Cerita Elis Siti Sondari dan Wida Ramdania Bisa Menjadi Lulusan Terbaik UIN Bandung pada Wisuda Ke 80

Cerita Elis Siti Sondari dan Wida Ramdania Bisa Menjadi Lulusan Terbaik UIN Bandung pada Wisuda Ke 80

Bandung – Rektor UIN Bandung, Mahmud, menetapkan wisudawan peraih pujian kelulusan dengan IPK tertinggi sebanyak 40 lulusan. Dua lulusan tertinggi, Elis Siti Sondari, S.Pd, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dengan IPK 3,95; Wida Ramdania, S.Pd., ME, Program Studi S2 Ekonomi Syariah (Eksy) dengan IPK 3,95.

Bersama orangtuanya, Elis dan Wida dipanggil kedepan panggung untuk mendapatkan penghargaan dari Rektor, Prof. DR. H. Mamud, M.Si sebagai mahasiswa insiratif yang berkah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi, tetapi perempuan ini tidak menurunkan semangat untuk meraih prestasi. Bagi Rektor segala prestasi dan keberhasilan yang diraih Elis dan Wida, tidak bisa dilepaskan dari kesederhanaan, kecerdasan intelektual, spiritual, kesabaran, ikhtiar, usaha, doa orang tua dan tawakal kepada Allah SWT.

Rektor berpesan “Melalui kesempatan ini saya meminta kepada Warek III dan Wadek III kedepan untuk mencoba menelusuri kondisi mahasiswa-mahasiswi kita, kalau ada kondisi ekonomi seperti yang kita saksikan tadi. Nampaknya Warek III, Wadek III patut menyampaikan kepada Rektor untuk kita pertimbangkan terkait dengan biaya SPPnya. Saya melihat orang tuanya penghasilannya seperti demikian, dikumpulkan untuk membayar SPP. Padahal kita punya kebijakan UKT yang disesuaikan dengan keadaan ekonomi keluarganya. Karenanya saya titip kepada Warek III dan Wadek III untuk menelisik, menelusuri kondisi mahasiswa-mahasiswi kita agar jangan sampai yang ekonominya lemah terbebani biaya akibat ketidaktahuan kita,” ujar Rektor.

Untuk kedepannya, peraih IPK tertinggi, tahfidz Al-Quran 30 juz diharapkan dapat melanjutkan ke jenjang S2 dan S3 dengan mendapatkan beasiswa. “Kita akan membiasakan setiap ada mahasiswa yang tertinggi IPK-nya baik S1 maupun S2 di setiap wisuda, maka kita akan berikan bebas SPP, kalau melanjutkan studi ke Program S2 maupun ke S3, tutur Rektor.

Selain itu, calon mahasiswa yang berasal dari keluarga yatim piatu untuk tahun 2021 bisa kuliah di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mendapatkan beasiswa. “Saya sudah memimpin pertemuan dengan teman-teman, termasuk rapat, ingin berkomitmen mulai tahun ajaran yang akan datang mahasiswa-mahasiswi kita yang masuk ke kampus dalam kondisi yatim piatu, maka UIN Sunan Gunung Djati Bandung harus membebaskan UKT-nya. Ini saya mohon betul-betul dicatat, kita ingin anak-anak yatim piatu memiliki peluang studi di kampus yang kita cintai ini. Karena kita berharap mutiara-mutiara terpendam yang ada di sekitar kita harus muncul untuk menjadi pionir-pionir negeri yang kita cintai ini,” papar Prof Mahmud.

Rektor menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan marwah kampus. “Bukan cuma yatim piatu yang kita beri beasiswa, penghafal Al-Quran 30 juz yang selesai S1 lanjut untuk S2, maka kita pun beri beasiswa untuk studi lanjutan di S2 atau S3. Ini komitmen-komitmen kita yang harus kita jaga,” tandasnya.

