Alat Bor Canggih Milik KCIC Percepat Bobol Terowongan

Alat Bor Canggih Milik KCIC Percepat Bobol Terowongan

CIKALONGWETAN, INDO-SATU – – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) diprediksi mulai beroperasi pada akhir 2022. Hingga saat ini, progress pembangunan tersebut telah mencapai 77,92 persen pada pertengahan Agustus 2021 lalu.

Menurut GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Mirza Soraya, salah satu teknologi yang digunakan untuk membangun fasilitas KCJB adalah peluncur gelagar (ginder launcher) berjenis Through-Tunnel Box Girder Erecting Machine yang bisa digunakan di dalam terowongan.

“Dalam proyek KCJB, peluncur gelagar berjenis Through-Tunnel Box Girder Erecting Machine memungkinkan operator mesin untuk menekuk sayap peluncur gelagar, sehingga mesin mudah dilepas-pasang, dan menjadikan peluncur gelagar lebih fleksibel.” katanya, Senin 13 September 2021

Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat membuat pengerjaan proyek KCJB yang memiliki 13 tunnel menjadi lebih efisien. Dengan begitu, progress pembangunan proyek KCJB ini berjalan cepat.

“Peluncur gelagar jenis ini, membuat pemasangan girder box di dalam terowongan pada trase KCJB lebih cepat dan efisien ketimbang, cara lama dengan memasang penyangga di bawahnya, yang umum dilakukan dalam pembangunan jembatan tol. Terlebih, proyek KCJB memiliki 13 terowongan,” katanya.

Mirza menyebut, jika teknologi dengan fitur yang fleksibel ini memiliki dimensi yang kompatibel dan mampu menyesuaikan dengan ukuran terowongan. Hal ini membuat pengerjaan konstruksi khususnya pemasangan box gelagar menjadi lebih efektif dan efisien.

“Biasanya girder dibawa melalui jalan raya kemudian dinaikkan untuk dipasang. Namun dengan teknologi yang dimiliki peluncur gelagar ini, girder bisa langsung dinaikkan untuk kemudian dipasang. Sehingga proses pemasangan tidak begitu mengganggu arus lalu lintas.” jelasnya.

Disamping itu, Mirza menekankan teknologi-teknologi baru dan canggih yang digunakan dalam proyek KCJB, bisa menjadi kesempatan baik bagi tenaga kerja Indonesia untuk mempelajari hal-hal baru di bidang konstruksi untuk kemajuan dunia kontruksi di Indonesia.

“Pada pembangunan proyek KCJB, kami juga melakukan transfer pengetahuan dari tenaga ahli Tiongkok kepada tenaga lokal Indonesia. Mengingat ada banyak teknologi

baru yang diterapkan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini,” jelasnya.

Hingga pertengahan Agustus, kata dia, progres proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 77,92 persen. Pada awal Agustus, lanjut dia, terowongan 8 dan 10 yang berada di Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus.

Pencapaian ini merupakan suatu hal yang luar biasa karena pembangunan kedua terowongan tersebut memiliki tekstur geografis yang cukup tinggi. Selain itu, dengan tembusnya terowongan 8 dan 10, artinya tinggal tiga lagi terowongan yang saat ini masih dalam proses penyelesaian untuk bisa tembus.

“Terowongan 10 memiliki panjang 1.230 meter dan berlokasi di Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Tunnel ini berhasil ditembus pada 6 Agustus 2021.

Sementara terowongan 8 memiliki panjang 2190 meter dan berlokasi di Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. Tunnel ini telah tembus pada 8 Agustus 2021,” pungkasnya.

Antisipasi Banjir! KCIC Optimalkan Fungsi Drainase di Sepanjang Proyek Kereta Cepat

Antisipasi Banjir! KCIC Optimalkan Fungsi Drainase di Sepanjang Proyek Kereta Cepat

INDO SATU – Untuk menghindari bencana banjir di tengah cuaca hujan ektrem, Proyek Kerata Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) secara komprehensif telah melakukan berbagai langkah antisipasi di sekitar lingkungan proyek sejak awal tahun.

Hal itu dilakukan agar bencana tidak berimbas kepada pengerjaan Proyek KCJB.

“Berbekal pengalaman bencana banjir di awal tahun 2020 lalu yang melanda hampirseluruh wilayah Jawa khususnya Jakarta, tim Poyek KCJB bergerak cepat mengambil sejumlah langkah pencegahan banjir dan longsor di sekitar lingkungan proyek,” kata Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra, Sabtu (20/2).

