Kota Bandung Berduka, Yana Minta Pelayanan Publik Tetap Optimal

Kota Bandung Berduka, Yana Minta Pelayanan Publik Tetap Optimal

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) tengah berduka atas wafatnya Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada Jumat 10 Desember 2021 lalu. Namun Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemkot Bandung tetap berjalan seperti sedia kala.

“Hingga saat ini saya masih sangat berduka. Saya sangat kehilangan Mang Oded (sapaan akrab Oded M. Danial). Pemkot Bandung juga berduka. Tetapi saya ingin pastikan, pelayanan publik tetap berjalan dengan normal,” kata Yana, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/12/2021).

Perlu diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mengeluarkan surat bernomor 39/HM.07/Pem.Otda tertanggal 10 Desember 2021.

Dalam surat tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memerintahkan Wakil Wali Kota Bandung untuk melaksanakan tugas dan wewenang Wali Kota Bandung hingga terdapat ketentuan dan kebijakan lebih lanjut. Tujuannya, untuk menjamin keberlangsungan Pemkot Bandung.

Dalam surat tersebut dijelaskan, hal itu diambil berdasarkan Pasal 78 ayat 2 huruf U Undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. yang menyebutkan kepala daerah berhenti karena meninggal dunia.

Pertimbangan lainnya yaitu Pasal pasal 66 ayat 1 huruf C Undang-undang No 9 Tahun 2015 tentang tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pada pasal tersebut disebutkan, wakil kepala daerah mempunyai tugas melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah menjalani masa hukuman atau berhalangan sementara.

Dalam surat tersebut Gubernur Jawa Barat atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Jabar turut berbelasungkawa atas wafatnya Wali Kota Bandung.

Terkait hal tersebut, Yana meminta seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung tetap melaksanakan tugas dan wewenangnya seperti biasa.

Bahkan untuk mewujudkan pemerintahan akuntabel seperti yang dicita-cita almarhum Oded M. Danial, Yana meminta seluruh ASN bekerja lebih profesional lagi.

“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Ingat pesan-pesan yang sempat disampaikan Mang Oded. Laksanakan tugas sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, maka kita semua akan memperoleh ganjaran dari Allah SWT,” tutur Yana. (Res)***

10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

10 Perumahan di Kota Bandung Terdampak Proyek Kereta Cepat

Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap sebanyak 58 bidang fasilitas sosial (fasos) dan faslitas umum (fasum) terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung segera direlokasi. Untuk itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta dinas terkait segera mengurusnya.

“Terkait proyek Kereta Cepat ini, kalau memang ada persoalannya segera diselesaikan secepatnya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Perlu diketahui, prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang terkena proyek kereta api cepat di Kota Bandung berada di 10 perumahan. Perusahaan tersebut di antaranya Istana Mekarwangi, Singgasana Pradana, Taman Holis Indah, Sapta Taruna PU, Topindo, Pasirpogor, Bumi Asri, Kopo Mas Regency, Banyu Biru, dan Oasis.

Dari 10 perumahan tersebut ada persoalan yang berbeda-beda. Ada 2 perumahan hampir selesai progresnya, sedangkan yang lain masih dalam proses. Ada juga tiga perumahan yang pengembangnya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Sedangkan aset Pemkot Bandung selain PSU, ada kantin SMPN 48 yang sudah direlokasi, Puskesmas Pasawahan yang disewakan bangunan pengganti sebelum diganti bangunan baru, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandung Kulon diselesaikan proses relokasinya dengan bidang pengganti.

Oded meminta agar ada percepatan penyelesaian hal tersebut.

“Sekarang diperkuat oleh Wakil Wali Kota, Kang Yana untuk mengawal prosesnya. Kalau ada hal kecil yang perlu dikoordinasikan jadi bisa lebih cepat karena deadlinennya ini sangat dekat,” ucapnya

Sementara itu, Kepala BPN Kota Bandung, Andi Kadandio Aleppudin mengakui saat ini ke-58 bidang tersebut harus segera diselesaikan prosesnya, karena berkaitan dengan proyek strategis nasional.

