleh pengakuan Internasional dari lembaga SCImago Institutions Rankings (SIR) sebagai Perguruan Tinggi Nomor Satu di Indonesia dalam kinerja riset dan nomor 53 di tingkat Asia serta sebagai Perguruan Tinggi Nomor Satu di PTKIN versi Webometrik.

Mahmud, selaku Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang telah ditorehkan oleh kampus yang dipimpinnya. ” Hal ini memicu semangat untuk tetap mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berparadigma wahyu memandu ilmu dalam bingkai ahlak karimah,” ujarnya.

Lanjut Mahmud, Distingsi inilah yang diarahkan agar sumber daya manusia UIN Sunan Gunung Djati Bandung mempunyai keunggulan yang kompetitif di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2025. Untuk mendukung dalam mewujudkan Indonesia emas tahun 2045.

Berdasarkan data, prestasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung  terhitung dari 2015  yang sudah memiliki 52 karya, hingga September 2020 ada 774 artikel terindex Scopus. Pada Tahun 2018 Kementerian Ristek Dikti RI memberikan anugrah Sinta Award Tahun 2018 ksebagai perguruan tinggi keagamaan paling produktif dalam publikasi Internasional di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia.

Di September 2020 sebanyak 35 Jurnal Terakreditasi Nasional indeks Sinta (Science and Technology Index) dengan rincian: sebelas jurnal mencapai Sinta-2 (S2); Delapan Jurnal di Sinta-3 (S3), Sembilan Jurnal di Sinta-4 (S4), dan Tujuh Jurnal di Sinta-5 (S5). Tahun 2020 pula, ada lima dosen kami yang terpilih sebagai 500 peneliti terbaik versi SINTA (Science and Technology Index).

” Hingga di bulan ini kami memiliki 707 catatan Hak Cipta paling tinggi di PTKI Kementerian Agama RI. Kita juga memiliki paten di bidang sains yang tercatat di ASEAN Patent Scope dan teregistrasi pada World Intellectual Property Organization (WIPO),” ujar Mahmud saat acara PBAK 2020, Rabu (23/9/2020).

Tak hanya itu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga  menjadi pelopor dalam penyelenggaraan CBT, bahkan pada penerimaan mahasiswa baru pada Tahun 2020 dan Panitia Nasional UM-PTKIN Tahun 2020 dan 2021. Bahkan pada Tahun 2019 kampus ini juga sudah memiliki Rumah Moderasi Beragama di Kampus III yang dimana langsung diresmikan oleh Bapak Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi.

Melihat pencapaian tersebut, Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Suyitno menekankan pentingnya peran mahasiswa di lingkungan PTKI tidak hanya untuk menyongsong Indonesia emas 2045, tapi harus menyebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin sangat penting.

“Mahasiswa, dosen sangat berperan dalam mewujudkan kampus sebagai laboratorium kehidupan dan kontribusi perguruan tinggi dalam melakukan aktivitas kemanusiaan, seperti ikut terlibat untuk menangani Covid- 19 sangat dinantikan,”

Paling tidak, peran mahasiswa harus mampu melakukan; Pertama, Belajar Islam dengan benar.  Kedua, menjadi mahasiswa yang cerdas dan kritis (critical thinking). Mencerna segala informasi yang masuk menyaring dan mensharing dengan baik; Ketiga, menjadi warga medsos yang sehat.

“Keempat, melakukan counter narasi dan idiologi melawan intoleransi dan radikalisme; Kelima, bersinergi dan kolaborasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas terutama dengan warga dunia global;  dan yang terakhir menjadi aktivis mahasiswa yang aktif melakukan desiminasi moderasi beragama dan semangat kebangsaan,” pungkasnya. (Tor)***

Baca juga: Sebanyak 7329 Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung Berhasil Dilantik

Sebanyak 7329 Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung Berhasil Dilantik

Sebanyak 7329 Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung Berhasil Dilantik

 

Bandung– Rektor Universitas Islam Negeri  (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Mahmud melantik sebanyak 7329 mahasiswa baru angkatan 2020/2021 dalam Sidang Senat Terbuka, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang digelar secara daring, Rabu (23/09/2020).

Kegiatan yang digelar selama dua  hari  ini mengangkat tema Moderasi Beragama Pilar Membangun Indonesia Emas 2045 dan wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan mahasiswa lama yang belum mengikuti PBAK.

Mahmud mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung berbasis wahyu memandu ilmu dalam bingkai akhlak karimah. Ia mengatakan bahwa kampus tidak memberi jaminan sukses, melainkan siap menjadi jembatan penghubung untuk  mencapai keberhasilan.

“Mari kita bekerjasama untuk menggapai cita-cita mulia melalui kampus tercinta UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terlebih lagi kalian sudah menjadi mahasiswa pilihan, unggul, terbaik dan hebat. Karena itu, harus mampu membuktikan keunggulan dan kehebatan dengan belajar sungguh-sungguh, tekun, kerja kejas, kerja cerdas, kerja tuntas, cepat selesai tepat waktu, serta berprestasi,” tegasnya.

Menurut Mahmud, untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045 maka perlu untuk mengembangkan terus Islam Nusantara yang berkemajuan, toleran, moderat dan rahmatan lil’alamin.  Seperti halnya, visi  kampus yaitu menjadi Universitas Islam Negeri yang Unggul dan Kompetitif Berbasis Wahyu Memandu Ilmu dalam Bingkai Akhlak Karimah di Asia Tenggara Tahun 2025.

Saat ini UIN Sunan Gunung Djati Bandung sudah mempunyai 9 Fakultas dan 1 Pascasarjana dengan jumlah program studi/jurusan 60 prodi. Seluruhnya terakreditasi A dan B serta hanya ada 4 program studi/jurusan dalam status terakreditasi (Prodi Baru) dalam proses assessment lapangan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PBAK 2020,  AH. Fathonih mengatakan melalui PBAK ini mahasiswa bisa menjadi calon pemimpin masa depan  dan mampu menyebarkan Islam penuh dengan kedamaian di muka bumi. Adapun harapannya kegiatan ini bisa memberikan pemahaman secara komprehensif kepada mahasiswa baru tentang wawasan kebangsaan dan keislaman.

“Tak hanya itu, mahasiswa juga harus mengetahui dan memahami visi, misi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, fakultas serta kebijakan pengembangan aspek akademik, tata kelola organisasi kemahasiswaan, dan kerja sama,” tutupnya. (Tor)***

Baca juga : Meski Pandemi, UIN Bandung Terus Tingkatkan Kualitas Kampus