Menurutnya, sejak awal tahun, seluruh jajaran kontraktor proyek KCJB (WIKA, Sinohydro, CREC) bergerak cepat melakukan penanggulangan bencana dengan membangun infrastruktur tambahan dan meningkatkan kualitas saluran drainase di sepanjang proyek untuk menampung debit air yang lebih tinggi.

Disisi lain, kontraktor proyek KCJB, secara berkala sejak tahun 2020 telah membantu membersihkan daerah aliran sungai di sekitar proyek dan Sistem Drainase Jalan Tol dari timbunan sampah dan lumpur yang berpotensi menyumbat aliran air.

Memasuki musim hujan, proyek KCJB telah meningkatkan kewaspadaan di area proyek dengan mensiagakan sejumlah personil patroli dan alat pompa untuk memitigasi potensi banjir di sekitar lingkungan proyek, terutama di sepanjang Jalur Tol Cikampek dan Purbaleunyi.

“Berbagai tindakan pencegahan tersebut merupakan fokus kami saat ini untuk menjaga lingkungan di area proyek dan sekitarnya. Kami memastikan agar semua dapat dikendalikan dengan baik, termasuk dapat menangani secara komprehensif untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem,” kata Chandra

Sebelumnya, Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Khusus Pengendalian Perizinan dan Pengawasan Kegiatan Terhadap Pemanfaatan Bagian Bagian Jalan Tol, Hadrianus Bambang Nurhadi menghimbau seluruh stakeholder untuk bersama-sama memperhatikan lingkungan guna mencegah banjir.

“Banjir saat ini terjadi karena kondisi cuaca ekstrem akibat climate change, perlu penanganan komprehensif yang melibatkan semua stakeholder terkait dengan masalah sumber daya air.

Perubahan dari tata guna lahan yang mengarah ke pemukiman dan area bisnis sangat berkembang dengan pesat sehingga pembangunan infrastruktur khususnya untuk drainase lingkungan perlu mendapat perhatian, seperti pada seperti Kali Jambe, Kali Cakung dll,” ujar Hadrianus.

10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap sebanyak 58 bidang fasilitas sosial (fasos) dan faslitas umum (fasum) terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung segera direlokasi. Untuk itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta dinas terkait segera mengurusnya.

“Terkait proyek Kereta Cepat ini, kalau memang ada persoalannya segera diselesaikan secepatnya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Perlu diketahui, prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang terkena proyek kereta api cepat di Kota Bandung berada di 10 perumahan. Perusahaan tersebut di antaranya Istana Mekarwangi, Singgasana Pradana, Taman Holis Indah, Sapta Taruna PU, Topindo, Pasirpogor, Bumi Asri, Kopo Mas Regency, Banyu Biru, dan Oasis.

Dari 10 perumahan tersebut ada persoalan yang berbeda-beda. Ada 2 perumahan hampir selesai progresnya, sedangkan yang lain masih dalam proses. Ada juga tiga perumahan yang pengembangnya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Sedangkan aset Pemkot Bandung selain PSU, ada kantin SMPN 48 yang sudah direlokasi, Puskesmas Pasawahan yang disewakan bangunan pengganti sebelum diganti bangunan baru, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandung Kulon diselesaikan proses relokasinya dengan bidang pengganti.

Oded meminta agar ada percepatan penyelesaian hal tersebut.

“Sekarang diperkuat oleh Wakil Wali Kota, Kang Yana untuk mengawal prosesnya. Kalau ada hal kecil yang perlu dikoordinasikan jadi bisa lebih cepat karena deadlinennya ini sangat dekat,” ucapnya

Sementara itu, Kepala BPN Kota Bandung, Andi Kadandio Aleppudin mengakui saat ini ke-58 bidang tersebut harus segera diselesaikan prosesnya, karena berkaitan dengan proyek strategis nasional.

“Intinya kita harus selesaikan fasos fasum yang terkena proyek kereta cepat ini, ada 112 bidang. Tetapi yang darurat harus segera dituntaskan 58 bidang. Karena ini pekerjaan nasional, pekerjaan semua,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), Natal Argawan Pardede berharap bisa memanfaatkan lahan fasos dan fasum yang belum tuntas validasinya. Hal itu karena kebutuhan yang mendesak.

“Walau pun belum tuntas secara resmi, tapi proses harus berjalan, kami sudah mengirim surat izin agar konstruksi bisa masuk terlebih dahulu pada 22 November 2019 lalu. Jadi sembari kontraktor berjalan, proses administrasinya juga dalam proses penyelesaian,” pintanya. (RHM)***