Buah Kreativitas dan Inisiatif Warga, Kampung Wisata Baros Panjalu Diresmikan, Ada Apa Saja Disana ?

Buah Kreativitas dan Inisiatif Warga, Kampung Wisata Baros Panjalu Diresmikan, Ada Apa Saja Disana ?

Warga beraktifitas di Kampung Berwarna, Dusun Baros. (Foto : Puy/Indo-satu.com)

Ciamis – Setelah berlangsung sekitar 2 bulan lamanya warga di Dusun Baros Desa Ciomas Kecamatan Panjalu berhasil membuat kawasan wisata baru di Kabupaten Ciamis.

Demikian disampaikan kepala desa Ciomas Yoyo Wahyono saat peresmian kawasan tersebut, Rabu (11/11/2020).

Dalam sambutannya, Yoyo menjelaskan di Dusun Baros terdapat tiga buah kreativitas inisiatif warga yakni Kampung Berwarna , Galeri kerajinan dari barang bekas, Rumah Runtah, serta objek wisata alam Bukit Baros Indah.

“Allhamdulillah setelah sekitar dua bulan warga disini bergotong-royong, akhirnya bisa diresmikan dan tempat ini terdapat tiga unsur kreatif, yakni  Kampung Berwarna, galeri pemanfaatan limbah Rumah Runtah, serta objek wisata Bukit Baros ini merupakan semangat positif dari warga Baros semoga bisa terus menginspirasi,” kata Yoyo.

Bukit Baros Indah (Foto : Puy/Indo-satu.com)

Dengan hadirnya kawasan ini di Kecamatan Panjalu, objek wisata semakin lengkap. Selain wisata alam Situ Lengkong, Bukit Baros juga menambah kawasan wisata di Kecamatan Panjalu terutama bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana asri dan alami.

“Potensi ini perlu didukung berbagai pihak hadirnya Kampung Berwarna kemudian juga Rumah Runtah itu mengubah sebuah barang yang tadinya sudah kehilangan fungsi bisa bernilai jual tinggi ini perlu didukung dengan pemasaran yang baik sehingga bisa menciptakan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Yoyo.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya (ke empat kiri) serta jajaran foto bersama pengelola Rumah Runtah (Foto : Humas Kabupaten Ciamis)

Dalam peresmian tersebut dihadiri pula oleh Bupati, Wakil Bupati Kepala Dinas Pariwisata Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis serta unsur lainnya. (Tor)***

Baca Juga : Untuk Pertama Kalinya di Kabupaten Ciamis, Menikmati Indahnya Situ Lengkong Sambil Naik Perahu Kayak 

Libur Panjang di Jabar, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Pantau Penerapan Protokol Kesehatan Objek Wisata

Libur Panjang di Jabar, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Pantau Penerapan Protokol Kesehatan Objek Wisata

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto : Dok. Humas Jabar)

Bandung- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 850/172/Hukham kepada bupati/wali kota se-Jabar tentang upaya pencegahan penyebaran COVID-19 pada libur dan cuti bersama tahun 2020.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Provinsi Jabar Daud Achmad menyatakan, SE yang berisi enam poin tersebut bertujuan mengantisipasi libur dan cuti bersama agar tidak menjadi medium penularan COVID-19.

“Kepala Daerah diimbau meningkatkan kesadaran masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi masyarakat sekitar, dan masyarakat luar daerah yang berkunjung ke kabupaten/kota di Jabar,” kata Daud di Kota Bandung, Selasa (27/10/20).

Menurut Daud, dalam SE tersebut, Gubernur Jabar mengimbau masyarakat untuk menahan diri berpergian ke luar daerah. Berlibur disarankan di rumah bersama keluarga.

Selain itu, masyarakat pun diimbau melakukan tes COVID-19, baik rapid test maupun swab test dengan metode PCR, saat akan pergi ke luar daerah menggunakan moda transportasi umum.

“Bupati dan Wali Kota se-Jabar harus memastikan destinasi wisata, tempat hiburan, tempat kuliner, pasar, stasiun, dan terminal atau bandara, menerapkan protokol kesehatan. Termasuk masyarakat, pengunjung, dan pengelola,” katanya dalam keterangan tertulis Humas Jabar.

