UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sukses Raih Pengakuan Internasional SCImago Institutions Rankings

Bandung– Tahun ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung sukses memperoleh pengakuan Internasional dari lembaga SCImago Institutions Rankings (SIR) sebagai Perguruan Tinggi Nomor Satu di Indonesia dalam kinerja riset dan nomor 53 di tingkat Asia serta sebagai Perguruan Tinggi Nomor Satu di PTKIN versi Webometrik.

Mahmud, selaku Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang telah ditorehkan oleh kampus yang dipimpinnya. ” Hal ini memicu semangat untuk tetap mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berparadigma wahyu memandu ilmu dalam bingkai ahlak karimah,” ujarnya.

Lanjut Mahmud, Distingsi inilah yang diarahkan agar sumber daya manusia UIN Sunan Gunung Djati Bandung mempunyai keunggulan yang kompetitif di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2025. Untuk mendukung dalam mewujudkan Indonesia emas tahun 2045.

Berdasarkan data, prestasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung  terhitung dari 2015  yang sudah memiliki 52 karya, hingga September 2020 ada 774 artikel terindex Scopus. Pada Tahun 2018 Kementerian Ristek Dikti RI memberikan anugrah Sinta Award Tahun 2018 ksebagai perguruan tinggi keagamaan paling produktif dalam publikasi Internasional di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia.

Di September 2020 sebanyak 35 Jurnal Terakreditasi Nasional indeks Sinta (Science and Technology Index) dengan rincian: sebelas jurnal mencapai Sinta-2 (S2); Delapan Jurnal di Sinta-3 (S3), Sembilan Jurnal di Sinta-4 (S4), dan Tujuh Jurnal di Sinta-5 (S5). Tahun 2020 pula, ada lima dosen kami yang terpilih sebagai 500 peneliti terbaik versi SINTA (Science and Technology Index).

” Hingga di bulan ini kami memiliki 707 catatan Hak Cipta paling tinggi di PTKI Kementerian Agama RI. Kita juga memiliki paten di bidang sains yang tercatat di ASEAN Patent Scope dan teregistrasi pada World Intellectual Property Organization (WIPO),” ujar Mahmud saat acara PBAK 2020, Rabu (23/9/2020).

Tak hanya itu, UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga  menjadi pelopor dalam penyelenggaraan CBT, bahkan pada penerimaan mahasiswa baru pada Tahun 2020 dan Panitia Nasional UM-PTKIN Tahun 2020 dan 2021. Bahkan pada Tahun 2019 kampus ini juga sudah memiliki Rumah Moderasi Beragama di Kampus III yang dimana langsung diresmikan oleh Bapak Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi.

Melihat pencapaian tersebut, Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Suyitno menekankan pentingnya peran mahasiswa di lingkungan PTKI tidak hanya untuk menyongsong Indonesia emas 2045, tapi harus menyebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin sangat penting.

“Mahasiswa, dosen sangat berperan dalam mewujudkan kampus sebagai laboratorium kehidupan dan kontribusi perguruan tinggi dalam melakukan aktivitas kemanusiaan, seperti ikut terlibat untuk menangani Covid- 19 sangat dinantikan,”

Paling tidak, peran mahasiswa harus mampu melakukan; Pertama, Belajar Islam dengan benar.  Kedua, menjadi mahasiswa yang cerdas dan kritis (critical thinking). Mencerna segala informasi yang masuk menyaring dan mensharing dengan baik; Ketiga, menjadi warga medsos yang sehat.

“Keempat, melakukan counter narasi dan idiologi melawan intoleransi dan radikalisme; Kelima, bersinergi dan kolaborasi dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas terutama dengan warga dunia global;  dan yang terakhir menjadi aktivis mahasiswa yang aktif melakukan desiminasi moderasi beragama dan semangat kebangsaan,” pungkasnya. (Tor)***

Baca juga: Sebanyak 7329 Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung Berhasil Dilantik

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Copyright © 2020 Indo-Satu. All rights reserved.