“Intinya kita harus selesaikan fasos fasum yang terkena proyek kereta cepat ini, ada 112 bidang. Tetapi yang darurat harus segera dituntaskan 58 bidang. Karena ini pekerjaan nasional, pekerjaan semua,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), Natal Argawan Pardede berharap bisa memanfaatkan lahan fasos dan fasum yang belum tuntas validasinya. Hal itu karena kebutuhan yang mendesak.

“Walau pun belum tuntas secara resmi, tapi proses harus berjalan, kami sudah mengirim surat izin agar konstruksi bisa masuk terlebih dahulu pada 22 November 2019 lalu. Jadi sembari kontraktor berjalan, proses administrasinya juga dalam proses penyelesaian,” pintanya. (RHM)***

Korban Kebakaran Kelurahan Nyengseret Kota Bandung Harapakan Bantuan

Korban Kebakaran Kelurahan Nyengseret Kota Bandung Harapakan Bantuan

Bandung – Wali Kota Bandung Oded M. Danial memastikan akan memberikan bantuan secara maksimal kepada korban kebakaran di RW 03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar. Mulai dari logistik makanan, kesehatan, hingga sisi ekonomi.

“Alhamdulilah dengan cepat tanggap dari teman-teman dan dinas terkait, kewilayahan, dan masyarakat bisa menyelesaikannya dengan baik. Sekarang pascakebakaran kita mempersiapkan kebutuhan sementara mereka,” ucap Oded di lokasi kebakaraan Kelurahan Nyengserat, Kecamatan Astanaanyar, dalam keterangan tertulis yang diterima Indo-Satu, Minggu (29/12/2019)

Seperti diketahui, sebanyak 18 bangunan tempat tinggal di RT 05 dan RT 06 RW 03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar terbakar. Akibatnya 34 Kepala Keluarga (KK) atau 115 jiwa ikut terdampak.

Selain meninjau lokasi dan kondisi warga yang terdampak kebakaran, kedatangan Oded sekaligus untuk menyalurkan bantuan logistik. Ia juga memeriksa kondisi dapur umum dan berdialog dengan warga.

Dari hasil perbincangnnya bersama warga, Oded menyatakan Pemkot Bandung akan berupaya memberikan bantuan untuk tempat tinggal. Termasuk mencari solusi untuk menyokong bantuan kewirausahaan.

“Dari sisi logistik aman, tapi mereka meminta kontrakan atau sewaan. Ada yang mesin jahitnya hangus terbakar karena mereka membuat dan menjual sendiri. Mereka juga meminta modal. Insyaallah kita usahakan untuk mereka,” paparnya.

Sementara itu, Lurah Nyengseret, Suparno menyatakan, pihaknya menyiapkan dapur umum untuk satu pekan ke depan. Namun, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengevaluasi keberadaan dapur umum tersebut.

“Dapur umum ini kita sediakan makanan setiap hari membuat dua kali itu siang dan malam. Kita produksi 118 bungkus setiap hari. Sampai hari ini bantuan yang mengalir di posko di kelurahan Nyengseret banyak sekali. Saat ini ada beberapa yang sudah disampaikan ke korban,” ungkap Suparno.

Suparno mengungkapkan, para korban yang terdampak kebakaran merupakan warga asli Kelurahan Nyengseret. Untuk itu, pihaknya mengupayakan memberikan bantuan untuk keperluan administrasi mengingat banyaknya surat-surat penting yang ikut dilalap api.

“Kemarin kita konsultasi dengan kepolisian berkaitan dokumen dengan kepemilikan yang bersangkutan. Sudah koordinasi meminta surat kebakaran, terutama warga masyarakat penduduk miskin, PKH (Program Keluarga Harapan), BSP (Bantuan Sosial Pangan). Kita usahakan mendapatkan kembali surat keterangan,” katanya. (RHM)***