Daud mengatakan, dalam SE tersebut, kepala daerah diminta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau kegiatan seni budaya dan tradisi nonkeagamaan.

“Mitigasi dan persiapan sudah kami siapkan. Tapi, kembali lagi, kedisiplinan masyarakat mematuhi imbauan dan menerapkan protokol kesehatan adalah tameng terkuat mencegah penularan COVID-19, terutama saat libur panjang ini,” ucapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jabar M. Ade Afriandi mengatakan, pihaknya akan melakukan patroli monitoring protokol kesehatan dalam rangka pembinaan dan pengawasan pencegahan COVID-19.

Ada delapan daerah yang menjadi perhatian Satpol PP Jabar, yakni Kota Cirebon, Kabupaten Karawang, Subang, Garut, Bandung, Bandung Barat, Cianjur, dan Sukabumi.

“Kedelapan daerah tersebut memiliki destinasi wisata yang menarik. Sehingga saat libur panjang tiba berpotensi terjadi kerumunan di destinasi-destinasi wisatanya,” kata Ade dalam keterangan tertulis Pemprov Jabar.

Penguatan koordinasi pun dilakukan Satpol PP Jabar dengan Satpol PP Kabupaten/Kota. Nantinya, Satpol PP Jabar dan Kabupaten/Kota akan mengawasi pengunjung dan melaksanakan rapid test secara acak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten/Kota. Ini kami lakukan agar patroli monitoring protokol kesehatan di destinasi wisata berjalan optimal,” ucap Ade.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar mengatakan, pengamanan di destinasi wisata akan ditingkatkan.

Kemudian, kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil, pihaknya akan meningkatan pengamanan di pintu keluar-masuk Jabar, seperti jalan tol. Pengetesan COVID-19 dengan rapid test akan digelar secara acak. Mereka yang reaktif akan menjalani swab test.

“Jadi jangan kaget nanti akan diberhentikan secara baik-baik dan sopan oleh kami dan kepolisian untuk dites,” kata Ridwan kamil. (Tor)***

Baca Juga : Pemprov Jabar Gencar Kampanye dan Promosi Protokol Kesehatan Bagi Wisatawan

Pemprov Jabar Gencar Kampanye dan Promosi Protokol Kesehatan Bagi Wisatawan

Pemprov Jabar Gencar Kampanye dan Promosi Protokol Kesehatan Bagi Wisatawan

Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum membuka Rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata Jawa Barat di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (2/10/20). (Foto: Humas Jabar)

Bandung– Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) gencar kampanye dan promosi protokol kesehatan yang menjamin keamanan bagi calon wisatawan di destinasi wisata melalui media sosial.

Menurut Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Upaya ini dilakukan untuk menggeliatkan ekonomi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), salah satunya dari sektor pariwisata, dengan tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan COVID-19.

“Kami ingin ekonomi menggeliat, tapi keselamatan warga tetap yang utama,” ucap  Uu saat membuka Rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata Jawa Barat di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jumat (2/10/20).

Sementara itu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jabar j mengeluarkan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Nomor 440/1222-Pemas Tahun 2020 tentang Panduan Strategi: Adaptasi Kebiasaan Baru Bidang Parbudekraf berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2020 untuk menjadi acuan baik perorangan maupun industri pariwisata agar lebih memperhatikan protokol kesehatan.

Uu menegaskan, protokol kesehatan harus menjadi kesadaran bersama baik bagi pengelola maupun pengunjung destinasi wisata.

“Karena disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menekan penyebaran COVID-19,” tuturnya

Di Jabar sendiri, Desa Wisata menjadi salah satu program untuk memulihkan pariwisata sekaligus ekonomi warga setempat. Selain itu, pariwisata dinilai bisa mendongkrak indeks kebahagiaan warga Jabar di masa pandemi ini. Selain meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan pembangunan infrastruktur, pemerintah juga harus menjamin indeks kebahagiaan warganya, salah satunya dengan sektor pariwisata.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nia Niscaya yang hadir secara virtual mengatakan, ada empat pilar pengembangan pemasaran pariwisata, yakni pengembangan pasar, pengembangan citra, pengembangan mitra, dan pengembangan promosi.

