Tingkatkan Pengetahuan Ekonomi Digital, MKS UIN Bandung Gelar Kuliah Umum Fintech Syariah

Bandung – Jurusan Manajemen Keuangan Syariah (MKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Kuliah Umum Nasional yang bertajuk “Fintech Syariah: Antara Peluang dan Tantangannya di Indonesia” melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting dan live streaming Youtobe, Sabtu (28/11/2020),

Rektor Tazkia Islamic University College Bogor, Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc., CFP tampil menjadi narasumber yang dipandu oleh Vemi Suci Asih,ST., ME.Sy dosen MKS dan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI berpesan semoga kuliah umum ini dapat memberi pengetahuan kepada mahasiswa yang nanti akan menjadi bekal yang penting dalam menghadapi realitas sesungguhnya.

“Salah satu tantangan saat ini yaitu soal pengetahuan mahasiswa yang nanti akan menjadi cikal bakal bangsa, maka diperlukan basis pengetahuan yang kuat agar peradaban bangsa Indonesia menjadi pemenang, ” tegasnya.

Dr. H. Dudang menyampaikan tidak mungkin menghadapi masa depan yang baik dengan pengetahuan yang lemah, “salah satu basis menjadi pemenang pada saat ini yaitu berbasis Financial Technology yang menjadi hal penting bagi mahasiswa. Saya berharap mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan serius, dan setelah kegiatan ini mahasiswa harus lebih semangat dalam belajar,” paparnya.

Pembina Asosiasi FinTek Syariah Indonesia (AFSI) mengatakan bahwa Indonesia masih berada pada urutan ke-47 pada Fintech Country Rankings. “Ini menunjukkan Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan Singapura sebagai negara sesama ASEAN yang berada pada urutan ketiga.

Salah satu faktor yang mendasarinya adalah kurang siapnya sumber daya manusia dan infrastruktur di Indonesia,” ujarnya

Dr. Murniati menjelaskan ada banyak potensi Fintech dapat berkembang lebih jauh lagi di Indonesia. Hal ini karena penggunakan mobile phone yang mencapai 360 juta jiwa lebih besar dari pada total populasi Indonesia.

Selain itu, terdapat 50 juta UMKM yang membutuhkan pendanaan yang dapat diperoleh dari Fintech , dan kolaborasi dengan 110.000 koperasi dengan 20 juta anggota tersebar di Indonesia.

“Saat ini sekitar 40 persen masyarakat Indonesia belum mempunyai akses langsung ke sektor keuangan termasuk perbankan, maka melalui Fintech tingkat inklusi keuangan dapat ditingkatkan,” ungkapnya. (Tor)***

Baca Juga : Rakor LP2M UIN Bandung Perkuat Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Copyright © 2020 Indo-Satu. All rights reserved.