[FOTO] Rekomendasi Destinasi Wisata di Yogyakarta

Ini adalah view dari salah satu sudut museum benteng Vredeburg atau tepatnya sebelum masuk pintu tiket museum tersebut. benteng Vredeburg adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia.
Saat anda lelah selepas berkeliling di dalam museum, anda bisa mkencicipi berbagai kuliner khas Yogyakarta yang banyak terdapat di bagian luar museum salah satunya sate ini dibandrol harga Rp 15 ribu saja anda sudah bisa kenyang karena lengkap disajikan dengan lontong
Tak jauh dari sana terdapat pusat keramaian lainya yang juga bersejarah di Yogyakarta yakni kawasan jalan Malioboro disana terdapat berbagai oleh-oleh khas Yogya seerta suasananya yang asri seperti zaman dahulu ditambah dengan masih terdapatnya kendaraan tradisional andong.
Selain wisata kuliner dan wisata sejarah, ada juga wisata panjtai salah satunya Bukit Watugupit. Dilansir Kompas, Bukit Paralayang Watugupit berlokasi di Dusun Watugupit, Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul. Kamu bisa mencapai destinasi wisata ini dari pusat Kota Yogyakarta dengan berkendara selama sekitar satu jam, mengingat jaraknya kira-kira 32 kilometer. Bila ingin menyaksikan sunset di Bukit Paralayang Watugupit, sebaiknya datang sebelum pukul 17.00 WIB. Kamu bisa merasakan terpaan sinar matahari terbenam sekitar pukul 17.50 WIB. Memasuki area wisata Parangtritis, harus bayar tiket masuk Rp 10.000 per orang.

Foto oleh : RHM

[FOTO] Pesona Pantai Karapyak, Surga Tersembunyi di Pangandaran

Banyak destinasi pantai didaerah Jawa Barat salah satunya yaitu Pantai Karapyak yang terletak di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia. Tepatnya pantai ini berlokasi sebelum pantai utama Pangandaran, nanti kita akan melihat banyak petunjuk jalan untuk menuju Pantai yang satu ini. Akses jalannya pun mulus meskipun ada sedikit jalanan yang rusak tidak begitu masalah.
dikutip dari laman Kompasiana, saat menuju ke lokasi, jalanan yang cukup kecil, berkelok dan agak curam, sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan hutan, dan perkampungan warga. (9/07) Untuk pengunjung wisata yang menggunakan mini bus dikenakan biaya sebesar 46ribu ditambah uang parkir sebesar 5ribu jadi total membayar 51ribu, sedangkan pengguna motor dikenakan biaya 20ribu, sangat disayangkan tidak terlihat transportasi umum untuk menuju ke pantai ini sehingga terbilang masih sepi karena pengunjung harus menggunakan kendaraan pribadi.
Sesampainya disana kita akan dimanjakan dengan keindahan pantai yang benar-benar masih asri. Banyak pohon kelapa, pasir putih yang cukup bersih, sejuknya angin. Pantai ini memang tidak di perkenankan untuk berenang karna ombak yang lumayan cukup besar (tergantung musim) serta banyaknya terumbu karang ditepi pantai. Namun kita masih bisa menikmatinya dipinggiran pantai bermain air dan pasir, bersantai, camping maupun sekedar makan bersama keluarga menggelar tikar di pinggiran pantai.

Foto oleh : RHM