Menakar Untung Rugi Pembangunaan Tol untuk Kabupaten Ciamis, KMC Galuh Taruna Bandung Gelar Diskusi

Menakar Untung Rugi Pembangunaan Tol untuk Kabupaten Ciamis, KMC Galuh Taruna Bandung Gelar Diskusi

Ciamis – Dengan adanya Jalan Tol Bandung-Cilacap yang melewati Ciamis, Keluarga Mahasiswa Ciamis (KMC) “Galuh Taruna” Bandung menggelar kajian strategis mengenai dampak terhadap kebudayaan.

Mengingat masih dalam masa pandemi, kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 28 November 2020 pukul 13.30 WIB sampai pukul 15.20 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menghadirkan 3 pemateri dari unsur peneliti, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Ciamis serta komuntias Pecinta Lingkungan dan Gunung (Pelindung).

Kegiatan ini dilaksanakan mengingat dengan adanya tol yang melewati Kabupaten Ciamis dikhawatirkan dapat merubah kondisi sosial, politik, ekonomi serta budaya dalam masyarakat.

Jalan Tol yang akan dibangun sepanjang 206,6 KM mulai pada tahun 2022 merupakan suatu keresahan bagi sejuhlammasyarakat karena dapat mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan masyarakat.

Dr. Deni Miharja, M.Ag, yang merupakan Kepala Pusat Penelitian UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyatakan bahwa “tentu ketika pembangunan tol tersebut digulirkan maka bisa munculnya pro dan kontra, yang pro karena memang betul sudah ada rencana yang matang dan ada kajian, yang¬† kontra bisa jadi karena ada keterbatasan pemahaman dan informasi” Ungkap Deni dalam keterangan tertulis KMC Galuh Taruna Bandung.

Pembicara lainnya, Dr. H. Wasdi Izudin, M, Si., Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis mengutarakan bahwa “dengan adanya pembangunan tol ini memang ada buruknya namun lebih banyak baiknya dan kita harus siap menjadikannya peluang bagi pariwisata demi membangun ekonomi mandiri dan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis”

Dari unsur komunitas, kang Gun Gun Guntara menilai pembangunan jalan tol ini, harus terjalinnya harmonisasi antara lingkungan dan manusianya berjalan berdampingan tanpa terganggu dan sebisa mungkin pemerintah untuk mengantisipasi seluruh efek buruk dari pembangunan jalan tol ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur komunitas serta masyarakat dari siswa, mahasiswa, masyarakat serta beberapa tokoh organisasi serta komunitas. Terkonfirmasi ada sebanyak 45 peserta yang mengikuti kegiatan ini dan diharapkan dengan adanya kegiatan ini mampu memberikan pemahaman pada seluruh unsur masyarakat yang di Kabupaten Ciamis. (Tor)***

Baca Juga : Diresmikan Wagub Jabar, Pemprov Siap Bantu Pengembangan Wisata Curug Tabraya di Panjalu