Adapun di masa pandemi COVID-19, Nia menjelaskan, setiap pihak termasuk masyarakat harus menyebarkan informasi terkait protokol kesehatan dan mengurangi berita bohong terkait kasus COVID-19 demi membangun kepercayaan bagi calon wisatawan untuk berkunjung ke lokasi wisata.

“Membangun kepercayaan untuk mengunjungi lokasi wisata melalui penerapan protokol kesehatan yang meliputi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan,” kata Nia. (Tor)***

Baca juga: Pemprov Jabar Tegaskan PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang Hingga 27 Oktober 2020

Untuk Pertama Kalinya di Kabupaten Ciamis, Menikmati Indahnya Situ Lengkong Sambil Naik Perahu Kayak 

Untuk Pertama Kalinya di Kabupaten Ciamis, Menikmati Indahnya Situ Lengkong Sambil Naik Perahu Kayak 

Suasana bermain kayak di Situ Lengkong, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Foto: Dok. Kancra Kayaking)

Ciamis – Bentang alam Kabupaten Ciamis yang masih asri memungkin masih banyaknya potensi yang bisa digali. Salah satunya Keberadaan Gunung Syawal sebagai kawasan hutan yang rindang berpotensi menjadi tujuan para penikmat kegiatan alam bebas.

Tak hanya pegunungan, Kabupaten Ciamis juga memiliki keragaman sejarah, budaya dan seni yang selalu menarik dibahas. Tak heran, belakangan muncul beragam atraksi kebudayaan dan karya seni asal Tatar Galuh yang kian eksis dikancah Nasional hingga International.

Tak ketinggalan, objek wisata air juga tersedia di daerah yang menjadi perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah ini. Objek wisata andalan tersebut adalah Situ Lengkong. Disana terdapat beragam wahana wisata salah satunya adalah wisata sejarah.

Meski demikian, wisata di Kabupaten Ciamis seperti tak ada habisnya. Tak hanya wisata sejarah, budaya dan seni, dalam waktu dekat objek wisata Kabupaten Ciamis akan semakin lengkap seiring hadirnya wisata olahraga air dengan menunggagi perahu mini atau kayak sambil menikmati indahnya Situ Lengkong, di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Iwan Wahyudi, Managing Director perusahaan penyedia wahana olahraga kayak, Kancra Kayaking.

Iwan Wahyudi, Managing Director Kancra Kayaking (Foto: Dok. Kancra Kayaking)

Iwan menjelaskan, dengan merogoh kocek Rp 50 ribu per orang saja, pengunjung bisa menyewa kayak dengan durasi 60 menit untuk menikmati pemandangan Situ Lengkong yang menawan dan sudah termasuk satu kali cofee break.

Kancra Kayaking menjadi pelopor penyedia jasa wisata olahraga kayak di Kabupaten Ciamis yang berlokasi di Jalan Padati, Desa Pabuaran, Kecamatan Panjalu.

“Tentu bagi yang belum pernah mencoba naik kayak tidak perlu khawatir karena kami juga sudah menyediakan pemandu yang akan membimbing bagaimana menunggangi kayak tersebut,” kata Iwan saat dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Iwan menjelaskan, Kancra Kayaking ini buka setiap hari dari  pukul 08.00 – 17.00 WIB.

“Rencanyanya kami akan launching di bulan Oktober ini, kebetulan untuk soft launchingnya sudah, beberapa waktu lalu bertepatan dengan hari kebersihan se-dunia, saya bersama pak camat bersih-bersih Situ Lengkong sambil naik kayak,” papar pria yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia pariwisata tersebut.

Bagi anda yang penasaran dan ingin mencoba serunya wahana ini bisa reservasi melalui WhatsApp 081 2204 6846 atau 0821 4405 1211 atau mengunjungi akun instagram @kancra_kayaking.

Selain itu, mengingat kondisi pandemi saat ini, Kancra Kayaking juga berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan sebagaimana imbauan pemerintah. (Tor)***

Baca Juga : Wagub Jabar Resmikan Desa Wisata Kampung Tipar di Sukabumi