Saat ditanya perasaan ketika mendapatkan penghargaan dari Rektor, Elis mengungkapkan
“Alhamdulillah atas izin Allah, segala yang diberikan merupakan rizki dari Allah secara hakikat, syariatnya melewati Bapak Rektor Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si dengan segenap civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Alhamdulillah terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan Insyaallah apa yang telah dijadikan kesempatan pada kali ini tidak akan dibuang sia-sia. Insya Allah akan senantiasa dipersiapkan memberikan yang terbaik, dengan proses yang sungguh-sungguh serius, fokus untuk senantiasa memberikan perencanaan yang luar biasa untuk menjalani proses dari penghargaan beasiswa kuliah S2,” ujar perempuan asal Solokan Jeruk ini.

Atas capaian ini, Elis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pastinya kepada Allah SWT, kepada orang tua yang senantiasa mendoakan, kepada saudara yang senantiasa men-support, sahabat, kawan, kerabat. “Alhamdulillah semua ini terjadi atas doa-doa orang yang sholeh, sholehah. Dengan harapan Insya Allah akan senantiasa diikhtiarkan, tidak hanya doa, karena segala hal harus diiringi dengan doa dan usaha. Doa bagaikan senjata, maka dari itu saya begitu bangga, bersyukur Alhamdulillah atas apa yang telah diberikan oleh civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada kesempatan ini. Masya Allah luar biasa, sangat senang. Alhamdulillah, Insya Allah akan dibuktikan rasa syukur ini dengan proses yang serius terhadap apa yang telah diberikan,” pungkasnya. (Tor)***

Baca Juga : Wisuda ke-80 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Digelar Virtual

Berlangsung Khidmat, UIN Bandung Gelar Wisuda ke 78 Secara Virtual

Berlangsung Khidmat, UIN Bandung Gelar Wisuda ke 78 Secara Virtual

Suasana Wisuda Virtual UIN Bandung (Foto: Dok Humas UIN Bandung)

Bandung РUniversitas Islam Negri  Sunan Gunung Djati Bandung mengggelar Wisuda ke-78 secara virtual, memalui saluran sosial media resmi kampous pada Minggu, (09/08/2020)

Menurut keterangan tertulis Humas UIN Bandung, wisuda diikuti 800 peserta yang terdiri dari Fakultas Ushuluddin 57 orang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 153 orang; Fakultas Syariah dan Hukum 219 orang; Fakultas Dakwah dan Komunikasi 89 orang; Fakultas Adab dan Humaniora 61 orang; Fakultas Psikologi 21 orang; Fakultas Sains dan Teknologi 35 orang; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 52 orang; S2 96 orang dan S3 17 orang.

Ketua Senat Universitas, Nanat Fatah Natsir mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta wisuda mapun orang tua para wisudawan.

“Setelah lulus dari UIN SGD Bandung, tugas saudara berikutnya adalah mengabdi kepada masyarakat, mengamalkan ilmu, dan kini saudara sudah menyandang gelar kesarjanaan, sebagai cendikiawan muslim yang Ulul Albab, memadukan antara dzikir dan fikir, mampu berfikir mendalam, substansial, dan peduli dengan problem masyarakat,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta agar, wisudawan menjadi suri tauladan yang baik, menjadi pembuka lapangan pekerjaan, menjadi seorang wirausahawan, entrepreneur handal. “, hindari menjadi seorang pencari kerja kesanakemari tanpa ujung. Berbuatlah apa yang bisa dilakukan dan bermanfaat bagi umat, bangsa dan Negara,”terangnya.

Selain itu, berkaiatan dengan susasan pandemi Covid -19, Nanat menyampaikan dua hal yang perlu dilakukan, Pertama, Pendekatan ikhtiar akli duniawi Kedua pendekatan ikhtiar spiritual..

“Mari kita taati protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah itu secara disiplin ketat dan mari kita banyak berdioa, dzikir, beristigfar dan banyak membaca Al Qur’an,” ujarnya. (Tor)

Baca Juga : Monitoring UM-PTKIN di UIN Bandung, Kemenag RI Sebut Peminat PTKIN Menigkat